Menu
Categories
Ponsel Impian dari TREO hingga Windows Mobile
April 22, 2010 tentang TeKnoLoGi

Ketertarikan saya pada perkembangan teknologi ponsel sebagai alat komunikasi tidak dipungkiri tercermin dari sebagian besar isi BLoG ini dan juga bahan bacaan yang saya lahap setiap harinya. Namun ketertarikan itu hanya sebatas ingin tahu fitur apa yang dimiliki, bagaimana memahami operasional atau pemeliharaannya dan tidak sampai sejauh menjadi seorang pakar ataupun teknisi ponsel. Hal ini mengundang ketertarikan orang akan satu pertanyaan yang kerap dilontarkan kepada saya. ‘Seperti apa sih ponsel Impianmu Nde ?’

Bicara ponsel impian, jika boleh saya merunut jauh kebelakang bahkan jauh sebelum histeria blackberry, iPhone atau ponselTV terjadi di Indonesia, salah satu wujud yang saya inginkan adalah memiliki keypad QWERTY. Namun fungsi yang saya harapkan waktu itu bukanlah Messaging ataupun FaceBook, Chat dll, tapi lebih pada kebutuhan pekerjaan. Selain itu, memiliki handset yang berbeda dengan apa yang dimiliki orang disekitar atau lingkungan saya adalah satu hal mutlak yang saya inginkan.

Tepatnya bulan April tahun 2003 InfoKomputer, sebuah malajah bulanan yang saya lahap dahulu menurunkan Liputan Utama mereka tentang PDA Konvergensi. Tentang perkembangan teknologi pada PDA yang pada awalnya hanya berfungsi sebagai sebuah Organizer, sudah mulai merambah sebagai alat komunikasi dan juga multimedia. Kalo ga’salah waktu itu mereka mengulas tiga sistem operasi yang lazim digunakan pada PDA saat itu sebagai pendukung liputan, yaitu Windows Mobile, Palm dan Symbian UIQ.

http://www.techory.com/blog/wp-content/uploads/treo-history.jpg

http://www.techory.com/blog/wp-content/uploads/treo-history.jpg

Pada beberapa halaman terakhir liputan tersebut, diperkenalkanlah handset PDA yang mendukung kriteria konvergensi tersebut. Diantaranya HP iPaQ dan O2 mewakili OS Windows Mobile, Tungsten dan Treo mewakili OS Palm, serta Nokia dan Sony Ericsson mewakili OS Symbian UIQ. Bisa dibayangkan kekaguman saya akan beragam jenis handset ‘tak biasa’ ini. Beberapa diantaranya bahkan sesuai dengan impian saya. Katakan saja Treo 300 dan 600 merupakan piliahn pertama saya saat itu, mengingat dari segi harga masih bisa dijangkau. Saya tidak berani mengkhayalkan sebuah iPaQ atau O2 yang kisarannya waktu itu mencapai angka 6-7 jutaan.

Masalah utama yang muncul saat itu adalah tak satupun gerai ponsel yang ada diseputaran Kota Denpasar menyediakan handset seperti yang saya inginkan. Impian saya tersebutpun akhirnya saya pendam dan buang jauh-jauh hingga berselang dua tahun kemudian, saya akhirnya mampu mewujudkannya. Sebuah PDA yang tak berani saya khayalkan sebelumnya, akhirnya bisa saya gapai.

Apabila kini saya kemudian ditanyakan ‘Seperti apa sih ponsel Impianmu ?’ maka jawaban saya tetap sama. Minimal memiliki keypad QWERTY dan dengan bentuk yang tak biasa atau bahkan tidak sama dengan apa yang dimiliki oleh lingkungan saya. Namun ada satu kriteria lagi yang akhirnya patut ditambahkan setelah sekian lama menggunakan T-Mobile MDA yang merupakan varian dari O2 XDA II yaitu, OS Windows Mobile Pocket PC adalah hal mutlak.

http://www.gadgetreview.com/wp-content/uploads/2009/01/ice-phone-1.jpg

http://www.gadgetreview.com/wp-content/uploads/2009/01/ice-phone-1.jpg

the ICEphone… ponsel impian PanDe Baik

Leave a Reply
*