Mengusik Nyepi cara Ibnu Rachal Farhansyah

87

Category : tentang KeseHaRian

Nama Ibnu Rachal Farhansyah mendadak menjadi Trend dikalangan pengguna FaceBook, satu jejaring sosial yang begitu booming di Negeri ini. Ketenaran nama tersebut kurang lebih menyamai nama seorang FaceBooker (sebutan bagi pengguna FaceBook) yang tempo hari sempat pula mencuat saat perseteruan Cicak vs Buaya, Evan Brimob.

Saya pribadi merasa heran lantaran diundang oleh seorang teman yang juga Rekan Kantor untuk bergabung dalam sebuah group ‘Usir Ibnu Rachal Farhansyah dari Bali’. Siapa pula orang ini ? Baru mulai tersadar setelah mendapatkan sedikit bocoran dari Koran FesBuk, salah satu penyedia berita terkini di jejaring sosial yang sama, bahwa yang bersangkutan, Ibnu Rachal Farhansyah telah menuliskan kata-kata yang kurang etis terkait Hari Raya Nyepi. Kurang menghormati keragaman agama yang ada di tanah air ini.

Sekedar informasi, Ibnu Rachal Farhansyah melakukan update status melalui ponsel (dilihat dari tulisan Mobile Web) pada hari Selasa 16 Maret 2010 “nyepi sepi sehari kaya tai”, yang kemudian ditanggapi secara serius oleh rekan-rekannya.

Tidak menunggu waktu lama, reaksipun ditunjukkan dengan mencuatnya angka 6.000 pengguna FaceBook yang tergabung dalam group diatas. Belum lagi beberapa group lain yang senada. Betapa menakutkannya sebuah kekuatan dunia maya.

Pria yang kini sedang bertunangan dengan seorang gadis bernama Nur’aini Safanti Rani, rupanya kurang menyadari efek jera yang mampu dilakukan oleh kekuatan dunia maya di negeri ini, apalagi ranah hukumnya sudah diperjelas dengan keberadaan UU ITE. Entah karena merasa bersalah ataukah khawatir bahwa kebodohannya akan berbuntut panjang, pria bernama Ibnu Rachal Farhansyah ini kemudian membuat satu group tandingan “maafkan Ibnu Rachal Farhansyah” yang sampe detik yang sama baru mendapatkan kurang lebih 150 anggota.

Sebenarnya untuk mengusut keberadaan seseorang yang bertindak arogan disebuah jejaring sosial FaceBook tidaklah sulit. Apalagi yang bersangkutan ada juga di situs pertemanan lainnya seperti Friendster. Tinggal ‘mendekati’ orang-orang yang berada disekitarnya, saya yakin banyak informasi yang bisa didapat. Tapi biarlah, karena Tuhan tidak pernah tidur.

Nasi sudah menjadi bubur kata orang bijak. Jangan sekali-sekali menghina orang apalagi sampai menghina agama, sangat berbahaya. Kata ‘maaf’ yang belakangan terucap sepertinya bakalan sia-sia lantaran emosi yang diakibatkan jauh lebih besar. Tinggal tunggu waktu saja.

Terlepas dari ‘update status’ yang dipublikasikan oleh saudara Ibnu Rachal Farhansyah, saya pribadi beranggapan bahwa ‘bisa jadi ini hanyalah satu suara yang terungkap dari sekian banyak yang terpendam di negeri ini…

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1932

6

Category : tentang KeseHaRian

Tak terasa setahun sudah terlewati, tahun dimana begitu banyak hal yang terjadi dan ditumpahkan, baik dalam lingkup keluarga besar hingga personal. Demikian pula halnya dengan Umat Hindu. Setahun penuh dilewati dengan berkarya dan ber-yadnya.

Di tahun baru Caka inilah, umat Hindu dimanapun mereka berada dengan gembira menyambutnya dengan kesunyian alam atau dikenal dengan Hari Raya Nyepi. Satu hari dimana umat Hindu menerapkan empat pantangan yang tak boleh dilakukan. Amati Geni (tidak menyalakan api –termasuk cahaya), Amati Karya (tidak melakukan pekerjaan apapun), Amati Lelungan (tidak bepergian kemana-mana) dan Amati Lelanguan. Kembali pada titik Nol, kata orang. Bisa juga diartikan kembali pada pikiran yang kosong setelah selama setahun dipenuhi dengan hal-hal yang bersifat duniawi.

Nyepi merupakan salah satu hari yang disucikan oleh Umat Hindu,  dimana selama proses Hari Raya Nyepi ini biasanya Umat Hindu melaksanakan Tapa Brata atau berpuasa, dari tingkatan paling rendah 12 jam, 24 jam hingga 36 jam. Tidak makan dan minum dan tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Agama. Namun jangan salah sangka, tujuannya bukanlah menghapus dosa, namun menenangkan pikiran dan kembali ketitik Nol tadi. Titik dimana Umat Hindu akan memulai hari dengan aktifitas yang semestinya ia laksanakan.

Sayangnya belakangan sebagian Umat Hindu tak lagi mampu melaksanakan kewajibannya tersebut, dan memanfaatkan proses Hari Raya Nyepi untuk mabuk-mabukan, berjudi (maceki) dan saling mengunjungi antar keluarga. Ada juga yang kebablasan memasak dan menyiapkan makanan secara berlebihan atau memborong isi swalayan seakan-akan kehidupan akan terhenti sejak saat itu. Tentu saja harapan saya jangan sampai sejauh itu.

Nyepi saya rasa sama saja dengan hari yang lain, hari yang sama sekali tak patut kita khawatirkan, lain hal apabila ada kerabat yang meninggal atau malah kelahiran anggota keluarga baru. Hari yang sama, kurang lebih begitu. Hanya saja, khusus satu hari ini, kita sebagai umat Manusia kembali berserah pada alam, pada-Nya, pada yang menciptakan seisi bumi ini. Kita sebagai umat manusia diharapkan dapat sedikit merenung akan apa yang sudah kita lakukan sebelumnya dan berharap esok akan kembali menjadi lebih baik lagi.

Bagi mereka yang mengenal dunia maya, apalagi yang melakukannya hanya sebatas hobby, entah nge-BLoG, tweet atau FaceBook-an, saya rasa bisa saja khusus pada satu hari itu tidak melakukan aktifitasnya, tidak terkoneksi dengan internet, tidak update status atau update tulisan dan lain-lain. Kira-kira bisa gak ya ???

Bagi sebagian lainnya, Nyepi bisa jadi kemudian menjadi inspirasi. Lahirnya ‘World Silent Day’, satu hari dimana dalam selama 4 (empat) jam, kita sebagai umat manusia diharapkan berkenan menghentikan segala aktifitasnya. Untuk memberikan ruang bagi alam dan kesunyiannya. Tidak jauh berbeda bukan ? namun hanya untuk 4 (empat) jam saja.

Selamat Tahun Baru Caka 1932, Selamat merayakan Hari Raya Nyepi bagi seluruh Umat Hindu khususnya dan Umat Manusia umumnya. Semoga ditahun yang akan datang kita sebagai Umat-Nya mampu berbuat jauh lebih baik lagi dari hari ini.

Salam dari PuSat Kota Denpasar, PanDe Baik beserta keluarga.

…dan kamipun terkesima Ogoh-Ogoh se-Kota Denpasar

13

Category : tentang Opini

Terjebak ditengah kemacetan lalu lintas Catur Muka lantaran ingin menyaksikan secara langsung satu persatu Ogoh-Ogoh yang mendapatkan juara per kecamatan sekota Denpasar bersama si kecil MiRah dan ibunya, membuat peluh bercucuran serta tangan mulai pegal menahan kopling dan gas. Keramaian hari ini memang lain dari biasanya.

Puluhan, ratusan bahkan ribuan kamera berusaha mengabadikan satu persatu barisan para raksasa yang terpampang ditepi jalan sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Dari kamera beragam ponsel hingga digital kamera beragam tipe lalu lalang dari satu ogoh-ogoh ke lainnya. Dari yang berjalan kaki, diatas sepeda motor hingga dari dalam mobil, penuh sesak di ruas jalan yang hanya setengahnya saja dapat digunakan.

Barisan Raksasa yang dibuat dalam kurun waktu kurang lebih sebulan sebelumnya tampak gagah dengan warna warni rupa dan keangkerannya, tergambar begitu jelas dari raut muka dan tingkah laku yang ada. Mulai dari kisah pewayangan, Mahabrata dan Ramayana hingga yang menyindir perilaku manusia seperti kegemarannya mengurik togel, dari yang bertemakan sosial dengan suntikan anti rabies hingga penokohan kartun Ipin & Upin berusaha ditampilkan oleh para Arsitek didaerahnya masing-masing.

Keluwesan hasil visual dipadu dengan ide konstruksi yang makin membuat kami terkesima, membuat keyakinan itu tumbuh bahwa benar mereka pantas menyandang gelar juara pada Lomba Ogoh-Ogoh yang diadakan oleh Pemerintah Kota Denpasar  tahun ini. Rata-rata hanya bergantung pada satu konstruksi pokok yang menalangi sekian banyak sosok diatasnya. Ada yang beruba pecut (cemeti), tongkat, tumpuan salah satu kaki, kain hingga wayang, mencerminkan betapa kokohnya pondasi dasar yang digunakan.

Memang harus diakui bahwa wajar ada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil atau nilai penjurian yang telah dilakukan minggu sebelumnya, karena rata-rata ogoh-ogoh yang ada benar-benar mengagumkan, menakjubkan dan membanggakan. Bahwa ternyata Kota Denpasar menyimpan banyak Arsitek mumpuni dibidang seni dan terbukti mampu mewujudkannya dalam satu hasil karya apik, tidak hanya sebatas teori saja.

Menyusuri satu persatu jalanan Kota Denpasar pasca terlepas dari kemacetan yang terjadi, makin membuat kami terkagum-kagum. Entah berapa juta biaya yang telah dihabiskan untuk merancang dan mewujudkan sekian banyak ogoh-ogoh di seantero Kota Denpasar, dari yang sebesar raksasa hingga sekecil mungil buatan anak-anak, dari yang asal jadi hingga yang mencerminkan keakuratan desain dan pemikiran banyak kepala, membuat harapan kami membuncah, semoga saja setelah Lomba ini usai, tidak akan terjadi sesuatu hal yang buruk dan menodai kesucian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1932 esok hari…

Sambil menanti perhelatan Lomba nanti malam, dari Pusat Kota Denpasar, PanDe Baik beserta Keluarga mengucapkan Selamat merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1932…

MoZat re-inkarnasi MoRange V dengan Fitur FaceBook Chat dan Twitter

29

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah cukup lama saya tidak membahas tentang MoRange, sebuah aplikasi ponsel yang multifungsi dan sangat bermanfaat bagi mereka yang menginginkan fitur-fitur terkini. Kalo tidak salah tulisan terakhir yang saya turunkan pada BLoG PanDe Baik adalah terkait rilis baru MoRange V yang memiliki tampilan user interface baru.

Tepatnya Jumat pagi, saya menerima sebuah email pemberitahuan dari MoRange terkait rilis baru aplikasi yang mereka kembangkan dan meminta saya untuk mencobanya. Namun sebelum saya memulainya, ada satu hal yang aneh yang saya baca dari email tersebut. Alamat web site yang dianjurkan bagi pengguna pc adalah menuju www.mozat.com dan bukan www.morange.com seperti yang saya ketahui selama ini.

Aplikasi MoRange yang dikatakan terbaru itu rupanya masih mengadopsi versi V, namun dari penjelasan yang saya baca, ada 2 (dua) fitur baru yang menarik untuk dicoba yaitu FaceBook Chat dan Twitter Tweets. Selama ini untuk FaceBook Chat saya menggunakan aplikasi eBuddy yang mampu menampung beberapa akun Messenger termasuk Yahoo Messenger yang saya miliki. Sedangkan untuk Twitter Tweets saya menggunakan bantuan aplikasi Opera Mini. Sayangnya lantaran ponsel yang saya gunakan merupakan tipe ponsel Java S40 dari Nokia yang artinya belum mendukung Multitasking, ketiga aplikasi tersebut (termasuk MoRange) tidak dapat saya gunakan secara bersamaan. Tidak demikian halnya ketika saya menggunakan ponsel N73.

Berhubung MoRange yang terbaru ini masih mengadopsi versi V, tidak banyak perubahan yang saya dapatkan ketika layar ponsel menampilkan halaman aktif atau disebut juga dengan istilah HomeScreen. Namun aplikasi yang rupanya telah mengubah namanya menjadi MoZat ini terasa jauh lebih gegas ketimbang MoRange versi V awal kemarin. Demikian pula dengan fitur Push Email yang masih kerap saya gunakan hingga kini.

Memasuki opsi App Centre, pengguna MoZat (nama lain MoRange V) dapat memilih beberapa fitur tambahan yang nantinya akan ditampilkan pada Application List atau Dock halaman aktif (HomeScreen). Saya pun mengambil kedua fitur baru diatas, FaceBook Chat dan Twitter Tweets, untuk langsung dicoba kemampuannya.

Fitur FaceBook Chat hanya memerlukan username/email beserta password yang digunakan pada akun FaceBook untuk masuk ke tampilan berikutnya yang berisikan nama Rekan-rekan yang terlihat online pada waktu yang sama. Untuk melakukan Chat, pengguna MoZat tinggal memilih nama Rekan yang diinginkan dan mengetikkan apa yang ada didalam pikiran. Balasan Chat dari Rekan akan diberitahukan dengan suara dan strip keterangan di bagian atas layar ponsel. Mengasyikkan tentu saja.

Fitur Twitter Tweets sebenarnya tidak jauh berbeda dengan shortcut alamat Twitter yang saya jadikan BookMark pada aplikasi Opera Mini. Hanya saja pada saat tombol pilihan ditekan, ada beberapa pilihan Menu khas Twitter yang dapat diakses, seperti Following dan Followers.

Dibandingkan dengan aktifitas saya sebelumnya sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja dengan MoZat (nama lain MoRange V) saya tidak lagi memerlukan aplikasi eBuddy yang sedianya tidak dapat diaktifkan dalam waktu bersamaan pada ponsel Nokia CDMA ini. Cukup dengan mengeksekusi satu aplikasi MoZat, saya sudah mendapatkan berbagai aktifitas yang saya inginkan, seperti Push Email, Web Browser untuk mengakses BLoG dan FaceBook, Internet Messenger meliputi FaceBook Chat, Yahoo Messenger serta Twitter.

Ah, rupanya pengembang aplikasi MoRange mendengar juga apa yang diharapkan oleh pemilik BLoG ini. Hehehe…

e-Procurement Inovasi Pelayanan Publik Sektor Pengadaan berbasis Teknologi Informasi

20

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang InSPiRasi

Pemanfaatan Teknologi Informasi sebenarnya bukan hal baru lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Banyak perubahan yang terjadi, rata-rata bahkan mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru yang berpeluang besar dan berpengaruh diberbagai sektor kehidupan manusia.

Katakanlah pada sektor Telekomunikasi, dimana kini orang tak lagi diharuskan berhadapan atau bahkan membutuhkan sebuah perangkat pc hanya untuk mengakses dunia maya. Demikian pula pada sektor Perbankan, orang tak mesti datang dan antre didepan kasir hanya untuk menarik atau mentransfer sejumlah uang. Tujuannya hanya satu, untuk kemudahan yang dapat dirasakan oleh sebagian besar manusia dalam beraktifitas.

Maka tak heran apabila pemanfaatan Teknologi Informasi ini diharapkan pula mampu menghadirkan inovasi baru di sektor Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah terkait dengan buruknya kualitas pelayanan publik. Bahkan belakangan masyarakat memberikan kritikan pedas dan menciptakan sebuah jargon “kalau bisa dibuat susah mengapa musti dibuat mudah”. Diharapkan inovasi itu nanti dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

e-Procurement menurut Wikipedia adalah sebuah model aplikasi elektronik yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yang berusaha mengatur transaksi bisnis melalui teknologi komputer, di mana proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara online.

Ide untuk menerapkan e-Procurement di Indonesia sebenarnya sudah dimulai saat dikeluarkannya Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government dimana dalam Lampiran I disebutkan bahwa e-Procurement dapat dimanfaatkan oleh setiap situs pemerintah. Terkait Pelaksanaan e-Procurement ini disebutkan pula dalam Keppres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah tepatnya pada Lampiran I Bab IV Huruf D. Dalam perkembangannya sebagai penanggung jawab diberikan kepada Kementrian PPN/Bappenas.

LKPP atau Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada akhirnya dibentuk setelah Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Perpres No. 106 Tahun 2007 yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyusun dan merumuskan strategi serta penentuan kebijakan dan standar prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah termasuk pembinaan sumber daya manusia. LKPP juga diberi tugas untuk mengembangkan sistem informasi serta melakukan pengawasan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

Menindaklanjuti tugas tersebut LKPP kemudian membentuk LPSE atau Lembaga Pengadaan Secara Elektronik, sebuah unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah  yang dilaksanakan secara elektronik. LPSE ini sedianya akan menggunakan sistem aplikasi e-Procurement, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis dalam mengoperasikan sistem e-Procurement kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Panitia serta penyedia barang/jasa, serta melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap penyedia barang/jasa.

Hingga bulan Desember 2009 tercatat sebanyak 34 LPSE yang tersebar di 19 provinsi dan melayani 47 instansi di Indonesia. Termasuk diantaranya LPSE Provinsi Bali dan LPSE Kota Denpasar. Terkait Pendidikan yang dilakukan beberapa waktu lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung mengirimkan 10 orang tenaga yang dianggap mampu menguasai bidang pengadaan barang/jasa pemerintah serta Teknologi Informasi. Salah satu tenaga tersebut adalah pemilik BLoG ini, PanDe Baik.

Sistem aplikasi e-Procurement yang dimaksud dapat diakses melalui alamat resmi milik LPSE yang dalam perkembangannya menggandeng Lembaga Sandi Negara atau Lemsaneg untuk menangani masalah Keamanan Data yang ada didalamnya. Lemsaneg ini menciptakan sebuah aplikasi bernama Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) yang terintegrasi dengan server di setiap LPSE.

Berbicara sistem aplikasi saat ini tentunya dalam implementasinya nanti masih banyak kekurangan yang akan ditemukan seperti halnya sistem aplikasi lainnya. Bahkan perusahaan raksasa sekelas Microsoft pun masih banyak menyisakan celah keamanan pada sistem operasi Windows yang mereka ciptakan. Untuk itu merupakan tugas kita bersama untuk menyempurnakannya demi sebuah tujuan mulia.

Dukungan antar komunitas keahlian tertentu diluar lembaga Pemerintah adalah hal yang barangkali memang ditunggu-tunggu. Tidak ada salahnya bukan, apabila kita ingin mengubah jargon yang tercipta dibenak masyarakat saat ini menjadi “kalau bisa dibuat mudah mengapa musti dibuat susah”.

Semoga saja.

* sebagian besar isi tulisan diatas dikutip dari buku Implementasi e-Procurement sebagai Inovasi Pelayanan Publik, LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

PanDe Baik : bersyukur pada saat Thesis tahun kmaren, sempat pula melahirkan www.binamargabadung.com yang merupakan satu usaha untuk mempublikasikan data jalan raya milik Pemerintah Daerah Kabupaten Badung yang secara kebetulan memiliki nafas yang sama dengan sistem aplikasi e-Procurement diatas.

Laporan Rapat KeTiga Panitia Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992

6

Category : tentang KuLiah

Dear Kawan”, berikut Notulen Rapat KeTiga Panitia Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992 yang dilakukan pada tanggal 6 Maret 2010 masih ditempat yang sama yaitu rumah Rekan kita FiFFy. Sebelum dilanjutkan, sekedar Informasi saja bahwa Laporan berikut dibuat oleh orang yang sama sekali berbeda dengan Pemilik BLoG PanDe Baik.

Saya perkenalkan Ibu Sari Herawati. Seorang Wanita Masa Kini yang memilih ikut eksis di jalur Teknologi Informasi. Beliau ini, teman satu sekolah di SMAN 6 yang merupakan salah satu kembang yang diperebutkan oleh para kambing eh sori… para kumbang maksudnya. Kendati dulu itu Beliau tidak pernah bertukar pikiran (lantaran saya terlalu Kuper dan nDeso) tapi di era Jejaring Sosial FaceBook makin meng-Indonesia, bersyukur BeLiau nampaknya masih bersedia menjadikan saya sebagai salah satu Temannya. Hehehe… dan sebelum saya mengambil alih topik Laporan Rapat keTiga ini, mbok ya dilanjutkan dulu Guys…

By : Sari Herawati

Pertama, untuk penjualan kupon (tiket masuk) sementara posisi ‘best seller’ ditempati oleh Tim Bio1 sebanyak 25 tiket. Posisi Kedua ditempati oleh Tim Fisika sebanyak 23 tiket. Posisi ketiga oleh Tim Sos1 sebanyak 20 tiket dan Posisi Keempat oleh Tim Sos2 sebanyak 17 tiket. Sedangkan Tim Bio2 dengan kepemimpinan Bapak Rai Poyok masih berstatus ‘blur’ bahkan Beliau sendiri tidak hadir dalam rapat. Sayangnya Anie Adnyani yang juga berasal dari tim yang sama tidak dapat memberikan laporan yang diharapkan. Total uang yang terkumpul sejauh ini adalah Rp.9.600.000,00 termasuk sumbangan tambahan (terkait nama Rekan yang menyumbang akan kami umumkan di event nanti).

Perihal lokasi kegiatan yaitu Restaurant Canang Sari, Alit Wisnawa selaku Ketua Panitia mendapatkan penawaran baru terkait Menu makan malam yaitu jenis makanan Barbeque dengan harga Rp.40.000/org, dimana harga tersebut meliputi : sup kepiting jagung, salad, ayam goreng bumbu merah, ikan panggang (BBQ), buah, nasi putih, welcome drink -soft drink (per person) dan free flow mineral water (alias boleh nambah ampe kembung). Pilihan Menu ini akhirnya disetujui oleh semua peserta rapat.

Mengenai usulan tentang sumbangan kepada Rekan yang sakit, Komang ‘Lengkong’ Yudiadi memberikan pandangan untuk membuka acara sumbangan spontanitas dari partisipan reuni pada saat acara. Hasil yang diperoleh pada saat acara akan dibelikan sarana untuk si sakit, misalkan saja bagi Rekan yang  lumpuh dibelikan kursi roda, untuk menghindari ketersinggungan pihak keluarga si sakit jika sumbangan diberikan dalam bentuk uang. Untuk itu data si sakit sebelum acara harus sudah didapat, seperti nama, alamat, sakit atau keluhannya apa dan sudah berapa lama diderita. Diharapkan minimal untuk teman sekelasnya dapat memberikan info selengkapnya. Ide ini telah disetujui pula oleh seluruh anggota rapat.

Usulan saudari Nana Gautama untuk menampilkan foto Rekan kita yang telah berstatus almarhum dalam bentuk running text ‘in memoriam’ juga disetujui seluruh peserta rapat. Terkait hal ini bagi Rekan” yang tidak memiliki foto mereka, sementara akan diambil dari Buku Kuning (Data Siswa).

Untuk Banner yang akan digunakan di panggung adalah bahan vinyl ukuran 6×2 m dengan tulisan “Reuni IAangkatan 1992 SMAN 6 Denpasar”. Info sementara banner ini sedang diurus oleh Pak Ketua Panitia berkoordinasi dengan Egga Sanjaya.

Dokumentasi selama berlangsungnya acara berdasarkan informasi akan menggunakan jasa photographer freelance yang mengambil gambar kemudian menggelar foto” tersebut sebelum akhir acara dan menjualnya dengan harga Rp.10.000/lembar. Sebagai tambahan terdapat paket ‘pesanan khusus’ dimana Panitia akan menyediakan copy file dari hasil foto” tersebut ditambah kumpulan foto jadul masa SMA dahulu dalam bentuk CD, sedianya akan dijual seharga Rp.15.000 s.d 20.000 termasuk ongkos kirim (kisaran harga tersebut kemungkinan besar akan disesuaikan kembali dan dibicarakan pada pertemuan selanjutnya). Bagi Rekan” yang ingin mendapatkannya agar mendaftar dan membayar pada saat acara.

Sejauh ini terkait Biaya yang dikeluarkan, untuk tempat atau lokasi kegiatan dipesan dengan kapasitas 150 orang dan memerlukan dana sebesar Rp. 6.750.000 ditambah elektone (sound) sebesar Rp. 750.000. Budget sumbangan untuk sementara adalah sebesar Rp. 3.000.000 (nantinya akan diwujudkan dalam bentuk peralatan olah raga) dan akan diserahkan kepada pihak sekolah pada tanggal 20 Maret 2010 pukul 9 pagi di SMAN 6 Denpasar.

Menurut Alit Wisnawa Ketua Panitia Reuni, posisi keuangan yang dikumpulkan sampai saat ini sudah dalam posisi ‘aman’ artinya memenuhi target minimal. Namun pihak panitia masih memberikan peluang bagi Rekan” yang ingin menyisihkan sedikit rejekinya untuk Almamater hingga tanggal 20 Maret nanti.

Terkait MC atau pembawa acara, rencananya diserahkan kepada orang luar. Dari sedikit informasi yang didapat oleh saudari Sari dan Fiffy, bahwa ada Rekan mereka yang bekerja di Hard Rock Radio nyambi ngambil side job ngemsi. Terkait tarif dimulai dari Rp. 500.000 (negotiable) yang artinya bisa lebih murah lagi. Soal ‘ramenya’ type MC yang diinginkan dalam acara ini, pokoke sebagai ‘hardrockers’ dijamin deh.

Bagi Rekan” yang mengajak ‘spouse’ alias pasangan untuk diketahui lebih awal, panitia akan mengenakan charge tambahan pada saat kegiatan berlangsung sebesar 50% dari harga tiket yaitu Rp. 50.000 lantaran tidak dikenai sumbangan kepada Almamater. Bagi yang membawa anak” akan di charge sebesar 25% dari harga tiket (ide ini masih sebatas wacana, jadi masih perlu pertimbangan dari Rekan”).

Untuk ‘sekapur sirih’ dari perwakilan kelas pada saat acara,  sementara disetujui dari kelas Fisika : PanDe Baik (semoga bisa hadir), Bio1 : Molen, Bio2 : belum diketahui, Sos1 : Lengkong  dan Sos2 : Motul.

Menjelang akhir pertemuan, Alit Wisnawa mengusulkan untuk memberikan kenang”an kepada 10 (sepuluh) guru yang nantinya bakalan diundang plus pihak sekolah juga. Wujudnya bisa berupa piring keramik yang bisa dipajang dengan bantuan ‘kaki tiga kayu’ yang bertuliskan ‘Reuni I Angkatan 1992 SMAN 6 Denpasar‘. Tak ketinggalan Madam cantik Fulvia mengusulkan pula untuk memberikan hadiah door prize bagi Rekan” yang nantinya bakalan ‘dipaksa’ mengikuti permainan dalam acara tersebut, konsepnya bakalan dogodok oleh Tim Kreatif (hihihi…). -Sekedar bocoran bisa dengan menebak nama teman” SMA atau nama guru” pengajar… jadi hafalkan dari sekarang ya…- Hadiahnya diusulkan berupa mug keramik dengan tulisan sama dengan yang di piring. Ide untuk provide mug dan piring keramik ini kemudian disetujui oleh peserta Rapat.

Kebetulan mister KoJack seorang adik kelas yang tergolong sukses dengan usahanya ini dapat diharapkan bantuannya untuk memberikan harga yang lebih murah syukur2  langsung nyumbang. -www.ngarep.com- Terkait hal ini akan ditindaklanjuti sambil jalan dan hasilnya dapat segera dikonfirmasi melalui FaceBook.

Kayaknya sekian aja ya….

How to UpgraDe OS BLackBerry

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Apabila sebelumnya BLoG ini pernah mencoba memaparkan langkah dan cara bagaimana melakukan UpgraDe OS WinDows MobiLe Pocket PC, WinDows MobiLe SmartPhone, Symbian 60 dan Symbian UIQ, kini giliran OS BLackBerry sebagai target operasi berikutnya.

Seperti OS lainnya, tindakan upgrade tidak bisa dilakukan secara sembarang. Katakan saja sebuah handset BLackBerry lawas macam Pearl tidak dapat disuntikkan OS BLackBerry terkini seperti BoLD misalnya. Lantaran pihak RIM selaku pengembang OS BLackBerry telah menyediakan rilis terbaru dari masing-masing handset yang pernah mereka keluarkan. Yang perlu dicermati selain penentuan seri handset sebelum melakukan pengunduhan OS versi UpgraDe adalah jenis Operator yang digunakan.

Adapun OS UpgraDe ini dapat diunduh dari situs resmi BLackBerry dengan memilih seri handset BLackBerry yang diinginkan. Sebelum proses pengunduhan dapat dilakukan, setiap user diwajibkan mengisi terlebih dahulu  form data yang telah disediakan. Untuk membantu jalannya proses UpgraDe, diperlukan aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager yang biasanya terdapat dalam cd pada paket penjualan. Apabila tidak memilikinya, aplikasi ini dapat pula diunduh dari situs yang sama. Ditambah dengan kabel data ataupun docking yang terhubung dengan perangkat pc atau laptop.

Langkah pertama adalah mematikan atau me-nonaktifkan aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager, lalu eksekusi file installer OS versi UpgraDe hasil pengunduhan sebelumnya. Proses extracting akan berjalan hingga membuka aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager dengan sendirinya. Sambungkan handset dengan perangkat pc ataupun laptop, dengan menggunakan bantuan kabel data atau docking.

Pilih Application Loader yang terdapat pada menu aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager, lantas pilih Update Software dan klik tombol Start. Langkah selanjutnya adalah menunggu proses pencarian software UpgraDe OS yang tersedia, hingga menu aplikasi menampilkan Update Summary atau hasil pencarian terhadap UpgraDe OS yang tersedia. Lanjutkan dengan menekan tombol Next, lalu tunggu hingga selesai.

Tiga hal yang saya jadikan nilai positif dari proses UpgraDe OS BLackBerry ini adalah, Pertama, ketika proses berlangsung tidak lagi memerlukan koneksi internet seperti halnya OS Symbian baik S60 maupun UIQ sehingga waktu yang dihabiskan rata-rata kisaran 30 menit, tidak lagi bergantung pada kecepatan koneksi internet yang digunakan. Proses ini tidak jauh berbeda dengan proses UpgraDe OS WinDows MobiLe yang juga tidak memakan waktu lama.

Nilai positif kedua adalah pengguna atau user dalam melakukan proses UpgraDe OS tidak lagi direpotkan oleh urusan Backup Data lantaran sudah menjadi salah satu opsi yang tersedia pada proses UpgraDe secara default. Tindakan ini dirasakan sangat bermanfaat terutama ketika handset memiliki akun email lebih dari satu dan juga data email yang belum sempat dipilah satu persatu.

Nilai positif yang ketiga atau terakhir adalah adanya pilihan untuk melakukan DowngraDe atau pengembalian OS BLackBerry ke versi yang sebelumnya digunakan, tanpa memerlukan tambahan aplikasi seperti halnya OS WinDows MobiLe. Proses ini dapat dilakukan apabila hasil UpgraDe OS yang dilakukan ternyata tidak dapat memuaskan pengguna atau malah menghasilkan masalah baru.

Sebagai studi kasus, saya mencoba melakukan UpgraDe OS pada BLackBerry versi jadul 8700 yang ternyata masih mengadopsi sistem navigasi jog dial seperti halnya ponsel smartphone milik Sony Ericsson atau dalam dunia BLackBerry dikenal dengan istilah TrackWheel. Proses berjalan lancar dan sukses. Sekedar informasi, permasalahan yang saya dapatkan sebelumnya adalah setiap kali batere dibuka (dalam proses penggantian kartu sim card), icon menu secara otomatis menghilang dari tampilan layar. Walaupun sebelumnya proses format (Hard Reset) pada handset telah berhasil dilakukan.

Hari Terakhir Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

12

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PLeSiran

Ada cerita unik disela proses penyampaian pembelajaran berlangsung tadi siang. Seorang Rekan dari Ende, Pak Ebby, yang secara kebetulan berada disebelah saya meminta agar saya berkenan memberikannya kontak dan dituliskan di buku Notes pemberian LKPP-LPSE. Secara iseng, saya menuliskan pula informasi tambahan selain nomor ponsel yaitu email, alamat BLoG dan akun profile FaceBook.

Pada saat Pak Ebby membaca alamat BLoG yang saya cantumkan, pelan Beliau mengatakan bahwa ‘rasanya pernah mengakses alamat ini hari kemarin. Kalo gak salah yang tulisannya tentang Hari Pertama Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE yang ada kata-kata ‘meninggalkan istri dan anak’ itu…

Sayapun tertawa ‘wah si Bapak sudah sempat mengakses toh ?’ rupanya oleh mesin pencari alamat di dunia maya memberikan hasil pencarian terkait pengalaman LPSE yang salah satunya ya tulisan saya itu. Beliau makin heran ketika membaca detail tulisan, ada menyebutkan salah satu daerah asal Peserta Pendidikan yaitu dari Ende. ‘wah, jangan-jangan si pemilik BLoG ini masih Peserta juga’ bathinnya. Hehehe…

Setelah letih seharian berhadapan dengan bahasa gaib (meminjam istilah seorang Rekan kerja yang dijejalkan langkah instalasi Linux Debian) yang merupakan materi terakhir dari proses Pendidikan e-Procurement oleh LKPP-LPSE, kami masih dipaksa untuk menunggu kedatangan satu dari dua mobil jemputan hingga waktu menunjukkan pukul 7 malam waktu setempat. Jengkel lantaran itu, kami akhirnya memutuskan untuk meluncur mencari lokasi makan malam.

Rekan kami, Pak Gung Suryanegara yang masa mudanya sempat malang melintang di Kota Jakarta menyarankan menu SeaFood di emperan seputaran Pasar Benhill yang terkenal murah namun memiliki ‘taste’ yang mewah. Maka jadilah kendaraan yang penumpangnya berhimpitan sesak satu sama lain diharuskan berpasrah diri kembali merayap dikemacetan jalan Kota Jakarta. Bersyukur dua senior kami, Pak Made Sudarsana dan juga Pak Gung ‘Bobby’ Rahmadi mampu mencairkan situasi dengan cerita mereka yang sangat menggelikan.

Setelah menanti kurang lebih 15 (lima belas) menit di Santiago SeaFood yang telah dipenuhi banyak orang dan tentu saja lengkap dengan pelayannya, kami disuguhkan menu 4 (empat) paket besar yang sebenarnya diperuntukkan bagi 12 (dua belas) orang untuk disantap dan dihabiskan tentu saja. Lantaran pak sopir tidak mau bergabung makan malam bersama kami, jadilah hamparan makanan yang dihidangkan dirasakan sangat berlebih. Bayangkan saja (perlu fotonya Kawan ? Hehehe… ), terdapat sekurangnya dua piring kerang bakar, empat porsi kepiting besar, udang, ikan laut, cumi tepung, otak-otak dan plecing ditambah 10 (sepuluh) air kobokan. Makan malam yang huebat, bathin saya.

Usai Pembantaian hewan air tersebut, sebenarnya masih ada keinginan untuk ikut bergabung dengan 3 (tiga) Rekan kami yang memutuskan untuk menghabiskan malam terakhir di Kota Jakarta ini, namun lantaran kondisi sudah mulai terasa menurun ditambah nyeri kepala, saya dan rekan lainnya memutuskan untuk tetap tinggal di hotel dan beristirahat.

…aaaahhh… lega rasanya… Selamat Tidur, Kawan…

Jakarta oh Jakarta

12

Category : tentang PLeSiran

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan satu tembang yang dapat menggambarkan perasaanku ketika menyusuri Kota Jakarta. Kota yang hampir ditiap titik ruas jalan terjadi kemacetan luar biasa, jauh lebih krodit ketimbang lalu lintas Kota Denpasar. Kota yang dipenuhi rompok rumah kumuh disana sini seakan yang namanya Rencana Tata Ruang Kota tak mampu mengungkung mereka satu persatu, tumbuh bagai rumput liar yang siap merambah setiap jengkal tanahnya. Begitu juga dengan pedagang emper kaki lima seakan tumpah ruah berusaha menjejalkan diri ditengah hiruk pikuknya keramaian Kota.

Iwan Fals, beberapa kali mengungkapkannya lewat lagu yang kurang lebih sudah mampu mewakili hati kecilku. Sambil bersenandung kunikmati pemandangan yang membuatku merasa sangat miris dengan keadaan mereka. Keadaan yang membuat perut lebih digunakan untuk berbicara ketimbang hati.

Angkutan umum berlomba dengan puluhan taksi menaikturunkan penumpang seenaknya, pejalan kaki yang berlarian dikejar waktu atau pedagang liar yang berusaha menghabiskan isi dagangannya, campur aduk dengan bunyi klakson dimana-mana serta hentakan atau hardikan beberapa preman berbaju kaos oblong hitam. Mendadak aku rindu dengan tanah kelahiranku.

Terhenyak menyaksikan seorang anak kecil yang dipukul ibunya lantaran berjoget kegirangan hanya agar anaknya duduk manis dan tidak merepotkannya meminta-minta,  atau malah tersenyum ketika melihat seorang pedagang (mungkin masih lajang) begitu antusias berbicara dengan lawan jenisnya yang juga pedagang di persimpangan dekat jalan tanjakan, membuatku merasa ingin segera pulang dan hadir ditengah gelak tawa putri kecilku serta hangatnya pelukan istri.

Jakarta rusuh ungkap sms seorang teman… kendati tidak mewakili image Kota Jakarta secara keseluruhan seperti halnya tahun 1998 silam, kabarnya para demonstran sampai disemprot water cannon oleh aparat atau riuhnya “anak-anak TK” di gedung perwakilan rakyat tak pelak makin membuatku begitu antipati berada disini.

Aku rindu tanah kelahiranku… rindu akan hangatnya lingkungan yang kendati berada dalam garis hidup yang pas-pasan, namun keramahan itu tetap ada.

Hari Ketiga Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Bisa jadi lantaran istirahat malam tadi sudah mulai terasa lebih dari cukup, sayapun terbangun di pagi hari dengan perasaan segar kendati tengkuk kiri sedikit nyeri, yah… satu hal yang biasa.

Tidak demikian dengan perubahan rencana diskusi yang sedianya dilakukan malam tadi, di sela sarapan pagi atasan kami mulai membagi tugas dan bertukar pikiran terkait pendidikan yang telah dilakukan selama 2 (dua) hari kemarin. Saya sendiri akhirnya ditunjuk sebagai Administrator (dalam sistem e-Procurement disebut Admin Agency) bersama seorang senior dari Dinas Perhubungan yang hingga kini masih secara rutin meng-update berita di portal resmi milik Pemda Badung.

Berkaitan dengan penugasan ini, maka untuk hari ketiga Pendidikan e-Procurement yang bekerja sama dengan LKPP – LPSE Pusat, salah satu dari kami didaulat untuk ikut serta menengok keberadaan LPSE Daerah yang direkomendasikan oleh Pusat, yaitu Jawa Barat, sedangkan satunya lagi tetap mengikuti Pendidikan seperti biasa.

LPSE Jawa Barat ini kami capai kurang lebih sekitar 2 (dua) jam perjalanan . Berlokasi disebuah kawasan perumahan yang bagi kami cukup asri mirip-mirip kawasan Taman Wisata Bedugul, lengkap dengan sejuknya suasana khas Kota Bandung. Kalo gak salah di kawasan Resort Dago Pakar.

Setelah berdiskusi sedikit terkait dengan pembentukan LPSE di daerah  sebagai bahan penjajagan kelak, kami diajak berkeliling gedung untuk melihat Ruang Server yang nantinya bakalan digunakan sebagai tempat penyimpanan sistem dan data lengkap dengan kriteria khusus berdasarkan pengalaman yang didapat, demikian pula Ruang Bidding, Help Desk dan Training bagi Penyedia Barang dan Jasa.

Dari pemaparan yang kami dapatkan, rupanya masih ada beberapa hal yang masih perlu untuk diketahui terkait dasar hukum yang akan digunakan untuk membentuk LPSE di daerah kami. Untuk itu pihak LPSE Jawa Barat memberikan bimbingan untuk menghubungi pihak yang lebih berkompeten dalam menjawab dan menguasai hal tersebut. Maka meluncurlah kami ke Gedung Sate di Pusat Kota Bandung, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Jakarta.

Secara pribadi saya kagum pada beberapa atasan yang ikut serta menjajagi keberadaan LPSE Jawa Barat ini. Banyak hal yang dapat dipelajari dari mereka, dari pandangan, tukar pendapat hingga diskusi dalam kendaraan pun dilakukan sepanjang perjalanan. Walopun terkait dengan proses Pendidikan ini saya harus melewatkan salah satu materi yang tak kalah penting, namun sepertinya masih dapat saya pelajari lewat Buku Panduan (Manual) Sistem saat kembali ke daerah nanti.

Seperti halnya kemarin malam, kami akhirnya sampai di Hotel sekitar pukul 9 waktu setempat, tentu saja dengan kondisi yang sudah mulai kendor, lantaran perjalanan panjang dan melelahkan sepanjang Tol, namun tetap harapan saya secara pribadi, esok harus lebih baik lagi. Jadi tentu saja saya harus ber-Terima Kasih kepada Tuhan untuk hari ketiga ini…

Hari Kedua Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Ada satu hal yang selalu memenuhi kepala selama proses Pendidikan e-Procurement ini berlangsung, apakah ketika kami kembali ke daerah usai pendidikan akan mampu menerapkannya sesuai harapan ataukah hanya menjadi sesuatu hal yang mubazir seperti pendidikan atau pelatihan yang dilakukan sebelumnya ?

Memahami satu persatu makna yang terkandung dalam setiap sesi pendidikan semakin menguatkan keyakinan kami bahwa sebuah proses Pengadaan Barang dan Jasa akan mampu menekan atau meminimalkan segala tekanan atau kompromi yang selama ini selalu menghias dalam setiap langkah yang dilakukan oleh Panitia Pengadaan. Membuka peluang bagi banyak Penyedia Jasa dalam hal ini Rekanan Konsultan atau Kontraktor yang ingin bersaing atau berkompetisi secara sehat.

Memang harus diakui jika sistem ini masih tergolong baru dan belum sempurna untuk dilepas sedemikian rupa menggantikan Proses Pengadaan Barang dan Jasa sepenuhnya yang selama ini dipenuhi oleh intrik politik atau jalan tikus -meminjam istilah seorang Rekan- namun ada rasa optimisme dari sebagian besar Peserta untuk mengedepankan Transparansi Proses dan Efisiensi Biaya serta Waktu.

Selama seharian tadi cukup banyak masukan yang dapat kami kemukakan dalam rangka membantu pengembangan aplikasi nantinya, dengan memadukan pengalaman juga permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi secara nyata maupun teknis proses operasional dari sistem aplikasi ini. Sehingga ruang kelas Pendidikan tak ubahnya suasana Gedung DPR atau Perwakilan Rakyat yang dihujani Interupsi, namun bersyukur tingkat toleransi kami masih jauh lebih baik. Hehehe…

Secara proses Pendidikan saya bersyukur bisa dipandu oleh rekan-rekan Pengajar dari LPSE-LKPP yang dengan sabar melayani banyak pertanyaan kami dan penuh konsentrasi mampu menyelesaikan satu persatu persoalan yang kami kemukakan. Sungguh, memasuki Hari Kedua dari proses  Pendidikan e-Procurement ini sama sekali tidak membuat mata mengantuk sedikitpun.

Kendati begitu, saya pribadi bersyukur juga dengan adanya koneksi Wireless yang disediakan dan dapat digunakan secara free, hingga disela penjelasan ataupun rehat, kami tetap bisa terhubung dengan dunia luar melalui beberapa portal berita ternama, terutama terkait pandangan terakhir Pansus Century hingga bentrok demonstrasi yang terjadi di dekat lokasi Pendidikan kami.

Jelang akhir proses Pendidikan hari kedua ini saya cukup dikejutkan oleh tugas yang barangkali nantinya mau tidak mau harus saya emban sepulangnya kami dari sini. Apa itu ? nanti saya ceritakan deh…