Nokia 6720c Ponsel Klasik untuk Mertua

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Memilih sebuah ponsel untuk Mertua yang usianya notabene sudah masuk kepala lima sebetulnya tidak sulit, karena syaratnya sudah ditetapkan sedari awal. Bahkan budget yang dianggarkan pun sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan sebuah kemajuan teknologi terkini. Tapi ya, kasian uangnya kalo dibuang percuma hanya untuk sebuah gengsi, karena toh dalam rentang harga yang terjangkau yang namanya teknologi itu sudah bisa didapatkan hampir secara keseluruhan.

Bentuk yang simpel dan mudah digunakan, kalo bisa gak jauh beda dengan Nokia 6080 yang Beliau gunakan saat ini. Tahan lama dan kalo bisa ada fitur kamera yang hasilnya dapat dicetak seukuran 4R. Untuk awalnya Beliau memilih salah satu ponsel yang tertera dalam lembaran harga sebuah tabloid, gak tanggung-tanggung, seri bisnis milik Nokia, E66. Alasannya ternyata cukup sederhana. Punya fitur kamera 3,2 MP dan sudah memiliki autofokus. He… Beliau rupanya mencontek dari spek ponsel Nokia N73 yang saya miliki. Namun karena Beliau kini sudah pensiun dari pekerjaannya dan bukanlah seseorang yang memerlukan ponsel yang memiliki kemampuan beremail dan sejenisnya, sayapun menyarankan beberapa seri lain yang sekiranya ‘jauh lebih baik namun dengan harga yang ‘jauh lebih murah.

Dalam rentang harga yang sama dengan Nokia E66, ada beberapa seri milik Nokia yang ternyata memiliki kriteria yang saya sebut terakhir. ‘jauh lebih baik dengan harga yang ‘jauh lebih murah. Pilihannya yaitu seri 6220c, 5630 XM dan 6610i slide. Tiga ponsel yang jauh berbeda satu sama lainnya, dimana masing-masing memiliki pilihan yang menarik, kamera 5 Mega Pixel Carl Zeiss, GPS Receiver atau koneksi Wifi. Dari ketiga pilihan tersebut, untuk penggunaan Mertua, saya yakin kamera bakalan menduduki peringkat pertama sedangkan Wifi ya barangkali gak bakalan tergunakan. So, sayapun memilih seri 6220c. Dengan pertimbangan tambahan, konstruksi ponsel sliding barangkali lebih rentan dalam kaitannya dengan umur.

Setelah kontak dengan seorang rekan sebangku saat SMA dulu yang kini bergerak pada brand ternama tersebut, saya mendapatkan informasi bahwa ada satu pilihan lagi yang dapat dijadikan alternatif, apabila tertuju pada 6220c, yaitu 6720c. Sebuah seri terbaru dari Nokia yang memiliki form factor dan spesifikasi sama persis dengan 6220c tadi. Didukung oleh beberapa keluhan yang disampaikan oleh pengguna seri 6220c via Mbah GooGLe, pilihanpun akhirnya jatuh pada seri 6720c.

Nokia 6720c MerTua

Sesuai dengan namanya 6720 Classic, bentuk rupa klasik memang sangat kental terlihat, bahkan saya yakin secara sepintas orang takkan menduga jika jeroan ponsel ini nyatanya  membawa fitur-fitur terkini. Katakan saja kamera 5 Mega Pixel dengan lensa Carl Zeiss dual led flash, GPS Receiver beserta GeoTagging (penanda foto), dual speaker stereo, dan resolusi videonya ? waaahhh… mulus banget. Hehehe… jadi pengen punya nih…

Tapi ngomong-ngomong sejauh apa sih dalemannya ponsel ini ? Pengen tau ? he… lanjut di tulisan berikutnya yaaa…

pagi satu ketika…

16

Category : tentang KHayaLan

Entah bagaimana caranya aku bisa berada ditempat ini… Sebuah gang kecil yang kumuh, aku bersandar pada tembok, disela batu bata berlumut layaknya masa kecilku. Orang berlalu lalang didepan gang seakan tak peduli dengan kehadiranku…

Langkah seorang Bapak tua terhenti, berbalik memandangiku, menghampiri dan menyodorkan sebatang rokok putih yang kuhisap dengan rakus…

‘bukan orang sini Pak ?’ sapanya.

‘dimana ini Pak ?’ balik kubertanya.

‘Legian… Kuta…’ jawabnya sambil menghirup nafas dalam-dalam.

Terpekur kumenatap sekelilingku. Luluh lantak tak berbentuk…

‘Apa yang terjadi ?’ tanyaku kembali.

‘Bom…’ ucapnya terhenti.

‘…lagi ? Legian dibom ?’ tanyaku terheran seakan tak percaya… dan ekspresi yang ditampakkannya pun sama denganku.

‘Apa maksud Bapak dengan ‘lagi ?’

‘Seingat saya Legian dibom tujuh tahun lalu Pak. Tahun 2002, bulan Oktober… bagaimana bisa kini Legian kembali mengalami hal yang sama ?’ cecarku.

‘Apa maksudnya dengan ‘tujuh tahun lalu ? ini tahun 2002 Pak. Bulan Oktober…, apa Bapak lupa ?’

Tahun 2002… hari ini ? bagaimana mungkin ? aku kembali ke masa lalu ? jelas tak mungkin… dengan segera kuperiksa semua kantong yang kupunya, mencari ponselku yang tak jua kutemukan, hanya jam tangan ini yang kukenakan… dalam samar masih dapat kubaca, hari ini 20 November 2009 pukul 5.49 pagi…

…aku tersadar dengan badan penuh keringat…

Yang tercecer dari Yudisium Bersama Fakultas Teknik

19

Category : tentang KuLiah

Jumat pagi… seminggu sebelum perhelatan, telepon dirumah berdering dengan nyaringnya… Orang diseberang sana mengatakan…

“Mohon kesediaan Bapak untuk memberikan Kesan dan Pesan mewakili seluruh rekan lulusan pada Yudisium Bersama Fakultas Teknik, 5 November 2009 di Gedung Undagi Graha Fakultas Teknik Kampus Universitas Udayana di Bukit Jimbaran…”

Sejenak tak percaya, sayapun mulai mencecar banyak pertanyaan kepada si penelepon ‘kenapa saya ?’ ‘atas dasar apa’ dan ‘apa yang harus saya katakan ?’. Seakan tak puas dengan jawaban yang diberikan, Sabtu pagi sayapun mempertanyakan hal yang sama kepada staf di kantor Pasca Sarjana Teknik Sipil, kampus Sudirman. Jawabannya cukup mencengangkan.

Dua kali Yudisium ?

Yudisium pertama, dilakukan pada tanggal 4 November 2009, di gedung Rektorat Kampus Sudirman lantai 4. Diikuti oleh seluruh lulusan pada tingkat Pasca Sarjana dan Doktor se-Universitas Udayana. Yudisium kedua, dilakukan pada tanggal 5 November 2009, di gedung Undagi Graha Fakultas Teknik Kampus Universitas Udayana di Bukit Jimbaran. Terkait telepon tersebut, berlaku pada Yudisium kedua yang notabene tak wajib diikuti oleh lulusan. Sudah kepalang basah, saya menyetujuinya dan mulai menyusun beberapa kalimat yang nantinya akan saya sampaikan pada acara Yudisium bersama Fakultas Teknik.

Tak dipungkiri, sama halnya dengan desakan untuk menjadi narasumber saat Siaran bersama BBC di stasiun radio BaliFM beberapa waktu lalu, ketegangan sempat pula hinggap dan kendati sudah ditemani dan didukung istri, cukup membuat saya sedikit grogi ketika berada dipodium, didepan puluhan lulusan sarjana, para orang tua dan tentu saja anggota Senat Fakultas Teknik.

Ketegangan ini langsung luntur ketika saya disodorkan beberapa foto ukuran postcard dan jumbo oleh para fotografer yang saat kedatangan tadi sempat mengambil gambar kami berdua. Dari belasan foto yang diberikan, foto saya hanya ada dua biji, itupun ukuran postcard, sisanya foto Istri yang kebetulan saat itu berpenampilan layaknya seorang wisudawati. Ada ukuran jumbonya pula. Huahahaha… tawa saya meledak ditengah keramaian orang bubaran pasca acara.

yudisium ALit

‘yang ikutan Yudisium itu saya Pak, bukan Istri saya…’ hihihi…

Dua kali Yudisium bagi lulusan Pasca Sarjana Teknik ?

14

Category : tentang KuLiah

Sudah sewajarnya bagi setiap calon wisudawan wisudawati mengalami dua event penting sebelum dianggap benar-benar selesai menempuh studi tingkat perguruan tinggi. Pelepasan atau dikenal dengan istilah Yudisium dan Pengukuhan atau Wisuda. Demikian pula saya. Namun sedikit dibuat heran, Yudisium untuk jenjang pendidikan Pasca Sarjana dilakukan dua kali. Satu kali Yudisium untuk lulusan Pasca Sarjana (seluruh bidang studi) dan program Doktor, satunya lagi Yudisium bersama dilingkungan Fakultas Teknik. Yudisium bersama ini diikuti pula oleh lulusan dari tingkat Sarjana.

Secara de facto, lulusan Pasca Sarjana sedari awal perkuliahan tidak pernah berhubungan langsung dengan Fakultas Teknik reguler maupun ekstensi. Kami hanya berurusan dengan pihak Pasca. Itu sebabnya, secara pribadi agak heran juga kalau kami diminta untuk mengikuti Yudisium bersama sehari setelah Yudisium Pasca Sarjana.

Awalnya memang kami tidak disarankan untuk mengikuti Yudisium bersama ini, toh untuk Transkrip Nilai sudah diberikan pada saat Yudisium Pasca Sarjana dan Ijazah akan diberikan saat Wisuda nanti. Artinya untuk Yudisium bersama ini, lulusan Pasca Sarjana hanya akan mendapatkan plakat yang biasanya berbentuk batu nisan (istilah seorang teman kuliah) dengan nama kita tertera diatasnya bersama sejumlah lulusan lainnya. Singkatnya, tidak mempengaruhi kelulusan.

Saran ini kemudian berubah secara sepihak, mahasiswa dibebaskan mau ikut Yudisium bersama ini atau tidak. Saya pribadi yang memang tidak memiliki acara khusus pada tanggal yang ditetapkan, memilih tetap ikut apalagi uang untuk mengikuti Yudisium bersama ini sudah terlanjur dibayar. Maka dari 13 orang lulusan Pasca Sarjana yang sehari sebelumnya hadir dalam Yudisium Pasca Sarjana, hanya 7 orang saja yang ikut serta dalam Yudisium bersama Fakultas Teknik ini.

Keheranan ini sempat saya perbincangkan dengan salah seorang staf di lingkungan Pasca Sarjana Teknik, yang kemudian menyatakan keheranannya akan dua kali pegelaran Yudisium ini bagi lulusan Pasca Sarjana. Beliau ini kelupaan menitipkan aspirasi mereka kepada saya yang saat Yudisium bersama, dipinta oleh pihak Panitia untuk memberikan Kesan dan Pesan mewakili lulusan. Untuk mempertanyakan dua kali Yudisium ini… tapi ya sudahlah, semua sudah saya lewati, dengan baik pula. Biarlah keheranan ini terjawab dengan sendirinya sesuai saran saya kepada pihak Pasca Sarjana Teknik, agar bisa diselesaikan secara intern dan tidak melibatkan mahasiswa.

Semoga kelak bagi rekan-rekan yang lulus dari tingkat Pasca Sarjana Teknik tak lagi mengalami hal yang sama… Semoga saja.

tentang BaLi BLoGGer Community tahun kedua

28

Category : tentang InSPiRasi

Ketika seseorang menanyakan ‘apa itu BALI BLOGGER COMMUNITY (selanjutnya disebut sebagai BBC), saya akan dengan sigap menjabarkan bahwa BBC itu adalah sekumpulan pemilik BLoG yang rata-rata memiliki tingkat kegilaan akan hobi menulis tentang apa saja yang mereka kuasai, mereka ketahui atau yang terjadi disekitar kita. Meliputi hobi, perjalanan, kuliner hingga politik, lingkungan hidup ataupun bisnis. Bisa saya katakan demikian mengingat anggota yang dimiliki oleh BBC memiliki latar belakang yang sangat beragam.

Pertama kali saya mengenal BBC adalah ketika pertemuan-pertemuan mulai digagas melalui milis yang notabene saya pribadi tidak dapat ikut hadir saat itu. Baru pada ‘launching BBC di studio Popo Danes, akhirnya bisa juga membayar hutang janji kepada salah satu ‘aktor intelektual (meminjam istilah kasus Antasari) Bung Anton Muhajir. Dari Tokoh inilah, saya bisa mengenal lebih jauh sekumpulan pemilik BLoG seperti penjabaran diatas tadi.

Pasca lauching BBC, sebenarnya banyak kegiatan yang dilakukan yang rata-rata mengusung dua tema pokok. ‘Mai nge-BLoG pang sing BeLoG’ (yang artinya Mari nge-BLoG agar tidak Bodoh (BeLoG;bahasa bali) dan ‘Berbagi Tak Pernah Rugi. Diantaranya kunjungan ke RSJ Bangli saat hari Kemerdekaan Indonesia tahun lalu, kunjungan ke panti jompo, donor darah hingga pelatihan kepada masyarakat tentang BLoG dan sejenisnya.

Ngomongin BBC, rasanya seperti ngomongin organisasi pemuda ‘Sekeha Teruna Teruni’ yang dahulu pernah saya ikuti pada masa remaja. Keramaian suasana hanya tercipta saat pertemuan dilakukan secara tak sengaja, ini sama halnya dengan milis yang dimiliki oleh BBC. Kondisi sebaliknya terjadi saat pertemuan ‘resmi’ mulai digaungkan. Entah itu rapat awal jauh sebelum kegiatan utama dilakukan, hingga saat kegiatan tersebut berlangsung.

Sampai-sampai ada yang bertanya, sebenarnya berapa sih jumlah anggota yang aktif hingga hari ini ?  dari 300an orang anggota (demikian pula organisasi pemuda yang saya katakan tadi), paling banyak sekitar 50an orang yang ikut serta hadir dalam setiap kegiatan ‘resmi dan rata-rata tak sampai 20an orang yang ikut dalam rapat kecil-kecilan persiapan kegiatan. Saya sendiri adalah bagian dari yang tidak ikut hadir tersebut. Huahahaha… Dari sekian banyak kegiatan yang pernah dilakukan, hanya dua yang saya ikuti. Launching tadi dan ngobrol bareng BBC di BaliFM beberapa waktu lalu.

Bergabung dengan BBC bisa dikatakan banyak hal positif yang saya alami. Katakan saja dukungan serta mediasi terkait perseteruan saya dengan salah satu media cetak lokal, bantuan oprek BLoG dari beberapa Ahli hingga perkenalan saya dengan ‘penggunaan domain sendiri. Ya, sebelum mengenal BBC, saya masih berkutat dengan akun BLoG gratisan dari BLoGSPoT. Atas dukungan rekan-rekan BBC pula, saya dapat mewujudkan sedikit dari idealisme yang ada didalam diri, membuat sebuah sistem yang sediakan digunakan untuk pelayanan informasi kepada publik. Tentu saja berbasis BLoG. Hehehe…

Bulan ini BBC telah berusia 2 tahun. Gak terasa memang… Selama dua tahun ini, banyak hal yang sudah terjadi. Debat Bli Nengah Sumerta dengan GenDo, kisruh yang saya ciptakan saat sebuah media cetak merasa keberatan atas salah satu tulisan yang saya buat, hingga ‘pembunuhan suasana milis yang tentu saja gara-gara ulah saya (waktu itu memilih mundur dari milis), berefek pada sepinya milis belakangan ini. Bersyukur anggota milis tak berlarut-larut ikut-ikutan menghilang, bahkan beberapa alumni angkatan tahun pertama mulai bermunculan pasca beberapa anggota baru yang berusaha dengan semangat mereka menyuntikkan darah segar bagi kelangsungan BBC.

Semoga BBC tetap mampu menorehkan sejarahnya kembali pasca dinyatakan unggul dalam Pesta BloGGer tahun lalu, sebagai salah satu komunitas yang menjanjikan. Tetap semangat nge-BLoG kawan…

ABSTRACT

12

Category : tentang KuLiah

INFORMATION SYSTEM DEVELOPMENT ROAD

DISTRICT BADUNG GREATER GOVERNMENT

TO SUPPORT DEVELOPMENT OF E-GOVERNMENT

One expected concrete actions taken by the government as a follow up of the issuance of the Instruction of the President No. 3 Year 2003 about National Policy and Strategy of the Development of e-Government is the ability to use the advancement in information technology to manage and distribute the information and public services as part of the good governance process. Currently, Badung Regency administration has not presented the data and information to the public for the entire field of the handle. For example the data and information about roads in the regency of Badung. This information is very important to know the community so that there are two-way communication between communities and governments in handling the road in Badung regency, especially when the government has not able to fully finance road infrastructure needs. Based on these conditions required the development of Highway Information System which can improve the quality of government services to the community, can be accessed at any time, not limited by space and time at reasonable costs.

There are three main criteria that must be met when planning and designing the road information system: effective, efficient, and flexible. From those criteria, indicators and parameters that are directly related are derived to know the problems and obstacles that may arise and alternative solution to solve them.

The highway information system is created and developed by using WordPress, an open source blog engine that can be used freely. By leveraging the support features that can provide additional functions, the system then launched online at a temporary address http://www.binamargabadung.com/ to test and evaluate the system.

The Badung’s Highway Information System designed as a web base application so it can provide access to the public who need data and information related to the road quickly without overwhelmed by rigid bureaucracy. The system is also designed as a means of access to information in both directions, where the community can contribute to provide feedback in the form of suggestions and complaints directly or in writing. The system is very effective to improve the management of road handling, especially when the government has not been able to finance all infrastructure needs of roads, because the system can ensure two-way communication with both the public and the government so that people get the correct information and can understand the limitations of government.

Keywords: Information Systems, Maps, handling, damage, Badung regency, e-Government

ABSTRAK

21

Category : tentang KuLiah

PENGEMBANGAN  SISTEM  INFORMASI  JALAN  RAYA

PEMERINTAH   KABUPATEN   BADUNG

UNTUK  MENDUKUNG  PENGEMBANGAN  E-GOVERNMENT

Salah satu langkah nyata yang diharapkan oleh pemerintah menyusul dikeluarkannya Instruksi Presiden No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government adalah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mengelola dan mendistribusikan informasi serta pelayanan publik dalam proses penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung belum menyajikan data dan informasi kepada publik untuk seluruh bidang yang ditanganinya. Misalnya data dan informasi mengenai jalan di Kabupaten Badung. Informasi ini sangat penting diketahui oleh masyarakat agar ada komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah dalam menangani jalan di Kabupaten Badung, terutama pada saat pemerintah belum mampu membiayai sepenuhnya kebutuhan prasarana jalan. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan pengembangan Sistem Informasi Jalan Raya yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat,  dapat diakses  setiap saat, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dengan biaya yang terjangkau.

Ada tiga kriteria utama dalam merencanakan dan merancang sistem informasi jalan raya yaitu efektif, efisien dan fleksibel. Dari ketiga kriteria tersebut kemudian diuraikan menjadi indikator dan parameter yang terkait langsung untuk mengetahui permasalahan dan hambatan apa saja yang dapat ditimbulkan serta alternatif solusi untuk menindaklanjutinya.

Sistem informasi jalan raya dibuat dan dikembangkan dengan menggunakan WordPress, sebuah blog engine yang dapat digunakan secara bebas dan bersifat open source. Dengan memanfaatkan fitur pendukung yang dapat memberikan fungsi  tambahan, sistem kemudian diluncurkan secara online dengan menggunakan alamat sementara di http://www.binamargabadung.com/ untuk menguji dan mengevaluasi sistem.

Sistem Informasi Jalan Raya Kabupaten Badung dirancang berbasis web, sehingga dapat memberikan akses kepada masyarakat yang membutuhkan data atau informasi berkaitan dengan penanganan jalan secara cepat tanpa dibelit oleh birokrasi yang kaku dan memberatkan. Sistem dirancang pula sebagai sarana akses informasi dua arah, dimana masyarakat dapat berperan untuk memberikan umpan balik berupa saran dan keluhan secara langsung maupun tertulis. Sistem ini sangat efektif untuk meningkatkan pengelolaan penanganan jalan terutama pada saat pemerintah belum mampu membiayai seluruh kebutuhan prasarana jalan, karena sistem ini dapat menjamin komunikasi dua arah dengan baik antara masyarakat dan pemerintah sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat memaklumi keterbatasan pemerintah.

Kata kunci :   Sistem Informasi, Peta, Jalan Raya, Penanganan, kerusakan, Kabupaten Badung, e-Government

Untukmu Indonesiaku

2

Category : tentang KuLiah

Yudisium Pasca Sarjana

Yudisium Teknik

WisuDa

Terima Kasih untuk Anda Semua

10

Category : tentang KuLiah

Menyambung tulisan saya sebelumnya, kali ini saya ingin mempublikasikan salah satu halaman yang terdapat pada dokumen penulisan Tesis sebagai bentuk apresiasi serta rasa Terima Kasih saya kepada orang-orang yang terlibat penuh dan ikut berperan dalam menyelesaikan studi Pasca Sarjana selama dua tahun terakhir. Apa yang tertera dibawah ini adalah apa yang tertera dalam dokumen yang telah ditandatangani baik oleh kedua Pembimbing, juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Udayana.

Ucapan Terima Kasih untuk Anda Semua…

Yudisium Teknik

“…mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

  1. Bapak Dr. Ir. IGA. Adnyana Putera, DEA dan Bapak Ir. I  Gusti Putu Suparsa, MT  sebagai dosen pembimbing I (satu) dan II (dua) yang dengan sabar dan teliti memberikan dorongan, semangat dan saran selama membimbing penulis dari awal hingga Tesis ini dapat diselesaikan.
  2. Bapak dan Ibu Dosen Pengajar Bidang Keahlian Manajemen Proyek Konstruksi pada Program Magister Program Studi Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Udayana di Denpasar atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan.
  3. Dosen penguji Bapak Dewa Made Priyantha Wedagama, ST, MT, MSc, Ph.D,  Ir. I Wayan Yansen, MT, beserta  Putu Alit Suthanaya, ST, M.Eng.Sc, Ph.D yang telah memberikan koreksi yang cermat dan detail  demi terwujudnya Tesis ini.
  4. Kedua orang tua, mertua beserta Istri dan anak, Alit Ayu Kusumadewi, SH dan Pande Putu Mirah Gayatridewi yang dengan penuh pengorbanan telah memberikan dukungan moril serta kesempatan berkonsentrasi sejak mulai kuliah sampai dengan selesainya Tesis ini.
  5. Teman-teman  di lingkungan  Pemerintah  Kabupaten Badung diantaranya Ir. Ida Bagoes Soerya (Kadis Bina Marga dan Pengairan), Ir. Ni Luh Putu Dessy Dharmayanthi, MT (Kabag Pembangunan), I G.A.Suryaningsih, ST (Kasi Penyusunan Program), Ir. I G.A.M.Aries Sujati (Kasi Pengendalian dan Pelaporan) dan S.N.Oka Parmana, ST (Kasi Pemeliharaan Jalan) yang telah memberikan semangat, dorongan dan bantuan berupa data, informasi serta pendapat.
  6. Rekan-rekan kuliah dan karyawan Program Studi Teknik Sipil atas dukungan, bantuan dan kerjasamanya.
  7. Rekan-rekan di Bali Orange Communications, Hendra W.Saputro, Arip Yulianto dan Viar S.Kusuma yang telah banyak memberikan bantuan ilmu, dorongan serta semangat sampai dengan selesainya Tesis ini.
  8. Rekan-rekan Bali Blogger Community dan Facebook yang ikut serta memberikan masukan, kritik serta saran dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu atas bantuan dan dukungannya.

