Waspadai (replika) iPhone 3G 16GB

30

Category : tentang TeKnoLoGi

Pagi hari, saat masih berkantor di gedung lama Jl. Beliton No. 1 Denpasar, saya dihubungi seorang Rekan kantor yang meminta bantuan untuk menyalakan handset iPhone milik atasannya. Si Rekan mengatakan sudah putus asa mencoba. iPhone ? wah… mau banget, bathin saya saat itu.

Langsung di ruangan sang atasan, penampilan pertama handset iPhone yang disodorkan begitu menggoda. Mulus dan Maknyus. Hehehe… tapi kening mulai berkerut ketika saya mulai mencoba menyalakannya. Bagaimana tidak, satu-satunya tombol yang berfungsi sebagai Home rupanya tidak berada pada tempatnya. Ceruk yang terdapat pada bagian bawah layar iPhone hanya menyajikan gambar tombolnya saja. Wah, alamat apa nih ?

Iseng-iseng saya bertanya ‘boleh liat kotak kemasan iPhone-nya Pak ?’

Disodorkanlah saya sekotak kecil penuh perlengkapan mencakup Charger putih, Stylus (yang bener ???) dan Batere (apa ???). Kecurigaan saya mulai muncul dan bertanya sekali lagi ‘kira”harga yang dikasihkan, berapaan Pak ?’ ‘dua juta sekian’ kata sang atasan. Murah amat ? bathin saya.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang iPhone, sayapun memberikan penjelasan kepada sang atasan yang meliputi keraguan saya akan keaslian iPhone yang dibeli ini. Indikasinya adalah iPhone tidak dibekali dengan Stylus karena handset iPhone merupakan type ponsel pintar yang mampu merespon sentuhan jari manusia sebagai input utama pada layar sentuhnya. Indikasi kedua tentu saja keberadaan Batere-nya, karena salah satu kelemahan iPhone adalah sulitnya pengguna untuk mengganti batere atau dengan membuka cover belakang handset.

Seijin sang atasan ni handset diperbolehkan untuk dibawa untuk dioprek, kira-kira bisa dinyalakan gak ya ?

Setelah bertanya pada Mbah Google akhirnya semua pertanyaan saya terjawab sudah. iPhone dua jutaan yang penjualannya dibekali dengan Stylus dan Batere adalah replika iPhone buatan China yang memang secara bentuk dan tampilan Menu-nya meniru abis iPhone versi aslinya. Untuk membuka back cover bisa digunakan dua buah pinset kecil yang saya ganti dengan clip kantor. Caranya mirip-mirip dengan membuka back cover ponsel Nokia seri Low End.

…dan setelah sedikit berkeringat, back cover handset ‘iPhone’ ini berhasil jua saya buka. Benar saja, niy batere handset belum terpasang, pantas saja kalo si Rekan sampe putus asa nyoba menyalakannya. Hehehe… Setelah mengabadikan langkah-langkah diatas dalam bentuk beberapa foto lewat kamera ponsel Nokia 6275i CDMA, ni ‘iPhone’ saya pasangkan kembali back covernya dan mulai di-charge dan lanjut dengan menekan ‘tombol joystick’nya agak lama. Samar-samar tampilan Menunya mulai terlihat.

Lagi-lagi kalo dilihat dari jauh apalagi dengan membuka kacamata minus saya ini, tampilan Menu yang tampak pada layar benar-benar maknyus seperti kesan penampilan pertama diatas tadi. Namun ketika saya perhatikan dengan tambahan kacamata, ni ‘iPhone’ baru keliatan khas China-nya. Icon Menu yang ditampilkan tidak sehalus mulus iPhone original dan respon perpindahan antar Menu juga tidak begitu bagus, perlu jeda 1-2 detik untuk menunggu.

Yang namanya tiruan China, ni ‘iPhone’ gak Cuma mulus dari tampilan luarnya saja, apalagi pada back covernya terpampang jelas logo ‘buah Apel macegut’ plus tulisan ‘3G 16 GB’. Waaaahhh… Mantaaap punya. Dari segi tampilan Menu, perpindahan antar Menu hingga proses tampilan aplikasinya pun berhasil ditiru dengan baik. Salah satu ke-khas-an iPhone yang saya ketahui saat menjajal iPhone beberapa waktu lalu adalah penggunaan fitur kamera-nya yang sama plek dengan percobaan yang saya lakukan pada ‘replika iPhone’ ini.

Masih gak puas juga saat menjajal ‘iPhone’ ini, saya memutuskan membuka kembali back cover dan memastikan bahwa apa yang saya lihat pada tampilan Menu memang benar adanya. ‘iPhone’ ini mengadopsi 2 (dua) kartu dengan frekuensi GSM. Khas ponsel China banget. Sejak kapan siy iPhone bisa dual GSM dan sama-sama ON ?

Pantas saja kalo harganya bisa murah banget didapatkan. Waaaahh… kasihan juga nih si atasan. Hehehe…

Keberhasilan misi untuk menyalakan ponsel ‘iPhone’ ini mengingatkan saya pada seorang Rekan kuliah yang tempo hari sempat wisuda bareng, Made Kariyana. Kalo gak salah saat wisuda berlangsung yang bersangkutan sempat memamerkan ‘iPhone’-nya yang dual GSM ini. Katanya, lumayan-lah kalo Cuma buat nampang atau mejeng. Yang penting jangan pernah perlihatkan lama-lama didepan orang lain, jangan pernah dipinjamkan dan tentu saja jangan gunakan Stylus. Yakin banget, dengan menggunakan ni ‘iPhone’, gengsi dijamin bakalan meroket Bro. Tips yang sangat bagus menurut saya. Hihihi…

Comments (30)

Jangan deh sekalikali beli hp replika, onderdilnya g ada yg jual. Saya beli hp replika ipon pk 168 br beli 2 minggu makek g sengaja jatuh langsung retak sedikit lalu kena tangan saya pecah tuckrinnya, LCD jg kena. Saya nyari LCD kemanamana tak ada yang jual, mau dibawa kemana ini HP replika,..???? Sempat aku tanyakan kepada sang penjual hp replika ini tp ternyata dia tak jual onderdil hp replika, matttiiaaakuu,….

[Reply]

hmmm,…. replika sama iPhone dilihat dr fisik sebenarnya sama aja,.. cuma yg buat beda adalah kualitas & produksi saja, namanya juga REPLIKA. saya sudah pake tuh replika sejak 2007 di mulai dengan NOKIA E90 kemudian hingga saat ini iPhone 4 Replika, namun ga ada masalah. karena saya menjaganya dengan baik layaknya HP orginal. yang namanya jatuh, trus terbentur, kena air itu mah bunuh diri, jangankan barang2 electronique, manusia kalu begitu pun padam juga,…!! so itu semua nasib2pan klu ketemu yang bagus, dapet pula yg bagus,… klu dapat yg hancur ya bgitu,… maka, teliti sebelum membeli,…. itu adalah kuncinya,…!! sukses gan!

[Reply]

pande Reply:

Waaaahhh… Tipsnya Mantap. dan itu sepertinya juga berlaku untuk Ponsel murah dan ponsel China lainnya. Sayangnya bagi sebagian orang, harapan mereka terlalu tinggi untuk sebuah ponsel Replika. Berharap bisa BBM-an, bisa bermain games 3D, akses App Market-nya dll… Seandainya Mereka paham bahwa ini “hanyalah” sebuah Replika yang kemampuannya tak setara dengan original, pastilah hasilnya jauh lebih memuaskan. SALUT untuk Anda Gan…

[Reply]

Wak… 2 Juta utk HP replika?!?!? yg bener aja…. !! Bisa dipastika itu HP replika type IPHONE 3G Seri PK-168 kalo rajin google… dgn harga 900ribu – 1juta juga sudah dapet tuh….. sekarang banyak hadir HP replika… tp bukan berarti HP replika jelek semua… dari segi kualitas dan kinerja… CUKUP memuaskan… .yg penting pinter2 pilih aja… cari aja HP replika yang BEST COPY atau berbanding 1:1 dgn aslinya…

[Reply]

pande Reply:

Hahaha… makin banyak pilihan ya sekarang ? dan gag cuman iPhone, tapi juga brand terbarupun ada…

[Reply]

malam semuanya,
iphone replika ini apa bisa menjalankan apps2 legit milik iphone ga yah? atau semisalnya game 3D begitu? atau hanya tampilan fisik dan luarannya saja yg diunggulkan? thxxx…

[Reply]

pande Reply:

Pagi Andre. Jawabannya, Tentu saja tidak. Rata”untuk Replikas ini semampunya cuma Game”berbasis Java saja. Itupun saya masih bingung dengan cara untuk menampilkan Shortcutnya agar tampil di halaman depan. 🙂

[Reply]

[…] mengingat-ingat atau membandingkannya dengan Replika iPhone 3GS yang tempo hari  sempat saya tulis pula disini, secara tampilan awal dan Packagingnya jelas jauh […]

hahah…..gampang lagi bedain iphone asli dan paslu….
keliatan kok dari resolusi gambarnya,di iphone asli tu bersihh abisss py kalo di replika butek banget n juga kalau iphone asli ada app store,cydian kalau di iphone ga lupa brooo gamenya wih asik abisss
ga kaya hp china paling juga extensionnya NES
ya memang si harga iphone replika murah paling mahal 700rb jauh banget sama iphone asli tapii
belilah produk asli dari apple…..

[Reply]

pande Reply:

He… jangan salah…
sudah liat ponsel iPhone KW1 ? dari penampilan layar, ketersediaan games dan aplikasinya mirip banget, juga soal penggunaan microSIM. Kalo awam sampe kelupaan mengecek keberadaan App Store dan juga Browsernya, dijamin bakalan tertipu. hehehe…

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge