Menghabisi Sepultura Mensyukuri YouTube

3

Category : tentang InSPiRasi

Brazil selain dikenal dengan tim sepakbolanya yang solid, bagi saya pribadi merupakan negara yang melahirkan sebuah grup beraliran Thrash sedemikian fenomenal hingga mampu mengguncangkan dunia. Sepultura, saya mengenalnya dari seorang teman sekolah yang dahulu kerap saya ganggu waktunya setiap pagi sekitar tahun 1992. Hingar bingar tembang cadas Arise begitu saya nikmati lewat dentuman sound yang ditanamkan dalam mobil jimny kotak berwarna putih milik si teman.

Sepultura yang saya kenal saat itu masih digawangi oleh duo Cavalera yaitu Max (lead vocal) dan Igor (drum) beserta dua punggawanya Andreas Kisser (lead guitar) dan Paulo Jr. (bass).

Kalau tidak salah ingat, masa-masa itu adalah masa dimana Sepultura masih disejajarkan dengan Metallica, sebuah grup rock cadas yang baru saja melahirkan sebuah album berwarna hitam dengan gambar ular yang hanya bisa dilihat dari sudut tertentu. Mengenal Arise seperti membawa hawa baru dalam nuansa bermusik yang saat itu masih didominasi oleh suara lantangnya Iwan Fals, Swami dan Kantata Takwa. Altered State merupakan jalan pembuka bagi semua.

Makin tinggi pendidikan yang saya kenyam, nama Sepultura tetap merupakan yang terbaik yang saya kenal. Kendati banyak nama yang disuntikkan oleh duo bersaudara penikmat genre Thrash, Desi dan Juni (keduanya laki-laki tulen loh) tak memupus nikmatnya raungan garang sang vokalis yang akhirnya mampu jua saya tirukan suaranya. Napalm Death, Suffocation, Obituary dan masih banyak lagi.

Pasca Arise, saya mulai mengoleksi album-album yang mereka rilis seperti Chaos AD, Roots, The Roots of Sepultura, Live Bercelona hingga yang kemudian sangat mencengangkan bagi saya, Against. Di album ini peran lead vocal telah digantikan oleh Derrick Green yang memiliki suara growl yang bagi saya malah menjadi jauh lebih dashyat. Wajah kulit berwarnanya makin saya kenal melalui majalah remaja yang juga fokus pada musik, HAI yang menurunkan liputan mereka saat konser musik Rock In Rio. Max Cavalera sendiri kabarnya keluar dan membentuk band baru bertitel Nailbomb dan Soulfly.

Ditengah pergeseran kenikmatan mendengarkan musik bertemakan cinta, Against adalah album terakhir yang saya nikmati secara keseluruhan. Kendati demikian saya tetap memantau sejauh apa perkembangan album yang mereka rilis.

Bersyukur masih bisa menikmati perkembangan teknologi informasi terkini, YouTube adalah salah satunya. Penyedia jutaan video dari amatiran hingga resmi berkumpul menjadi satu dan dengan bantuan aplikasi tambahan, video tersebut dapat diunduh dan dinikmati saat senggang. Hunting video musik Sepultura hanyalah satu dari sekian banyak yang saya buru sejauh ini, apalagi koneksi yang saya gunakan sudah pada tahap unlimited. Tidak hanya video musik resminya saja, tapi juga live concert sejak masa jaya hingga masa saya mulai melupakannya.

Banyak album yang mereka miliki akhirnya tidak saya ketahui, diantaranya Nation, Revolusong, Roorback, Dante XXI dan A-Lex. Demikian pula dengan perubahan formasi yang pada akhirnya tidak lagi digawangi oleh Cavalera. Posisinya digantikan oleh Jean Dollabela. Makin jauh saja rasanya.

Keingintahuan akan ‘seperti apa sih Sepultura di era terkini atau dimana keberadaan duo Cavalera agaknya sudah bisa terjawab dengan bantuan YouTube. Satu persatu video live concert mereka saya unduh dan cermati. Banyak yang berubah, demikian pula saya.


Comments (3)

baru dengar nama sepulura… :roll:

maklum anak gaul :mrgreen:

[Reply]

pande Reply:

He… ABeGeh. :p

[Reply]

Andreas Reply:

huwaaaaaaaaaaaaaaaaaatttt

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge