Jangan salahkan FaceBook (lagi) hanya karena JulianTo Madura

26

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Pagi ini rupanya ada sesuatu hal yang menarik perhatian lagi di akun jejaring sosial pertemanan dunia maya FaceBook. Seorang warga Muslim bernama JulianTo Madura tertangkap basah temannya telah meng-update status akun FaceBook dengan isi yang mengancam warga Bali di Perantauan. Adapun akar permasalahan yang merupakan pemicu kekesalannya ini adalah Larangan membangun Mushola di Kampung Kodok Tabanan Bali beberapa waktu lalu.

Sedikit penasaran ingin tau seperti apa sih ‘update status’ yang dimaksud dan seperti apa profile orang yang bersangkutan, sayapun segera meluncur ke akun Profile sang bintang baru, JulianTo Madura.

Seorang pria tanggung dengan hisapan rokok ditangan kiri tampak jelas di foto yang terpasang, tanpa baju atas tampaknya. Berdasarkan informasi tambahan yang ada, Mas JulianTo Madura ini merupakan alumnus siswa SMU TP45 Tabanan Tahun 1994 (entah yang dimaksudkan merupakan Angkatan 1994 atau Lulusan 1994). Keliatannya BeLiau ini baru saja membuat dan bergabung di akun FaceBook. Hal ini saya simpulkan lantaran history yang ada pada wall atau dinding yang bersangkutan masih sedikit adanya.

Sedari awal ‘update status’ yang dilontarkan rata-rata mengeluhkan situasi dan keadaan sekitarnya yang masih diramaikan suasana Pilkada Tabanan. Buktinya ada hujatan yang ditujukan pada pasangan calon Bupati Eka-Jaya yang diplesetkan menjadi (Maaf) Eka Janda. Bang JulianTo Madura juga mengeluhkan perihal pelarangan pembangunan Mushola di wilayah Banjar Tegal Delodan Tabanan dan kemudahan pembuatan KTP yang pada akhirnya mensyaratkan pemilihan oknum tertentu. Tanggapan yang disampaikan jelas saja sangat beragam. Ada yang menyetujui ‘jalan dan pola pemikirannya’ tersebut sebaliknya ada juga yang memilih untuk berseberangan.

Yang menarik adalah melihat daftar teman yang ia miliki beberapa merupakan akun (kemungkinan tidak resmi atau Tim Sukses) calon Bupati yang maju pada Pilkada Tabanan kemarin. Ada juga terlihat beberapa rekan Warga Bali yang kemudian memberikan tanggapan juga saran atas ‘Update Status’ yang dilontarkan.

Menanggapi ilustrasi diatas, Pertama secara pribadi saya menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan, JulianTo Madura hanyalah setaraf obrolan warung kopi yang seharusnyalah tidak ditanggapi secara serius. Walaupun saya yakin ini adalah satu diantara sekian banyak suara arus bawah yang tak puas dengan kondisi sekitarnya, dan itu adalah wajar.

Kedua, apa yang disampaikan oleh mas JulianTo Madura merupakan satu provokasi yang cukup kita sikapi secara bijak dan duduk bersama. Tidak perlu sampai membuat ribut antar agama, suku dan ras. Apalagi sampai membuat Grup Usir JulianTo Madura dsb. Tinggal menghubungi aparat setempat, hubungi yang bersangkutan dan pecahkan semua masalah.

Ketiga, saya sangat menyesalkan hal-hal yang seperti ini terjadi lagi di sebuah jejaring sosial pertemanan dunia maya, FaceBook. Apalagi pasca kasus Ibnu Farhansyah dan Evan Brimob kemarin. Karena hal-hal seperti inilah yang berpotensi menyulut anggapan masyarakat bahwa FaceBook patut diharamkan. Padahal bukan FaceBook-nya yang salah namun oknum yang menyalahgunakannya.

Keempat, saya kira kita tinggal menunggu waktu saja hingga masalah seperti ini muncul ke permukaan dan media. Karena tidak setiap orang memiliki pemikiran untuk mengabaikannya.

Ngomong-ngomong soal beginian, rupanya diawal bulan Mei Lalu diluaran ada juga kasus serupa. Update Status seorang Mahasiswa ITB Dzulkiflry Imadul Bilad dari Program Studi Kimia yang menjelek-jelekkan saudara kita yang berada di Papua pasca yang bersangkutan menonton pertandingan Persib – Persipura. Informasi terkait ada di BLog milik Soleno disini dan Vivanews disini. walah… gak kapok-kapoknya…

Tetap bersemangat.

MiRah dan Memar Benturan Anak Tangga

8

Category : tentang Buah Hati

Tiga hari bak serasa sebulan lamanya. Pasca terbenturnya MiRah GayatriDewi putri kecil kami di anak tangga rumah Mertua yang belum selesai direnovasi hari Rabu lalu. Bengkaknya sudah mulai menghilang namun memar birunya masih ada dan membentuk garis melintang dipipi kanan hingga disela kedua matanya.

Hari Raya Galungan sebenarnya membawa kegembiraan bagi kami, namun rupanya tidak demikian kali ini. Selain situasi rumah yang tidak menentu, MiRah mendapatkan musibah saat bermain dengan kakak sepupunya. Saat MiRah berlari, sang kakak menangkap badannya dan seketika melepaskannya. MiRah yang barangkali tidak siap dengan kondisi itu jatuh terjerembab dan pipi kanannya membentur anak tangga terbawah Rumah Mertua. MiRah menangis.

Butuh waktu lama bagi kami untuk menenangkannya karena ini yang pertama kali bagi MiRah. Aku yakin apa yang ia rasakan sangat sakit. Bengkak yang timbul dengan cepat kami respon dengan menempelkan kompres air cendana secara kontinyu. Sayangnya MiRah yang sudah terlanjur kesakitan tambah rewel ketika mengetahui ada tempelan kompres pada pipinya. MiRah emoh dan berontak.

Sore hari kami mendapatkan informasi untuk menggunakan Thrombophob Gel sebagai obat alternatif menghilangkan memar yang tampak pada pipi kanannya MiRah. Lagi-lagi MiRah menangis saat kami bujuk untuk diobati. Hal ini makin membuat kami kebingungan dan khawatir dengan memar tersebut.

Jumat sore kami memutuskan untuk membawa MiRah ke dokter anak langganan kami. Beliau menyatakan bahwa Mirah dalam kondisi baik secara fisik, setelah memeriksa bagian pipi, hidung, mata dan kepala MiRah dengan memijatnya. MiRah tidak terlihat kesakitan bahkan senyumnya begitu lucu saat dokter mendekatinya.

Memiliki putri kecil seperti MiRah jujur saja membuat kami bersyukur lantaran ketabahannya. Hanya saja bisa jadi lantaran kami terlalu khawatir dengan apa yang ia alami, kami sedikit terpukul saat ini. Cepat sembuh ya Sayang, nanti Bapak ajak jalan-jalan lagi. We LOVE You MiRah…

Pilah Pilih Teman Chat-mu di FaceBook

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Tetap terlihat Eksis di dunia maya bisa jadi merupakan salah satu tujuan penting seseorang ketika berkenalan dengan salah satu jejaring sosial pertemanan terkemuka di Negeri ini, FaceBook. Tapi ada kalanya ketika situasi hati tak menentu, bad mood melanda, ada keinginan untuk berbagi rasa dengan satu dua orang teman sesama FaceBookers. Sialnya tidak semua teman bisa memahami situasi tersebut, Bisa jadi kemudian ada yang nyelonong bertanya tentang hal-hal yang gak nyambung atau yang malah bikin hati tambah BeTe. Nah Lo… kalo sudah begitu gimana dong ?

Masih di www.pandebaik.com menyambung salah satu tips yang saya berikan dahulu kala (ups…) terkait Aman dan Nyaman ber-FaceBook, kali ini hanya sekedar melanjutkan dengan satu Tips yang saya yakin dijamin berguna untuk Anda. Memilih Teman Chat.

Untuk dapat memilih teman mana saja yang bisa dan ‘diijinkan’ melakukan Chat saat suasana hati lagi BeTe seperti ilustrasi diatas, ada satu tips yang mutlak diketahui sebelum lanjut Memilih, yaitu memilah daftar Teman yang dimiliki, yang bertujuan untuk mengenali dan mengingat teman dengan mudah (1), mencegah teman yang bukan teman atau tidak diketahui orangnya (2), dan terakhir tentu saja lebih selektif dalam berkomunikasi atau chat (3). Bagi yang belum tahu caranya silahkan baca tulisan saya sebelumnya ‘Cara Mudah Untuk Mengingat Ratusan Teman di FaceBook’ disini. Pahami dan segera terapkan sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

Jika sudah selesai, tinggal membuka kolom Chat yang berada pada sisi kanan bawah layar pc/laptop dan lihat hasilnya. Dari sekian banyak teman yang online pada waktu yang sama, masing-masing sudah terbagi dan dikelompokkan berdasarkan group atau kategori teman yang telah dibuat pada tips sebelumnya.

Untuk memilih teman mana saja yang bisa atau ‘diijinkan’ melakukan chat, tinggal mematikan atau menonaktifkan icon kapsul hijau yang berada pada samping kanan tulisan kategori atau kelompok teman. Apabila icon kapsul tersebut berubah warna menjadi hitam maka bisa dipastikan bahwa daftar teman yang berada pada kategori atau kelompok tersebut tidak akan bisa melihat keberadaan kita di dunia maya dalam hal ini di FaceBook tentu saja.

Cara atau Tips diatas bisa dimodifikasi kembali sesuai dengan keperluan, apakah membuat daftar teman Khusus yang nantinya bakalan diajak Chat ketika suasana hati lagi haru biru, atau daftar teman Khusus yang nantinya bisa ditumpahkan amarah dalam dada tanpa harus khawatir yang bersangkutan tersinggung. Kelompok atau kategori tersebut bisa diterapkan secara paralel pada satu nama teman.

Jadi ketika satu saat kita membutuhkan kehadiran satu dua orang untuk bisa diajak berbagi dan melupakan yang lainnya, gunakan saja tips diatas. Mudah bukan ?

Update Status FaceBook via (ponsel mahal)

18

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu lagi Tips bagi Pengguna FaceBook yang minim dana. Hehehe…

Sebenarnya ide tulisan berikut bukanlah murni ide dari pengalaman sendiri, tapi gak sengaja nemu dari blogwalking ke rumahnya Mas Sugeng Harjono. Bagi yang belum tahu blogger mantap ini, monggo melihat langsung ke sumber idenya. Ada disini.  Namun berhubung tempo hari saya sempat menurunkan tulisan yang serupa, maka dengan berat hati ikut jua saya menuliskannya di BLoG ini. Sekedar menambah pengetahuan dan melengkapi referensi saja.

Bagi yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya yang mengangkat ‘Update Status FaceBook via HP Pinjaman’ saya yakin apa yang saya tulis berikut juga tidak jauh berbeda. ‘Update Status FaceBook via (ponsel mahal)’. Yang saya maksudkan (ponsel  mahal) disini meliputi ponsel BLackBerry, iPhone, iPad (uhui), Android, T-Mobile atau yang berbasis Windows Mobile. Well, apa yang disebutkan tadi memang secara de facto tergolong ponsel mahal kalo dilihat dari harga barunya. Tapi dengan bermodalkan (cukup hanya dengan) sebuah pc yang berada di Warnet sekalipun, seorang pengguna FaceBook juga dapat melakukan aktifitas ‘Update Status’ dengan penampilan yang paling keren.

Rahasianya ya Aplikasi yang dapat dijalankan pada FaceBook tentu saja. Bagi yang menginginkan ‘Update Status FaceBook via (ponsel mahal)’ langsung saja mampir ke alamat  Okykrismadi disini, yang sudah menyediakan beberapa pilihan cara ‘update status’ dengan ponsel mahal diatas. Tidak hanya itu saja, pemilik alamat malah menyediakan beberapa pilihan cara ‘update status’ dengan cara aneh meliputi ‘via Angkot, Telepon Umum, Bisikan Setan, Doa hingga Hati’. Edan bukan ?

Makanya ketika saya melihat cara ‘update status’ diatas, pikiran langsung teringat dengan tulisan saya jauh sebelumnya. Sayangnya untuk cara kerja aplikasi yang digunakan kali ini sedikit berbeda dengan yang terdahulu. Ini bisa dilihat pada Pengaturan Aplikasi yang terdapat pada jejaring sosial pertemanan FaceBook, dimana aplikasi tersebut tidak mencantumkan link apapun dibandingkan aplikasi lainnya. Jadi satu-satunya jalan ya mengakses alamat tersebut.

Proses yang musti dilakukan adalah (1) Connect ‘menghubungkan aplikasi dengan akun FaceBook’ kemudian (2) Authorize ‘mengijinkan aplikasi masuk ke akun FaceBook’. Langkah diatas sebenarnya kurang lebih sama dengan ketika seorang pengguna FaceBook ingin menggunakan satu aplikasi atau lebih. Setelah proses perijinan disetujui, pengguna dapat mengakses alamat tersebut sekali lagi dan memilih cara yang telah diijinkan sebelumnya. Untuk melakukan ‘update status’ ya tinggal mengetikkan kata-kata yang diinginkan kemudian tekan tombol ‘update status’ yang berada dibawah kolom dan lihat hasilnya.

Secara visual tidak ada perbedaan yang menonjol yang dapat ditangkap oleh orang lain, sehingga disini ada beberapa Rekan sesama FaceBookers yang kemudian ‘tertipu’ dengan ‘Update Status’ yang saya lakukan tiga hari terakhir ini. Adapun yang saya manfaatkan adalah ‘via FaceBook for BLackBerry, for iPhone dan for iPad’.

Namun apabila jeli, coba saja menggeser kursor mouse kearah tulisan ‘FaceBook for BLackBerry’ maka disitu akan terlihat perbedaan yang mencolok antara yang melakukan ‘update status’ dengan menggunakan bantuan Aplikasi (lihat gambar ‘update status’ milik saya dibawah ini) dan bandingkan dengan status seorang teman saya yang melakukan ‘update status’ dengan menggunakan handset atau ponsel BLackBerry beneran. Akan terlihat link atau pranala yang berbeda.

Link ‘update status’ yang menggunakan bantuan aplikasi akan menuju alamat aplikasi pada FaceBook sedangkan Link ‘update status’ yang menggunakan handset ponsel BLackBerry akan memperlihatkan akses menuju mobilephone yang bersangkutan. Keren bukan ?

Trik atau cara ini dapat digunakan bagi mereka yang minim dana untuk membeli handset atau ponsel aslinya yang berharga mahal plus tambahan biaya layanan bulanan, namun memiliki prestise yang kurang lebih sama dengan aslinya.

Maka melalui BLoG ini pula saya pribadi memohon Maaf kepada Rekan”FaceBookers (mbak YULi YUListiowati, BLi Budi Windutama, BLi Arik Pratama, BLi Gung Sugandha dan BLi Eka Dirgantara) yang menduga bahwa ‘akhirnya PanDe Baik pindah ke BLackBerry juga… padahal tidak. Hehehe…

* * *

Sekedar Informasi tambahan (update by PanDe Baik/14 Mei 2010) bahwa untuk dapat membuat aplikasi ini secara personal hanya dibutuhkan dua kode yang akan diberikan kepada  pengguna FaceBook ketika membuat aplikasi di situs jejaring sosial peretemanan FaceBook. Tutorial pun ada, mudah untuk dipelajari kok. Lihat saja di alamat KasKus disini. Sayangnya untuk Base Domain masih mutlak menggunakan alamat milik Okykrismadi tersebut.

Saya sendiri akhirnya mencoba membuatnya dan berhasil. Satu ‘update status via www.pandebaik.com’ dan satunya lagi ‘via Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung’. Hehehe… Hasilnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini :

Bagaimana, mau mencobanya ?

PanDe Baik mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan

4

Category : tentang KeseHaRian

Gak terasa ya ternyata hari ini sudah sibuk-sibuk lagi, padahal baru kemarin rasanya kami membuat dan memasang penjor didepan rumah. Kendati begitu, ada yang berbeda dengan suasana hari raya kali ini.

Rumah yang tak lagi ramah. Disebabkan oleh banyaknya kepentingan-kepentingan yang saling beradu dan berusaha untuk merebut kemenangan pribadi diatas kepentingan bersama. Makin banyak wajah-wajah yang tampak merenggut begitu kami melintas dan terpaku diam tak berbicara ketika kami meraih satu keberhasilan. Makin banyak manusia yang berkoar-koar mengatakan dirinya paling hebat, paling tahu dan paling berhak atas apa yang sebenarnya bukan hasil jerih payah atau milik mereka. Well, setiap orang memang diciptakan berbeda.

Melintasi jalanan Kota Denpasar yang terasa berbeda dari biasanya, mengamati wajah-wajah yang sumringah menyambut hari kemenangan Dharma dan mereka yang tampak berbondong-bondong pulang ke kampungnya membuat kami semakin miris jika mengingat rumah. Sayang memang jika di hari yang suci ini benih permusuhan kian banyak ditebar hingga ke anak dan cucu mereka. dan kami hanya bisa menghela nafas saja.

Memandang hijaunya sawah disepanjang jalan menuju Canggu, mengingatkanku pada masa remaja yang senang berkendara diatas sepeda motor demi mendapatkan cerahnya hidup dan senyum yang mengembang. Bersyukur baik teman yang aku miliki, rekan kerja hingga orang-orang yang barangkali jarang bersua malahan dengan sukarela memberikan tawa mereka sehingga hari-hari kami lalui dapat tergambar dengan indah selayaknya ikut serta merayakan kemenangan.

Pagi ini 12 Mei 2010, PanDe Baik beserta keluarga mengucapkan ‘Selamat Merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga apa yang telah dirintis sejak awal secara jujur dan tetap berusaha berada di jalan yang benar, akan mendapatkan keadilan dan kebaikan. Bagaimanapun juga rekan-rekan merupakan cahaya bagi kami untuk bisa tetap berkarya dan berbagi.

Menghabisi Sepultura Mensyukuri YouTube

3

Category : tentang InSPiRasi

Brazil selain dikenal dengan tim sepakbolanya yang solid, bagi saya pribadi merupakan negara yang melahirkan sebuah grup beraliran Thrash sedemikian fenomenal hingga mampu mengguncangkan dunia. Sepultura, saya mengenalnya dari seorang teman sekolah yang dahulu kerap saya ganggu waktunya setiap pagi sekitar tahun 1992. Hingar bingar tembang cadas Arise begitu saya nikmati lewat dentuman sound yang ditanamkan dalam mobil jimny kotak berwarna putih milik si teman.

Sepultura yang saya kenal saat itu masih digawangi oleh duo Cavalera yaitu Max (lead vocal) dan Igor (drum) beserta dua punggawanya Andreas Kisser (lead guitar) dan Paulo Jr. (bass).

Kalau tidak salah ingat, masa-masa itu adalah masa dimana Sepultura masih disejajarkan dengan Metallica, sebuah grup rock cadas yang baru saja melahirkan sebuah album berwarna hitam dengan gambar ular yang hanya bisa dilihat dari sudut tertentu. Mengenal Arise seperti membawa hawa baru dalam nuansa bermusik yang saat itu masih didominasi oleh suara lantangnya Iwan Fals, Swami dan Kantata Takwa. Altered State merupakan jalan pembuka bagi semua.

Makin tinggi pendidikan yang saya kenyam, nama Sepultura tetap merupakan yang terbaik yang saya kenal. Kendati banyak nama yang disuntikkan oleh duo bersaudara penikmat genre Thrash, Desi dan Juni (keduanya laki-laki tulen loh) tak memupus nikmatnya raungan garang sang vokalis yang akhirnya mampu jua saya tirukan suaranya. Napalm Death, Suffocation, Obituary dan masih banyak lagi.

Pasca Arise, saya mulai mengoleksi album-album yang mereka rilis seperti Chaos AD, Roots, The Roots of Sepultura, Live Bercelona hingga yang kemudian sangat mencengangkan bagi saya, Against. Di album ini peran lead vocal telah digantikan oleh Derrick Green yang memiliki suara growl yang bagi saya malah menjadi jauh lebih dashyat. Wajah kulit berwarnanya makin saya kenal melalui majalah remaja yang juga fokus pada musik, HAI yang menurunkan liputan mereka saat konser musik Rock In Rio. Max Cavalera sendiri kabarnya keluar dan membentuk band baru bertitel Nailbomb dan Soulfly.

Ditengah pergeseran kenikmatan mendengarkan musik bertemakan cinta, Against adalah album terakhir yang saya nikmati secara keseluruhan. Kendati demikian saya tetap memantau sejauh apa perkembangan album yang mereka rilis.

Bersyukur masih bisa menikmati perkembangan teknologi informasi terkini, YouTube adalah salah satunya. Penyedia jutaan video dari amatiran hingga resmi berkumpul menjadi satu dan dengan bantuan aplikasi tambahan, video tersebut dapat diunduh dan dinikmati saat senggang. Hunting video musik Sepultura hanyalah satu dari sekian banyak yang saya buru sejauh ini, apalagi koneksi yang saya gunakan sudah pada tahap unlimited. Tidak hanya video musik resminya saja, tapi juga live concert sejak masa jaya hingga masa saya mulai melupakannya.

Banyak album yang mereka miliki akhirnya tidak saya ketahui, diantaranya Nation, Revolusong, Roorback, Dante XXI dan A-Lex. Demikian pula dengan perubahan formasi yang pada akhirnya tidak lagi digawangi oleh Cavalera. Posisinya digantikan oleh Jean Dollabela. Makin jauh saja rasanya.

Keingintahuan akan ‘seperti apa sih Sepultura di era terkini atau dimana keberadaan duo Cavalera agaknya sudah bisa terjawab dengan bantuan YouTube. Satu persatu video live concert mereka saya unduh dan cermati. Banyak yang berubah, demikian pula saya.

Merenovasi Rumah Mertua Pertaruhkan Reputasi Menantu

8

Category : tentang PeKerJaan

Jauh ketika saya menjatuhkan pilihan untuk menikah, kedua orang tua sudah mewanti-wanti bahwasanya untuk kedepan selain tetap harus berbakti kepada orang tua kandung, saya mutlak memiliki kewajiban untuk melakukan hal yang sama kepada kedua orang tua calon istri. Hal ini selalu berusaha saya pahami dan camkan betul hingga kini.

Menjadi menantu yang baik bagi Mertua sesungguhnya bukanlah satu hal yang mudah. Tidak cukup hanya dengan menjaga dan memperlakukan istri (sebagai putri mereka) atau anak (sebagai cucu mereka pula) dengan baik, namun ditinjau pula dari aspek perilaku, kesopanan bahasa dan masih banyak lagi. Terkadang untuk mampu mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan tekad untuk mempertaruhkan kemampuan atau keahlian yang dikuasai.

Jalan panjang menuju dunia Arsitektur sebenarnya sudah lama saya tinggalkan, tepatnya pada tahun 2004 lalu, tahun dimana saya mulai ditempatkan sebagai Pegawai Negeri Sipil pada instansi Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung yang notabene memiliki kisaran pekerjaan dunia Teknik Sipil. Namun embel-embel gelar dan keahlian sebagai Sarjana Arsitektur tetap saja harus disandang. Atas dasar itulah Mertua lalu mempercayakan renovasi rumah mereka pada menantunya ini.

Tahun 2005 merupakan awal mula pertaruhan saya untuk menjadi seorang Menantu yang baik. Mendesain ulang ‘Bale Daja’, yang selama ini digunakan sebagai tempat tidur untuk Istri pada masa lajangnya ditambah kedua Mertua, kamar ganti beserta kamar suci. Gambar desain yang (jujur saja) apa adanya itu ternyata mampu dipahami oleh famili Mertua yang bertindak selaku pengeksekusi bangunan dari dipugar hingga selesai.

Ada satu kepercayaan yang kami yakini sejak kuliah dulu, bahwa desain yang dihasilkan akan bergantung pada proporsi tubuh sang desainernya. Maka jadilah bale daja yang dahulunya tampak merunduk kini berubah drastis menjulang tinggi dan (syukurnya) tampak megah. ‘Tidak percuma punya menantu Arsitek’ kata orang yang menyaksikan bangunan tersebut. Satu beban yang kemudian harus saya panggul sepanjang masa…

Berselang 4 (empat) tahun kemudian, giliran Bale Dauh yang dahulunya digunakan sebagai kamar tidur putra pertama, dan dua keponakan plus dapur dipintakan perubahan desain dan konstruksi. Bersyukur dalam perjalanannya saya mendapatkan bantuan ide dan pemecahan solusi dari seorang rekan yang dahulu (sebelum mengambil kuliah Pasca Sarjana) merupakan tandem saya dalam mengambil pekerjaan diluar jam kantor. Berpadunya dua kepala yang dipenuhi keinginan yang berbeda membuat desain bangunan agak nyeleneh dengan yang dibayangkan oleh Mertua.

Sempat terjadi beberapa kali perubahan desain lantaran terbentur pada budget dan juga waktu pengerjaan, sehingga  sampai hari ini proses Renovasi bangunan masih terus berjalan.

Pertaruhan reputasi sebagai Menantu saya kira gak bakalan berhenti sampai disini. Apalagi kalo bukan karena kunjungan mendadak dari beberapa famili lain kerumah Mertua yang kemudian meminta saya melakukan hal yang sama, review desain dan konstruksi untuk rumah mereka. Waaaahhh… Gawat !!!

Back to Normal Life

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Akhirnya usai juga proses Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992. Beberapa Agenda Terakhir sudah dilakukan yaitu pembubaran Panitia yang kalo tidak salah pada tanggal 17 April lalu di Restaurant Cianjur, trus ada Penyerahan Sumbangan kepada Rekan Weri yang dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahunnya Minggu 25 April yang lalu dan saya selaku Admin Group Alumni Angkatan 1992 telah selesai pula mengunggah (upload) foto-foto saat Reuni serta Foto Bersama masing-masing kelas yang dapat dilihat selengkapnya di album Foto Reuni jejaring sosial Facebook. Situs Pertemanan yang mempertemukan dan mengawali ini semua.

Banyak hal yang terjadi selama proses Reuni sedari awal. Pahit manis getir menyenangkan sampai menghebohkan. Well, itu hal yang biasa ketika sekian banyak kepala dijadikan satu wadah. Ada yang suka, ada yang tidak setuju, ada pro ada kontra. Semua kembali kepada kesadaran dan kedewasaan masing-masing. Yang terpenting Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992 ini telah berhasil kami lakukan dan selesaikan.

Back to Normal Life, kira-kira begitu yang terlintas dipikiran saya hari ini. Sudah saatnya melupakan hingar bingar Reuni, kini kembali kepada fitrah semula, menjalani hidup, kembali pada Keluarga, bekerja sebagai abdi negara, bercanda dan menggoda Mirah dan tentu saja nge-BLoG. Memang dalam waktu dekat masih ada wacana untuk berkumpul dengan rekan sekelas saja, tapi saya yakin itu akan jauh lebih terasa seperti bersua dengan keluarga yang lama tak berjumpa. Karena bagaimanapun juga kami hingga kini (sedari 15 tahun lalu) masih tetap kontak satu sama lain, saling mengundang ketika menikah dan memiliki putra putri.

Jadi, Sampai Nanti Kawan-kawan. Sampai jumpa 10 atau 15 tahun lagi. Silahkan Rekan-rekan mengaturnya kembali. Bahagia rasanya pernah menjadi bagian dari kalian, walaupun pada akhirnya semua itu akan kembali seperti semula. Cheer’s Up !!!

Foto Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992

1

Category : tentang KuLiah

Berikut beberapa koleksi Foto” Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992 yang diambil dari keping DVD Foto Reuni 3 April 2010 di Restaurant Canang Sari kemarin, hasil jepretan beberapa Fotografer. Bagi yang belum mendapatkan Keping DVD Foto tersebut, dapat menghubungi Rekan Sari Herawati.

Bagi yang ingin melihat lebih banyak, bisa langsung meluncur ke  Album Foto Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992 yang berada pada jejaring sosial pertemanan FaceBook. Bagi yang belum punya akunnya, silahkan dibuat dulu dan add PanDe Baik dalam daftar temanmu.

Terima Kasih.

Sampai Jumpa 10 atau 15 tahun lagi Kawan-kawan…

Rencana Pembentukan Maha Semaya Yowana Pande Tingkat Kota Denpasar dan Kabupaten Badung

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Om Swastyastu Semeton Pande sareng sami. Berikut tiang selaku pengelola blog www.pandebaik.com, ingin meneruskan Pesan/Surat yang disampaikan oleh semeton I Wayan Putrawan saking Pedungan, berkaitan dengan keinginan untuk membentuk Maha Semaya Yowana Pande Tingkat Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Om Cantih Cantih Cantih Om.

* * * * *

Om Swastiastu, Teruntuk adi, bli, mbok, lan semeton Pande semuanya. Semoga sehat dan dalam keadaan baik semuanya.

Perkenalkan nama saya I Wayan Putrawan, saya asli dari dan bertempat tinggal di Banjar Pande, Pedungan, Denpasar Selatan. Dalam kesempatan ini ada hal yang ingin tiang sampaikan terkait dengan Pesemetonan Pande dan upaya untuk mempersatukan semeton Pande khususnya semeton Yowana Pande.

Beberapa bulan yang lalu saya diminta untuk datang ke rumah pak Wayan Puja (Ketua Maha Semaya Pande Kota Denpasar) untuk mendiskusikan niat beliau membentuk Maha Semaya Yowana Pande Tingkat Kota Denpasar. Sebenarnya mengenai Maha Semaya Yowana Pande adalah bukan hal yang baru, dalam tingkat propinsi sudah terbentuk, dan pengurus yang menduduki jabatan tersebut diberikan kepada semeton Pande pada setiap kabupaten dan kota di Bali. Hanya saja berdasarkan info yang saya peroleh, sejak dibentuknya hingga sekarang belum pernah diadakan pertemuan, mungkin pernah diadakan pertemuan, namun tidak dalam kuantitas yang seharusnya dilakukan oleh sebuah organisasi. Maklum saja pengurus yang menduduki jabatan berasal dari berbagai kabupaten sehingga ada kalanya sulit untuk berkumpul.

Oleh karena kenyataan itu (namun tidak terbatas pada satu masalah itu saja) kemudian tercetus suatu keinginan untuk mempersatukan semeton Yowana Pande se-Kota Denpasar dan atau Kabupaten Badung juga, dalam suatu bentuk wadah Maha Semaya Yowana Kota Denpasar.

Tujuan dibentuknya Maha Semaya Yowana Kota Denpasar ini adalah pertama-tama untuk mempersatukan kita semeton Pande agar memiliki rasa kebersamaan yang kuat, kemudian diharapkan kedepannya kita bisa sejak dini belajar untuk memangku tugas dan kewajiban kita sebagai “sentana” yang akan meneruskan semua yang akan diwariskan kepada kita, terpenting adalah kebudayaan dan keagamaan yang tidak mungkin akan ditinggalkan.

Sejak dini kita berharap dapat membantu orang tua kita agar memahami “sesana” sebagai orang Pande. Dalam forum tersebut diharapkan pula akan terkumpul informasi penting mengenai kegiatan keagamaan, kegiatan kemanusiaan dan kegiatan lain terkait. Terlebih pula forum ini dapat memberikan informasi dan penerangan kepada semeton yang ada di luar bali agar tetap ingat akan “sesana” sebagai keturunan Pande.

Untuk dapat terwujudnya keinginan ini saya mengajak semeton untuk meluangkan waktu duduk bersama membahasa kemungkinan dibentuknya Maha Semaya Yowana Kota Denpasar. Adalah tidak mungkin akan terwujud keinginan ini apabila tidak disertai dengan partisipasi semeton semua.

Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik. Semoga dapat terwujud dan Ida Hyang Widhi Waca memberikan penerangan bagi langkah kita.

Om cantih cantih cantih Om.

I Wayan Putrawan
Banjar Pande, Pedungan, Denpasar Selatan

(kalau bisa) Gunakan Hak Pilihmu kali ini

13

Category : tentang Opini

Gak terasa ya, masa pemilihan kepala daerah sudah dalam hitungan hari. Setahun lalu ketika Negara ini melakukan hal yang sama, sayapun tak ketinggalan ikut serta mensukseskan pemilihan baik dengan berpartisipasi mencontreng juga sebagai seorang BLogger tentu saja melahirkan tulisan terkait. Demikian pula kali ini.

Lantaran memiliki dua latar belakang hal yang berbeda, untuk kali ini saya mengalami masa-masa kampanye dua calon kepala daerah yang berbeda pula. Berdasarkan Pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, mau tidak mau saya musti ikut serta dalam beberapa event kampanye dari yang terselubung hingga yang nyata. Sebaliknya berdasarkan domisili atau tempat tinggal di Pusat Kota Denpasar, mau tidak mau ya berhadapan juga dengan kampanye kedua kandidat yang sama-sama memiliki keterkaitan.

Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, kakak beradik ini Selasa besok bakalan secara bersama-sama melakukan pemilihan kepala daerahnya yang kebetulan sama-sama mempertaruhkan Incumbent dan penantangnya. Melibas Incumbent (begitu istilah orang), rupanya bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Karena biasanya sang Incumbent ini akan menggunakan cara-cara pengerahan massa jajaran staf yang ada dibawahnya meskipun secara formal mereka mengatakan ‘bagaimana kami bisa melarangnya lha wong mereka juga yang mau…’ tapi kalo mereka gak mau ya siap-siap saja di-mutasikan. Hehehe…

Menjadi Incumbent ada untungnya juga, akan terlihat saat masa kampanye dimulai. Dari kata-kata yang digunakan baik sebagai jargon maupun program adalah keberhasilan pembangunan yang sebelumnya mereka lakukan sebagai kepala daerah tentu saja. ‘Kami sudah membuktikannya…’ atau ‘Bukan sekedar Janji-janji…’ lha wong kalo sudah gitu, gimana bisa para penantang mereka itu bisa ngomong ? ya ‘gak ica ngomong…’ :p (kata-kata dari Upin & Ipin)

Tapi salut juga dengan kandidat yang menantang sang Incumbent. ‘Kami sudah siap kalah…’ ungkap mereka, walaupun tujuan utama ya tetap ‘harus bisa memenangkan pertarungan. Maka segala carapun lantas digunakan untuk meraih simpati dari masyarakat. Dari merangkul mereka yang selama ini terpinggirkan, mencari celah kelemahan lawan hingga berusaha mencuri suara dengan ‘serangan rupiah’ dimana-mana. Tak lupa mencomot tembang rakyat ataupun dari Top 10 Indonesia yang kemudian disesuaikan liriknya agar pas saat dilantunkan sebagai Mars Kampanye.

Momen ini tentu saja dimanfaatkan betul oleh masyarakat. Mereka berlomba-lomba mengajukan proposal memohon sumbangan, pengaspalan jalan, sembahyang bersama dan sebagainya dengan satu tujuan, mengeruk keuntungan dari sang kandidat. Kapan lagi coba ?

Terlepas dari kampanye dan pernak perniknya, apabila saya berpaling jauh kebelakang, melihat kenyataan yang ada saat pemilihan Calon Legislatif ataupun Pemimpin Bangsa, masih banyak masyarakat yang bersikap ‘tidak mau tahu’ dengan urusan pemilihan ini dan memilih untuk ‘tidak memilih’. Alasannya karena tidak ada yang ‘saje sujati –benar-benar murni membela suara rakyat saat mereka sudah menduduki kursi yang diidam-idamkan, ada juga yang beralasan ‘toh hidup dan kesejahteraan saya tak jua berubah, kendati siapapun pemimpinnya. Yah, itu semua memang benar, tapi bukankah wajar jika pada kandidat yang maju nanti tetap kita bebankan ‘perubahan tersebut’ ketimbang berdiam diri ?

Kali ini saya yakin masyarakat sudah tidak kesulitan lagi dalam memilih siapa kandidat yang nantinya bakalan memimpin masing-masing daerahnya, baik itu Kota Denpasar maupun Kabupaten Badung. Karena toh kandidatnya masing-masing Cuma dua paket saja. Kalo tidak si A ya si B. bakalan makin susah kalo kita tetap pada pendirian yaitu Golput alias ‘tidak memilih’. Seperti banyolannya sang Dalang CenkBlonk, ‘yen sing milih ya sing dadi ikut memiliki… artinne sing dadi protes yen seumpama ade kebijakan-kebijakan yang tidak sejalan dengan pemikiran. Kurang lebih begitu kira-kira.

Maka ya (kalo boleh), saya pinta sih mbok ya gunakan Hak Pilih Anda kali ini, karena bagaimanapun juga satu suara sangat penting artinya bagi kedua kandidat. Lumayan buat nambah-nambahin biar bisa beda-beda tipis antara kalah menangnya… kata para Tim Suksesnya. Kalopun masih tetap milih Golput ya apa boleh buat… Terserah Anda deh mau bagaimana besok. Hehehe…

Kalo tidak salah bukan mencontreng lagi loh… tapi mencoblos !

“inga inga…”