Dashyatnya Upin & Ipin menggelitik MiRah

“Celamat Pagi Cik Gu !!!” Teriak MiRah lantang saat tersadar dari tidurnya satu pagi dini hari. Tawa kecilnya langsung mengembang ketika saya melafalkan salam hormat Umat Muslim ’Assalamualaikum…’ yang langsung ditimpali dengan ’Atuk ooo Atuk…’

Siapa nyana film animasi buatan Malaysia ini begitu kental diingat oleh puluhan anak kecil yang saya temui disekitar lingkungan rumah, ini belum termasuk yang berada diluaran loh ya. Kisah dua anak kembar Upin & Ipin yang pada awalnya (katanya) ditayang khusus untuk menyambut Ramadhan tahun 2007 ini sebenarnya sudah saya kenal cukup lama. Awal tahun 2009 kalo tidak salah.

Perkenalan ini berawal saat saya memburu beberapa film kartun animasi buatan Disney dan Pixar yang sedianya akan saya persiapkan untuk tontonan harian MiRah GayatriDewi, putri kecil kami. Demi menghindari tayangan tak mendidik yang kerap tampil dilayar televisi seperti kartun berkelahi, sinetron hingga kisah-kisah info’tai’ment.

Setelah mengambil beberapa kisah epik yang jauh sebelumnya saya sukai seperti Tigger dalam Winnie The Pooh, PostMan Pat, Finding Nemo, Ice Age dan lainnya, mata langsung tertumpu pada gambar dua anak kecil botak penuh kelucuan khas anak-anak. Upin & Ipin. Kartun apaan nih ya ?

Ditengah hujatan dan makian masyarakat Indonesia pada negeri tetangga saat klaim Pendet dan budaya negeri ini dilakukan, barulah saya menyadari jika kartun animasi Upin & Ipin ini merupakan satu karya asli Malaysia yang diproduksi oleh Les’ Copaque. Film yang dibuat oleh Mohd Nizam Abdul Razak, Mohd Safwan Abdul Karim dan Usamah Zaid, para pemilik Les’ Copaque ini tampaknya langsung menyedot perhatian banyak orang termasuk kami dirumah. Maka dimulailah babak baru tayangan rutin bagi MiRah yang tak  kami sangka, malah menjadi satu film animasi favoritnya setelah Teletubbies.

Jujur saja, saya pribadi sangat menyukai film animasi khas anak-anak ini. Disamping gambar animasi yang halus tak kalah dengan buatan Jepang, cerita dan gaya penyampaiannya pun sangat mudah dipahami dan dijelaskan kepada MiRah. Film yang sangat kami nantikan penayangannya di stasiun TPI, hampir tiap malamnya ini lumayan membuat bibir MiRah mengembang dan tertawa. Sungguh senang melihatnya.

Kapan ya anak bangsa Indonesia mampu membuat film animasi khas anak-anak sedashyat Upin & Ipin ?

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

9 thoughts on “Dashyatnya Upin & Ipin menggelitik MiRah

  • June 4, 2010 at 3:19 pm
    Permalink

    Pernah nonton tapi malah kehilangan Mood. Soale yang dubbing kok dalam bayangan saya malah si Shincan sih ?

  • June 4, 2010 at 4:20 pm
    Permalink

    Pengisi suaranya kan juga si Ony, jd mirip Sinchan bgt, dan bener bgt, dalam persepsi saya dan mungkin orang lain juga, meskipun berbeda judul film, suara itu tetap mengarah ke si anak nakal dan bandel sinchan

  • June 5, 2010 at 12:01 am
    Permalink

    Nah itu dia, bikin Mood nonton jadi kmana”. :p

  • June 5, 2010 at 5:06 am
    Permalink

    😀 aku juga suka film ini,,banyak pelajaran yg bisa diambil film ini,,
    kalo soal indonesia,sepertinya indonesia lebih baik gambar animasinya dibanding malaysia, tapi sayang indonesia ga punya banyak alat tekhnologi penggerak animasi 😀
    salam kenal

  • June 5, 2010 at 9:47 am
    Permalink

    Indonesia kalo gak salah punya ‘Hebring’. sayang gak dapet suntikan dana dari para investor… mereka lebih suka mengembangkan Sinetron sampe Season 3 ato rilis 7 ketimbang animasi…

  • October 30, 2010 at 7:50 am
    Permalink

    😉 Tayangan Upin Ipin telah membuat hampir semua anak2 di Indonesia terkesan. Penyampaiannya mudah pas dan kena di hati, tokoh2nya khas anak2 dan semakin kuat karena ada budaya melayu yang tersirat dakam film ini..dan yang pasti tidak menggurui seperti kebanyakan sinetron Indonesia di televisi.

  • October 30, 2010 at 9:12 am
    Permalink

    Haha… Benar Sekali. Saya juga merasa demikian…

Comments are closed.