Promo Bonus Pulsa Flexi 500.000 Bener gak sih ?

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi saya pribadi, yang namanya Promo Operator Seluler hampir selalu membutuhkan teknis operasional yang ribet dan hanya memberikan sedikit keuntungan bagi konsumen dari apa yang ditawarkan. Logikanya, Operator mana sih yang bersedia Rugi demi pelanggan ?
Bonus seratus sms per hari (atau lebih). Seandainya si pemilik ponsel bukan sebuah perusahaan atau orang yang memiliki banyak teman atau pelanggan yang membutuhkan informasi melalui pesan pendek atau sms, sepertinya mubazir kalo menyamaratakan semua pelanggan dalam satu aturan main. Bonus berlaku setelah mengirimkan sekian sms. Pelajar atau mahasiswa barangkali masih merupakan konsumen yang potensial. Tapi yang lain ?

Telkom Flexi merupakan satu-satunya operator yang saya manfaatkan untuk kebutuhan komunikasi dimana saja. Pengeluaran perbulanpun rata-rata berkisar pada angka 100-ribuan. Besar pengeluaran itu tentu saja berlaku normal alias tanpa memanfaatkan promo yang ditawarkan maupun hal lain seperti penggunaan nada tunggu, bonus ringtone, sms premium dan lain sebagainya.

Saya sendiri lupa kapan tepatnya Telkom Flexi memberikan penawaran Bonus Pulsa sebesar 500-ribu dengan membayar (baca:memotong pulsa) hanya 5-ribu saja. Seperti biasa, tawaran ini saya abaikan sampai satu hari seorang rekan kantor mencoba membuktikan dan menyarankannya pada kami. Yah, memang tidak ada salahnya mencoba. Kalopun benar, artinya konsumen diuntungkan, sebaliknya kalo tidak benar ya satu bahan lagi buat BLoG www.pandebaik.com. He…

Caranya cukup singkat yaitu ketik 5000 melalui pesan singkat atau sms, kirim ke 123. Ketika promo sudah diaktifkan, pulsa pengguna secara otomatis dipotong sebesar 5-ribu dan Bonus 500-ribu langsung dapat digunakan. Sesuai aturan main, Bonus ‘hanya’ berlaku dalam waktu satu minggu saja dan hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi sesama Flexi baik lokal maupun SLJJ. Apabila Bonus tersebut habis dalam waktu kurang dari satu minggu, penggunaan akan dialihkan ke pulsa utama.

Demi mendapatkan satu tawaran menarik, sayapun kemudian bereksperimen. Diawali dengan melakukan pengecekan Saldo, kemudian menghubungi sekian banyak teman yang menggunakan nomor ponsel Telkom Flexi lalu mengecek kembali Saldo yang tersisa. Benar, pulsa yang dipotong untuk melakukan komunikasi sesama Flexi adalah Bonus pulsa yang diberikan, bukan pulsa utama yang dimiliki. Pulsa utama baru dipotong ketika komunikasi dilakukan ke nomor seluler atau GSM. Berdasarkan perhitungan, tarif yang diberlakukanpun tetap yaitu Rp. 49,- per menitnya ditambah Pajak. Itu artinya ada persediaan sekitar 154 jam bicara dalam waktu satu minggu, 22 jam dalam satu hari. Paham maksud saya ? Hampir tidak mungkin bisa dihabiskan.

Setelah satu minggu penggunaan dimana komunikasi sedapat mungkin saya alihkan ke nomor Flexi, ternyata Bonus pulsa yang saya habiskan tidak sampai sebesar 10-ribuan. Itu artinya sisa pulsa senilai 490-ribu dinyatakan hangus dan secara otomatis aktivasi diperpanjang pada minggu berikutnya. Dipotong 5-ribu lagi.

Ada dua rekomendasi yang bisa saya sampaikan disini setelah ‘belajar’ selama satu minggu tersebut. Pertama, apabila Anda adalah pengguna Flexi yang lebih banyak memanfaatkan komunikasi ke nomor sesama Flexi dimana kisaran biaya yang diperlukan selama satu minggu lebih dari 5-ribu (akumulasi 100 menit), saya rekomendasikan untuk mencoba promo yang ditawarkan ini. Gak ada ruginya kok. Sebaliknya apabila Anda tidak menghabiskan biaya sebesar 5-ribu selama jangka waktu satu minggu ke sesama Flexi, rekomendasi kedua tentu saja ‘jangan mencoba atau meneruskannya. Karena Konsumen seperti inilah yang menjadi sasaran utama yang diperkirakan memberikan banyak keuntungan.

Sayangnya, untuk bisa mengetahui seberapa besar biaya yang Anda gunakan untuk berkomunikasi dengan sesama Flexi adalah mencoba Promo ini dan lakukan komunikasi seperti biasa. Sebelum hari ke-7 usai, lakukan pemutusan aktivasi dengan cara ketik STOP<spasi>5000 kirim ke 123. Jika tidak, aktivasi secara otomatis akan diperpanjang dan pulsa dipotong sebesar 5-ribu di awal aktivasi.

Ohya, sekedar informasi bahwa Bonus sebesar 500-ribu diatas, HANYA bisa dimanfaatkan untuk Komunikasi ke sesama pengguna nomor Flexi. Tidak termasuk Sms apalagi koneksi Data (GPRS).

Comments (7)

Saya jg pakai flexi

[Reply]

pande Reply:

Nah… sudah dicoba ?

[Reply]

Program Flexi Irit lebih banyak bohong dan curang dari pada manfaatnya.

Telkom mengambil pulsa pelanggan tanpa izin dari pemilik pulsa.

Caranya registrasi “Flexi Irit” dilakukan oleh Telkom sendiri pada nomor milik pelanggan. Gratis 1 hari, selanjutnya berbayar Rp.1000 per hari.

Memang kita bisa me-nonaktifkan dengan cara2 tertentu. Bayangkan jika nomor sedang off, pulsa akan hilang tanpa pemberitahuan (ini terjadi karena sms dari telkom “Failed” jika melebihi 24 jam.

Lebih parah lagi para pemilik outlet yang mengaktifkan nomor sebelum dijual (atas permintaan Telkom). Tidak mungkin lagi melakukan cek pulsa pada banyak nomor yang dijual.

Jumlah kerugian pulsa pelanggan (diambil Telkom tanpa izin) diduga mencapai miliard-an rupiah.

Untuk telkom: Masih adakah Hati Nurani anda untuk berbuat jujur seperti Semboyan anda?

Masih dilanjutkan kah penggembosan pulsa pelanggan???????

Hanya orang jujur yang mau menjawab

[Reply]

Mr. Pande

Promo “Flexi Irit” jelas sudah gagal. Ini terjadi karena jutaan pelanggan kehilangan pulsa miliaranrupiah akibat program otomatis daftar/perpanjang dilakukan oleh telkom sendiri.
Parahnya lagi pada nomor yang sedang off, tidak ada pemberitahuan SMS (sms failed max 24 jam)
Ketika pengguna cek pulsa sudah terpotong rata2 Rp.3000 sd RP.12000 per nomor.
Nah.. coba hitung ada berapa banyaknya orang “memaki” Telkom.
Padahal pemotongan pulsa terbanyak terjadi Medio agustus sd awal Sept 2010 (Menjelang Lebaran).
Saya tidak bisa bayangkan berapa orang yang memaki, berapa banyak karyawan Telkom yang “sakit perut” akibat makan uang haram.
Trims

[Reply]

pande Reply:

Mungkin, perpanjangan secara otomatis itu dilakukan agar pelanggan ‘tidak repot’ untuk memperpanjang apabila menginginkannya kembali… hehehe… Terima Kasih sudah berbagi.

[Reply]

“Mungkin” Nr Pande tidak paham apa yang terjadi.
Pelanggan tidak mau ikut program, tapi telkom “memaksa” / “Mencuri” pulsa pelanggan.
Mengapa disebut mencuri? Karena Telkom ambil pulsa pelanggan “tanpa Izin” dari pemiliknya.

[Reply]

pande Reply:

hehehe… tapi bukankah paket ini baru bisa diikuti kalau pengguna mengirimkan kode ke nomor tertentu ? bukannya diikutkan tanpa ijin ?

Buktinya saya sekarang gak ikutan lagi loh, setelah berhenti tempo hari… hehehe…

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge