Mengusut Kehilangan Data dengan System Restore

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Memanfaatkan aplikasi tambahan untuk mencari kembali data yang telah terhapus secara permanen bagi sebagian orang dianggap malah sangat menyusahkan. Apalagi seandainya telah didesak oleh waktu dan pekerjaan.

Masih melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal alternatif tindakan yang dapat dilakukan saat pengguna komputer mengalami kehilangan data, cara ketiga yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan fitur System Restore yang terdapat secara default pada sistem operasi Windows XP, Vista maupun Windows 7. Fitur ini dapat dicari melalui Start Menu/Accessories/System Tools/System Restore.

Sayangnya, walaupun cara ini dapat dijadikan sebagai alternatif ketiga atau terakhir yang dapat dilakukan, saya pribadi TIDAK merekomendasikannya. Namun setidaknya bagi seorang pengguna pc ataupun laptop (dan Anda tentu saja) wajib mengetahuinya.

Mengapa saya tidak merekomendasikannya ? lantaran tindakan ini kendati mampu mengembalikan data secara permanen pada tanggal tertentu (apabila terdapat System CheckPoint terakhir –kondisi dimana pc ataupun laptop dinyatakan ‘sehat’), memiliki efek samping yang sangat fatal yaitu menghapus seluruh file dan aplikasi yang dikerjakan atau diinstalasi setelah tanggal tersebut. Tindakan ini bisa dilakukan setelah pengguna melakukan backup data penting ataupun aplikasi yang dibuat atau diinstalasi untuk menghindari kehilangan data lebih jauh.

Apabila dibandingkan secara penggunaan space pada hard disk, penggunaan fitur System Restore ini jauh lebih boros dibandingkan menggunakan bantuan aplikasi PC Inspector File Recovery (alternatif cara kedua). Lantaran untuk dapat mengembalikan data pada tanggal tertentu, diperlukan setidaknya space 1 GB, bandingkan dengan penggunaan aplikasi yang hanya sebesar 5,83 MB.

Namun apabila space pada hard disk yang digunakan masih tersisa cukup banyak, untuk mengantisipasi kehilangan data semacam ini ada baiknya pengguna melakukan sistem Checkpoint secara berkala. Misalkan sebelum melakukan instalasi aplikasi tertentu, tujuannya apabila pc ataupun laptop mengalami gangguan usai proses instalasi selesai (entah crash atau hang), pengguna dapat mengembalikan kondisi pc ataupun laptop ke kondisi sebelum instalasi. Bisa juga dilakukan ketika sebuah file data yang menyimpan beberapa informasi penting selesai dikerjakan.

Tidak ada salahnya kan berjaga-jaga ?

Comments (3)

Beberapa kali saya memanfaatkan fasilitas Restore yg dimiliki Window XP kompi saya.

Sebelum melakukan Install suatu program, saya buat Check point dahulu utk jaga2 kalau instalasi gagal atau membuat Kompi macet. Kalau ya maka saya lakukan Restore ke saat sebelumnya.

Cara ini banyak bermaanfaat.
Terima kasih sudah mengingatkan kami.

Salam sukses.

[Reply]

klo file yg ter-replace bs dkembalikan g mas?
trims..

[Reply]

pande Reply:

Kalo ndak salah, untuk file yang sama (ter-replace), hasil pencariannya terbagi atas banyak file, sesuai kapan menyimpannya. jadi kalo dirunut dari file yang satu dengan yang lain, bakalan keliatan sinya yang makin berkembang. Disimpannya dalam folder bernama Cluster.

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge