MiRah dan MiRah (lagi)

6

Category : tentang Buah Hati

Rasanya ga’ada habisnya kalo pengen bercerita tentang MiRah, putri kecil kami. Pagi ketika ia terbangun dari tidurnya, dengan segera MiRah akan meminta untuk diantar ke kamar mandi, buang air kecil alias ‘ncing…’. Satu kemajuan besar bagi kami tentu saja, Mirah diusianya yang telah melewati 1,5 tahun ternyata sudah mampu menyampaikan keinginannya untuk buang air besar maupun kecil.

Memberi makan sikecil ternyata gak sesulit yang kami khawatirkan dahulu. Karena makan adalah hobi pertamanya MiRah. Hehehe… Segala macam makanan ia nikmati dengan lahap, mungkin itu sebabnya kini MiRah tak lagi doyan dengan susu bayinya yang memang ga’terasa apa-apa. Dari apel, salak, melon, pisang hingga mangga ia suka. Wafer, roti, pisang goreng hingga penganan tradisional. Nasi putih, nasi goreng, sayur, ikan ayam (hihihi…) hingga ‘u ah u ah jadi favoritnya. Sekedar tahu, ‘u ah u ah itu adalah lauk ikan laut yang ada sambel tomatnya, diaduk dengan nasi putih jadilah maem ‘u ah u ah… (istilahnya pedes kata MiRah).

Khusus untuk penghilang dahaga, MiRah lebih memilih minum air putih dari gelas miliknya ketimbang dot. Meski demikian, jika ia kami ajak jalan-jalan, pilihan pertama yang ia pinta sebagai bekal minum sepanjang perjalanan adalah teh. Demikian pula saat diajak maem diluar, teh tetap jadi favoritnya. Apalagi kalo ditambahkan dengan es batu jadilah ‘eng teh’ (sebutan untuk es teh versi MiRah).

MiRah 2

Mirah lebih suka nonton video ketimbang film anak-anak dilayar televisi. Terutama video yang saya buatkan khusus untuknya. Dari video ‘kumpulan foto masa kecil yang di-slide show plus tambahan musik anak-anak, video lagu anak-anak hasil download dari YouTube hingga video trailer film pendek karya Pixar. Hmmm… menurun dari Bapaknya nih. Hehehe…

Setiap akhir pekan, kami selalu menyempatkan diri mengajak MiRah keluar rumah dari sekedar jalan-jalan ke lapangan Puputan ‘Alun-alun Kota Denpasar untuk melihat air mancur, main ke arena bermain anak-anak di Tiara Dewata atau disebuah minimarket daerah Sesetan, hingga pulang kampung kerumah neneknya (dari pihak Istri) di Canggu. Terbatasnya lokasi tujuan yang kerap kami ajak, gak heran kalo setiap kali kami tanyakan pengen jalan-jalan kemana, jawabannya ya diantara ketiga opsi tersebut. ‘Alung-alung, posotan (arena bermian) atau nyari nenek adu (canggu).  Jika ditawarkan diluar opsi tersebut, dengan mantap MiRah akan menggelengkan kepalanya sambil berkata ‘ndak…

Bukan MiRah namanya kalo gak bisa bikin heboh, dari tawa ngakaknya yang kalo diajak becanda, tawa jahil yang berhasil mengerjai ibunya (tentu saja atas hasutan si Bapak) hingga tangisnya yang melengking mampu mengejutkan seisi rumah dan dengan segera menghampiri. MiRah selalu bikin rame suasana, dengan segala kelucuan, kepintaran hingga keluguannya menirukan kata-kata yang kami ucapkan.

Mungkin ada benarnya kata orang bijak bahwa Anak kecil itu bagaikan sebuah kertas kosong yang siap diisi dengan segala warna dan gambar. Tergantung dari apa yang kita ajarkan dan bimbing untuknya…

Comments (6)

lama-lama Mirah bakalan download sendiri thriler film animasi dari youtube 😆
.-= imadewira´s last blog ..Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia =-.

[Reply]

pande Reply:

Mumpung koneksi unlimited, ya ga’pa2… hehehe… nanti pasti diajarin. :p

[Reply]

Karena makan adalah hobi pertamanya MiRah.
Mirah lebih suka nonton video ketimbang film anak-anak dilayar televisi terutama video lagu anak-anak hasil download dari YouTube hingga video trailer film pendek karya Pixar.

ehm…kok kebanyakan sifat bapaknya yah? hehehe

[Reply]

pande Reply:

Artinya itu beneran punya saya Ka… ketimbang ngambil sifat tetangga kan bisa gawat tuh ? hehehe…

[Reply]

Belum komeng disini
Belum pernah ketemu Mirah
.-= Winarto´s last blog ..Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia =-.

[Reply]

pande Reply:

Nanti kalo ada kesempatan pasti dikenalin… :p Biar tau miRah-nya dengan om Win. 🙂

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge