SamSung I5700 Galaxy Spica memang ManTap !!!

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Surprised ketika seorang rekan kantor akhirnya memutuskan untuk memilih SamSung I5700 Galaxy Spica sebagai ponsel sekaligus rekan kerjanya ketimbang Nokia E75. Bisa jadi lantaran secara bentuk yang jauh lebih dandy untuk ditenteng bisa juga lantaran banyak hal yang bisa dipelajari lagi dari sebuah kemajuan teknologi bernama Android.

Sistem Operasi Android memang bukan hal baru lagi hari ini, namun jika disandingkan dengan sistem operasi lainnya yang biasa digunakan pada sebuah ponsel pintar (smartphone) bisa jadi Android merupakan yang terkini. Beberapa seri keluaran vendor ponsel ternama tercatat HTC, Sony Ericsson, Samsung, LG dan Motorola sudah mencoba untuk mengadopsinya. Tidak ketinggalan brand lokal seperti IMO, huawei dan i-Mobile.

SamSung I5700 Galaxy Spica merupakan sebuah ponsel yang pada awalnya mengadopsi Android versi 1.5 atau yang dikenal dengan kode Cupcake, namun pada handset yang sempat dijajal selama 3 hari di Jakarta kemarin tampaknya sudah di-upgrade ke versi 2.1 atau yang dikenal dengan kode Éclair. Pembaharuan versi sistem operasi Android ini tentu saja membawa banyak perubahan dibandingkan versi Cupcake sebelumnya. Penambahan fitur Android Market yang dapat digunakan untuk mengunduh aplikasi baik berbayar ataupun gratis, penambahan jumlah akun email yang dapat disertakan sampai penambahan jumlah halaman Homescreen untuk mengakses Menu. Tak ketinggalan penyempurnaan berbagai bugs yang ada dalam versi sebelumnya.

Untuk mengaktifkan layar ponsel dapat dilakukan dengan menggeser gambar kunci gembok kesamping kanan. Satu inovasi yang dirintis oleh iPhone. Fungsi lainnya adalah untuk menerima panggilan masuk secara cepat. Layar Homescreen terlihat begitu lega dan lapang.

Ada 3 (tiga) halaman utama yang dapat diakses sebagai tampilan Menu yang dapat dikembangkan menjadi 9 (sembilan) ditambah beberapa Menu Widget milik Samsung. Akses halaman ini serupa pula dengan iPhone, dimana pengguna tinggal menggeser halaman dengan sapuan jari baik ke kiri maupun kanan halaman utama. Ohya, Samsung Spica tidak menyediakan stylus dalam penggunaannya. Namun jangan khawatir, sensitifitas layar dalam memberi reaksi sapuan jari tampaknya tidak jauh berbeda dengan iPhone.

Pada layar utama ada (5) lima aktifitas yang dapat dilakukan dengan jari. Pertama men-tap sekali pada icon aplikasi untuk menjalankannya, Kedua men-tap dan menahan icon aplikasi untuk memindahkannya ke tempat sampah (menghapus icon), Ketiga men-tap dan menahan halaman atau background untuk menambahkan shortcut/icon aplikasi, daftar contact serta widget, Keempat menggeser tanda panah pada sisi bawah halaman untuk menampilkan Menu dan Kelima men-tap dan menggeser taskbar atas untuk menampilkan halaman Log atau catatan penerimaan meliputi panggilan, sms atau pesan, kiriman hingga sambungan.

Untuk pengoperasian Menu dan fitur yang ada tidak jauh berbeda dengan penggunaan ponsel pintar lainnya. Sebagai tambahan disediakan pula satu tombol (softkey kiri) yang dapat difungsikan sebagai akses bantuan dalam mengakses Menu atau fitur tersebut. Tombol pengaturan suara yang terdapat pada sisi kiri ponsel dapat dipergunakan sebagai akses cepat untuk mengubah profil menjadi Silent (tanpa suara) dan General. Tidak lupa ada fitur sensor Accelerometer yang mampu mengubah tampilan menjadi landscape saat ponsel diposisikan mendatar. Fitur ini dirasa sangat membantu terutama bagi mereka yang berjari besar saat mengetik dengan keyboard virtual.

Yang patut diakui sebagai nilai positif dari Samsung Spica adalah prosesor 800 MHz yang digunakan membuat aksi pengoperasian makin gegas hingga nyaris tidak ada jeda dalam akses Menu dan fitur, dukungan GPS receiver lengkap dengan Digital Compass, A-GPS dan GeoTagging pada fungsi kamera, koneksi WiFi plus 3G HSDPA, serta dukungan multimedia MP4/DivX dan WMA. Tidak lupa aplikasi tambahan untuk jejaring sosial FaceBook, My Space dan tentu saja YouTube.

SamSung I5700 Galaxy Spica pada akhirnya sangat saya rekomendasikan bagi Rekan-rekan yang ingin merasakan pengalaman berbeda dalam berinteraksi dengan sebuah ponsel pintar (smartphone). Banyak hal baru yang bisa dipelajari dan dinikmati disamping karena faktor harga yang sangat terjangkau untuk sebuah ponsel pintar. Kalo gak salah sudah turun pada harga 2,65 juta. Bandingkan dengan para sejawatnya.

Era Baru si Robot Hijau GooGLe AnDroid

17

Category : tentang TeKnoLoGi

Android menurut Wikipedia sebenarnya merupakan robot yang dibuat menyerupai manusia, baik secara tampilan maupun tingkah laku. Sebaliknya Android yang akan dibicarakan disini adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux dan dikembangkan oleh GooGLe.

Terhitung sejak perilisan perdana pada 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Hal ini memberikan satu alternatif lagi kepada pengguna telekomunikasi untuk memilih teknologi yang biasa ditanamkan pada sebuh ponsel pintar (smartphone).

Maka tidak salah apabila para pengembang sistem operasi yang sejak awal sudah mengcengkram cakar mereka seperti Windows Mobile, Symbian, Blackberry, iPhone bahkan Linux mulai bertanya-tanya seperti apa sih sistem operasi terbaru ini ?

Android identik dengan penggunaan aplikasi yang bersifat terbuka (open source). Dalam pengoperasiannya Android siap di-backup oleh semua fitur yang dimiliki oleh Google Inc seperti Google Map, Google Search, Google Talk, Google Calendar hingga Google Mail. Hal ini tentu saja menjadi sebuah penawaran yang menggiurkan mengingat hampir semua fitur yang ditawarkan sudah familiar digunakan. Sayangnya untuk dapat menikmati semua fitur tersebut dengan baik, Google mensyaratkan koneksi internet yang minimal mendukung frekuensi 3G yang kemudian dirasakan agak memberatkan konsumen dari segi biaya. Borosnya Bandwidth yang dibutuhkan adalah salah satunya.

Kendati demikian, banyak teknologi positif yang dapat dimanfaatkan ketika saya mencoba menjajal Android baik melalui Emulator yang dapat dijalankan melalui sebuah PC ataupun langsung melalui ponsel pintar yang telah mengadopsi Android. MultiTouch pada area Homescreen, akses Menu dan fitur lainnya tanpa stylus, pengoperasian yang tidak seribet WinMob dan juga tampilan yang mudah dipahami merupakan hal pertama yang membuat saya ingin beralih pada Android.

Pada pengembangannya Android kini telah diadopsi oleh beberapa vendor ponsel terkemuka seperti HTC, Sony Ericsson, Samsung, Motorola, LG bahkan vendor ponsel lokal seperti IMO, Huawei dan i-Mobile. Masing-masing vendor tersebut memanfaatkan beberapa rilis Android yang berbeda untuk setiap seri ponsel yang dimiliki seperti Andoid 1.1, versi 1.5 Cupcake, 1.6 Donut, 2.0 dan 2.1 Éclair. Entah kebetulan atau tidak, setiap rilis resmi yang diluncurkan Android menggunakan pengurutan Abjad sebagai nama pengingat. Sebagai pertimbangan dari sebuah kebetulan ini kabarnya pihak pengembang sedang berancang-ancang merilis versi berikutnya dengan nama Froyo serta GingerBread.

Semakin banyaknya vendor yang mulai mengadopsi Android sebagai sistem operasi pada seri ponsel pintar mereka, bisa jadi disebabkan oleh harga lisensi yang jauh lebih murah ketimbang sistem operasi lainnya sehingga beberapa vendor mampu meluncurkan seri mereka dengan harga yang murah. Diantaranya i-Mobile IE 6010 kisaran 2,0 juta, IMO S900 kisaran 2,25 juta, dan tentu saja Samsung I5700 Galaxy Spica 2,9 juta.

Bagaimana rekan-rekan ? ada yang tertarik untuk menjajal Android ?

Adakah Orang yang Beruntung di Dunia ini ?

4

Category : tentang KHayaLan

Setiap orang pasti punya masalah. Kurang lebih demikian satu hal penting yang selalu saya tanamkan pada Istri ketika ia terlihat terbebani oleh satu dan lain hal. Tidak saya, tidak tetangga, tidak juga orang lain, saya yakin semua pasti memiliki masalah sendiri. Tergantung cara pandang, tergantung cara menyikapi dan menanggapinya. Tergantung kemampuan tidak terpaku pada bidang tertentu saja.

Tuhan akan selalu memberikan cobaan pada hamba-NYA. Dalam setiap cobaan Tuhan pun sudah menyediakan jalan pemecahan yang berbeda-beda yang dapat dijadikan alternatif, entah lewat jangka waktu yang panjang ataupun jalan singkat. Hanya saja ketika Tuhan memutuskan untuk memberikan cobaan, Tuhan yakin bahwa hamba-NYA akan mampu melewati itu semua. Karena cobaan itu tidak akan melebihi kemampuan yang dapat dilakukan oleh hamba-NYA.

Ilustrasi diatas entah saya dapatkan darimana, namun ilustrasi tersebutlah yang selalu saya camkan setiap kali didera masalah. Mencoba menjalaninya dengan hati yang lapang, bersabar dan tetap jujur apa adanya, entah bagaimana terlewati jua semuanya. Bahkan kadang setelah berhasil menjalaninya, ada rasa bangga yang saya rasakan.

Tidak ada orang yang luput dari masalah. Bisa jadi masalah itu adalah kiriman dari orang lain, bisa juga akibat dari perbuatannya sendiri. Jangan lupakan pula soal lingkup, efek dan hasil akhirnya nanti. Saya yakin masih ada banyak jalan yang dapat diambil ketika semua masalah itu akan berakhir.

Apa yang kami rasakan kini hanyalah sebuah masalah dalam lingkup kecil, maka untuk mampu memasrahkan diri sepenuhnya kadang saya membayangkan berada dalam situasi dan lingkup yang jauh lebih besar. Ketika itu dapat saya lakukan, bisa jadi apa yang mendera kepala dalam satu dua hari kebelakang, hilang dengan sendirinya dan pikiran siap kembali untuk menghadapi masalah baru.

Bilamana saya seorang Susno Duaji misalnya, membayangkan bahwa diluar sana ada banyak orang yang tak setuju dengan sikap dan tingkah laku saya selama setahun terakhir, bahkan ada juga orang yang menginginkan saya mati hari ini, bagaimana bila itu benar terjadi ?

Bilamana saya seorang Gayus Tambunan, yang sudah sekian lama bergelimang harta dari hasil mencuri, berpindah hidup dari sebuah rumah kumuh kelas kampung ke tingkat apartemen mewah, namun kini harus dihadapkan dengan Pengadilan dan hampir seluruh keluarga ikut serta menanggung bebannya.

Maka apapun yang akan dilakukan hari ini adalah buah yang akan dipetik besok. Bisa juga entah kapan datangnya. Bahkan jika sudah mulai mengambil hak yang seharusnya menjadi milik orang lain, memang benar yang nama kekayaan sepertinya tidak akan habis dimakan satu generasi, namun bersiaplah untuk mengalami kebocoran-kebocoran yang sanggup meluluhlantakkan wajah angkuh dan koar mulut penuh kebohongan.

Orang boleh saja mengatakan dirinya hebat, sangat pintar bahkan sampai-sampai menganggap orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang ia miliki hari ini. Namun orang tak boleh lupa bahwa akan ada saat roda itu berputar dan berada diatas dan kelakpun akan berada dibawah. Ketika itu pula yang namanya kesadaran biasanya akan datang terlambat.

Penderitaan bagi orang-orang yang berusaha untuk selalu jujur dan apa adanya memang sangatlah panjang dan berliku, bahkan jika tak kuat menanggungnya wajah cantikpun akan berubah sayu setiap harinya. Jalani saja harimu, nikmati hidup dan biarkan mereka bernyanyi saking senangnya… karena saat itu pasti akan tiba.

Adakah orang yang beruntung karena tidak memiliki masalah dalam hidupnya di dunia ini ?

MiRah dan BoBBy

Category : tentang Buah Hati

Ada satu hal yang patut saya syukuri ketika menatap MiRah dengan semua aktifitas kenakalannya sebagai seorang anak kecil berusia 2 tahun 3 bulan. Ingatannya.

Untuk anak seusianya, MiRah tergolong pintar mengingat, entah mengingat beberapa buah lagu yang kami perkenalkan sejak ia kecil, mengingat tempat dimana ia menaruh benda-benda miliknya hingga mengingat rengekannya tadi malam. Hehehe…

Pasca pengenalan Gending Rare sebagai upaya pelestarian Budaya Bali dalam skala kecil kepada MiRah, kini giliran upaya memperkenalkan lagu anak jadul untuk bisa ia kenali dan lantunkan disela beraktifitas. Adapun ide ini dilontarkan sang Nenek yang sedang berusaha keras meninabobokan MiRah di satu malam usai bercerita dongeng si kambing, si kuda, si babi dan si binatang lain sesuai gambar yang tertempel didinding kamar. Nenek secara tidak sengaja melantunkan lagu anak jadul masa saya kecil dahulu.

“…Bobby sudah besar.. Tidak boleh nakal.. Mama papa kerja.. Adek Bobby yang jaga…”

Tak disangka lantunan lagu anak tahun 80-an itu menarik perhatian MiRah dan berbalik menanyakannya pada Nenek. “lagu sapa tu Nik ?” dan bisa ditebak, sampai MiRah tertidur ia selalu minta dilantunkan lagu yang sama oleh Neneknya, diulang dan diulang.

Bersyukur setelah GooGGLing di dunia maya, berhasil jua ditemukan sebuah BLoG yang secara khusus berisikan kontent lagu anak jadul tahun 80-90an. Beberapa diantaranya langsung saya unduh untuk di-burn dalam bentuk cd, hadiah pagi hari untuk MiRah. Selain Bobby, ada juga lagu-nya Yoan Tanamal, Melissa, Eno Lerian dan si mbok Jamu itu. Hehehe…

Tak sampai satu minggu, MiRah sudah punya theme song baru. Bobby. :p

Mai nge-BLOG pang sing BeLOG

10

Category : tentang DiRi SenDiri

Sudah lama saya tidak mendengar ataupun membaca slogan milik Bali Blogger Community yang kalau tidak salah sempat dilontarkan oleh sang DanCuk (komanDan puCuk) Bung Anton Muhajir pada awal pendirian komunitas ini. Satu semangat yang memacu kami (dan saya secara pribadi hingga hari ini) untuk tetap melahirkan tulisan demi tulisan dengan harapan berbagi informasi, pengalaman hingga pembelajaran pada diri sendiri.

Tidak mudah memang mempertahankan spirit nge-BLoG. Apalagi seandainya BLoG hanya digunakan untuk berbagi kabar aktifitas sehari-hari tanpa mampu menjadikannya sebagai lahan pemasukan tambahan. Seperti BLoG www.pandebaik.com tentu saja. :p

Satu persatu rekan BLoGGer yang tergabung dalam komunitas Bali Blogger Community mulai menampakkan kejenuhan mereka dan memilih untuk Hiatus atau rehat sejenak dari rutinitas menulis. Saya pribadi sempat pula mengalaminya disaat awal. Kendati baru-baru ini sampai terlontar ide untuk hiatus tapi nyatanya malah bertahan 3 (tiga) hari saja. Gak tahan buat nulis lagi.

Yang namanya ide jujur saja sangat banyak saya miliki. Tapi semua itu bisa dibilang hanya sampah yang barangkali hanya bisa berguna dan bermanfaat bagi sebagian kecil orang yang mampir kemari. Hampir tidak ada tulisan yang mampu tembus ribuan pengunjung dalam satu periode tertentu atau dikomentari banyak orang. Bagi seorang BLoGGer, sepinya pengunjung, pembaca hingga komentator bisa jadi malah menurunkan minat mereka untuk terus menulis.

Hanya saja (lagi-lagi) bagi saya pribadi, salah satu alasan kuat untuk tetap menulis adalah Domain. Menggunakan domain pribadi tanpa embel-embel dot blogspot atau dot wordpress memang sangat membanggakan. Senangnya bukan main ketika orang secara tidak sengaja mengatakan telah menjadikan BLoG www.pandebaik.com sebagai bahan referensi mereka. Bisa juga ketika menyadari bahwa dalam hasil pencarian untuk kata kunci tertentu di sebuah search engine ternama menyajikan salah satu tulisan dihalaman pertama. Namun keputusan untuk menggunakan domain pribadi artinya ada penambahan biaya untuk pemeliharaan setiap tahunnya. Meski demikian saya pribadi bisa jadi merupakan orang yang beruntung telah memanfaatkan BaliOrange.net sebagai media hosting dan tentu saja kepemilikan Domain. Biaya yang dibebankan rasanya tidak terasa berat dibanding pelayanan dan kemudahan yang mereka berikan.

Balik pada topik BLoG, tetap semangat untuk nge-BLoG bisa jadi tetap saya lakoni hingga hari ini lantaran orientasi yang saya gunakan adalah berbagi, bukan bercerita seperti dahulu. Berbagi pengalaman, berbagi ilmu, berbagi pengetahuan meski sebagian lainnya masih mengikuti orientaasi lama.

BLoG bagi saya bukan lagi menjadi satu beban, namun sudah menjadi candu layaknya mengkonsumsi narkoba, putauw, ganja hingga arak Methanol. Selalu merasakan ketagihan. Selalu merasa tidak nyaman ketika tidak melakukannya. Ingin lagi dan lagi.

Lingkup yang beragam membuat saya masih tetap bertahan hingga hari ini. Ketika ide berbagi telah habis, ada ide tentang tumbuh kembang MiRah putri kecil kami yang siap dipublikasikan. Bisa juga tentang keruwetan pikiran tentang lingkungan dan kehidupan pribadi. Tak luput hal-hal terkini yang tidak bisa diduga dan nyatanya mampu saya tuangkan dan dalam beberapa menitpun jadi.

Hiatus mungkin bukan lagi menjadi satu pilihan untuk kedepan. karena setahun terakhir aktifitas nge-BLoG nyatanya mampu mengantarkan saya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan juga tingkat pergaulan yang lebih nyaman ketimbang masa muda saya terdahulu. nge-BLoG telah memberikan banyak perubahan pada diri saya. Entah menjadi jauh lebih fleksibel terhadap pertemanan atau perbincangan.

Saya yakin, masih banyak hal positif yang bisa didapat dari nge-BLoG. Tergantung dari motivasi, tekanan hingga perjalanan yang dilalui.

Mai nge-BLOG pang sing BeLOG

Bagaimana dengan Anda ?

Be Famous ala Luna Maya, Ariel atau Cut Tari ?

7

Category : tentang Opini

Menjadi Terkenal atau Ternama bisa jadi merupakan satu tujuan akhir dari sebagian besar orang termasuk PanDe Baik. Berbagai carapun berusaha ditempuh untuk bisa mencapainya. Dari yang halal sampai yang haram. Dari yang memberikan efek instant hingga membutuhkan proses yang lama. Tidak jarang dalam perjalanan tersebut, banyak hal yang terjadi dan dialami.

Tiga nama artis negeri ini dalam seminggu terakhir secara mendadak mampu membuktikannya dengan telak. Luna Maya, Ariel PeterPorn eh ‘Peterpan’ dan Cut Tari. Nama mereka melambung tinggi setelah ‘ditemukannya’ video porno atau mesum yang diduga memiliki kemiripan hampir 99 % dan melibatkan mereka sebagai sepasang lawan main dalam 2 (dua) video yang berbeda.

Aksi video mirip Luna Maya dan Ariel ‘Peterpan’ ditemukan dalam 2 (dua) versi durasi yaitu 2 menit 37 detik dan 6 menit 49 detik. Hehehe… mirip-mirip judul lagunya Iwan Fals. :p Sedangkan video mirip Cut Tari dengan (lagi-lagi) mirip Ariel ‘Peterpan’ (kok bisa ya ?) dalam durasi 8 menit 45 detik. (koleksinya PanDe Baik Lengkap nih…).

Dari hasil ‘pemantauan’ PanDe Baik terhadap ketiga video diatas tampaknya video-video tersebut memang dibuat untuk kepentingan koleksi pribadi oleh oknum yang terlibat secara amatiran. Tanpa scene cerita, angle pengambilan gambar apalagi sound yang mantap. Ngomongin soal video mesum amatiran, kalo tidak salah ingat memutar kembali sejarah masa lalu, video amatiran seperti ini pertama kali ditenarkan oleh sepasang insan mahasiswa Itenas Bandung. Video inilah yang kemudian menjadi jalan pembuka dari ratusan bahkan ribuan video amatiran lainnya yang rata-rata dibuat dengan sarana paling murah. Ponsel. Lagi-lagi Teknologi yang disalahgunakan.

Efeknya jelas mantap. Famous ? sangat….

Dari menjadi bahan pembicaraan nomor satu di berbagai Forum, jejaring sosial, media cetak hingga obrolan warung kopi, tindakan diatas mampu memberikan kemungkinan paling besar untuk dipanggil dan ditanyai oleh pihak kepolisian. Apalagi kini sudah ada Undang-undang yang mengatur soal pornografi.

Merekam adegan mesum apalagi yang melibatkan diri sendiri sebagai sang aktor/aktrisnya adalah satu tindakan bodoh yang paling tidak saya rekomendasikan untuk dilakukan. Karena dengan perkembangan kecanggihan teknologi saat ini, seberapa besarpun usaha yang dilakukan untuk menghapus video yang telah tersimpan sebelumnya dalam memori ponsel apalagi memori luarnya, dapat dikembalikan lagi dengan baik. Bahkan oleh orang awam sekalipun. Jadi saran saya Cuma satu seandainya sudah terlanjur membuat dan menyimpannya dan berniat mengganti ponsel. Hancurkan. :p

Menjadi Terkenal atau Ternama adalah satu hal yang mengagumkan. Tapi tidak dengan cara seperti ini. Karena begitu nama kita dikenal sebagai seorang aktor/aktris video porno amatiran, jangan harap publik akan melupakannya. Memang ini salah satu cara yang (diduga) bisa jadi merupakan satu trik untuk mendongkrak pamor bagi seorang artis atau selebritis. Tapi pliz deh…

Terlepas dari semua kontroversi yang masih  dipertanyakan apakah oknum yang terlibat dalam ketiga video tersebut adalah benar Luna Maya, Ariel PeterPorn eh ‘Peterpan’ atau Cut Tari atau hanya sekedar mirip alias Rekayasa, saran saya ‘Jangan dilakukan ya… kecuali  Anda  ingin memberikan ide tulisan untuk BLoG www.pandebaik.com. :p

Kembali ke Jakarta

2

Category : tentang KeseHaRian

Jakarta Macet… Kalo gak macet, bukan Jakarta namanya… Canda seorang teman ketika kami berkisah tentang Kota Jakarta yang kami kunjungi awal Maret lalu.

Minggu pagi sekitar pukul 11 siang, kami kembali ke Jakarta untuk mengikuti Kunjungan Kerja bersama beberapa atasan sekaligus berkoordinasi dan mencari pembelajaran lebih lanjut menindaklanuti keinginan untuk membentuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Kabupaten Badung. Adapun agendanya adalah menuju LPSE Jawa Barat yang pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) kemarin didapuk sebagai LPSE terbaik sekaligus menuju Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), tempat kami pendidikan beberapa waktu lalu.

Atas bantuan pengawalan yang diberikan sedari Bandara ke Jakarta hingga ke Kota Bandung dan sebaliknya, kemacetan yang dahulu menjadi momok bagi kami tak lagi ditemui sepanjang perjalanan. Bunyi awal sirene yang menyerupai nada SmS kartun animasi Malaysia Upin dan Ipin mengawal perjalanan seakan tak pernah padam kendati hujan mengguyur hingga Kota Kembang. Sempat miris juga siy sebetulnya, setelah menyaksikan ratusan mata memandang kami disepanjang jalan yang dilewati.

Bandung yang dingin kami lalui hanya semalam saja. Kalau tidak salah kami menginap di Hotel Mutiara. Sebuah hotel kecil yang berada di jalan Kebun Kawung 60 Bandung tak jauh dari Hilton, sebuah hotel berbintang dimana beberapa atasan kami menginap. Kunjungan Kerja menuju kantor LPSE Jawa Barat pada Senin pagi yang berada di daerah Dago Atas kami capai tak sampai setengah jam dari lokasi hotel.

Pengawalan kembali kami rasakan ketika meluncur menuju Ibukota Jakarta yang sedianya menjadi tujuan berikut dari agenda Kunjungan kami. Melintasi ruas tol yang dahulu terasa begitu panjang dan lama, dapat dilalui dengan cepat berkat jalur khusus yang disediakan oleh pihak Jasa Marga. Keiistimewaan yang kami dapatkan ini sempat memicu pikiran nakal saya untuk berkhayal. Apa yang kira-kira bakalan terjadi seandainya dalam waktu yang bersamaan Ibukota Jakarta didatangi oleh rombongan dari daerah yang melakukan kunjungan kerja dan mendapatkan bantuan pengawalan seperti ini. Siapa yang didahulukan ?

Tak perlu menunggu waktu lama, Tuhan menjawab pertanyaan yang terlintas dalam benak saya.

Ketika kami melintas di Jalan Gatot Subroto, dari arah belakang terdengar nada yang sama dengan nada SmS milik Upin & Ipin tersebut. ToT ToooT… ToT ToooT… Rupanya seorang patwal bermotor Harley meminta Bus yang kami tumpangi untuk minggir dan memberi jalan pada kendaraan yang sepertinya milik pejabat militer. Maka pecahlah tawa kami semua ketika menyadari hal itu benar terjadi.

Kemacetan Ibukota Jakarta tak berlaku bagi kami. Tidak demikian halnya dengan orang lain.

Berburu Ponsel Branded Harga dibawah 3 Juta Rupiah

Category : tentang TeKnoLoGi

Tulisan berikut hanyalah sebagai alternatif apabila pundi-pundi anggaran masih mampu dikembangkan dalam kisaran harga dibawah tiga juta. Saya sengaja tambahkan karena dikisaran ini ada banyak pilihan yang sekiranya memuaskan keinginan dan kebutuhan akan sebuah perangkat telekomunikasi yang mampu mendukung pekerjaan dan rutinitas keseharian. Kira-kira ponsel apa saja itu, simak terus.

Urutannya masih sama, dari brand teratas Nokia menyediakan seri 5530 eXpressMusic dan 5800 eXpressMusic yang sama-sama berlayar sentuh atau Touch Screen, mengadopsi sistem operasi Symbian 5th serta mendukung koneksi Wifi. Dari bentukan melebar dengan keypad QWERTY ada seri E71 yang terkenal dengan ketipisannya. Dari bentuk candybar menyajikan seri 6700 Classic dan 6720 Classic yang sama-sama memiliki resolusi kamera sebesar 5 MP dan telah mendukung 3G. Fitur yang sama pula dimiliki oleh ponsel dengan bentukan slide standar yang disajikan oleh Nokia 6600i, 6260 Slide dan 6700 Slide. Tak hanya itu, ada pula Nokia menyediakan bentuk slide ke arah samping ponsel yang ketiga-tiganya telah mendukung frekuensi 3G yaitu Nokia E75 ponsel kantoran dengan kamera 5 MP, Nokia 5730 eXpressMusic dan Nokia 6760 Slide yang khusus menyasar fitur Messaging.

Sony Ericsson sendiri menggempur pasar dengan besutan kamera 5 MP mencakup seri C901-J102i ELM yang memiliki bentukan candybar, serta seri yang memiliki bentuk slide C903 dan U100i Yari yang telah disuntikkan fitur Gesture and Motion Gaming. Satu terobosan baru dalam teknik permainan games ponsel.

Pada rentang harga ini brand Samsung tampaknya mulai menunjukkan taringnya melalui beragam ponsel pintar meliputi Samsung i5700 Galaxy Spica yang berlayar sentuh (touch screen) dan telah mengadopsi OS (sistem operasi) Android serta mengandalkan kamera 3,2 MP dan koneksi Wifi, Samsung S5620 Monte namun tanpa sistem operasi dan juga bentukan gembul berkeypad QWERTY Samsung B7320 OmniaPRO yang juga mengandalkan fitur sama namun mengadospi OS (sistem operasi) Windows Mobile 6.1 Standard.

Sebaliknya Motorola tidak memiliki rilis ponsel yang dapat dijadikan alternatif lantaran beberapa rilis terbaru mereka yang mengadopsi OS (sistem operasi) Android dibanderol harga sangat tinggi. Berbeda dengan Brand LG yang menyiapkan dua seri ponsel bentukan slide dan sama-sama mengadopsi kamera 5 MP yaitu LG KF750 dan LG BL20v New Chocolate.

Yang patut disyukuri adalah diluar ponsel branded diatas masih ada tiga brand lain yang tampaknya menyasar pangsa pasar harga dibawah tiga juta, dan sangat layak dijadikan alternatif pilihan juga.

BLackBerry, hari gini siapa siy yang gak kenal ? Adapun RIM merupakan otak yang berada dibelakang layar yang siap memberikan pelayanan termutakhir dari kebutuhan email, internet serta Messenger. Pada rentang harga ini mereka menyediakan BLackBerry 8520 Gemini yang merupakan seri termurah (dalam tanda petik handset dalam kondisi baru gres) namun fiturnya tidak murahan. Mengandalkan navigasi TrackPad (seperti yang telah diadopsi oleh Notebook) untuk menggantikan sistem TrackBall, guliran bola yang kerap menjadi permasalahan dalam satu kurun waktu tertentu.

HTC merupakan brand terbesar di pangsa pasar PDA, merekalah produsen utama dari banyak brand lainnya macam O2, T-Mobile, Verizon, Orange dll. Keunggulan produk dari brand HTC biasanya mampu diajak bekerja dan berbisnis. Kemampuan multitaskingnya jangan ditanya lagi. Dalam rentang harga ini mereka masih menyajikan HTC Snap yang sudah mengadopsi OS (sistem operasi) Windows Mobile Standard 6.1 yang artinya tanpa layar sentuh namun memiliki bentuk gembul plus keypad QWERTY. Desain Snap merupakan salah satu yang paling ditiru oleh brand lokal atau China selain model milik BLackBerry dan Nokia. Ada juga satu seri lagi yaitu HTC Touch2 T3320 yang sudah mengadopsi OS (sistem operasi) Windows Mobile Professional 6.1 yang artinya memang dipergunakan dengan mengandalkan layar sentuh atau touch screen. Sebagai informasi tambahan bahwa kedua seri tersebut mampu melakukan koneksi via Wifi. Menarik bukan ?

Apakah diatas saya sempat menyatakan bahwa dalam rentang harga ini sistem operasi OS Android juga dapat dijadikan alernatif ? Seperti halnya tulisan sebelumnya, Lagi-lagi IMO siap pula menawarkan sistem operasi terbaru ini lewat seri mereka S900 yang sudah berlayar sentuh. Namun bagi yang menginginkan penampilan lain, dapat melirik NeoTitanX WM-X8 yang memiliki bentukan jam tangan.

Bagaimana ? ada yang menarik dari sekian banyak alternatif diatas ?

Berburu Ponsel Branded Harga dibawah 2 Juta Rupiah

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang ‘Kini Saatnya Berburu Ponsel Branded’, berikut saya berikan beberapa pilihan yang dapat dijadikan alternatif pada kisaran harga dibawah dua juta rupiah.

Dari brand teratas tersedia Nokia E63 (dan sebentar lagi ditambah dengan seri C3) yang memiliki bentuk trend melebar dengan keypad QWERTY plus koneksi Wifi, Nokia 7230 dan Nokia X3 yang memiliki bentuk slide standar kebawah namun memiliki kamera 3,2 MP dan sudah mendukung frekuensi 3G,  dari bentuk candybar diwakili oleh Nokia C5 yang sudah mendukung 3G beserta Nokia 6303i yang tanpa koneksi 3G namun keduanya sama-sama memiliki kamera 3,2 MP dan terakhir dari bentukan layar sentuh atau Touch screen ada Nokia 5230 yang merupakan seri murah Nokia 5800 eXpressMusic.

Dari jajaran ponsel milik Sony Ericsson rata-rata pada kisaran harga ini mengadopsi kamera dengan resolusi maksimal sebesar 3,2 MP saja. Bentuk candybar diwakilkan oleh SE K770i, SE T700i dan SE C510. Bentukan slide diwakilkan oleh seri SE T715 dan SE W595i sedangkan bentukan clamshell  atau lipat diwakilkan oleh seri SE F100i Jalou dan SE W508. Perlu diketahui bahwa untuk semua seri tersebut belum mendukung koneksi Wifi.

Brand Samsung sendiri mengusung bentukan slide yaitu seri U900 Soul dengan mengandalkan kamera 5 MP, bentukan Layar sentuh atau Touch screen menyajikan Samsung Corby dan Samsung Star Wifi dengan resolusi kamera 3,2 MP dan terakhir dari bentukan gembul berkeypad QWERTY menampilkan seri C6625 yang sudah mengadopsi sistem operasi Windows Mobile Standard 6.1 sedang yang tanpa sistem operasi seri B3210 Corby TXT.

Motorola tampaknya hanya mampu mengandalkan seri mereka yang telah dirilis sejak lama yaitu Motorola Q9h, sebuah ponsel lebar dengan keypad QWERTY yang sudah mengadopsi sistem operasi Windows Mobile Standard 6.1 namun sayang tanpa koneksi Wifi.

Tidak demikian halnya dengan LG. Brand ini tampaknya lebih memberikan varian pilihan berlayar sentuh murni yaitu seri GD510 Pop dan KP500 Cookie, dan ada pula yang ditambahkan dengan bentukan slide kesamping yang menyajikan keypad QWERTY pada slide yaitu GW525. Perlu diketahui bahwa ketiga seri tersebut sama-sama mengadopsi kamera dengan resolusi maksimal sebesar 3,2 MP. Dari bentukan clamshell atau lipat LG memberikan pilihan seri KF350 ‘Ice Cream’ dan tentu saja terakhir si fenomenal GW300 yang mengadopsi bentukan gembul ponsel QWERTY.

Kendati demikian, pada kisaran harga ini ada juga ponsel brand lokal atau China yang mencoba memberikan alternatif bentukan potensial dan menarik untuk dimiliki. Ponsel IMO G10 yang meniru bentukan Nokia N97 dan IMO W900 yang ternyata mampu memberikan jaminan akan ‘Water Proof (anti air), ‘Dust Proof (anti debu), anti shock dan thermometer.

Lantas bagaimana seandainya anggaran untuk berburu ponsel branded ditambah sedikit pada kisaran harga dua sampai tiga juta, pilihan apa saja yang tersedia ? tunggu di tulisan selanjutnya.

Saatnya Berburu Ponsel Branded

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melewati ruas jalan Teuku Umar Denpasar sabtu malam lalu, mata menangkap antusiasme pengunjung di beberapa konter kecil penjualan ponsel hingga sekelas Cellular City, BTC atau Handphone Shop. Saat kami kembali melewati ruas jalan yang sama 2 jam sesudahnya tampak pengunjung makin menyemut dan kendaraan yang mereka parkirkan disekitar lokasi sempat membuat kemacetan kecil saking banyaknya.

Tahun 2010 ini yang namanya ponsel QWERTY nampaknya masih menjadi trend di kalangan masyarakat. Serbuan brand lokal maupun China tampaknya mulai menggusur pasar beberapa merk branded yang dua tiga tahun lalu masih berkibar dengan kencangnya. Lambat laun brand sekelas Motorola bahkan Sony Ericsson harus mengakui bahwa kebutuhan pasar telah beralih begitu jauh hingga kedua brand tersebut tampaknya tidak mampu mengikuti pemasaran dalam rentang harga yang dikuasai sang lawan.

Maraknya pasar yang hampir dipenuhi ponsel bertipe QWERTY merupakan salah satu efek dari booming penggunaan jejaring sosial pertemanan di dunia maya FaceBook dan juga histeria pasar dalam menanggapi layanan BlackBerry yang lebih terfokus pada fitur Messaging dan Messenger. Beberapa brand lokal bahkan sudah mulai menawarkan fitur serupa (FaceBook dan Messenger) yang mampu digunakan dengan baik antar pemilik brand yang sama.

Poin Utama yang menjadi pertimbangan utama masyarakat lebih menyasar ponsel dari brand lokal ataupun China ketimbang branded adalah soal harga. Dengan kisaran 500ribuan hingga satu juta mereka siap menggelontor pasar dengan ponsel berfitur terkini (TV Tuner, kamera megapixel, java, multi tasking hingga koneksi wifi) kendati secara kualitas masih kalah jauh dibanding merk branded. Tapi siapa yang peduli ? Saya yakin setiap orang yang memutuskan untuk memilih ponsel brand lokal atau China ketimbang branded pasti sudah menyadari soal kualitas fitur maupun ponsel yang akan dibeli. Maka tidak salah jika umur ponsel tidak terlalu diharapkan mampu bertahan selama ponsel branded umumnya.

Pangsa pasar yang terlanjur diambil dan pelan mulai dikuasai membuat ponsel yang dirilis oleh merk branded secara perlahan mulai menurun hingga kisaran harga yang sudah terjangkau oleh kantong. Bandingkan dengan harga awal yang mereka rilis dahulu. Sudah jauh dari bayangan.

Bagi yang jeli dengan soal kualitas diatas tidak ada salahnya mengumpulkan pundi-pundi anggaran sedikit lebih tinggi dari standar harga ponsel brand lokal atau China. Mumpung sudah mulai terjangkau sepertinya kini saatnya untuk berburu ponsel branded.

Mau tahu apa saja pilihannya ? tunggu tulisan saya selanjutnya.

Reuni Lagi ?

1

Category : tentang DiRi SenDiri

Reuni oh Reuni… pasca ketemuan bareng teman seangkatan masa sekolah SMA tanggal 4 April lalu (dan ketemuan per satu kelas hari minggu malam 31 Mei) rupanya mencoba membawa saya ke lingkup yang lebih jauh lagi. Kali ini masa sekolah SMP. Seorang teman sekolah yang (kebetulan) mengikuti perkembangan tahap demi tahap reuni SMA kemarin merasa tertarik dan berniat mencoba melakukan hal yang sama pula pada lingkup angkatan SMP tadi. Beberapa Informasi (katanya) ia dapatkan dari satu dua rekan SMA (yang juga kebetulan masih teman satu sekolah SMP) yang meyakinkannya bahwa saya merupakan salah satu panitia yang ‘benar-benar bekerja’ demi terwujudnya sebuah reuni SMA tersebut. Well, itu merupakan satu pujian bagi saya dan tentu saja sekaligus beban tanggung jawab yang besar.

Ngomong-ngomong soal Reuni, yang kemarin itu merupakan yang ke-2 setelah reuni tingkat SD kisaran jaman saya kuliah. Kalo gak salah diadakannya di rumah seorang teman yang bertempat tinggal di jalan Suli. Tapi yang namanya reuni waktu itu Cuma berbagi kabar, haha hihi makan-makan trus tukar kado dan bubar gitu aja. Gak ada kenangan, gak ada gregetnya. Apalagi waktu itu yang namanya kamera masih merupakan benda mahal disamping gak ada FaceBook juga. He…

Balik ke ajakan teman, jujur saja apabila boleh dibandingkan antara masa sekolah yang saya lewati, masa SMA adalah yang terbaik dan terindah bagi saya. Kendati waktu itu tergolong anak yang kuper (kalo saya lagi jalan kata teman selalu menunduk, ngeliatin batu gitu deh) dan gak gaul (apalagi menggauli). :p Tapi saya begitu menikmati perjalanan sepanjang 3 (tiga) tahun itu.

Mungkin itu sebabnya saya berusaha untuk total bekerja dan memainkan peran diantara rekan Panitia. Saya gak salah langkah rupanya. Karena bisa menjadi bagian dari orang-orang yang saya kagumi saat sekolah dulu, ternyata mampu memberikan satu kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Gak percuma mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran saat menyaksikan reuni itu berlangsung.

Sayangnya greget tersebut tidak saya rasakan pada masa sekolah SMP, padahal jujur saja tingkat kekuperan dan gak gaulnya itu kurang lebih sama. Bisa jadi karena lingkup teman yang terjalin tidak terlalu akrab atau bahkan dahulu itu seperti tidak peduli dengan masing-masing.

Maka ketika sang teman meminta untuk mencoba kembali mengulang perjalanan di tingkat masa sekolah SMP, dengan halus saya tolak. Bisa jadi karena saya tidak ingin melakukannya, bisa juga karena yah jujur saja, ternyata lumayan lelah mengurusi hal kaya’gitu. Apalagi kini saya telah berkeluarga yang artinya baik pikiran dan tenaga juga waktu harus tetap saya utamakan pada mereka.

Reuni lagi ? lain kali saja ya…