Semoga Ida Sang hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak serta penulis sekeluarga yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian Tesis ini.

…dan semua itu berakhir sudah…

16

Category : tentang KuLiah

Melanjutkan studi ke jenjang Pasca Sarjana sebenarnya sama sekali tidak pernah terpikirkan, jika bukan karena desakan seorang teman kantor yang sudah terlanjur mendaftarkan dirinya di Magister Teknik Sipil pertengahan tahun 2007 lalu. Bisa jadi karena saat itu pikiran masih terfokus pada usaha untuk mendapatkan momongan. Kebuntuan jalan yang saya temui akhirnya membelokkan pikiran untuk kembali ke bangku kuliah ketimbang bengong termenung setiap pulang kerja.

Banyak hal yang menjadi kendala sebenarnya. Hal terbesar adalah masalah biaya. Seluruh tabungan saya habis digunakan untuk pengobatan diri sendiri yang kala itu diduga Oligoasthenoteratozoospermia oleh Dr.Wimpie. Sebuah istilah ilmiah yang intinya mengatakan bahwa sperma yang saya miliki tidak normal hingga menyulitkan proses pembuahan. Disamping itu, orang tua sudah tidak lagi seproduktif dulu. Apalagi Bapak yang diketahui mengidap Diabetes sejak tahun 2003 lalu. Saya pun akhirnya mengikuti saran dari rekan-rekan kantor, memanfaatkan SK PNS yang saya miliki, untuk dijadikan jaminan pinjaman pada Bank Pembangunan Daerah setempat.

Bidang Ilmu yang saya pilih sama sekali baru. Bisa dikatakan saya mengalami kesulitan saat ujian masuk, kuliah awal hingga tengah semester. Lagi-lagi dari teman jua saya mendapatkan banyak bantuan berupa buku serta petunjuk praktis untuk mengerti lebih jauh satu persatu mata kuliah yang diajarkan. Masa inilah yang saya sebut masa perubahan. Masa dimana saya mulai menggunakan waktu luang saya sepulang kerja untuk belajar dan mengerjakan tugas agar tak tertinggal rekan lain. Masa dimana saya mulai berkenalan dengan scientific calculator yang memiliki tiga baris digital pada display layarnya, demikian pula pc mobile alias Notebook dan juga usb modem.

Untuk memudahkan proses pengerjaan tugas, saya kerap memutar otak mencari jalan terbaik dan termudah untuk dapat menyelesaikannya. Mengingat impian saya untuk mendapatkan momongan sudah didengar Tuhan, yang artinya saya harus meluangkan waktu lagi untuk membantu Istri dalam mengerjakan kewajiban rumah tangga. Bersyukur sekali, apapun kesulitan yang saya hadapi, ada seorang Istri yang dapat diajak bertukar pikiran dan ada rekan kantor juga rekan kuliah yang mendorong dan memberikan bimbingan, hingga masa transisi perkuliahan bisa saya lewati dengan baik.

Hobi nge-BLoG saya katakan adalah hal paling positif dalam sejarah hidup dan sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran perkuliahan kali ini. Tugas yang berbentuk laporan bisa saya selesaikan dalam hitungan hari. Kebiasaan untuk mencari ide, bahan-bahan yang diperlukan, hingga mencoba menuangkannya satu persatu dalam bahasa yang mudah dimengerti menjadi amat sangat berharga dan mengundang keheranan beberapa teman lain, mengingat latar belakang pekerjaan saya kini bukanlah bidang yang tepat untuk menghasilkan tulisan atau laporan.

BLoG pada akhirnya menjadi hal terpenting yang saya miliki, karena tugas terakhir yang harus saya selesaikan (baca:Tesis) hampir sembilan puluh persen dipengaruhi oleh spririt nge-BLoG. Percaya gak ?

Dua tahun dua bulan. Masa yang tercatat untuk bisa menyelesaikan studi Pasca Sarjana, bukanlah waktu yang cepat saya kira. Walaupun rasanya baru kemarin saya ikut test TPA yang mirip dengan test psikologi CPNS, dan rasanya baru kemarin saya meledek rekan-rekan diruang kuliah dengan gambar-gambar jahil, bikin nyengir dan tentu saja semua kisah itu terekam dengan baik pada BLoG saya ini. Tercatat pada kategori ‘tentang Kuliah’.

Yudisium Pasca Sarjana

Terima Kasih rekan-rekan, Terima Kasih semuanya. Tanpa kalian tentu saja saya takkan bisa menyelesaikan perjalanan panjang ini dengan baik.

…dan kini sebuah tanggung jawab besar telah menunggu didepan mata. Mau tidak mau saya harus menghadapinya…

Indonesiaku… Ada Apa Denganmu ?

8

Category : tentang Opini

Layar televisi di negeri ini selama hampir sepekan terakhir dipenuhi dengan tayangan-tayangan ekslusif yang mengungkapkan kebobrokan para aparat hukum yang begitu mudahnya diatur oleh cukong-cukong bengal. Benar-benar membuat miris hati kecil sebagian besar rakyat Indonesia.

Sebenarnya program acara hiburan bisa jadi salah satu pengobat penat disela krisis kepercayaan masyarakay kepada Pemerintahnya saat ini. Sayangnya para pencipta Sinetron masih asyik dengan ketololan mereka menyusun plot cerita yang membosankan dan berulang-ulang naik turun gak jelas arahnya, hingga saya pribadi lebih memilih mematikan layar televisi ketimbang diracuni oleh pembodohan terencana dan penurunan daya pikir saya akan klepemilikan akal sehat.

Menelusuri beberapa portal penyedia berita di ranah dunia maya, hal yang sama tetap saya temui, kendati masih ada beberapa cerita lalu yang tercecer dan seakan terlupakan berkat kesaktian dan kehebatan Kakek Anggodo dalam berargumen dan menyusun kronologis kisah cintanya dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan dalam usaha membunuh lembaga superbodi KPK…

Melihat aksi ndagelan ini saya jadi ingat dengan beberapa karya besar sinema di luar sana. Beberapa kemungkinan Konspirasi yang terungkap dalam peristiwa pembunuhan Presiden John F Kennedy yang dibintangi Kevin Costner. Semua mampu dimentahkan dan akhirnya diputuskan, kasus akan dibuka kembali pada tahun 2015 nanti.

Kesaktian Anggodo juga mengingatkan saya pada karya besar trilogy Godfather. Mafioso yang mampu mengatur mereka yang berkepentingan. ‘I’m gonna make him an offer he can’t refuse’

InDonesiaku

Bedanya, sang Godfather selalu berusaha menjalankan bisnisnya secara legal…

Kembali pada negeri ini, kita atau katakanlah media secara perlahan seperti melupakan sebagian besar permasalahan yang pernah menghias headline news mereka. Penantian akan perwujudan Program 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono atau kinerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, karut marutnya penanganan bencana gempa Sumatera Barat, musnahnya hampir satu lingkup Sidoarjo lantaran lumpur Lapindo atau bahkan barangkali Tetangga kita Malaysia, bakalan lebih aktif secara diam-diam mengklaim lebih banyak budaya yang kita miliki sebagai warisan leluhur terdahulu, sementara kita disini disibukkan oleh urusan Korupsi yang seakan tidak pernah terselesaikan.

Negeri ini masih sibuk dengan dirinya sendiri. Entah kemana larinya semua julukan yang pernah kita sandang. Macan Asia, Negeri yang ramah, gemah ripah loh jinawi…

Rupanya kita masih gemar untuk bermimpi…