Main Contents

Mengusik Nyepi cara Ibnu Rachal Farhansyah

March 16, 2010

Nama Ibnu Rachal Farhansyah mendadak menjadi Trend dikalangan pengguna FaceBook, satu jejaring sosial yang begitu booming di Negeri ini. Ketenaran nama tersebut kurang lebih menyamai nama seorang FaceBooker (sebutan bagi pengguna FaceBook) yang tempo hari sempat pula mencuat saat perseteruan Cicak vs Buaya, Evan Brimob.

Saya pribadi merasa heran lantaran diundang oleh seorang teman yang juga Rekan Kantor untuk bergabung dalam sebuah group ‘Usir Ibnu Rachal Farhansyah dari Bali’. Siapa pula orang ini ? Baru mulai tersadar setelah mendapatkan sedikit bocoran dari Koran FesBuk, salah satu penyedia berita terkini di jejaring sosial yang sama, bahwa yang bersangkutan, Ibnu Rachal Farhansyah telah menuliskan kata-kata yang kurang etis terkait Hari Raya Nyepi. Kurang menghormati keragaman agama yang ada di tanah air ini.

Sekedar informasi, Ibnu Rachal Farhansyah melakukan update status melalui ponsel (dilihat dari tulisan Mobile Web) pada hari Selasa 16 Maret 2010 “nyepi sepi sehari kaya tai”, yang kemudian ditanggapi secara serius oleh rekan-rekannya.

Tidak menunggu waktu lama, reaksipun ditunjukkan dengan mencuatnya angka 6.000 pengguna FaceBook yang tergabung dalam group diatas. Belum lagi beberapa group lain yang senada. Betapa menakutkannya sebuah kekuatan dunia maya.

Pria yang kini sedang bertunangan dengan seorang gadis bernama Nur’aini Safanti Rani, rupanya kurang menyadari efek jera yang mampu dilakukan oleh kekuatan dunia maya di negeri ini, apalagi ranah hukumnya sudah diperjelas dengan keberadaan UU ITE. Entah karena merasa bersalah ataukah khawatir bahwa kebodohannya akan berbuntut panjang, pria bernama Ibnu Rachal Farhansyah ini kemudian membuat satu group tandingan “maafkan Ibnu Rachal Farhansyah” yang sampe detik yang sama baru mendapatkan kurang lebih 150 anggota.

Sebenarnya untuk mengusut keberadaan seseorang yang bertindak arogan disebuah jejaring sosial FaceBook tidaklah sulit. Apalagi yang bersangkutan ada juga di situs pertemanan lainnya seperti Friendster. Tinggal ‘mendekati’ orang-orang yang berada disekitarnya, saya yakin banyak informasi yang bisa didapat. Tapi biarlah, karena Tuhan tidak pernah tidur.

Nasi sudah menjadi bubur kata orang bijak. Jangan sekali-sekali menghina orang apalagi sampai menghina agama, sangat berbahaya. Kata ‘maaf’ yang belakangan terucap sepertinya bakalan sia-sia lantaran emosi yang diakibatkan jauh lebih besar. Tinggal tunggu waktu saja.

Terlepas dari ‘update status’ yang dipublikasikan oleh saudara Ibnu Rachal Farhansyah, saya pribadi beranggapan bahwa ‘bisa jadi ini hanyalah satu suara yang terungkap dari sekian banyak yang terpendam di negeri ini…

Popularity: 28% [?]

the Post ReLated

Filed under: tentang KeseHaRian | 4,647 pembaca | Comments (84)

84 Comments

  1. Winarto March 16, 2010 @ 1:18 pm

    Pertamaaxxx, selamat hari Nyepi

    [Reply]

    pande Reply:

    Wah… mulai lagi rutinitasnya Winarto nih.

    [Reply]

  2. Winarto March 16, 2010 @ 1:18 pm

    keduaxxxx, selamat hari Nyepi

    [Reply]

    pande Reply:

    Sama” Win…

    [Reply]

  3. Winarto March 16, 2010 @ 1:19 pm

    Ketigaxxxx, selamat hari Nyepi
    .-= Winarto´s last blog ..Ogoh-Ogoh Dan Sandal Joger =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Terima Kasih…

    [Reply]

  4. Winarto March 16, 2010 @ 1:19 pm

    keempat, selamat hari Nyepi
    .-= Winarto´s last blog ..Ogoh-Ogoh Dan Sandal Joger =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Belum puas juga nih ???

    [Reply]

  5. Winarto March 16, 2010 @ 1:19 pm

    kelimaxxx, selamat hari Nyepi
    .-= Winarto´s last blog ..Ogoh-Ogoh Dan Sandal Joger =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    …akhirnya…

    [Reply]

  6. sugeng March 16, 2010 @ 1:25 pm

    bli pande, mungkin benar begitu tapi bagi saya yang non hindu dan sudah betah tinggal di Bali melihat cara2 orang mencari sensasi seperti itu jadi panas juga. aku juga gak tahu latar belakngnya sampai dia update status seperti itu. namun yang jelas sat aku membaca statusnya sempat berpikir, mungkin ini orang sering berkata kasar dan terbiasa mengumpat. jadinya apa yang terpikir di otak langsung terwakilkan di jari. I LOVE BALI. I LOVE SILENT DAY.
    salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan
    .-= sugeng´s last blog ..Bagaimana Cara Menghemat BBM =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Terkait Ibnu saya rasa kita memang musti bijak menyikapinya, jangan sampai mengorbankan makna Nyepi itu sendiri hanya karena tersulut emosi akibat hal” kecil. Salam dari Pusat Kota Denpasar Bli Sugeng…

    [Reply]

  7. qupix March 16, 2010 @ 1:28 pm

    mungkin cacian y6 di lontarkn krama bali ga salah
    mereka merasa di injak2
    saia pun naik pitam
    dunia maya mempunyai kekuatan y6 sngat bsar
    semoga nyame braye bali brsatu
    semoga damai dihati damai didunia damai selalu (3^~)

    [Reply]

    pande Reply:

    Bisa jadi lantaran merasa menjadi kaum Minoritas jadi begitu. Suksema sudah berkunjung…

    [Reply]

  8. qupix March 16, 2010 @ 1:42 pm

    makane de bes polos2 jak pendatang
    dini ake sai remehange :(
    makane ak sangat benci2 jk pendatang
    moga dgn kjdian ini orang bali mulai sadar akan bhya pndatang
    mungkin masukan jdi contoh buat desa2 di bali desa menanga y6 trletak dkrgasem klo ke besakih lewat desa menanga setiap pndatang y6 tinggal dimenanga harus melengkapi identitas diri dn kena iuran Rp 1200.000 stiap thun dn kena ngelage bnjar
    y6 pd dulu jdi tmpt bsis pndatng skrg dh tunggang lnggang meninggalkn desa menanga bralih ke klungkung
    hidup’na di prsulit dngn adat ds menanga
    sekedar info di desa q

    [Reply]

    pande Reply:

    Terima Kasih, tapi gak semua kok kaya’gitu. :) Saya rasa bagi yang memang menyadari dan menghormati Bali beserta Umat-Nya, bakal bela”in memenuhi apapun syaratnya. Gak jarang yang malah berbaur dengan penduduk setempat.

    [Reply]

  9. inten March 16, 2010 @ 2:14 pm

    Bli ikut pelatihan jurnalis kompas? atau kontributor kompas.com? hehehe..salut atas reaksinya dalam bentuk tulisan.

    Yah kejadian itu semoga bisa mengingatkan pada kita semua untuk terus berhati-hati mengontrol diri, terutama untuk segala hal yang keluar dari perkataan, dan perbuatan lainya (tulisan salah satunya).,

    [Reply]

    pande Reply:

    Blum sampe kesitu ilmunya. Masih jauh dibawah. :) Tulisanmu, harimaumu. Begitu ya ? :p

    [Reply]

  10. a! March 16, 2010 @ 2:22 pm

    dunia maya memang berbahaya. sedikit kata bisa banyak tafsirnya. kali ini giliran ibnu yg kena getahnya.

    pas baca status dia pertama kali, aku jg ikut dagdigdug panas hati. tapi setelah pikir2 lagi aku baru kemudian berpikir lain. dia sptnya sedang mengumpat pada sesuatu yg lain, bukan pada nyepi apalagi hindu. kebetulan umpatan itu dia taruh bersamaan dg sepi dan nyepi.

    ini bukan apologi. hanya mencoba memberi tafsir berbeda pada status dia.

    selamat nyepi. tak usah terusik kekhusyukan karena kesalahpahaman..

    santi..
    .-= a!´s last blog ..Kenapa Mereka Harus Ditembak Mati =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Suksema Anton untuk komentarnya. Memang benar, jangan sampai merusak susu sebelanga gara” nila setitik, begitu kata orang dulu”. :)

    [Reply]

    Ika Reply:

    saya stuju dengan anda, a! sy mengetahui kasus ini ketika melihat seorang temen bergabung di “Usir Ibnu Rachal Farhansyah dari bali”. bagi saya, kalimat yg dia tulis tertuju pada sesuatu. bukan hari raya Nyepi semata. sy yakin dia gak akan sebodoh itu menulis kalimat yang menghujat masy. Hindu secara eksplisit, krn sy melihat teman2 pd profilnya jg banyak org Bali, yg notabene beragama hindu. please, jgn lebarkan kasus ini pada ISLAM dan SARA. cukup pada pribadi sdr. Ibnu saja. Saya sdh cukup sedih melihat agama sy (islam) direndahkan oleh oknum2 yg mengaku bhw mereka adalah pemeluknya yang sejati… suksma.

    [Reply]

    pande Reply:

    Hahaha… Sependapat dengan Mas AnTon yang terkenal itu ya ?
    Benar dan saya mendukung bahwa yang dipermasalahkan itu bukan Islamnya, tapi si Oknum-nya. :)

    [Reply]

  11. widari March 16, 2010 @ 2:54 pm

    Kejailan Ibnu membuat suasana Nyepi terusik dimana semua perhatian facebooker terutama yg di Bali, termasuk saia ketika mengetahuinya dan membacanya memang bergejolak juga rasanya. Kita tunggu ajah kelanjutannya setelah Nyepi karena qta mesti balik ke tujuan Nyepi itu sendiri…
    Ditunggu update next blog nya….”met Nyepi Nde”

    Kedepannya harus lebih hati2 di dunia maya,,,

    [Reply]

    pande Reply:

    Update Next BLoG-nya ? wah, jadi merasa terbebani dengan tanggung jawab itu. Back to topic, ya intinya tetap saling menghormati perbedaan yang ada. Terima Kasih sudah berkunjung.

    [Reply]

  12. dewandaru March 16, 2010 @ 4:05 pm

    saya mewakili umat islam, mengutuk perbuatan IBNU..!!!!

    http://esbuah.wordpress.com

    [Reply]

    pande Reply:

    Terima Kasih atas kunjungannya Kawan. Pada dasarnya semua Umat Manusia itu bersaudara, cuma beda dalam keyakinannya. sama halnya dengan masalah selera. :)

    [Reply]

  13. Ajuzt Angga March 16, 2010 @ 5:14 pm

    kita harus bisa meMaafkan….Buktikan kalo kita murah hati …tp setelah Kita memaafkan….. langsung tusuk pantatnya Pake Knalpot….Brong..Mpe “Nyangkut d dalem”. …Setelah itu kan gampang.. kita cukup blank ”MAaf ya“

    Ituwpun belum cukup mengobati sakit hati seluruh Umat kita..

    [Reply]

    pande Reply:

    Hahahaha… sama halnya dengan ‘baang ngantem pok’ disubane benges mare ngorahang ‘Sorry’. :)

    [Reply]

  14. Ajunk Artawijaya March 16, 2010 @ 5:28 pm

    Semoga aja dy lekas tobat..ckckck
    parah….!!
    .-= Ajunk Artawijaya´s last blog ..Pawai OGOH-OGOH, " Warisan Luhur Budaya Bali Pada Perayaan Nyepi" =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Sama” BLi, begitulah harapannya. :)

    [Reply]

  15. dian March 16, 2010 @ 6:37 pm

    selamat Hari Raya Nyepi BLi…
    benar2 heboh nie bli..msalahnya si ibnu. Sy sndiri non hindu tp sy juga merasa terusik dgn kjdian ini. Sy pnya kelg n kk angkat org hindu bali. Jd sdkit bnyak sy mngrti arti nyepi bg org2 bali.

    Memang ini masalah y sangat snsitif tp sy harap qta smua dpat mnyikapi dgn baik n mlihat akar prmsalahanx. Dgn smangat Nyepi ini ada baiknya qta mlihat masalah si ibnu ini dgn hati bening n pkiran jernih. Sama2 mnjernihkan n bkan mperkeruh. Jgn mntaut2kan satu perkara dgn perkara lain krn pada akhirnya akan mnghasilkan perpcahan. Ga ada satu agamapun y mngajarkan kebncian n kjahatan. Semua kembali kpada pribadi individu msing2.. :grin:

    [Reply]

    pande Reply:

    Pemikiran seseorang bisa dilihat dari kata”nya dan perilakunya. Demikian pula terkait kebijaksaan hati didalamnya. Itu semua bisa tampil dengan baik apabila didukung oleh lingkungannya. :)

    [Reply]

  16. Adieska March 16, 2010 @ 7:14 pm

    Wah, Ibnu kelewatan. Kelewatan bodohnya kalo nggak bisa “tau diri” menggunakan facebook. Presiden aja bisa menang dan digoyang lewat facebook, eh dia bisa-bisanya “memancing” emosi saudaranya sendiri dengan feacebook.

    Hm… Terlepas dari sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar, sebagai manusia sebaiknya kita bisa memaafkan dia. Kalo memang dia layak dihukum, Tuhan pasti turut campur.

    Semoga dia bisa belajar lebih bijaksana dalam mengapreasiasikan dirinya, walaupun di ranah maya.
    .-= Adieska´s last blog ..Update Blog =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Kekuatan dunia Maya yang wajib diwaspadai, dan gunakan FaceBook dengan bijak. :)

    [Reply]

  17. adithama March 16, 2010 @ 10:09 pm

    Firstly…salut untuk pande..anda menyikapi fenomena “ibnu” ini dengan tulisan yang tepat dan mengarah, PNS yang berkualitas..btw saya juga satu pemkab dgn anda lho..
    Memang kita tidak perlu emosi yang berlebihan menanggapi hal ini, tapi jangan pula diam tanpa reaksi karena di negeri ini yang diam bakal terus ditindas..Cuma reaksi kita harus yang beradab dan tepat guna…tunjukkan bahwa umat Hindu cinta damai dan tidak menyikapi persoalan dengan pemikiran sempit dan fanatisme yang salah kaprah(mungkin ibnu termasuk orang yg kyk gitu)..tapi yang jelas : dalam kondisi ini, Ibnu “bersalah” dgn kalimatnya itu..biar waktu dan Tuhan yang menjawab kelanjutan kasus ini..Astungkara

    [Reply]

  18. pande March 16, 2010 @ 11:54 pm

    Wah, Rekan seatap rupanya. Terima kasih sudah berkunjung.
    Saya sependapat, mungkin dalam waktu dekat bakalan ada klarifikasi lewat media dari ybs. :)

    [Reply]

  19. yandita March 17, 2010 @ 12:32 am

    ya saya sempat ol kemarin dan mengcopy status fbnya Ibnu, walau iya mengatakan kesalahpahaman dan meminta maaf namun reaksi yang timbul di bali begitu banyak yang terusik, dan bahkan membuat banyak orang emosi pada saat perayaan nyepi… sungguh sebuah pelajaran buat kita semua agar berhati2 menulis status di media seperti Facebook, Selamat hari Raya Nyepi Caka1932 buat Pande dan seluruh umat hindu di mana saja berada,Bali Love Peace :shock: !

    [Reply]

    pande Reply:

    …tidak hanya di faceBook loh. yah, kebetulan saja FB kini lagi jadi sorotan dimana”. Selamat tahun Baru Caka juga ya. :)

    [Reply]

  20. Cahya March 17, 2010 @ 1:18 am

    I don’t find any good reason to start a war because of a mere small – little thing…, just let it go…
    .-= Cahya´s last blog ..Nyepi – Menapak Keheningan Yang Utuh =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    He… anak panahnya terlanjur lepas dan menusuk banyak orang. Satu kesalahan kecil yang berdampak besar. :)

    [Reply]

    Cahya Reply:

    Then…, it still just let it go :D
    .-= Cahya´s last blog ..Google Lansiran Lokasi =-.

    [Reply]

    nak bali Reply:

    kelengang polone…mai alih nak ne…

  21. Rotaract Club of Denpasar Bali March 17, 2010 @ 2:51 am

    Selamat hari Raya Nyepi, tahun baru caka 1932. ahye…

    [Reply]

    pande Reply:

    Terima Kasih… Sama”.

    [Reply]

  22. Madein March 17, 2010 @ 3:31 am

    Respon saya pertama kali dengar, adalah MARAH, namun saya tetap TENANG dan SABAR, karena ini adalah hari raya, saya harus bisa melegakan seluruh perasaan Marah saya demi terciptanya dharma, kepada kawan2 di Bali mohon untuk dipikirkan juga perkataannya dalam mendamplang Ibnu,jangan sampai pikirian kita yang positif menjadi cepat negatif karena hasutan Setan, dalam artian “kita harus berbahasa yang baik, dan BENAR, Benar dengan mewujudkan kebenaran, bukan Benar dengan seenak udel, jika berkata Benar dengan seenak udel apakah itu tidak sama saja seperti Ibnu? Menghina, Mengejek dalam bentuk apapun itu sama-sama DOSA besar, dan harus dipertanggung-jawabkan, kita harus menuntut pertanggungjawaban dengan intelek, karena yang kita lawan adalah pemikiran dari orang yg bukan intelek. Jalan yg terbaik adalah sdr. Ibnu harus memberikan pernyataan tertulis di media pers, agar pernyataan itu resmi dan paten, sehingga bisa diakui seleruh lapisan masyarakat yang mengetahui/belum mengetahui, sehingga emosi bisa diredam dan hati bisa lebih lega walaupun kekesalan itu masih ada… ingat kawan-kawan Bali, kita harus bijak, dalama artian setiap hal yang mengandung SARA yg disampaikan kepada kita umat beragama agar lebih tenang dan sabar dalam menyelesaikannya, karena kita ingin penyelesaian yg terbaik, bukan termotivasi / memberikan provokasi untuk membunuh dalam bentuk fisik, karena itu dilarang agama…

    Selain itu, saya turut kecewa dengan Admin/Group di FB yg menyatakan/mengekspose mengenai Ibnu, karena Admin pembuat group itu hilang, seakan2 pembuat group itu tidak berani memperjuangkan kebenaran… Apa yg anda takutkan dalam membuat group itu? apakah anda sadar bahwa admin group itu hilang menandakan bahwa suatu saat nanti di depan umum dirinya yg diejek utk hal yg serupa tidak membela diri namun HANYA berani bicara dibelakang, bukan menyelesaikan masalah saat itu juga….

    [Reply]

    pande Reply:

    Pertama, saya sependapat bahwa seburuk apapun situasinya jangan sampai mengorbankan kesucian Nyepi.
    Kedua, terkait ADMIN group, heran juga kok ngilang pas lagi rame”nya. Saya juga lupa siapa yang bikin…
    Ketiga, Terima Kasih sudah berbagi di BLoG saya ini BLi Made… :)

    [Reply]

  23. Remaja Helda March 17, 2010 @ 4:42 am

    Wise while online. Bener ya, Dok. Di mana pun kita berada mau di dunia nyata, harus bisa menjaga sikap.
    Mentang2 di dunia maya, bs seenaknya gituh. Wah, salah, malah makin bs berabe. :twisted:

    [Reply]

    Remaja Helda Reply:

    Kok malah panggil “Dok” ya, Bli. Jadi malu. :mrgreen: Kalo lg maen di blog orang Bali, gini nih, pasti keingetnya ama Bapak-bapak Dokter.

    Maafkan saya, Bli.

    [Reply]

    pande Reply:

    Hehehe… Sama”. Malah bijak di dunia maya jauh lebih berguna lantaran bisa dikenal oleh banyak orang. :p

    [Reply]

    pande Reply:

    Hihihi… pas ngbaca ini langsung teringat ma Dr. Oka Negara. Knapa ya ???

    [Reply]

  24. sari March 17, 2010 @ 5:04 am

    Ga bs ngomong apa2,tp sy setuju Dian.sikapi maslah ini dg hati yg bening.sy malah ingin menanggapi pa pande,mmg pemikiran seseorag bs dilihat dr kata2 dan perilakunya,tp manusia tdk lepas dr kesalahan.waaah andaikata sekolah sy lbh tinggi,pasti sy bs mengungkapkan isi pikiran sy dg kata2 yg lbh mudah dimengerti deh.

    [Reply]

    pande Reply:

    Tidak perlu bergelar Prof kalo hanya untuk mengungkapkan isi pikiran sehingga mudah dimengerti banyak orang… Minimal, tulisanmu kemarin sudah pancen oye tampil di BLoG saya ini kan ? :p

    [Reply]

  25. inten March 17, 2010 @ 6:45 am

    Ngomong-ngomong, buat kita yang merayakan nyepi, ada 1 pertanyaan yang harus dijawab. SUDAHKAN KITA MENGHORMATI MAKNA NYEPI ITU SENDIRI ? jangan sampai kita menuntut orang lain menghormati nyepi sementara kita sendiri malah berasyik masyuk saat nyepi. meceki, ngebir, nyetok makanan, mnekedekan, apakah itu yang disebut nyepi ?. Sesuatu yang dibilang adat seharusnya tidak menyesatkan. yang namanya minuman keras dan judi meskipun skalanya kecil tetap saja judi dan minuman keras namanya. apalagi dilakukan saat nyepi. sungguh kenyataan yang ironis menurut saya.

    “komentar ini ini adalah buah pengamatan saya membandingkan nyepi di jawa dan nyepi di bali, maaf jika ada yang tersinggung. bahkan sungguh besar harapan saya bahwa fenomena yang saya lihat dilingkungan saya tidak terjadi dilingkungan lainnya (meskipun dalam hati pesimis sih)”

    Semoga Nyepi tahun depan lebih baik lagi
    .-= inten´s last blog ..Nyepi-ku dari tahun ke tahun (2006 – 2010) =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Nah Nah Nah… ini pertanyaan yang diajukan seorang Blogger loh. Minimal ngjawabnya musti pake pemikiran juga.
    Saya pribadi berani mengatakan bahwa sudah menghormati Makna Nyepi itu sendiri. Dari beberapa poin yang diajukan, cuma satu yang saya langgar. Makedekan. Sebab kalo gak gitu kasian putri kecil saya ngajak becanda mulu dari pagi.
    Tapi memang benar kok, sebagian besar masyarakat kita rupanya sudah mulai tidak peduli lagi dengan makna Nyepi. Wong tempo hari sampe” ada yang mgiklankan jualan Beer bonus 1 botol itu kan ? :p

    [Reply]

  26. vanthey March 17, 2010 @ 7:37 am

    pokokne jajah pendatang
    saru gremeng nk bali ken sink
    adane putu tapi kooq ink hindu
    kaden masuk pura pake pakain adat bali
    lohhhhhhhhhhh ini pura apa ???
    sadar lah krame bali,,,,
    qta udah diperdaya
    mari usik pendatang :twisted: :twisted: :twisted: :twisted:

    [Reply]

    pande Reply:

    Waduh… jangan sampe sejauh itu Pak. Jangan lupa loh, kalo masih banyak krama Bali diluar sana yang juga dianggap sebagai pendatang… :)

    [Reply]

  27. grandonng March 17, 2010 @ 8:28 am

    nas keleng ibnu, jog de baange idup di gumi bali. Jog cakcak gen be. banggkaang hukumane mare pantes

    [Reply]

    pande Reply:

    Sabar Sabar… :)

    [Reply]

  28. dian purnama March 17, 2010 @ 12:22 pm

    bagus tulisannya pak. mudah2an bisa dimaknai bersama. agama itu toh buatan manusia. adat juga. krn sbnarnya kan Tuhan kita tetap satu. hanya caranya yang brbeda. biar sama2 saling menghargai dg pilihan msing2 lah… :grin:
    .-= dian purnama´s last blog ..Karena Kita Sedang Diuji =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    Waduh, dipuji sesama BBC nih.
    Terima Kasih sudah berkunjung…

    [Reply]

  29. dian purnama March 17, 2010 @ 1:43 pm

    saya member baru kok di BBC. : :smile:
    baru register tadi pagi.
    hehe.. kalo orang2nya sih sudah lumayan kenal.
    makasih juga untuk komen di blog saya.

    [Reply]

  30. made March 17, 2010 @ 1:56 pm

    saya sendiri sebagai umat hindu sudah memaafkan. :roll: dan jadikan ini pelajaran buat kita semua harap lebih bijaksana dalam update status di facebook sehingga tidak nantinya melukai perasaan orang lain dan membuat kita sendiri kena masalah.
    biarkan lah hukum karma yang mengukumnya. apa yang di tanam pasti akan tumbuh dan berbuah yang sama

    [Reply]

    pande Reply:

    Yah, memang semestinya begitu, namun tidak semua orang mampu begitu. :)

    [Reply]

  31. vanthey March 18, 2010 @ 1:54 am

    semeton titiang pande wesi
    iki titiang tinggal ring jawi
    perlakuan mereka terhadap tiang rendah banget
    diremehkan
    orang kene lah keto lah
    nganggep paling beneh
    jek mekite nyetik nasne pang selak selekek
    tiang hnya metilesang rage gen dini
    benci pendatang,,,,,,,,,,,,,,
    ne sampun bukti ulian di bali ubek pendatang tiang meriki ngalih penghidupan
    gebug kul2 eeeeeeeeee usirrrrrrrrr pendatanggggg
    fuck teroris

    [Reply]

    pande Reply:

    Weits… sabar”… jangan merusak susu sebelanga gara” nila setitik…

    [Reply]

  32. vanthey March 18, 2010 @ 2:01 am

    untuk> > mbak dian <<> awatara<< bukan perantara atao agen2 resmi!!!

    [Reply]

  33. imadewira March 18, 2010 @ 2:06 am

    kita ambil hikmahnya aja.. saya cenderung no komen untuk saat ini
    .-= imadewira´s last blog ..Akhirnya Putri Saya Kena Cacar =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    No Komennya mungkin krena kebanyakan pikiran ya Wir ? :)

    [Reply]

  34. Putu March 18, 2010 @ 4:49 am

    Salam Damai, hati boleh panas namun kepala tetap dingin.

    TEHNOLOGI MEMANG SUDAH MAJU, NAMUN SAYANG “ETIKA DAN SOPAN SANTUN” DALAM MENGGUNAKAN TEHNOLOGI MASIH SANGAT TERBELAKANG. :) :) :)

    Mohon DIUSUT orang yang dengan sengaja membuat SCREENSHOT komentarnya Ibnu di facebook kemudian MENYEBARKANNYA di dunia maya TEPAT pada saat HARI RAYA NYEPI/SIPENG yang seharusnya ANDA TIDAK MELAKUKAN AKTIVITAS

    BERINTERNET dan harus TURUT BERTANGGUNG JAWAB dengan membesarnya kasus ini, karena anda telah dengan sengaja MENYEBARKAN sesuatu yang berbau SARA yang seharusnya BISA DIREDAM dan diselesaikan SECARA DAMAI bukan dengan

    SUMPAH SERAPAH yang sudah mengarah ke VULGAR, apalagi orang yang bersangkutan telah berkali-kali MEMINTA MAAF atas KEKELIRUANNYA.

    Apa kabarmu pembuat grup di facebook “USIR IBNU RACHAL FARHANSYAH DARI BALI” , apakah ANDA SUDAH PUAS membangkitkan AMARAH dan SUMPAH SERAPAH nya Orang Bali saat Hari Raya Nyepi dengan grup yang Anda Buat ?

    [Reply]

    pande Reply:

    Sayangnya tidak semua orang punya pemahaman seperti yang Anda pikirkan. Namun yang memang disayangkan adalah efeknya yang malah menjurus ke SARA salah satu agama dan terlalu vulgar. Juga kaburnya sang admin.
    Well, Sayangnya tidak semua orang punya pemahaman seperti yang Anda pikirkan. :) Terima Kasih sudah mampir kemari.

    [Reply]

  35. Hendra W Saputro March 18, 2010 @ 5:10 am

    Saya menyayangkan statemen si Ibnu. Menyinggung SARA banget. Saya muslim, dan sering sekali alami nyepi di bali yg selalu bikin hepi. Semoga kita semua baik-baik saja dan tidak terprovokasi dengan si ibnu.
    .-= Hendra W Saputro´s last blog ..Nyepi tanpa siaran TV namun tetap prikitiw =-.

    [Reply]

    pande Reply:

    He… seperti kata tetangga sebelumnya… hati boleh panas namun kepala tetap dingin.

    [Reply]

  36. Nyepi Dalam Pengalaman: Pecalang Dunia Maya | Winarto's Hermitage Abode March 19, 2010 @ 9:35 am

    [...] adalah Pandebaik. Pada tanggal 16 Maret ketika hari Nyepi itu juga, menurunkan tulisan berjudul Mengusik Nyepi cara Ibnu Rachal Farhansyah. Begitu saya mengetahui tulisan tersebut langsung menuju ke TKP dan meninggalkan sejumlah komentar, [...]

  37. Nic March 19, 2010 @ 9:47 am

    Moga” orang tersebut diberi pencerahan…dan moga” saudara” yang dari Bali bisa bersabar…ini adalah ujian bagi kita semua…Selamat Tahun Baru Saka…Hyang Widhi Beserta Kita…Ajeg Gumi Baline…

    [Reply]

    pande Reply:

    …melihat dari perkembangannya di Media, rasanya para wakil rakyat masih mempermasalahkan hal tsb…

    [Reply]

  38. bleronk March 19, 2010 @ 4:07 pm

    om klo tau alamat nya ibnu ato tempat kerja nya tolong info nya nanti saya bayar
    thx b4

    [Reply]

    pande Reply:

    Hmmm… sepertinya masih ngantor di FesBuk tuh… :p

    [Reply]

  39. I Made Werlianta March 20, 2010 @ 2:02 pm

    wahh… sedih jg denger kabar gini.. mgkn dia t gak sengaja ngepost gt.. tp efeknya jadi bumerang.. saya rasa dia harus publikasi meminta maaf kepada seluruh warga Bali.. saya 6 thn tgl di Bali,3 thn di Jambi,13 thn di Jkt.. tp saya paling cinta ma Bali… malah paling demen ma yg namanya Nyepi.. gak ada d di dunia ini yg bs kayak Bali.. saya jg seorg warga keturunan. bingung aja knp harus ada yg gak suka sama Bali dan adat istiadatnya ya? mgkn mreka blm pernah denger tntang “dimana bumi dipijak,disana langit dijunjung” tp mnurut saya kt harus bs memaafkan org itu.. saya rasa dia gak sengaja ngo gt dan ga mikir efeknya.. Salam buat Seluruh Warga Bali.. Bali is the Best!

    [Reply]

    pande Reply:

    Terima Kasih sudah berkunjung BLi Made. Lebih jauh saya rasa itu cuma kebodohan seorang ABG saja yang saya rasa sama saja dengan ABG lain yang pada akhirnya bermasalah melalui update status mereka dengan hukum negeri ini. Tapi yah, tidak semua orang bisa memakluminya dan sepertinya malah melangkah semakin jauh saja…

    [Reply]

  40. Eko Prasodjo March 22, 2010 @ 6:57 am

    Ibnu….. Ibnu…..,bagaimana kamu bisa menghujat nyepi, bagaimana kamu bisa mengerti arti makna NYEPI, sedangkan kamu tak mengetahui arti makna namamu sendiri. Bagaimana kamu bisa mengerti hakekat nyepi, hakekat hidupmu sendiri kamu tidak tau. Pada awal aku marah{manusiawi}, tapi setelah menyadari semuanya aku jadi KASIHAN kepada kamu, kamu berada didunia yang kamu tidak mengerti. kamu tidak mengerti apa apa tentang hidup ini. semoga Allah Segera memberi petunjuk tentang hakekat hidup kepadamu. Untuk Saudaraku Warga Bali dan Umat Hindu semuanya, Selamat Hari Raya Nyepi. semoga senantiasa damai damai dan sejahtera.

    [Reply]

    pande Reply:

    Terima Kasih Mas Eko, sayapun berharap demikian adanya.

    [Reply]

  41. Mari Belajar dari Ibnu Rachal Farhansyah dan Evan Brimob | PanDe Baik March 29, 2010 @ 12:03 am

    [...] kaget membaca perkembangan kasus ‘update status’ yang dilakukan seorang pemuda tanggung Ibnu Rachal Farhansyah saat Hari Raya Nyepi waktu lalu, rupanya sudah mulai masuk ke ranah hukum. Adapun FKUB bersama [...]

  42. - H - March 30, 2010 @ 10:58 pm

    Serem amat reaksi efek dari sebuah status :shock:

    [Reply]

  43. Jangan salahkan FaceBook (lagi) hanya karena JulianTo Madura | PanDe Baik May 18, 2010 @ 2:50 am

    [...] ini terjadi lagi di sebuah jejaring sosial pertemanan dunia maya, FaceBook. Apalagi pasca kasus Ibnu Farhansyah dan Evan Brimob kemarin. Karena hal-hal seperti inilah yang berpotensi menyulut anggapan masyarakat [...]

Leave a comment