Menu
Categories
Bersama MiRah Kembali ke RS Sanglah
June 29, 2010 tentang Buah Hati

Beberapa persiapan untuk tangkil ke Pura Penataran Pande Tamblingan sudah kami usahakan sedari hari kamis lalu, yang belum tinggal membeli buah dan camilan. MiRah GayatriDewi kami ajak ikut serta berbelanja ke Tiara Grosir hari jumat siang sepulang kerja. Tak nampak banyak perubahan saat itu. MiRah hanya mengeluhkan perutnya yang sakit namun tetap riang dan meminta saya (seperti biasa) menaikkannya ke kereta dorong barang belanjaan. Kami berkeliling mencari camilan, sementara ibunya sibuk di counter buah. MiRah bahkan sempat menaiki mainan Anjing yang berkeliling areal food court dan sudah berani tanpa perlu dipegang ibunya lagi. Kami pulang kerumah sambil menikmati satu cup es krim Campina yang dibagi bertiga.

MiRah muntah, beberapa saat kami tiba dirumah. Kami masih menganggapnya biasa lantaran memang cuaca yang kurang bersahabat tiga hari terakhir. Baru mulai khawatir ketika muntahnya mencapai kali ketiga, kira-kira pukul lima sore, Neneknya mulai mempertanyakan soal makanan yang dikonsumsi selama perjalanan tadi. Kami segera menghubungi dokter Widia, dokter anak yang kami percayai selama ini. Kami diminta datang pukul enam.

Setelah mendapatkan dua buah obat minum, satunya untuk mencegah mual dan lainnya antibiotik, kami meluncur pulang. Ada rasa khawatir disepanjang perjalanan karena MiRah punya history muntah seperti ini saat usianya beranjak bulan keenam. ketika kendaraan masuk ke ruas jalan Nangka, MiRah kembali muntah dalam jumlah banyak. Kami panik dan memutuskan untuk meminggirkan kendaraan. Jujur, ini pertama kalinya saya memaki orang dijalan lantaran mereka membunyikan klakson ketika kami membelokkan laju kendaraan secara mendadak.

Malamnya, kami berusaha untuk memberikan obat minum pada Mirah secara bertahap. Sesuai saran dokter anak, kami berusaha untuk tidak memaksakan MiRah meminum obat tersebut agar tidak memicu mual dan keinginan untuk muntah. Sayang, usaha kami tetap saja percuma.

MiRah muntah untuk kali yang kesebelas pada pukul empat pagi. Tubuhnya mulai terlihat lemas dan ia tak banyak bicara. Kami memutuskan untuk segera membawanya ke IRD Sanglah dan berharap mendapatkan pertolongan pertama. Banyak kekhawatiran yang ada pada kepala ketika itu. Dua yang terbesar adalah kamar perawatan yang penuh lantaran musim penyakit Demam Berdarah dan juga jarum infus. Kekhawatiran kami benar adanya. MiRah akhirnya untuk sementara ditempatkan di lorong IRD sambil menunggu kepastian adanya pasien yang keluar dari kamar perawatan. Jarum infus yang disuntikkan pada tangan kiri MiRah, tak kuasa menahan air mata kami menyaksikan tangisan MiRah yang seakan mengiba pada kami. Bisa jadi ini kali pertama MiRah yakin bahwa Bapaknya berbohong, mengatakan tidak apa-apa padanya ketika infus itu dibebatkan pada tangannya.

Atas bantuan Mertua dan famili dari keluarga Istri, pukul sebelas siang kami positif mendapatkan kamar perawatan Kelas I, yang artinya kami harus berbagi kamar dengan pasien lainnya. Tak apa, sepanjang tidak berada di lorong saja.

Beribu asa dan doa kami panjatkan untuk MiRah putri kecil kami, begitu pula semangat yang diberikan oleh puluhan teman di jejaring sosial pertemanan FaceBook, berusaha untuk menguatkan segala daya upaya yang harus kami lakukan. Keinginan untuk tangkil ke Pura Penataran Pande Tamblingan pula odalan di kawasan Mangupura, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung harus dikorbankan saat itu juga.

Kami pun kembali menapaki selasar rumah sakit Sanglah…

"6" Comments
  1. semoga Mirah cepat sembuh ya bli…

    [Reply]

    pande Reply:

    Doanya sudah didengar… Terima Kasih Wir…

    [Reply]

  2. Tiap orang tidak ada yang mau sakit, tetapi ketika jatuh sakit barulah menyadari bahwa sakit itu tidak enak.

    Bagi kebanyakan orang sakit sekarang merupakan kemewahan.

    Saya sendiri sudah masuk RS sebanyak 4 kali selama hidup saya ini. Semoga kita semua tetap sehat dan dijauhkan dari sakit dengan haraoan dan doa semoga Mirah segera sembuh dan tumbuh kembang dengan baik. Amin.

    Salam sukses,
    Basuki Pramana
    Cirebon, Jabar.

    [Reply]

    pande Reply:

    Sayapun berharap demikian pula adanya… Terima Kasih Dokter

    [Reply]

  3. Pingback: Belajar Bersyukur akan cobaan-Nya | PanDe Baik

  4. Pingback: Rekreasi Sabtu Pagi di PusPem Badung | PanDe Baik

Leave a Reply
**** *