Gelapnya malam mulai turun, areal persembahyangan masih tampak lengang, hanya ada nyala api yang menari didepan sebuah pelinggih dikelilingi anak-anak yang penasaran. Pemadaman listrik kali ini dilakukan lebih awal, yang biasanya mulai pukul 6 sore, hari ini maju dua jam, jadi gak bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan. Jika biasanya setiap kali pemadaman dilakukan, banyak terlontar makian yang diperuntukkan bagi ‘si petir’, bisa jadi malam ini terasa berbeda.
Entah ide dari siapa mendadak anak-anak tersebut berkumpul melingkar, satu dua orang mengarahkan mereka untuk berbaris dan dua lainnya saling memegang tangan dan mengacungkannya keatas. Beberapa anak masih tampak belum percaya, terlihat bingung dan khawatir, tidak yakin dengan arahan ini. Setelah berusaha meyakinkan mereka, terdengarlah nyanyian yang dahulu pernah familiar kudengar…
‘Ular naga panjangnya… bukan kepalang… menari-nari kian kemari… umpan yang besar itulah yang dicari… inilah dia yang terbelakang…’ ‘apel apa salak ???’
Untuk sejenak, pemadaman listrik itu membawa kami kemasa lalu, masa dimana kami masih merasakan ketidaksabaran menunggu hari esok untuk bermain kembali…







sip markosip….
dibalik sesuatu pasti ada yang bisa dipetik, tapi ka tetap jengkel ma si Petir…
smoga waktu Denpasar festival nggak pemadaman listrik…
datang bli…
.-= eka dirgantara´s last blog ..LUNA MAYA vs INFOTAINMENT: Siapa sih yang salah? =-.
[Reply]
pande Reply:
December 24th, 2009 at 7:55 am
Siiip… sms saya yah…
[Reply]
Pas listrik padam, terangnya rembulan di langit malam yang cerah entah bagaimana bisa menyejukkan hati
.-= Cahya´s last blog ..My Birthday Gift =-.
[Reply]
Listrik padam terus berlanjut padahal pemberitahuan dari plnbali.co.id kemarin cuma sampai tanggal 7 Desember 2009
eh…… koq sampe sekarang
. Selamat bernostalgi
la bli[Reply]
jaman saya kecil, malah ingin malam semakin panjang, main petak umpet di rumah kakak misan terasa makin seru, heheh
.-= imadewira´s last blog ..Film : The Ugly Truth =-.
[Reply]
pande Reply:
December 27th, 2009 at 12:41 am
Tipikal masa lalu bangeds…
[Reply]