MiRah dan Memar Benturan Anak Tangga

8

Category : tentang Buah Hati

Tiga hari bak serasa sebulan lamanya. Pasca terbenturnya MiRah GayatriDewi putri kecil kami di anak tangga rumah Mertua yang belum selesai direnovasi hari Rabu lalu. Bengkaknya sudah mulai menghilang namun memar birunya masih ada dan membentuk garis melintang dipipi kanan hingga disela kedua matanya.

Hari Raya Galungan sebenarnya membawa kegembiraan bagi kami, namun rupanya tidak demikian kali ini. Selain situasi rumah yang tidak menentu, MiRah mendapatkan musibah saat bermain dengan kakak sepupunya. Saat MiRah berlari, sang kakak menangkap badannya dan seketika melepaskannya. MiRah yang barangkali tidak siap dengan kondisi itu jatuh terjerembab dan pipi kanannya membentur anak tangga terbawah Rumah Mertua. MiRah menangis.

Butuh waktu lama bagi kami untuk menenangkannya karena ini yang pertama kali bagi MiRah. Aku yakin apa yang ia rasakan sangat sakit. Bengkak yang timbul dengan cepat kami respon dengan menempelkan kompres air cendana secara kontinyu. Sayangnya MiRah yang sudah terlanjur kesakitan tambah rewel ketika mengetahui ada tempelan kompres pada pipinya. MiRah emoh dan berontak.

Sore hari kami mendapatkan informasi untuk menggunakan Thrombophob Gel sebagai obat alternatif menghilangkan memar yang tampak pada pipi kanannya MiRah. Lagi-lagi MiRah menangis saat kami bujuk untuk diobati. Hal ini makin membuat kami kebingungan dan khawatir dengan memar tersebut.

Jumat sore kami memutuskan untuk membawa MiRah ke dokter anak langganan kami. Beliau menyatakan bahwa Mirah dalam kondisi baik secara fisik, setelah memeriksa bagian pipi, hidung, mata dan kepala MiRah dengan memijatnya. MiRah tidak terlihat kesakitan bahkan senyumnya begitu lucu saat dokter mendekatinya.

Memiliki putri kecil seperti MiRah jujur saja membuat kami bersyukur lantaran ketabahannya. Hanya saja bisa jadi lantaran kami terlalu khawatir dengan apa yang ia alami, kami sedikit terpukul saat ini. Cepat sembuh ya Sayang, nanti Bapak ajak jalan-jalan lagi. We LOVE You MiRah…

Comments (8)

Kapan ya,..saya bisa menulis cerita seperti ini,…Lanjut terus pak pande,…saya akan terus mngikuti tuk jadikan refrensi bahan pembelajaran,…

[Reply]

pande Reply:

Waduh… gawat nih.

[Reply]

To PanDe Baik,

Bagaimana kabarnya dg si Junior? Udah baikankah?

Kami juga dulu ketika putra/i kami sakit khawatir juga.

Bayangkan suatu hari putra kami yg duduk disebuah TK pulang diantar oleh Kepala TKnya. Ibu Kepala Sekolah minta maaf kalau betis putra kami berdarah akibat luka robek ketrika ia bermain dihalaman TK yg sedang di renovasi. Rupanya tergores sebuah kayu. Luka robek sepanjang 2 Cm dan berdarah.

Ya udahlah saya mantapkan hati utk menjahit dg 2 jahitan kulit thd putra sendiri.

Demikian juga ketika Ibunda saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Dahinya robek juga dan lagi2 saya mantapkan hati utk menjahit luka robek itu.

Puji Tuhan semua baik sampai saat ini tidak ada komplikasi.

Kalau hanya perdarahan dibawah kulit saja tanpa luka, masih tidak gawat dan cepat sembuh dg Thrombophob gel. Amin.

Salam sukses.

[Reply]

pande Reply:

Kabar Baik Pak Dokter, Terima Kasih untuk masukannya kemarin. Kami benar-benar membutuhkan informasi tersebut. MiRah putri kami sebenarnya tidak merasa sakit lagi namun memar birunya masih ada dan terlihat jelas. Difoto tersebut merupakan foto H+1, sedang yang terbaru ada juga di FB. Yah, kangen juga jadinya ngliat si kecil kaya’gitu…

[Reply]

Sorry salah ketik. Yang benar To PanDe Baik.

[Reply]

pande Reply:

Hehehe… sudah diperbaiki kok. 🙂

[Reply]

dear mirah. cepet sembuh ya. 🙂

[Reply]

pande Reply:

Terima Kasih Om…

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge