Mengenai SEJARAH Bhisama Warga Pande

Tulisan berikut sebenarnya bukanlah sebuah cerita, pengalaman atau bahkan pengetahuan yang sepatutnya dibagi dengan harapan akan memiliki kegunaan bagi yang membacanya, namun hanyalah sebuah uneg-uneg pertanyaan yang kerap hadir dipikiran saya apabila berbicara tentang 6 (enam) Bhisama Warga Pande yang telah dikenal oleh sebagian besar Semeton Warga Pande.

Adapun, apa yang menjadi pertanyaan saya ini hanyalah sebagai sebuah tambahan pembelajaran rencana Dharmawacana di Museum Seni ‘Keris’ Neka Sanggingan Ubud. Harapannya sederhana saja, barangkali kelak ada yang mampu menjawabnya (bahkan jika bisa sebelum tanggal 15 Agustus nanti) dan memberikan pencerahan bagi seluruh Warga Pande.

Terkait BHISAMA WARGA PANDE, kalo tidak salah tempo hari semeton tiang Putu Yadnya (id FB: Pande Bali) sempat memposting 6 (enam) Bhisama Warga Pande di Group Warga Pande Bali, namun ada hal-hal yang mengganjal pikiran saya sejak awal.

Sejauh mana kita (sebagai seorang Warga Pande) mampu memahami apa itu (pengertian) dari Bhisama itu sendiri.

Dari Mbah Google, yang saya dapat hanyalah

Bhisama itu adalah satu Keputusan yang memiliki nilai sakral, yang apabila dilanggar akan mendatangkan bencana.”

Itu kalo berbicara soal Bhisama yang dikeluarkan oleh Maha Resi (Empu) yang sangat suci di masa lampau.

Sebaliknya,

Bhisama juga dapat diartikan sebagai Keputusan atau Kebijakan (kalo tetangga sebelah menyebutnya sebagai Fatwa) yang dikeluarkan oleh PHDI Pusat berdasarkan hasil sabha pandhita (pertemuan pendeta hindu).”

Bhisama yang ini rupanya masih bisa diubah oleh yang mengeluarkan bhisama itu sendiri.

Nah, terkait 6 (enam) Bhisama yang dimiliki oleh Warga Pande, yang mana saja digolongkan sebagai Bhisama sakral (yang MUTLAK dipatuhi) dan yang mana digolongkan sebagai Bhisama masa kini (yang dapat berubah sesuai perkembangan jaman) ?

Satu lagi, pernah gak terpikirkan bahwa ‘dari mana asal muasal atau dimana ditemukannya dokumen ataupun hal-hal yang terkait keberadaan keenam Bhisama tersebut ? apakah dari lontar atau prasasti yang ditemukan di situs atau pura tertentu, atau malah merupakan hasil perenungan atau kesepakatan saja ?

Mohon Pencerahannya.

Suksema.

*Ohya, demi mengharapkan tanggapan yang jauh lebih luas, sayapun telah menuliskan hal yang sama dalam sebuah topik diskusi pada Group Warga Pande di situs jejaring sosial FaceBook.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

12 thoughts on “Mengenai SEJARAH Bhisama Warga Pande

  • August 9, 2010 at 12:50 am
    Permalink

    Pertanyaan yg TOP, salut utk Pande Baik….
    dan juga pertanyaan yg mengganjal dari diri saya, …apabila hanya beberapa/salah satu/tidak semua bhisama kita jalani (atau mungkin tidak kita setujui, tentunya dgn alasan), apakah kita masih berhak menyandang “pande”?….

    sekiranya (saran), kita tetap bisa luwes menyikapi Bhisama ini demi “PANDE MASA DEPAN”..atau “PANDE ALAMI”

    suksma

  • August 9, 2010 at 9:38 am
    Permalink

    Nah, itu dia pertanyaan selanjutnya… saya kira barangkali memang diperlukan keluwesan berdasarkan perkembangan jaman… terkecuali sifatnya memang mutlak. 🙂

  • August 9, 2010 at 2:55 pm
    Permalink

    saya hanya bisa mangikuti alur nasehat dr Bli Pande Baik,yang kadar kekritisannya sudah saya nikmati saat Bli,memberikan penjelasan kepada anak muda yg bertanya mengenai asal muasal kita mendirikan Pura di Tambelingan saat karya Ngresi Gana,dimana mereka kurang mendapat penjalasan oleh panitia,(mungkin terlalu sibuk).
    Bli,tiang masih jauh dari mengerti akan semua itu,semoga mendapatkan pencerahan segera
    Keep on “kritis”semoga segera semua terbuka se -“galang galangnya ” eksistensi kita di jagat Bali 🙂

  • August 9, 2010 at 9:52 pm
    Permalink

    Terima Kasih BLi Parman, semoga kita bisa bersua kembali saat Dharmawacana nanti…

  • August 10, 2010 at 7:45 pm
    Permalink

    Jadi nambah wawasan lagi nih, nais share…tiyang juga salah satu “pande”…tapi sangat awam soal ini, bahkan saya bingung dimana mencari sejarah Pande… di tuku buku…dah ga ada..dan soal bhisama inipun juga ga ngerti, baru kenal di sini…, dan merujuk ke FBnya Group Pande Bali bagian forum diskusi, saya masih belum mendapat kan yang diinginkan, yang ingin saya ketahui itu adalah, sejarah pande (paling awal) dan apakah leluhur pande saya berbeda dengan leluhur pande yang lain (dalam hal keluarga apakah nama leluhur juga berbeda?) bukannya gimana just penasaran saja dengan ini, mungkin kalo sudah kenal dan paham tentang itu barulah saya berani melangkah dan kenalan dengan topik2 pande yang laen…so bli Pande yang Baik…ada saran???

  • August 10, 2010 at 8:14 pm
    Permalink

    Suksema Weka. senang juga bertemu semeton disini. Terkait Sejarah Pande, barangkali bisa dicoba merujuk ke alamat berikut, barangkali saja ada disitu. http://wargapande.blogspot.com/
    Sedangkan yang saya tuangkan dalam blog, memang blom pernah menyentuh kesitu, ada siy keinginan, hanya blom pas saja waktunya. 🙂

  • August 10, 2010 at 9:08 pm
    Permalink

    Siiip pakBli…tak langsung jump ke tekape..
    setelah dateng dari tekape…ternyata di sana banyak peninggalan jaman prasejarah… 😀 … banyak prasasti dan bahasa inggrisnya… tapi ada beberapa yang mungkin saya sedikit paham..semoga ga salah artikan…dan mau saya baca2 lebih lanjut..

    lebih seneng kalo saya baca tentang pande dan silsilah, asal muasal dan lain2nya dari sini…
    kalo PakBli ga keberatan… 😀

    Prikitiiw… nice…

  • August 10, 2010 at 10:14 pm
    Permalink

    Waduh, gawat nih… itu artinya membebankan tanggungjawab yang besar pada saya… he… yah, Semoga saja bisa. 🙂

  • October 17, 2010 at 2:33 pm
    Permalink

    swastiastu,, 🙂
    tiang kluarga PANDE saking SINGARAJA / Ds. SUDAJI
    saya mau tanya mengenai asal-usul warga PANDE
    siapa sbenarnya tokoh PANDE pada Zaman dulu
    apa MPU GANDRING adalah tokoh nya???
    suksma..

Comments are closed.