Menu
Categories
Koleksi Keris di Neka Art Museum
August 6, 2010 tentang iLMu tamBahan

Tulisan berikut diambil dari Makalah Diskusi Ilmiah ‘Keris dalam Perspektif Permuseuman’ oleh Pande Wayan Suteja Neka yang diselenggarakan di Surakarta 17-18 November 2009 lalu. Adapun tujuan diturunkannya tulisan berikut adalah sebagai tambahan pembelajaran Rencana DharmaWacana tentang Keris dan Bhisama Pande di Museum ‘Keris’ Neka Sanggingan Ubud Gianyar pada tanggal 15 Agustus 2010 nanti.

* * *

Koleksi keris bersejarah (tangguh/sepuh/tua)

Perjalanan sejarah keris di Bali yang diduga telah ada semenjak zaman Bali Kuna dengan bukti diketemukanya Prasasti Sukawana A1, berangka tahun 804 caka atau 882 M. Manuskrip kuno `Pande Bang Tawang’ yang menjelaskan bahwa pada masa Prabu Airlangga di Jawa Timur terdapat seorang Empu dari Jawa yang menuju Bali dan mengembangkan ilmu seni tempa di tempat barunya (Bali). Prasasti Bulian A (caka 1103 atau 1181 M) yang diterbitkan atas nama Sri Maharaja Jaya Pangus, tersimpan di Desa Bulian Singaraja dimana didalam prasasti tersebut telah disebutkan kata ‘Keris’ dan Prasasti Tamblingan yang berisi tentang pemanggilan Warga Pande Bali kuno yang mengungsi.

Pada saat Bali madya (Bali disebut sebagai negara pada pasal Majapahit abad 14) semakin banyak ditemukan catatan dari manuskrip yang menjelaskan keberadaan keris di Bali misalnya: manuskrip Brahma Pande Tatwa,  Prasasti Pande Tusan, Tatasan dan Putidahi, manuskrip kaprajuritan ring wilatikta dll. Di samping itu dalam catatan-catatan kuno pada masa Bali madya, di puri-puri yang ada di Bali saat itu sudah banyak membuat keris-keris pusaka.

Melihat perjalanan keris di Bali inilah yang melatarbelakangi koleksi keris Neka Art Museum untuk lebih menekankan pada keris-keris gaya Bali, namun demikian juga di lengkapi keris-keris Jawa, Madura dan Lombok. Keris-keris koleksi bersejarah di Neka Art Museum antara lain keris Ki Baju Rante dari Puri Karangasem, keris Ki Gagak Petak, keris Putut luk 7, keris Kolomisani, keris pedang Ki Nagaraja (keempat bilah keris ini dari Puri Buleleng), keris Ki Blanguyang dari Puri Gianyar, keris Ki Pijetan dari kerajaan Pejeng, Gianyar dan lain-lain.

Di samping didukung dengan keris-keris Bali bersejarah, Neka Art Museum juga dilengkapi dengan keris-keris Bali yang mewakili masa dan gaya dari berbagai daerah di Bali. Koleksi keris Bali tangguh tua kini mencapai 18 keris pusaka bersejarah dan 63 keris tangguh sepuh/tua.

Keris-keris tersebut diperoleh dari beberapa kolektor di Bali dan dari luar Bali seperti  Wayan Tika (Banjar Pande, Bangli) yang rela melepas lebih dari 30 buah kerisnya untuk dikoleksi di Neka Art Museum, Wayan Roia, Wayan Ritug (Batuan, Sukawati, Gianyar), Hengki Joyopurnomo (Jakarta) dll.

Koleksi keris Kamardikan

Perkembangan dunia keris era Indonesia Merdeka semakin semarak dan didukung cukup banyaknya kegiatan-kegiatan dalam bidang perkerisan seperti pameran, sarasehan dan seminar, eksperimentasi, pengembangan penggunaan alat, dll yang kemudian banyak melahirkan karya-karya keris yang berbobot. Kembali semaraknya dunia perkerisan dewasa ini membawa dampak positif terhadap produktifitas pembuatan keris di berbagai daerah Nusantara.

Latar belakang inilah yang membuat Neka Art Museum menggelorakan keris Kamardikan, membuka pintu untuk mengoleksi keris-keris Kamardikan yang memiliki kualitas dan prestasi yang baik. Beberapa karya keris Kamardikan yang dikoleksi di Neka Art Museum antara lain dari Bali seperti Pande Ketut Mudra, Pande Ketut Sandi, dan yang lainnya sedangkan dari luar Bali seperti Empu legendaris Djeno Harumbrojo (Yogyakarta), KRHT Sukoyo Hadi Nagoro (Surabaya), KRT Hartonodiningrat (Surabaya), KRT Subandi Suponingrat (Solo), KRT Junus Kartiko Adinegoro (Jakarta), M Jamil, Suffian, Misradin, Bunali, Abdul Hadi, Basiriansah, Zubaidi (Madura), RT Arum Fanam Notopuro, A. Lutfi (Malang) dan yang lainnya.

Saat ini Neka Art Museum memiliki koleksi sebanyak 191 keris tangguh Kamardikan pilihan dan 4 buah keris Kamardikan berprestasi. Di samping itu juga terdapat beberapa keris yang merupakan hibah dan pemillik/penggarapnya. A.A Bagus Ngurah Agung, SH.,MM. (Penglingsir Puri Gede Karangasem), A.A Ngurah Parwata Panji (Puri Kanginan, Buleleng), Jero Mangku Ketut Sandi (Tatasan, Denpasar), KRT Ali Rahmat Diningrat (Jakarta), KRHT Sukoyo Hadi Nagoro (Surabaya) dan Ibnu Pratomo (Bandung) menyerahkan keris basil penelitiannya yang dibuat dengan 750.000 lipatan pamor dan juga menyerahkan contoh kepingan batu meteorit.

"11" Comments
  1. Pingback: Mengenai SEJARAH Bhisama Warga Pande | PanDe Baik

  2. orang besar yang ingin melestarikan budaya keris yang sejati dan bijaksana disutu daerah, belilah keris baru dari pande keris lokal (Bali)dan mintalah bentuk dan jenis yang berbeda dari mereka!untuk memberi mereka motivasi dan menciptakan karya yang berbudi luhur. jangan memburu keris kuno yang bertuah!!! karena keris kuno diciptakan untuk menegagakkan bangsa, tradisi dimasing-masing daerah, pura, puri, griya dan keluarga.leluhur mereka pun tidak terima kalau anda menempatkannya pada tempat yang tidak sepatutnya.
    alangkah bangganya jika orang Bali kembali bangkit untuk menciptakan karya seni yang luhur. dan orang yang memberinya motivasi akan diberikan anugrah yang besar olehNya.

    [Reply]

    pande Reply:

    Terima Kasih Matur Suksema untuk saran dan semangatnya. Saya sependapat dengan BLi Sumardika. Semoga apa yang kita cita-citakan dapat terwujud dengan baik…

    [Reply]

  3. hobby keris ya bozz:)

    [Reply]

    pande Reply:

    ah, blom sampai sejauh itu kok…

    [Reply]

  4. Keluarga kami mempunyai warisan keris bali sebanyak 3 buah ( salah satu lekuk 79 ) dari ayahanda almarhum. Kami ingin mejual salah satu yang paling kuat ( galak dan berat bagi yang memeliharnya ) . Apa ada yang tertarik. ? atau bapak dapat memberikan solusi yang terbaik ?
    ( HP : 996.28.129 )

    [Reply]

    pande Reply:

    Coba tawarkan di halaman FB… saya yakin banyak peminatnya.

    [Reply]

  5. Saya mau memaharkan keris NOGO ROJO KINATAH EMAS lok 3 dan lok 9.
    Keris sangat tua dan EMASNYA  ASLI  pernah di tes, anda bisa melihat foto2nya di 
    facebook saya (yati ningsih). Jika berminat hub 081259021694.
    Terima kasih.

    [Reply]

  6. ring dije genah musium ne semeton. mani kemu pok melali neh

    [Reply]

  7. Semoga sukses selalu dalam memahami ilmu pakerisan karena dapat menambah kasanah budaya lokal, salam Rahayu…..Rahayu…

    [Reply]

  8. Dengan mempelajari ilmu Pakerisan dapat menambah kasanah budaya lokal, salam Rahayu….Rahayu….

    [Reply]

Leave a Reply
*