Sensasi FaceBookers Evan Brimob

13

Category : tentang Opini

Evan Brimob merupakan salah seorang dari 12 juta FaceBookers negeri ini yang melek dengan teknologi. Tak hanya situs pertemanan ini saja yang ia miliki, namun juga situs yang sebelumnya booming namun mulai ditinggalkan, Friendster.

Tak ada yang istimewa dari profil yang tertera dalam Info yang bersangkutan. Seorang jejaka kelahiran 1986 dan berzodiak sama dengan saya, Aries. Satu zodiak yang biasanya memiliki gejolak emosi yang tinggi, saya akui itu. Memiliki teman hingga mencapai angka 800an orang, salut saya katakan, lantaran tidak banyak aparat penegak hukum yang mampu bergaul dan bergelut di dunia maya.

Evan Info

Evan Brimob mulai beken setelah salah satu update statusnya mengatakan “polri gak butuh masyarakat… tapi masyarakat yg butuh polri…. maju terus kepolisian indonesia, telan hidup2 cicak kecil…..”

Ya, inilah imbas dari kemelut yang terjadi selama sepekan terakhir. Perseteruan ‘Cicak melawan Buaya’ yang kendati istilah tersebut telah dipinta untuk tidak digunakan lagi, namun publik tetap saja mengingat sebagai tanda arogansi seorang oknum penegak hukum di negeri ini.

Respon yang diberikan atas update status Evan Brimob ini tentu saja beragam. Dari yang Pro terhadap Cicak, tentu saja mengecam pernyataan sang empunya status. Sebaliknya dari pihak yang Pro terhadap Buaya, ya mengamini-nya…

Perseteruan ini mengingatkan saya pada saat negara Tetangga kita, Malaysia mengklaim beberapa warisan budaya yang kita miliki. Di salah satu Forum terdapat beberapa Thread khusus yang difungsikan kedua pihak (remaja Indonesia dengan remaja Malaysia) untuk saling mengejek dan mencaci satu sama lain.

Saya sendiri hanya senyum-senyum saja dibuatnya. Buang-buang energi untuk meladeni orang-orang kaya’gini tentu saja.

Untuk situs pertemanan FaceBook, jika kita tidak menyukai status yang diungkap oleh seorang ‘teman’ ya tinggal di ‘Hide’ saja orang tersebut dari daftar Beranda/Home, update status terakhir. Jika yang bersangkutan membuat pernyataan yang bodoh menurut akal sehat yang kita miliki, kita bisa melakukan tindakan Black List atau bahkan menganggapnya sebagai Spam. Tindakan paling mudah adalah memecat yang bersangkutan dari daftar Pertemanan yang kita miliki.

Sebagai seorang FaceBookers, sah-sah saja Evan mengutarakan pendapatnya seperti itu, yang barangkali sudah mendapatkan pembelokan pola pikir saat pendidikan ataupun obral obrol sejawatnya saat ini. Tapi tetap saja membuat kita mengelus dada…

Sumber dan Perkembangan Terakhir

Evan Profile

Info tentang update status Evan Brimob ini saya dapatkan dari seorang rekan sesama FaceBookers, Agustinus Tri Laksono yang memberikan link menuju Thread Kaskus. Selanjutnya informasi yang bersangkutan (Evan Brimob) saya dapatkan dari link yang tertera pada Thread, menuju akun seorang FaceBookers Maquis Spanish’s. Kebetulan maquis sempat menyadap isi akun si oknum Brimob, dari foto profil, respon status hingga status infonya.

Kabar terakhir, akun Evan Brimob telah di-nonaktifkan dari situs pertemanan FaceBook. Kehilangan ini direspon oleh para ‘pendukung” Evan dengan membuat satu group “Evan Brimob di Benci Rakyat Indonesia” yang hingga pk. 8.10 Wita tadi sudah memiliki keanggotaan 187 FaceBookers. Dari group pula, terdapat link menuju sebuah media online koran radar, yang menaikkan headline ‘akibat FB, Evan Brimob mencari Sensasi’.

‘Cicak vs Buaya’ merambah FaceBook

41

Category : tentang Opini

Perseteruan antar lembaga negeri ini rupanya telah memasuki babak baru. Dijebloskannya dua pimpinan KPK Bibit dan Candra kedalam sel sekaligus ditetapkan sebagai Tersangka, dituntut dengan pasal ‘seenak perut’ (karena digonta ganti ketika tuntutan lainnya tidak terbukti) direspon oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Beberapa Tokoh penting juga akhirnya turun gunung berusaha menengahi ataupun mendesak Presiden untuk bertindak. Tak sedikit pula yang tampil dibarisan depan menjaminkan diri mereka dan menuntut pembebasan kedua petinggi KPK tersebut.

Dukungan moral rupanya tak hanya disuarakan dalam bentuk nyata. Dalam ranah mayapun dukungan terus mengalir demi sebuah keinginan menegakkan keadilan dinegeri ini. Facebook salah satunya.

“Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto” yang digagas oleh Usman Yasin dalam hitungan hari telah meraup dukungan setengah dari target yang diharapkan. Hingga 3 November pagi pk. 8.50 tercatat sudah mencapai angka 505.095 Facebooker yang ikut memberikan dukungan. Adapun tambahan link (pranala) yang berkaitan sekitar 3.121, 486 foto (ilustrasi) dan 72 video.

Dukungan KPK

Dukungan terhadap KPK dihimpun juga oleh beberapa group lain seperti “PEOPLE POWER!!!” DUKUNG TRANSPARANSI KASUS BIBIT DAN CHANDRA HAMZAH “ dengan 3.224 FaceBookers, “Sejuta Dukungan Buat Bibit S Rianto & Chandra M Hamzah (KPK)” dengan 1.277 FaceBookers, “Dukungan Buat KPK” dengan 661 FaceBookers dan  “Dukungan Moral Untuk KPK” dengan 322 FaceBookers.

Maraknya dukungan terhadap lembaga superbodi KPK rupanya lumayan membuat gerah para ‘pendukung’ Polri dan Kejaksaan. Demopun dilakukan dan mengecam balik KPK. Sayangnya terlepas benar tidaknya ‘dukungan’ ini, adanya pengakuan para pendemo ‘pendukung’ ini makin mencoreng citra Polri dan Kejaksaan. Seperti biasa adanya uang lelah yang diberikan agar mereka bersedia turun kejalan, dengan alasan sebagai ‘uang makan’ saat melakukan demo. Jelas-jelas ini berbeda dengan gerakan Pendukung KPK yang secara ikhlas merasa terpanggil untuk turun kejalan.

Dukungan POLRI

Pada situs pertemanan FaceBook, para ‘pendukung’ Polri dan Kejaksaan ini akhirnya membuat tandingan dengan nama “Dukungan 2.000.000 facebookers untuk POLRI” yang sayangnya masih dalam rentang waktu yang sama hanya mampu menjaring 34 FaceBookers. Adapun beberapa bentuk dukungan lain di situs pertemanan ini adalah “1.000.0000.0000 dukungan untuk POLRI melawan pengkerdilan institusi Polisi” Satu milyar ? yang bener ? dan dari target satu milyar tersebut baru berhasil menjaring 27 FaceBookers. “1.000.000 Dukungan Facebooker terhadap POLRI dalam Drama Buaya Vs Cicak” dengan 109 FaceBookers,  “M3MB3RI DUKUNGAN TERHADAP POLRI” dengan 106 FaceBookers dan “DUKUNGAN KEPADA POLRI & KPK MEMBERANTAS KORUPSI DAN OKNUM SILUMAN” dengan 19 FaceBookers.

Kekuatan dunia maya dalam upaya memberikan pengaruh pada politik di Indonesia tengah diuji. Apakah masing-masing nantinya akan mampu membuktikan harapannya ? kita tunggu saja…

Taxco VX1 Blackberry Javelin rasa lokal

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Nexian boleh saja disebut sebagai pembuka jalan dalam meningkatnya minat masyarakat akan kehadiran ponsel berkeypad QWERTY besutan China dan mengambil alih rupa Blackberry, namun hingga saat ini tak satupun dari seri yang dirilis mampu menyamai desain ponsel gembul kelahiran Kanada tersebut. Tidak demikian halnya dengan Taxco, salah satu dari sekian banyak brand lokal ini tampaknya tak mau kalah dengan para pesaingnya dalam merilis ponsel berkeypad QWERTY.  Rupanya Taxco tak ingin bersikap setengah setengah dalam soal jiplak menjiplak, lihat saja dari desain secara keseluruhan ponsel seri VX1 milik mereka, bisa diidentikkan dengan Blackberry Curve 8900 alias Javelin.

TaxCo 1st look

Ditilik dari spesifikasi yang diusung tak jauh beda kok dengan ponsel berkeypad QWERTY besutan lokal lainnya, dari Dual On GSM, koneksi Bluetooth, Memori tambahan MicroSD, dukungan Java (eBuddy, Facebook dan Yahoo Messenger) serta Kamera. Yang menarik adalah resolusi kamera yang dimiliki sudah mencapai 2 MP dan ini beneran loh, gak Cuma tulisan yang menghias box pembelian ataupun cover belakang ponsel.

Ohya, tadi sempat saya katakan kalo Taxco VX1 (yang lebih dikenal dengan julukan TaxcoBerry) menjiplak Balckberry Curve 8900 alias Javelin secara keseluruhan, itu benar adanya. Bahkan bukan hanya dari dimensi bodi ponsel, namun juga bentuk keypad QWERTY hingga ke navigasi Trackball. Kehadiran Trackball ini berfungsi sama halnya dengan Trackball milik BlackBerry. Tak hanya navigasi Trackball, desain Menu yang ditampilkan dalam layar milik Taxco ini bisa dikatakan sangat mirip dengan milik BlackBerry, demikian pula pada tampilan awal (today screen).

TaxCo vs others

Dukungan Java pada ponsel ini dapat dikatakan sebagai nilai tambah. Bagi yang memerlukan web browser bisa menggunakan Opera Mini yang memiliki tingkat kompresi tinggi dalam menampilkan halaman web sehingga ditinjau dari pengeluaran tentu saja jauh lebih murah. Demikian pula games ataupun aplikasi chatting lainnya.

Tapi untuk chatting bukankah sudah ada eBuddy ? nah ini dia masalahnya. eBuddy milik Taxco VX1 ternyata tidak dapat berfungsi dengan baik, namun bisa diakali dengan menginstalasi eBuddy milik HT30, brand lain yang secara kebetulan merilis jenis ponsel yang sama. Hasilnya, chatting via ponsel tak lagi menjadi masalah besar.

Sayangnya memang belum semua aplikasi ponsel berbasis Java dapat diinstalasi dan digunakan dengan baik pada ponsel ini, salah satunya misalkan saja Morange. Aplikasi yang bersifat all in one ini bahkan tak jua berhasil dibuka kendati telah menunggu waktu yang lama.

Berbeda dengan Nexian, dimana slot SIM 1 biasanya sudah di-lock untuk kartu sim tertentu (sesuai paket bundling), untuk Taxco VX1 pengguna dibebaskan untuk menggunakan sim card gsm dari operator yang tersedia di Indonesia. So, ada yang berminat ?

iPhone 3G 8GB Keren tapi menyusahkan

18

Category : tentang TeKnoLoGi

Siapa siy yang gak pengen punya iPhone ? bagi mereka yang mengikuti perkembangan teknologi ponsel, dijamin pernah terkesima dengan kejeniusan desain perusahaan yang dipimpin oleh Steve Jobs itu. Pengoperasian yang full touchscreen, minim keypad. Hanya satu tombol mirip tombol navigasi pada ponsel biasa, namun setelah digunakan, hanya difungsikan sebagai tombol home atau kembali ke menu awal.

Saya sendiri akhirnya berkesempatan memegangnya langsung, dalam waktu cukup lama pula, ini setelah seorang teman yang dahulu sempat membawa pulang jagoan saya datang lagi kerumah dan menawarkan iPhone 3G 8GB, batangan tanpa asesoris apapun. Dari informasi, iPhone ini dahulunya adalah milik orang asing alias bule yang barangkali kelupaan dengan ponselnya, sehingga ga’heran kalo ni ponsel ditawarkan tanpa charger. Hehehe… kondisinya masih bagus dan fungsi utama ponselpun masih normal. Cuma kalo musti ditebus dengan harga 3,5 juta, mendingan ngambil Blackberry Gemini bathin saya. Harga yang sangat tinggi mengingat kedatangannya tanpa charger atau kabel data. Bagaimana cara menggunakannya ?

iPhone Nokia

At last, si teman mencoba membeli charger abal-abal seharga 100rb, yang ternyata beneran abal-abal alias cuman bisa dipake nge-charge beberapa menit saja. Setelah itu, say goodbye, charger langsung gak’berfungsi. Ah, sial… Dengan sisa batere yang sak uprit, sayapun mulai memainkan jari pada layar sentuh nan lebar milik iPhone.

Hasilnya, sayapun tak dapat menemukan cara mengubah resolusi kamera yang digunakan, tujuannya tentu saja untuk mengetahui besaran kamera yang disandang pada punggung iPhone. Sekedar meyakinkan. Disentuh lebih jauh, malah gak menemukan yang namanya File Manager seperti halnya ponsel lain. Maksud saya adalah untuk mencari properties foto yang barusan diambil, eh gak nemu-nemu juga. Gak hanya itu, banyaknya kekurangan yang ditemui makin membuat saya makin penasaran dan akhirnya kecewa lantaran ponsel kehabisan daya tanpa sempat mencoba koneksi internetnya.

Ketiadaan fungsi multitasking. Sulitnya mengakses dua fungsi aplikasi secara bersamaan. Ponsel hanya menyediakan satu tombol Home, yang setiap kali ditekan ponsel akan langsung menuju menu utama dan apa yang dikerjakan sebelumnya secara otomatis menghilang (tidak tersimpan).

3G namun tanpa kamera kedua, kendati masih bisa diakali dengan membawa cermin dan diarahkan ke kamera punggung, namun tetap saja terasa aneh.

Fitur Kamera yang nanggung. Tidak dapat digunakan untuk merekam gambar bergerak alias video, tidak ada pengaturan kamera lebih lanjut dan tidak ada flash. Hmm… barangkali kamera hanyalah berfungsi sebagai pelengkap saja.

Ketiadaan opsi copy paste pada pengetikan teks ataupun opsi untuk meneruskan teks pada pesan, trus bagaimana caranya kalo mau memberikan informasi panjang yang sama ke orang lain ? mengetik ulang ?

Satu-satunya aplikasi yang dapat mendukung fungsi kantoran hanyalah Notes, tidak ada office aplication. Mungkin harus diinstalasi secara terpisah, namun tetap saja tidak praktis.

Dengan harga jual mahal barangkali ada banyak pilihan yang dapat diambil, apalagi memang akan difungsikan untuk mendukung pekerjaan atau kegiatan, tidak hanya sebagai ponsel hiburan multimedia. iPhone memang oke, sangat keren bagi sebagian besar orang yang paham akan teknologi gadget, saya katakan demikian karena sebagian majalah ataupun tabloid di negeri ini masih menyanjung dan memuja iPhone sebagai the BEST phone. Barangkali pertimbangan mereka adalah BEST untuk fungsi ponsel, sedangkan jika memerlukan pendukung pekerjaan ya dialihkan ke Notebook. Ngapain repot menggunakan ponsel ?