Jadi PNS itu Serba Salah

32

Category : tentang DiRi SenDiri

…minat masyarakat untuk mengadu peruntungan pada test CPNS masih tinggi… kurang lebih begitu isi berita di media cetak beberapa saat lalu. Tidak salah apabila banyak masyarakat saling berebut mengadu nasib untuk bisa lolos menjadi seorang PNS atau Pegawai Negeri Sipil, karena image yang sudah kadung terbentuk selama ini cenderung “menguntungkan”.

Coba pikir, dengan kinerja yang dikenal kurang memuaskan berbagai pihak yang namanya penghasilan tetap didapatkan untuk setiap bulannya. Besarnya boleh dikatakan cukup apabila disandingkan dengan penghasilan masyarakat kebanyakan yang rata-rata masih berada dibawah garis kemiskinan. Sebaliknya jika disandingkan dengan swasta dalam hal ini perhotelan, bank dan lainnya, malah sangat jauh dibawah. Satu-satunya nilai lebih adalah ‘dimana lagi tempat kerja yang bisa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya kendati yang namanya kinerja atau absen bolehlah dinomorduakan. Coba bandingkan kalo dengan perilaku sama Anda bekerja dalam sebuah perusahaan ternama.

Meski demikian, jangan anggap enteng loh PNS itu. Karena bagi sebagian kecil dari mereka terkadang ‘terlanjur’ menjadi seorang PNS ternyata bisa jadi malah ‘serba salah’. Saya berikan sedikit ilustrasinya.

PNS

Terkait jam kerja misalnya. Apabila seorang PNS kedapatan berada diluar kantor pada jam kerja, apalagi terlihat sedang menjemput putra/putrinya disebuah sekolah atau kelayapan disebuah pusat perbelanjaan, secara otomatis bakalan memicu sebuah pertanyaan atau bahkan langsung naik cetak di media, lengkap dengan fotonya. Dari sudut pandang pribadi, berhubung dalam budaya PNS itu tidak terdapat jam khusus seperti halnya swasta untuk istirahat makan (selama kurang lebih satu jam), maka jam tersebut dilakukan sesempatnya. Bisa jadi pasca pekerjaan selesai atau saat anak pulang sekolah. Untuk lokasi istirahat makan siang tidak harus di warteg kan ? bisa jadi dekat-dekat pusat perbelanjaan itu.

Demikian pula terkait jam masuk kantor. Secara resminya, aktifitas mulai berlangsung pukul 7.30 pagi, namun dalam kenyataannya  ada yang ngantor lebih siang (dengan alasan mengantar anak atau malah hanya ikut arus), ada juga yang barangkali merasa tidak ada hal penting dirumah memilih berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan. Apa kata publik ? bagi yang berangkat agak siang saya rasa semua tahu apa terpikirkan, tapi lucunya selentingan miring juga berlaku bagi yang berangkat pagi. Bisa jadi malah dicurigai mampir dulu buat SII (Selingkuh Itu Indah), bisa juga agar dapat waktu untuk baca koran, main games dsb. Hehehe… ini pengalaman Pribadi loh ya.

Terkait jam pulang, resminya sih sekitar 3.30 sore namun dalam prakteknya rata-rata oknum PNS sudah pada rame berada dijalanan sekitar pukul 2 atau 2.30. Huahahaha… lagi-lagi pengalaman pribadi. Apa kata publik ? ‘Wah, kalo begini bisa rugi Negara membayar gaji kamu kalo pulangnya lebih awal…’ Sebaliknya ketika ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan lantaran satu tuntutan tertentu yang mengakibatkan lembur, publik malah berkata ‘Apa saja kerjaan yang kamu ambil sedari pagi sampe-sampe musti lembur segala ?’ Waaaahhh… ‘dikira main Game apa ?’ Hehehe…

Yang parah, ketika kami harus menengok seorang teman di sebuah Rumah Sakit disatu siang, kuping ini makin merah ketika beberapa orang kedapatan ngomong ‘tuh lihat, jam segini PNS sudah jalan-jalan, bagaimana negara mau maju ?’ Huehehehe… ‘jalan-jalan ? emangnya lagi di Bedugul ?’ bathin kami.

Jauh lebih parah lagi ketika akibat lembur kerja beberapa rekan akhirnya pulang malam, sempat mampir dulu kesebuah mini market setelah dihubungi sang anak yang minta dibelikan kue. Apa kata orang ? ‘ni PNS keluyuran ja kerjanya, main kemana aja dari tadi sih Pak ?’ Huahahaha… Untung si Teman gak’balik memaki orang tersebut.

Lain lagi dengan cerita ‘Amplop’. Sudah lumrah diketahui publik kalo oknum PNS itu sangat menyukai yang namanya ‘Amplop’, kecuali yang kosong. Hehehe… Tapi kebanyakan ‘amplop’ itu bakalan bersliweran ketika satu dua pihak mulai ada maunya. ‘Amplop’ itu digunakan untuk memperlancar urusan yang terkadang bisa dihambat oleh ulah oknum, bisa pula karena apa yang diharapkan melanggar peraturan yang berlaku. Apa kata publik ketika ‘Amplop ini diterima ? ‘Selipkan ‘amplop’ maka semua urusan ‘Beres….’ Ungkapan ini makin membuat terpuruknya image yang sudah terlanjur jelek. Tapi Apa kata publik ketika ‘Amplop ini ditolak ? ‘Bah, Kamu kok disodorkan uang malah gak mau nerima ? Nolak Rejeki tuh…’

Ohya, pernah memergoki PNS main Games ? saya yakin sering. Tapi pernah gak terpikirkan bahwa mereka itu bermain games (yang memang sengaja diisi dalam setiap PC) setelah semua pekerjaan telah selesai dikerjakan, sembari menunggu jam pulang ketimbang pulang lebih awal mendahului ? Pernah pula terpikirkan bahwa jauh lebih baik melewatkan waktu luang dengan bermain Games ketimbang nyari kamar short time ? Tidak jauh beda dengan ‘seorang PNS yang asyik nge-BLoG atau nge-FaceBook dipojokan bukan ? Huahahaha…

Sorry bagi yang kurang berkenan, ini hanyalah satu pembenaran dari sudut pandang kami saja, para PNS yang kurang kerjaan. Huehehehe…

Comments (32)

saya heran banyak yang ngomong kalau jadi PNS itu adalah opsesi tapi setelah baca diatas kelihatan sebaliknya…. 😕
.-= Tutorial Admob´s last blog ..Ngibul Tentang SEO =-.

[Reply]

pande Reply:

Bisa ngomong kaya’gitu setelah mengalami langsung. Mungkin bisa jadi obsesi lantaran merasa ‘rumput tetangga jauh lebih hijau. He… Terima kasih sudah mampir.

[Reply]

memang serba salah juga ya… untunglah pakaian saya tidak seperti PNS di Pemkab/Pemkot/Pemprov, karena dengan pakaian coklat itu sepertinya sudah kadung di cap buruk oleh masyarakat :mrgreen:
.-= imadewira´s last blog ..Cara Membuat Blog WordPress Versi Mobile =-.

[Reply]

pande Reply:

‘Sube kadung mecolek pamor…’ kira2 begitu kata orang Wir…

[Reply]

Jembrana ya ? memang lagi digalakkan tuh soal kedisiplinan. Apalagi kalo gak salah gak ada yang namanya hari pendek. Hehehe…
Ini Thema pertamanya pandebaik.com setelah gak numpang lagi di blogspot… makanya punya historis, tetep disimpen. He…

[Reply]

Saya katakan diperas ya lantaran porsi kerjaan melebihi standar kemampuan. kurang lebih begitu. :p

[Reply]

kesian ya pns….. tapi masih banyak juga yang rela berjubel antri ngelamar jadi pns.

[Reply]

Jaman sudah berubah. Dahulu ketika mssih jadi PNS, belum ada Komputer ditiap Kantor. Terpaksa bawa Laptop bekas sendiri untuk mengolah daa kunjungan pasien, KB dll sbg persiapan Rapat Bulanan di Tk. Kecamatan.

Sekarang banyak juga yang rajin di Kantor, duduk berjam-jam di depan layr monitor. Kebanyakan buka FB, Game dll tampilan spt yg sudah dibahas diatas.

Ah..walau bagaimanapun terantung dari tiap orangnya. Beruntung saya dan isteri dapat lolos dan dapat Pensiun. Sudah tidak bekerja lagi, tetapi masih dapat duit dari Pemerintah. Makanya ada banyak orang yang berambisi menjadi PNS. Alasannya ingin dapat Pensiun kelak. Nah lho…..

[Reply]

pande Reply:

Hahaha… bener banged tuh Dok. Ada juga alasan lain, pengen bisa punya waktu luang buat keluarga atau untuk nyari side job. :)

[Reply]

kalo menuruta ane pekerjaan PNs itu mulia, karena mau menanggung tugas pemerintah dalam membangun masyarakat, setuju? tapi terkadang nyebelin juga, apalagi buat saya yang cuman jadi honor, kitanya ribut ama pekerjaan karena disuruh suruh, eh mereka ribut dengan gaji, kenaikan pangkat, dan renumerisasi.

[Reply]

pande Reply:

Hehehe… kalo disini (kabarnya) kini malah sebaliknya loh… :p

[Reply]

eh salah ketik coy, kuduna remunerasi

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge