Rekreasi Sabtu Pagi di PusPem Badung

7

Category : tentang PLeSiran

Rasanya sudah lama kami tidak jalan-jalan bersama keluarga. Terakhir kalo gak salah waktu melintas ke Benoa, itupun lantaran harus membayar biaya koneksi bulanan ke kantor Indosat Tuban. Main jauh, ya sekalian aja singgah kesana sini.

Pasca perawatan MiRah di Rumah Sakit Sanglah tempo hari sebenarnya yang menjadi agenda kami sabtu pagi adalah lapangan alun-alun. Hampir setiap pagi sedari pulang perawatan, MiRah selalu meminta kami untuk mengajaknya berjalan-jalan lagi. Kangen barangkali.

Sayangnya sabtu pagi ini kakek nenek MiRah punya keinginan lain. Pengen makan lawar bali atau sate dan soto Sempidi. Memang sudah adatnya sebelum jalan-jalan kami berembug, mempertimbangkan keingan satu sama lainnya dan mengambil keputusan yang terbaik sembari mencari alternatif bagi yang sedikit menyimpang. Sempidi Mengwi akhirnya menjadi pilihan pagi ini.

Puas dengan sarapan pagi sate dan soto Sempidi, kami meluncur ke kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupura Mengwi, areal yang dahulu pernah menjadi rumah kedua saat pematangan lahan dilakukan. Ketika kendaraan mulai memasuki pintu gerbang utama, satu persatu kenangan masa lalu muncul kembali. Kenangan akan masa menjelajah kawasan persawahan untuk mencari batas dan patok kayu, kenangan akan luasnya wilayah yang harus dilalui untuk mencapai satu titik ketitik lain, kenangan akan berjalan bahkan berlarian di pematang sawah dan terjerembab dalam lumpur dalam kondisi pakaian dinas lengkap.

Kami mulai mengitari satu persatu gedung yang kini telah menjadi kantor kerja kami sambil menjelaskan situasi sekitar bak pemandu wisata. Entah itu perubahan desain yang terjadi, gambaran lingkungan kerja bahkan visual kawasan pura yang sepintas mirip dengan lingkungan Pura Gunung Salak.

MiRah sudah tampak tak sabar ingin turun dan bermain. Hamparan paving yang lapang, hijaunya pohon dan rumput sertaa patung yang menjulang bisa jadi mengingatkannya pada lapangan alun-alun yang telah kami janjikan sebelumnya. Bersama seorang kakak sepupunya, MiRah sangat menikmati petualangan barunya ini. Mengenal bunga dan tumbuhan putri malu, menaiki tangga dan duduk dipinggiran monumen patung atau bahkan berlarian disekitar kami. Dunia anak-anak memang indah.

Cukup lama kami duduk dan bercengkrama, langit yang sedikit mendung ditambah angin yang semilir dingin membuat waktu tak terasa berjalan begitu cepat. Rekreasi di sabtu pagi dengan terpaksa kami akhiri sampai disini.

Comments (7)

Wah, sudah bisa jalan-jalan :).

[Reply]

pande Reply:

eh, iya nih… dah mulai keliatan nakalnya. :p

[Reply]

ah iya… :p

[Reply]

Bisa jadi alternatif selain puputan dan renon. Oh ya, kalau bukan pegawai disana apa nggak diusir bli?… 🙂

[Reply]

pande Reply:

Sebetulnya kalo sekedar untuk jogging dan jalan-jalan siy gak masalah, beda dengan yang tempo hari ketahuan dipake trek-trekan… langsung diusir dan ditutup gerbang deh… 🙂

[Reply]

di hari libur, kawasan puspem dibuka untuk rekreasi ya bli? boleh juga nih.. biar kesannya puspem ndak serem

[Reply]

pande Reply:

Bukan “dibuka” loh… :p tapi yah ada aja beberapa yang rekreasi ke situ…

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge