Nokia E72 si tipis yang PowerFull

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Histeria BlackBerry tampaknya makin menjadi. Setelah para vendor ponsel lokal beramai-ramai menggempur pasar dengan harga murah plus fitur multimedia, tak ketinggalan para vendor ternama seperti LG, Motorola ataupun Samsung mulai berusaha ikut serta merilis tipe sejenis. Tak ketinggalan vendor ternama dari Finlandia, Nokia.

Nokia sebenarnya sudah lama menjadi pemain di pangsa pasar ponsel gembul QWERTY, seri E61 merupakan salah satu ponsel pembuka. Makin jauh perkembangan yang dilakukan, ponsel yang dilahirkanpun makin menarik perhatian. Duo seri terakhir E71 dan versi murah E63 kerap disandingkan dengan sang pelopor, yang tentu saja masih jauh tertinggal mengingat dari segi fitur dan fungsi yang diperuntukkan bagi kalangan pebisnis belum mampu minimal menyamai produk mereka.

E72 Nokia

Nokia E72 dirilis ketika pasar dihebohkan dengan kehadiran versi murah dari sang pelopor, BlackBerry yang diluncurkan dengan nama Gemini (8520). Salah satu fitur baru yang membedakan dengan rilis lama mereka adalah hadirnya Trackpad, fitur yang kerap berada pada Notebook, demi mengantisipasi keluhan pengguna BlackBerry sebelumnya terkait tombol navigasi Trackball yang kerap macet akibat kotoran yang mengendap pada roda –permasalahan yang juga dikeluhkan oleh pengguna mouse versi trackball (bukan optik)-. Fitur ini sebelumnya sempat digunakan pula oleh ponsel smartphone milik Samsung seri i780.

Seperti halnya sang pendahulu Nokia E71, seri terkini dari vendor Finlandia ini secara visual tak jauh berbeda, sama-sama mengadopsi keypad QWERTY dengan layar horisontal. Penambahan fitur navigasi Trackpad merupakan nilai tambah melengkapi navigasi konvensional yang selama ini digunakan. Trackpad ini dapat diatur penggunaannya, dari pengaktifan hingga sensitifitasnya. Fungsi lain dari Trackpad ini adalah sebagai tombol OK yang akan bereaksi ketika ditekan.

Banyak hal baru yang diadopsi Nokia E72, bisa dimaklumi lantaran dirilis sebagai penyempurnaan seri sebelumnya. Resolusi kamera 5 MP dengan fitur autofokus, Nokia Messaging yang mampu melakukan fungsi Push Email layaknya BlackBerry, dari akun yahoo, gmail, hingga yang personal seperti pandebaik.com misalnya.  Selain itu ada Switch yang digunakan sebagai sarana berbagi data, kontak dan lain sebagainya antar ponsel Nokia, Modes yang fungsinya serupa dengan Profile namun meliputi pengaturan Thema, akun email yang digunakan, shortcut pada tampilan awal hingga wallpaper yang digunakan. Ada juga Intranet, fungsi terbaru dari Nokia yang memungkinkan ponsel terhubung pada jaringan network local untuk mengakses data setempat.

E72 GPS

Dibandingkan dengan seri 6720 Classic, ponsel Nokia terakhir yang saya review, fungsi GPS-nya tidak jauh berbeda, hanya saja untuk penggunaan indoor masih kalah, tidak dapat mendeteksi satelit dengan baik, sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk mencari lokasi secara offline (tanpa menggunakan koneksi internet). Fitur lainnya seperti Nokia Font Magnifier (pembesaran huruf pada menu), WiPresenter (presentasi menggunakan WiFi) dan MultiScanner (pembaca teks atau kartu nama seperti fungsi OCR pada Scanner) sebenarnya bukan lagi sesuatu yang baru mengingat banyak penyedia pihak ketiga mampu memberikan fungsi sama pada sebuah ponsel biasa.

E72 Multiscanner
E72 OFFice

Diantara fitur dan fungsi baru yang bersifat surprise adalah aplikasi QuickOffice. Aplikasi ini dapat digunakan secara penuh baik untuk viewer dokumen hingga editing data. Satu fungsi yang belum dimiliki oleh banyak ponsel bertipe Smartphone termasuk diantaranya BlackBerry. Penggunaan Prosesor hingga 600 MHz memberikan akses menu yang lebih gegas ketimbang pendahulunya. Meski belum mengadopsi yang tercepat (saat ini dipegang oleh Samsung Jet dengan 800 MHz), minimal sudah menyamai prosesor yang dimiliki sang pelopor yaitu BlackBerry.

Tambahan lainnya adalah koneksi WiFi yang kabarnya sudah dapat digunakan untuk komunikasi antar pengguna, yang artinya tidak menghabiskan pulsa, geotagging yang mampu menambahkan informasi lokasi pada foto yang diambil, dan tentu saja OVI Store, penyedia content resmi milik Nokia.

Nokia E72, kehadiran seri terkini pada segmen pebisnis ini agaknya benar-benar diharapkan mampu bersaing ditengah dominasi vendor Kanada, BlackBerry. Kita lihat saja…

Comments (10)

kalo external storagenya dicolokin ke kompi, office nya sudah bisa langsung kebaca sama ms office nggak ya?
itu yg mbuat saya masi bertahan dgn pda, krn fitur lainnya semua ada di pda…
.-= [3]´s last blog ..Coin Prita =-.

[Reply]

pande Reply:

Maksudnya file hasil dari app QuickOffice milik Nokia ? bisa kok. Tapi kalo dibandingkan dengan PDA ya, saya pribadi masih mendingan pilih PDA-lah. mungkin karena OS-nya yang sama dengan PC.

[Reply]

Winarto Reply:

Saya juga pilih PDA, apalagi PDA gratis 😛

[Reply]

pande Reply:

kalo itu sih saya juga mau…

Sepertinya E71 saya belum ada text scaner dan card readernya deh Bli 🙂
.-= Cahya´s last blog ..7 Makanan Penghalau Kanker =-.

[Reply]

pande Reply:

Ngomong2 bagemana dgn QuickOfficenya BLi Cahya ? apakah bisa berfungsi sebagai Editing ? atau hanya sekedar Viewer ? hehehe… kebetulan kmarin ada yang nanya…

[Reply]

Cahya Reply:

Hmm…, saya juga belum coba, he he, saya kan pakai OOo di kompi 😀

Tapi sepertinya bisa membuat berkas document, worksheet, dab presentation seperti pada Office sungguhan – walau fitur mungkin minimal – karena tersedia menu untuk itu. Jadi saya kira masih bisa melakukan editing 🙂
.-= Cahya´s last blog ..7 Makanan Penghalau Kanker =-.

[Reply]

kayaknya budget ga ada buat beli henpon baru nih 😥
.-= imadewira´s last blog ..Makan Siang Tipat Tahu =-.

[Reply]

pande Reply:

He… kalopun gak perlu dengan fiturnya, kenapa harus dipaksakan Wir ?

[Reply]

kepingin jg seh pny hp gt seh…. :mrgreen:

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge