X

Need For Speed Undercover… and it’s DONE

…akhirnya… selesai juga misi yang diemban sepanjang permainan atau games balap mobil ‘Need For Speed Undercover’ dalam waktu yang cukup singkat. Hanya satu bulan. Satu kejutan tentu saja, mengingat ini pertama kalinya saya mencoba memainkan genre balap mobil.

Merunut jalan cerita, konflik paling menegangkan terjadi saat menjalankan misi ‘menjatuhkan (baca : membunuh) lawan dengan menggunakan mobil. Aksi kejar-kejaran serta adegan menabrakkan diri pada kendaraan lawan mengingatkan saya pada sebuah misi serupa pada games Grand Theft Auto ‘Vice City’. Hal tersulit adalah ketika melakukan misi serupa terhadap sang musuh utama yang ternyata adalah ‘si pemberi pekerjaan. Sound’s familiar. Hehehe…

Tertangkapnya pelaku terakhir memerlukan waktu yang tidak sedikit mengingat akal bulus yang selalu mengarahkan laju kendaraan ke sekitar stadion yang memiliki dua jalur jalan sebidang, atas dan bawah. Kendalanya adalah apabila kita terlalu jauh dari target, melewati batas waktu yang ditentukan, misi otomatis dibatalkan. Artinya mengulang lagi sedari awal.

Yang perlu dicermati adalah penggunaan kendaraan untuk melakukan pengejaran dan pembunuhan. Perlu diketahui bahwa kendaraan yang digunakan lawan adalah BMW M6, sehingga untuk dapat mengejar ketertinggalan laju minimal kendaraan yang digunakan setara atau malah jauh lebih powerfull. Namun, walaupun kendaraan yang digunakan sudah sekelas Bugatti Veyron 16.4 yang notabene memiliki power tertinggi setelah di-upgrade, tidak semudah yang dibayangkan rupanya. Karena kecepatan yang tinggi bakalan mubazir ketika melaju pada stadion yang memiliki track pendek dan memutar.

Cerita berakhir ketika sang pemberi pekerjaan ini tertangkap oleh polisi dan (tentu saja) kita dibebaskan dari segala tuduhan. Sayang, gadget yang sebelumnya dapat digunakan untuk menunjukkan GPS Map (T-Mobile Sidekick) sebagai petunjuk ‘tugas’ yang bisa diambil sembari menjalankan misi (Sprint, Outrun, Cost to State, Highway Battle dll), ditahan oleh polisi sebagai barang bukti. Sehingga pasca cerita berakhir untuk dapat menjalani ‘tugas’ sampingan ini kita hanya bisa mengandalkan apa yang tersaji pada layar, disesuaikan dengan lokasi terdekat.

Sejauh ini apa yang dijalani sepanjang permainan bisa dikatakan sangat mengasyikkan, apalagi ketika menguji kendaraan tertentu yang telah di-upgrade kemampuannya ke tingkat paling powerfull. Sayang, mungkin karena tidak ada lagi tantangan yang bisa dijalani, rasa bosan pun saya alami setiap kali saya mencoba ‘Need For Speed Undercover’ sedari awal lagi. Mungkin sudah saatnya mencoba games lain. ‘Need For Speed SHIFT’ barangkali ?

Categories: tentang KHayaLan
" pande : hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik."