Waspadai Arak (oplosan) Attack

11

Category : tentang Opini

Tewas Lagi…

Seminggu terakhir headline beberapa media cetak lokal kelihatannya makin intensif menaikkan kabar terkait tewasnya beberapa pemuda yang ditenggarai berpesta minum arak oplosan yang dicampur dengan berbagai jenis minuman lain seperti Coca Cola, YouC 1000 hingga minuman anak Ale-Ale. Entah apakah mereka sudah melupakan tragedi Arak Methanol setahun lalu hingga kemudian nekat mencobanya kembali. Miris juga jadinya ketika menyadari bahwa arak masih tetap bisa dikonsumsi secara bebas oleh para pemuda tersebut hingga berujung pada kematian.

Menyalahkan pemerintah mungkin bukan lagi satu tindakan yang tepat, karena pemerintah tidak akan mampu men-cover semua peredaran makanan dan minuman tanpa peran serta masyarakat. Kecerobohan ini juga merupakan andil dari lingkungan serta orang tua yang bersangkutan yang barangkali jarang memberikan pemahaman atau pengertian pada generasi muda untuk tidak menenggak minuman keras. Bisa juga andil dari yang bersangkutan, dari sekedar ingin mencoba, kebiasaan hingga khawatir jika dianggap tidak gaul jika tidak ikut berpesta arak.

Berawal dari sekedar kumpul-kumpul, obral obrol di warung kopi biasanya berpotensi berlanjut ketingkat minum minuman beralkohol dan pada akhirnya membuat onar. Ilustrasi tersebut sudah biasa kita dengar, tapi yang namanya kesadaran tampaknya belum jua muncul. Selalu diulang dan terjadi lagi.

Coba telusuri beberapa ruas jalan diseputaran Kota Denpasar pada sore atau malam hari. Hampir selalu saja dapat ditemukan sekelompok pemuda yang duduk dipinggir jalan, ditemani beberapa botol minuman “teh” yang siap menjatuhkan mereka ke titik nol. Entah apakah tidak ada hal lain yang bisa dikerjakan ? nge-BLoG misalnya. :p

Banyak alasan yang mereka ungkapkan ketika pernah satu kali saya bertanya kenapa mereka melakukannya ? karena suntuk dengan situasi rumah, karena tidak punya pekerjaan (ya cari dan berusaha dong…) ada juga karena’cuma iseng’ (iseng kok minum arak ?)

Memang tidak ada larangan untuk berkumpul bersama teman atau kongkow dipinggir jalan sejauh tidak membuat onar atau menenggak minuman keras atau arak. Seandainyapun boleh saya menyarankan mbok ya minumannya diganti dengan Es Degan (kelapa muda) misalnya, bukankah jauh lebih bermanfaat ? ngumpul tetap jalan, minum-minum juga tetap aman.

Tapi yah, bagi saya adalah satu kebodohan yang tolol jika besok atau lusa masih ada lagi pemuda yang tewas atau sekarat pasca pesta arak atau minum minuman keras dan beralkohol oplosan, padahal media cetak sudah sedemikian gencarnya berusaha mengabarkan efek paling tragis yang diakibatkan. Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang tidak peduli dengan lingkungan, tidak peduli diri sendiri apalagi orang lain.

Comments (11)

iya nih bli, saya juga tidak pernah ngerti dimana sensasinya minum arak. dulu pernah nyoba sekali wktu sma (biasa, anak muda rasa ingin tahunya tinggi) dan sukses mabuk berat. rasanya nggak enak pol, mual dan muntah. sampai sekarang, saya nggak nemu sensasi dan feel minum arak tu dimana.=)
atau bisa jadi ini menunjukkan kalau nak bali tu emang blog ajum, hehe, udah tahu bisa bikin mati masih aja coba2..
salam kenal/..

[Reply]

pande Reply:

Wah, tumben dikunjungi oleh orang hebat di Milis BBC nih (semoga saja saya tidak salah orang)… Entah ya, tiang juga heran enaknya itu dimana. Bandingkan kalo diganti pake es degan ya ? :p

[Reply]

agus lenyot Reply:

ah, saya hanya bukan orang hebat bli, bahkan mahasiswa biasa yang susah lulus dari kampus. hehe. iya tuh, sableng emang.
saya juga sering ngoplos minuman,
tapi campurannya pulpy orange, ale-ale dan berry orange. alhamdulilah, sehat2 aja sampai sekarang. 😛

[Reply]

pande Reply:

hehehe… seandainya saja itu yang dioplos dan diminum, saya yakin gak ada urusan dengan RS. paling”maag-nya kambuh. :p

kebiasaan buruk yang ‘didukung’ oleh budaya

[Reply]

pande Reply:

Ah iya, ada benarnya juga. dibeberapa daerah memang masih melegalkan arak juga tuak dalam budaya mereka… betewe, tumben mampir Bu ?

[Reply]

arak sebenarnya bagus untuk badan. kakek ka dulu katanya sering minum bahkan tiap hari, tp ya tidak sampai mabuk, hanya sloki atau 2 sloki, ya hanya untuk sekedar menghangatkan tubuh.

[Reply]

pande Reply:

Jika diminum secara terbatas, dan bertujuan seperti siy memang tak apa”ya…

[Reply]

[email protected] bilang orang bali blog ajum,jangan bilang karena budaya,dari segi logika mereka mati karena minum arak oplosan,tapi dari segi nis-logika bukan karena itu,buktinya saya minum arak 1 botol,di cmpur dngn c 1000 tapi tetap hidup….bukan sya pembual,di lihat dari segi negatif arak memang membuat pikiran tak terkontrol,tapi yg menjadi penyebab kematian belum tentu itu,bisa jadi karena ulah teman yg jahil/sentimen,..sya pernah liat teman sy yg ingin sempat menaruh air daun(….) ke dlm arak untk sya,stelah sya teliti daun ini mengandung racun 2x lipat racun tikus,dan stlah di serap tubuh manusia akan mengakibatkan sel motorik akan mengalami kelumpuhan dan mengakibatkan kematian,dan sisa racun ini tak bisa di deteksi oleh medis di dalam tubuh.
Jadi jangan salahkan apa pun yg di minum,tapi waspadai yang di ajak minum.

[Reply]

ne karena KESERAKAHAN uling pedagang arak.

pedagang Arak mencampur Methanol dalam dosis yg tinggi agar proses fangentasi dari beras atau beras ketan lebih cepat.
kalau secara normal memerlukan waktu sampai 3 minggu, dengan ditambahkan maka akan mempercepat proses fangentasi, jadi sekitar 3 sd 5 hari.

saya pernah melihat seorang pengolah Arak mencampurkan Methanol hingga 25% dan dia beralasan agar arak bisa menjadi Arak API, tapi sesuai dengan apa yg saya ketahui, kalau methanol merupakan campuran untuk Bahan Bakar Mesin, kok dicampur utk buat minuman ?

jadi hati-hati dengan yg namanya ARAK API sebab sudah Pasti tercampur Methanol dosis tinggi.

dan hati-hati juga dengan para penjual Arak yg selalu Ready Stock, sebab itu pasti sudah dicampur Methanol walaupun dalam dosis yg kecil tapi lama kelamaan pasti akan berefek buruk buat Ginjal dan Hati.

tapi saya yakin, tulisan saya ini tidak berarti buat orang yg sering nongkrong dan menghabiskan waktu berharga mereka.

[Reply]

pande Reply:

Nice info… Terima Kassih sudah berbagi 🙂

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge