Wimcycle Strawberry Sepeda Baru MiRah GayatriDewi

Diam-diam MiRah rupanya mulai belajar menaiki sepeda milik kakak sepupunya tiap kali kami ajak pulang kampung ke Canggu. Kami baru menyadarinya ketika awal bulan Juni lalu MiRah dengan santainya mengayuh sepeda kecil beroda dua yang ditambah dua roda kecil disisi samping sebagai bantuan. Untuk menaikinya MiRah dibantu kedua kakaknya yang dengan hati-hati mendampinginya.

Dibandingkan dengan anak seusianya (dua tahun tiga bulan), MiRah tergolong cepat beradaptasi dengan sepeda jenis tersebut. Sedikit berbeda dengan saudara yang sepantaran dengannya, masih suka menggunakan sepeda roda tiga ketimbang mencoba sepeda yang kerap digunakan MiRah.

Bisa ditebak, ketika semua saudaranya bergembira bersepeda, MiRah langsung minta dibelikan.

Sebetulnya ada banyak pilihan jenis sepeda yang kami tawarkan pada MiRah. Dari yang ada bonekanya, keranjang, dengan setang lurus sampai pada akhirnya MiRah memilih tipe Strawberry dari produk milik Wimcycle. Padahal secara ukuran, MiRah masih belum mampu menjangkau sadel –tempat duduk- sehingga terkadang memerlukan bantuan kami untuk menaiki maupun turun dari sepedanya tersebut.

Hanya berselang satu bulan, MiRah kini sudah mulai pintar menggunakannya. Jika pada awalnya ia hanya bisa berputar-putar pada satu tempat, kini sudah bisa mengitari halaman rumah. Bahkan beberapa hari terakhir, ia sudah menemukan cara untuk mencapai sadel tanpa bantuan juga turun dengan sempurna.

Sebagai anak-anak, MiRah rupanya sama nakalnya dengan yang lain. Walau sudah kami ingatkan, kerap ia membunyikan bel sepeda dimalam hari atau pagi buta hingga mengejutkan mereka yang sedang beristirahat. Kalau sudah begini, MiRah Cuma bisa nyengir. Hihihi…

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

8 thoughts on “Wimcycle Strawberry Sepeda Baru MiRah GayatriDewi

  • July 26, 2010 at 5:42 am
    Permalink

    Selamat ya, udah bisa naik sepeda barunya

  • July 26, 2010 at 9:49 am
    Permalink

    Saya sering blogwalking walo gag punya blog. But blog ini memang banyak tulisannya. Tapi kok rasanya kasusnya seperti FB?
    Maksudnya, mau makan tulis status “aku makan loh”, mau pergi tulis status “ke mall dulu ahhh”, mau mandi tulis status “byurrr.. byurrr.. seger”….
    tiap hal yang dikerjakan di tulis, malah jadi terkesan lebay blognya…. seperti kasus FB tsb.
    Karakteristik blog malah jadi hilang…
    Arah blog malah gag beraturan….
    Pembaca membaca hal yang gag begitu penting…

    *jangan tersinggung ya….. 😀

  • July 26, 2010 at 10:19 am
    Permalink

    Kritik yang membangun… Terima Kasih… Hanya saja, antara FB dan BLoG ada juga bedanya loh… kalo Update Status di FB gak perlu mikir, gak perlu nyusun kalimat dan paragraf, gak perlu fakta dll… seperti yang Rekan katakan diatas… satu katapun boleh… tapi BLoG ? hehehe… Sesungguhnya mudah saja, jika tak suka ya tinggalkan saja. hahahaha…

  • July 26, 2010 at 1:11 pm
    Permalink

    selamat ya Mirah… suatu saat ingin juga membelikan si kecil saya sepeda seperti itu

  • July 26, 2010 at 6:09 pm
    Permalink

    Semoga si adik juga sehat”nih… 🙂

  • July 26, 2010 at 7:55 pm
    Permalink

    Bli Pande. Salam kenal.

    Mirah anak yang pemberani dan punya kemauan keras untuk bisa. Putri kedua saya saat ini sudah bersia 3 tahunan, tapi sangat malas dibujuk naik sepeda.

    Mungkin perlu sepeda baru kali ya 😛

  • July 26, 2010 at 10:23 pm
    Permalink

    ah, bisa saja… Salam kenal juga. Nice BLoG…

Comments are closed.