Perubahan Penampilan FaceBook

30

Category : tentang iLMu tamBahan

Lagi-lagi FaceBook. Apa sih yang menarik dari jejaring sosial satu ini hingga blog pandebaik terlihat secara berkala menurunkan tulisan berbau FaceBook ? He… Hanya sekedar ingin berbagi saja kok.

Kali ini berkaitan dengan perubahan penampilan halaman depan yang memberikan nuansa segar saat beraktifitas dengan situs pertemanan ini. Adapun terdapat sedikitnya 3 (tiga) perubahan penampilan yang dapat saya tangkap secara visual yaitu bagian Header kiri dan kanan plus Sidebar di sisi kiri halaman.

Pada Header kiri tepatnya disebelah kanan logo tulisan facebook, terdapat 3 (tiga) icon kecil hitam yang berfungsi sebagai pengingat pengguna meliputi Permintaan Teman, Pesan dan Notifikasi tindak lanjut. Ketiga icon ini secara otomatis akan menampilkan pengingat atau peringatan berupa angka berlatarbelakang merah sebagai tanda ada yang baru, entah  Permintaan Teman, Pesan dan Notifikasi tindak lanjut. Pada bagian ini ditempatkan pula kolom pencari (Search) yang dahulunya berada dipojok kanan atas.

Untuk Header kanan, ditempatkan tombol fungsi Home untuk mengakses halaman depan (beranda), Profile dan pilihan akun pengguna meliputi Pengaturan akun, privacy, keamanan, dan juga aplikasi serta Bantuan (Help) dan tentu saja fitur Log Out.

Sedangkan pada sidebar yang berada pada sisi kiri halaman, menampilkan shortcut yang berada pada halaman profile dan juga aplikasi yang dahulunya berada dipojok kiri bawah plus beberapa teman yang terlihat aktif (online).

Adapun perubahan yang dilakukan pada bagian Header baik kiri ataupun kanan, akan selalu ditampilkan dalam setiap halaman yang diakses. Ini artinya pengingat atau peringatan yang melibatkan jumlah permintaan teman, jumlah pesan yang diterima dan notifikasi lanjutan selalu dapat diketahui dan ditindaklanjuti oleh pengguna.

Perubahan penampilan ini saya ketahui dilakukan dalam setidaknya 10 (sepuluh) jam terakhir, mengingat pada pukul 10.30 malam tadi, penampilan Header FaceBook masih belum mengalami perubahan. Entah disengaja atau tidak perubahan penampilan FaceBook ini terjadi nyaris berbarengan dengan perubahan Thema yang digunakan oleh pandebaik. Hehehe…

Jadi PNS itu Serba Salah

32

Category : tentang DiRi SenDiri

…minat masyarakat untuk mengadu peruntungan pada test CPNS masih tinggi… kurang lebih begitu isi berita di media cetak beberapa saat lalu. Tidak salah apabila banyak masyarakat saling berebut mengadu nasib untuk bisa lolos menjadi seorang PNS atau Pegawai Negeri Sipil, karena image yang sudah kadung terbentuk selama ini cenderung “menguntungkan”.

Coba pikir, dengan kinerja yang dikenal kurang memuaskan berbagai pihak yang namanya penghasilan tetap didapatkan untuk setiap bulannya. Besarnya boleh dikatakan cukup apabila disandingkan dengan penghasilan masyarakat kebanyakan yang rata-rata masih berada dibawah garis kemiskinan. Sebaliknya jika disandingkan dengan swasta dalam hal ini perhotelan, bank dan lainnya, malah sangat jauh dibawah. Satu-satunya nilai lebih adalah ‘dimana lagi tempat kerja yang bisa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya kendati yang namanya kinerja atau absen bolehlah dinomorduakan. Coba bandingkan kalo dengan perilaku sama Anda bekerja dalam sebuah perusahaan ternama.

Meski demikian, jangan anggap enteng loh PNS itu. Karena bagi sebagian kecil dari mereka terkadang ‘terlanjur’ menjadi seorang PNS ternyata bisa jadi malah ‘serba salah’. Saya berikan sedikit ilustrasinya.

PNS

Terkait jam kerja misalnya. Apabila seorang PNS kedapatan berada diluar kantor pada jam kerja, apalagi terlihat sedang menjemput putra/putrinya disebuah sekolah atau kelayapan disebuah pusat perbelanjaan, secara otomatis bakalan memicu sebuah pertanyaan atau bahkan langsung naik cetak di media, lengkap dengan fotonya. Dari sudut pandang pribadi, berhubung dalam budaya PNS itu tidak terdapat jam khusus seperti halnya swasta untuk istirahat makan (selama kurang lebih satu jam), maka jam tersebut dilakukan sesempatnya. Bisa jadi pasca pekerjaan selesai atau saat anak pulang sekolah. Untuk lokasi istirahat makan siang tidak harus di warteg kan ? bisa jadi dekat-dekat pusat perbelanjaan itu.

Demikian pula terkait jam masuk kantor. Secara resminya, aktifitas mulai berlangsung pukul 7.30 pagi, namun dalam kenyataannya  ada yang ngantor lebih siang (dengan alasan mengantar anak atau malah hanya ikut arus), ada juga yang barangkali merasa tidak ada hal penting dirumah memilih berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan. Apa kata publik ? bagi yang berangkat agak siang saya rasa semua tahu apa terpikirkan, tapi lucunya selentingan miring juga berlaku bagi yang berangkat pagi. Bisa jadi malah dicurigai mampir dulu buat SII (Selingkuh Itu Indah), bisa juga agar dapat waktu untuk baca koran, main games dsb. Hehehe… ini pengalaman Pribadi loh ya.

Terkait jam pulang, resminya sih sekitar 3.30 sore namun dalam prakteknya rata-rata oknum PNS sudah pada rame berada dijalanan sekitar pukul 2 atau 2.30. Huahahaha… lagi-lagi pengalaman pribadi. Apa kata publik ? ‘Wah, kalo begini bisa rugi Negara membayar gaji kamu kalo pulangnya lebih awal…’ Sebaliknya ketika ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan lantaran satu tuntutan tertentu yang mengakibatkan lembur, publik malah berkata ‘Apa saja kerjaan yang kamu ambil sedari pagi sampe-sampe musti lembur segala ?’ Waaaahhh… ‘dikira main Game apa ?’ Hehehe…

Yang parah, ketika kami harus menengok seorang teman di sebuah Rumah Sakit disatu siang, kuping ini makin merah ketika beberapa orang kedapatan ngomong ‘tuh lihat, jam segini PNS sudah jalan-jalan, bagaimana negara mau maju ?’ Huehehehe… ‘jalan-jalan ? emangnya lagi di Bedugul ?’ bathin kami.

Jauh lebih parah lagi ketika akibat lembur kerja beberapa rekan akhirnya pulang malam, sempat mampir dulu kesebuah mini market setelah dihubungi sang anak yang minta dibelikan kue. Apa kata orang ? ‘ni PNS keluyuran ja kerjanya, main kemana aja dari tadi sih Pak ?’ Huahahaha… Untung si Teman gak’balik memaki orang tersebut.

Lain lagi dengan cerita ‘Amplop’. Sudah lumrah diketahui publik kalo oknum PNS itu sangat menyukai yang namanya ‘Amplop’, kecuali yang kosong. Hehehe… Tapi kebanyakan ‘amplop’ itu bakalan bersliweran ketika satu dua pihak mulai ada maunya. ‘Amplop’ itu digunakan untuk memperlancar urusan yang terkadang bisa dihambat oleh ulah oknum, bisa pula karena apa yang diharapkan melanggar peraturan yang berlaku. Apa kata publik ketika ‘Amplop ini diterima ? ‘Selipkan ‘amplop’ maka semua urusan ‘Beres….’ Ungkapan ini makin membuat terpuruknya image yang sudah terlanjur jelek. Tapi Apa kata publik ketika ‘Amplop ini ditolak ? ‘Bah, Kamu kok disodorkan uang malah gak mau nerima ? Nolak Rejeki tuh…’

Ohya, pernah memergoki PNS main Games ? saya yakin sering. Tapi pernah gak terpikirkan bahwa mereka itu bermain games (yang memang sengaja diisi dalam setiap PC) setelah semua pekerjaan telah selesai dikerjakan, sembari menunggu jam pulang ketimbang pulang lebih awal mendahului ? Pernah pula terpikirkan bahwa jauh lebih baik melewatkan waktu luang dengan bermain Games ketimbang nyari kamar short time ? Tidak jauh beda dengan ‘seorang PNS yang asyik nge-BLoG atau nge-FaceBook dipojokan bukan ? Huahahaha…

Sorry bagi yang kurang berkenan, ini hanyalah satu pembenaran dari sudut pandang kami saja, para PNS yang kurang kerjaan. Huehehehe…

Melintasi Perjalanan sepanjang Surabaya – Batu – Malang

5

Category : tentang PLeSiran

Miris… barangkali itulah satu-satunya kata yang ada dalam pikiran sepanjang perjalanan melintasi Surabaya – Batu – Malang saat liburan beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak ? mata seakan disuguhkan tayangan yang menyayat dan secara tidak langsung membuat hati ini merasa bersyukur dengan keadaan dan kehidupan pribadi saat ini.

Ruas jalan sepanjang tanggul penahan lumpur Kota Sidoarjo adalah pemandangan pertama yang kami lewati. Rata-rata menyajikan rasa yang sama… Mirip kota mati. Bangunan-bangunan sekitarnya telah lama ditinggal pergi penghuninya hingga terlihat sangat kumuh dan mengenaskan. Potret yang disebabkan oleh satu dua kepentingan pribadi malahan mengorbankan kepentingan banyak pihak…

Uniknya luapan lumpur ‘Lapindo’ kini berkembang menjadi sebuah obyek wisata bagi para pelancong domestik yang sekedar ingin tau dan melihat seperti apa kondisi banjir lumpur yang melahap beberapa lingkup desa setempat. Terlihat beberapa tempat disulap menjadi lahan  parkir dadakan, lengkap dengan rompok pedagang kecil yang menawarkan minuman pelepas dahaga dan tak lupa tangga darurat untuk mengakses sisi atas tanggul serta beberapa oknum yang berjaga di pintu masuk untuk menarik sejumlah ‘karcis masuk’. Momen ini jelas dimanfaatkan dengan baik mengingat aset luapan lumpur ini sangat fenomenal dan menyerap perhatian pemerintah dan masyarakat luas selama berbulan-bulan.

Menuju kawasan Kota Batu makin terlihat pemandangan yang tak biasa disepanjang jalan yang kami lalui. Banyaknya lahan kosong atau bangunan yang tak terurus menyiratkan ketidakpedulian lingkungan setempat entah untuk membersihkan, mempercantik ataupun memperindah lahan tersebut ketika sudah tidak digunakan lagi. Tak hanya itu, entah lantaran kondisi ekonomi yang rendah atau barangkali memang sudah adat dan budaya setempat, rata-rata rumah yang saya lihat memiliki ketinggian lantai yang nyaris sama dengan halamannya. Entah bagaimana jadinya kalo seumpama hujan mendera area tersebut dan mengakibatkan banjir…

Macetnya lalu lintas disepanjang perjalanan tak luput dari perhatian pula. Beragamnya jenis kendaraan yang melintas, dari mobil keluaran mutakhir hingga yang berkelas jadul dan aneh pun ada. Angkutan Umum rata-rata masih menggunakan Daihatsu dengan dobel kabin plus sedikit ruang di bak belakang mengingatkan saya dengan Ford keluaran terbaru. Hanya saja yang ini jauh lebih mungil bentuknya. Truk gandeng disini adalah hal yang sangat biasa. Gandengannya itu tak hanya berupa tangki premium, tapi juga berbentuk bak bahkan ada juga yang berupa sedikit aneh, mirip punggung binatang. Bahkan ada juga yang nekat menyulap beberapa peralatan yang semestinya digunakan di sawah, diubah menjadi kendaraan tumpangan. Tapi jangan berharap banyak dengan kecepatannya. Hehehe…

Memasuki kawasan jembatan Suramadu pikiran sempat melayang pada perubahan perilaku mata pencaharian penduduk setempat yang dahulunya barangkali lebih memilih transportasi kapal laut untuk menyeberangi lautan, kini beralih cukup dengan kendaraan bermotor. Lantas kemana perginya para pemilik kapal laut dan mereka yang beraktifitas di pelabuhan ? Kondisi ini tak jauh beda dengan reklamasi yang dilakukan Pemerintah Propinsi Bali terhadap akses menuju Pura Sakenan, yang melumpuhkan aktivitas para penduduk yang dahulunya mengandalkan hidup dari transportasi air. Kini perahu kapal yang biasanya digunakan menyeberang dari Tanjung Benoa, hanya digunakan untuk bernostalgia saja bagi yang rindu kenangan lama.

Kereta Api adalah salah satu alternatif transportasi yang kerap ditemui sepanjang perjalanan. Bentangan rel yang sedianya dilalui tampak melintang diberbagai belahan kawasan entah ditengah pemukiman penduduk atau malah dibeberapa ruas jalan raya. Kedatangannya selalui ditandai oleh lonceng yang dibunyikan oleh pos pengawasan jalur Kereta Api setempat. Seperti yang tampak disalah satu sudut Pasar Grosir Surabaya (PGS), bentangan rel melintang menembus ruas jalan hingga melewati areal bawah bangunan. Sekedar informasi bahwa jenis kereta yang diijinkan melintas disini adalah tipe kereta barang.

Sayang, adanya bentangan rel dikawasan ini tidak terlalu dipedulikan oleh lingkungan sekitarnya. Saya bahkan sempat terheran-heran dengan santainya para pedagang berinteraksi disepanjang jalur Kereta Api dengan jarak semeteran atau diparkirnya dua becak diatas rel dan ditinggalkan pemiliknya. Makin tidak percaya ketika hal ini saya tanyakan kepada salah satu petugas yang berada di pos pengawasan, bahwa rel kereta ini masih aktif digunakan dan semua pemandangan yang terlihat ini adalah hal yang sudah biasa. Mungkin itu adalah salah satu faktor tingginya tingkat kecelakaan yang melibatkan kereta api di negeri ini.

Minuman Sari Alang-alang UKM R.Rovit Batu Jawa Timur

36

Category : tentang PLeSiran

Tuhan menciptakan berbagai jenis makhluk hidup didunia ini agar dapat saling membantu satu sama lain untuk membuat hidup jauh lebih bermanfaat.

Apa yang tersirat dipikiran Anda apabila saya menyebutkan salah satu makhluk ciptaan-Nya yang bernama Alang-alang ? satu tumbuhan yang tidak berguna ? rumput yang secara rutin harus dibersihkan dari halaman ? atau malah bisa jadi salah satu pengobatan alternatif untuk keluhan hipertensi, diare dan kencing batu ?

Adalah R.Rovit, salah satu UKM yang berkumpul dalam satu wadah Jaringan Usaha Kota Batu Jatim yang bernama GRAS (Guyub Rukun Agawe Santoso) dan berdomisili di jalan Trunojoyo Kelurahan Songgokerto, mencoba mengolah hasil pertanian disekitar lingkungan mereka agar mampu memberikan manfaat secara optimal. Salah satu yang saya temui adalah Minuman Sari Alang-alang.

Minuman ini dibuat dari akar alang-alang yang dioven dan dikeringkan untuk kemudian diolah dengan gula batu dan diklaim mampu menyembuhkan beberapa keluhan penyakit seperti yang saya katakan diawal tadi. Sekedar informasi, Alang-alang adalah sejenis rumput yang berdaun tajam dan kerap menjadi gulma dilahan pertanian.

Saya bersua dengan mereka secara tidak sengaja, hanya karena ingin mencari segelas kopi hangat diseberang hotel tempat kami menginap saat liburan beberapa waktu lalu. Dari keterangan ibu Sulastri, R.Rovit dikelola oleh keluarga bersama sang suami Ruslan Guntoro dan Anung Triboy. Nama R.Rovit sendiri diambil dari nama sang anak yang mengemukakan ide dan pengolahan produk, dan didirikan sejak tahun 1995.

Adapun beberapa produk mereka merupakan hasil pertanian lingkungan setempat seperti Alang-alang yang diolah menjadi minuman, baik siap minum maupun yang dikeringkan (dapat diolah sendiri). Apel Malang mereka olah menjadi minuman, kripik, jenang dan dodol, Bunga Rosella dalam bentuk kering dan dengan campuran kopi, Nangka, Jahe hingga Temulawak. Masing-masing produk ternyata dibimbing oleh Disperindag selaku penanggungjawab kualitas dan Depkes bertindak meninjau keamanan khasiatnya.

Untuk pemasaran, saat ini produk mereka sudah dapat ditemui di berbagai toko atau minimarket setempat seperti Well-Mart, Plaza Batu atau di Pusat Oleh-oleh yang terakhir kami kunjungi. Kisaran harganya sendiri sangat terjangkau oleh kantong. Produk Kripik 100 gram dijual seharga 7.500 saja, demikian pula dengan kopi Rosella, dodol ataupun Temulawak dan jahenya. Sedangkan yang sudah berupa minuman, dijual seharga 1.000 per cup. Sejauh pengamatan saya, untuk produk kripik biasanya dijual kembali seharga 10.000 (oleh pedagang yang mangkal disekitar hotel), 12.000 (di Pusat Oleh-oleh) dan 25.000 (di Bandara Juanda Surabaya).

Perihal rasa, dijamin uenak. Yang berupa minuman rasanya kurang lebih seperti jelly anak-anak namun dalam kondisi cair, sedang yang berupa kripik sangat gurih dan kriuk. Hihihi… saya sendiri sebelum meninggalkan hotel sempat memborong 4 bungkus kripik nangka, 4 bungkus kripik apel, dodol, jenang, kopi Bunga Rosella dan tentu saja beberapa biji minuman Alang-alang dan Bunga Rosella. Sekalian untuk oleh-oleh. Hehehe…

Ohya, bagi Rekan-rekan yang berminat (entah untuk dikonsumsi sendiri atau dipasarkan kembali) bisa menghubungi mereka secara langsung :

UKM R. ROVIT

  • Bapak Ruslan Guntoro
  • Ibu Sulastri
  • Anung Triboy

Alamat : Jl. Trunojoyo II Nusa Indah no.22 Kelurahan Songgokerto – Batu – Jatim

Telp : 0341 598716 atau 0341 9018106

BLoG : http://pesonaukm.blogspot.com/

Laporan Rapat Perdana Panitia Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992

5

Category : tentang KuLiah

Menindaklanjuti usulan Rekan-rekan  SMA saat Temu Kangen pertama yang dilakukan di Restoran D’COZ 25 Desember 2009 lalu (tentunya saat itu masih dalam jumlah terbatas), untuk merencanakan sebuah Reuni yang dapat melibatkan dan mengikutsertakan kehadiran seluruh Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992 akhirnya mulai dirintis. Sesuai rencana, beberapa orang yang diundang khusus melalui Thread Pesan salah satu jejaring sosial bernama FaceBook, akhirnya hadir dan bersua pada tanggal 30 januari 2010 di kediaman Fiffy Rahmi jalan Tukad Yeh Penet Renon.

Dari kisaran yang direncanakan sebanyak 25 orang, ternyata yang hadir sebanyak 17 orang, yaitu : Alit Wisnawa, Donny, Dani Fitri, IB Bayu Afiantara, Oka ‘Bengkur’ Artawan, Anom Wibawa, Budi Buwono, Wayan ‘Pak Tua’ Wiryana, Rai ‘Poyox’ Sukartika, Sari Herawati, Nana Gautama, Fulvia, Preniti Suseni, Anie Adnyani, Yuanita Prima, dan tentu saja Fiffy Rahmi selaku tuan rumah dan PanDe Baik. Bersyukur banget ruang semi terbuka yang digunakan nyatanya mampu menampung 19 orang eh sorry 17  orang (maklum, 2 biji diantaranya berukuran hingga segede gajah)  tanpa mengurangi kenyamanan ruangan.

Rapat dimulai pada pukul 17.00 sambil menanti kedatangan para koordinator sementara yang ditunjuk sebagai perwakilan dari masing-masing kelas. Dibuka oleh Alit Wisnawa yang kemudian mengagendakan beberapa topik untuk dibicarakan bersama. Perihal kepanitiaan dan tugasnya masing-masing, perihal lokasi dan fasilitas, perihal biaya dan format acara tak lupa daftar undangan sementara dan teknis pelaksanaan.

Adapun beberapa Rekan yang ditunjuk untuk ikut serta dalam struktur kepanitiaan adalah sebagai berikut :

Ketua Panitia            : Alit Wisnawa

Sekretaris                  : PanDe Baik dan Sari Herawati

Tim Humas                : Wayan Wiryana ‘Pak Tua’, Anom Wibawa dan Oka ‘Bengkur’ Artawan

Tim Perlengkapan, Dekorasi dan Dokumentasi : Budi Buwono, IB.Bayu Afiantara dan Agus Suadnyana

Penyambut Rekan sekelas :

  • Fisika              : Yuli Yulistiowati, Fenny Muriani dan Eko Hariyanto
  • Biologi 1        : Dewi Astuti dan Kadek Juniathi
  • Biologi 2        : Preniti Suseni dan Anie Adnyani
  • Sosial 1          : Nana Gautama dan Fulvia
  • Sosial 2          : Fiffy Rahmi, Ayu Wardiasih dan Yuanita Prima

Koordinator Perburuan Rekan Kelas :

  • Fisika              : PanDe Baik
  • Biologi 1        : Donny
  • Biologi 2        : Poyox Sukartika
  • Sosial 1          : Sari Herawati dan Oka ‘Bengkur’ Artawan
  • Sosial 2          : Fiffy Rahmi, Ayu Wardiasih dan Yuanita Prima (merangkap ???)

Untuk sementara laporan kemajuan pekerjaan ups sorry, kemajuan perburuan Rekan sekelas masih dipimpin oleh kelas Fisika yang tersisa 5 orang lagi belum terdeteksi. Itupun Wayan ‘Pak Tua’ Wiryana bersedia membantu untuk menemukan 3 orang diantaranya. Sementara dari kelas lain, beberapa sudah positif dapat mengingat nama temannya namun belum sampai ke kepastian keberadaannya. Tetap berjuang Guys !

Terkait lokasi ada 2 (dua) alternatif yang sedianya akan dituju yaitu Restoran Mina Renon (yang akan disurvey kembali oleh Donny) dan Hotel Canang Sari  Sanur (disurvey oleh IB Bayu Afiantara). Survey dilakukan untuk memastikan biaya yang diperlukan dan fasilitas yang disediakan. Sedangkan terkait tanggal, dijadwalkan pada 27 Maret 2010 malam minggu kalo gak salah. Jadi bagi Rekan-rekan yang kini sedang berada diluar Bali, mohon diskejul ulang jadwal dan rencananya ya.

Kisaran biaya kurang lebih dianggarkan sekitar 100 ribu hingga 150 ribu per orangnya. Biaya ini nantinya selain akan digunakan untuk makan malam bersama, sisanya akan dialokasikan atau disumbangkan ke sekolah misalkan dalam bentuk perangkat Komputer. Format acaranya sendiri selain akan ada Laporan dari Ketua Panitia, Sambutan dan Kepala Sekolah plus Kesan dari masing-masing Perwakilan Kelas, akan ada Ramah Tamah (makan malam) diselingi musik (akustik) dan Slide Show Foto Kenangan masa SMA. Untuk itu diharapkan bagi Rekan-rekan yang memiliki Foto (belum sempat di-scan) maupun yang sudah berupa file dapat segera mengumpulkannya ke PanDe Baik via email ([email protected]) ataupun secara langsung (kontak di 8529300).

Untuk rencana selanjutnya, dijadwalkan pertemuan kembali pada tanggal 13 Februari 2010 masih ditempat dan waktu yang sama, untuk membicarakan kemajuan hasil perburuan Rekan sekelas dan juga hasil survey lokasi.

Rapat ditutup pada pukul 18.30 dilanjutkan dengan obral obrol temu kangen bagi yang baru pertama kali bersua, berbagi nama dan nomor kontak teman yang diketahui dan tentu saja menikmati konsumsi yang dibawakan oleh Nana Gautama. Well, sampai bersua lagi Kawan-kawan… Terima Kasih untuk hari ini.