Absensi Rekan SMA lewat FaceBook

Akhirnya terkabul jua do’a saya pada tulisan beberapa waktu lalu terkait keberadaan rekan-rekan masa SMA yang satu persatu mulai bermunculan lewat jejaring sosial bernama FaceBook. Beberapa hari setelah tulisan tersebut dipublish, saya berusaha menghubungi beberapa teman lewat sms sekiranya mereka berkenan mampir dan membaca tulisan tersebut untuk selanjutnya mulai meretas kenangan melalui FaceBook.

Beragam respon yang saya terima, rata-rata mengatakan gaptek (gagap teknologi) namun berjanji satu saat pasti akan ikut bergabung. Hasilnya tak sampai menunggu lama, saya mendapatkan kabar dari beberapa rekan yang saya undang lewat sms, bahwa mereka kini telah siap dengan akun masing-masing.

Setelah lima Rekan yang telah lebih dulu kedapatan berada dijejaring sosial FaceBook antara lain :

  • Agus Suadnyana
  • Eko Hariyanto
  • Uco Isnaini
  • Artha Wijaya
  • Egga Sanjaya dan
  • (tentu saja) PanDe Baik

mulai berkembang pada orang-orang yang saya pertanyakan pada tulisan kemarin.

  • Agus Desi ‘Ketuk’ Arnawan
  • Ida Bagus Adnyana
  • Wayan ‘Pak Tua’ Wiryana
  • Wayan ‘BisnisMan’ Putrayanna
  • Surya ‘Ajik’ Wisena
  • Komang ‘Bokir’ Budiana
  • Wayan Ariasa dan
  • Agus ‘Cobra’ Wirakusuma.

Plus beberapa teman wanita yang kini sudah pada punya momongan,

  • YuLi YuListiowati
  • Ayu Manik dan yang terakhir bersua,
  • Piet ‘Vitria’ Sinyo.

Dari empat puluh (kalo ga’salah ingat) jumlah siswa yang berada pada kelas III A1 (Fisika), baru tujuh belas orang saja yang terdeteksi hingga hari ini atau baru sebesar 42,5 % saja. Sisanya antara lain

  • Yogi
  • Iddi Harinasutha
  • Wisna ‘Boxer’
  • Prama ‘Bos Genk’
  • Sugiarta ‘Kuning’
  • Suardika ‘B’ Jimbaran
  • Suardika ‘A’ Kedonganan
  • Mulyono
  • Fanny
  • Madek Suastika
  • Mayun Suma Budana
  • Wirya Negara dan
  • rekannya yang dulu tinggal di jalan Trijata (maaf lupa namanya),
  • Suardika Mumun
  • Ketut ‘Gung’ Sudiasa
  • Dwi Sabda
  • Aryawati
  • Indrawati
  • Kristiana
  • Fenny
  • Oka Mastini (dugaan sementara ni anak jadi Anggota DPRD Kota Denpasar)
  • Henny dan
  • Purjani.

He eh… klop 40 orang… atw mungkin masih ada yang kelupaan ? Please tell me… dan kira-kira mereka kini pada kemana ya ? ada yang tahu ?

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

25 thoughts on “Absensi Rekan SMA lewat FaceBook

  • December 1, 2009 at 12:16 am
    Permalink

    Kalau di tempat saya kayaknya sudah mulai penuh deh Bli Pande. Temen-temen sekolahan dan kuliah semua, sampai bingung itu siapa toh (maklum pelupa), kadang saya malas buka FB dan menemukan satu surat di kotak masuk dengan isi “Koq lama banget ga diapprove?” Weleh-weleh, susah juga.
    .-= Cahya´s last blog ..Ketagihan Obat Anti Nyeri? (Penyalahgunaan Narkotika) =-.

  • December 1, 2009 at 2:27 am
    Permalink

    hehehe… indahnya masa SMA kalo orang bilang… masalahnya sejak pisah th 1995, hingga hari ini belum pernah sua satupun… jd agak surprised bgtu tau kalo rata2 dah punya putra putri…

  • December 1, 2009 at 2:28 am
    Permalink

    18 termasuk Wisna ? nunggu disetujui nih… bgitu juga dengan Oka Mastini, blom di-approve hingga sekarang…

  • December 1, 2009 at 2:29 am
    Permalink

    Mungkin untuk absensi teman nge-BLoG, bisa ditulis lewat imadewira.com ? hehehe…

  • December 1, 2009 at 3:08 am
    Permalink

    mimih dewa ratu…hapal semua nama2 teman SMAnya setelah lama tak bersua…

    punya list daftar teman SMA yah Bos?

  • December 1, 2009 at 3:42 am
    Permalink

    Hafal karena masa SMA adalah yang paling berkesan Ka. Meskipun saya tergolong siswa yang katrok saat itu, gak punya motor keren, pulang-pergi sekolah (lapangan pica Sanur) dari rumah (jalan nangka) dengan sepeda balap. hehehe…

  • December 1, 2009 at 7:03 am
    Permalink

    next post, temen-temen kuliah ya… hiks.. ming udah ga punya FB..
    Gapapa, untuk menghindari paparazzi kayak bli pande

  • December 1, 2009 at 11:47 am
    Permalink

    paparazzi ? sejak kapan ???
    versi temen kuliah S2 maksudnya ? kan sudah ???

  • December 1, 2009 at 11:47 am
    Permalink

    terlalu bernafsu akibat tersepona eh terpesona dengan tulisan dan blog ini kali Ming ya ?

  • December 1, 2009 at 3:29 pm
    Permalink

    ya. namaku jg ga masuk? :((

  • December 2, 2009 at 12:01 am
    Permalink

    huahahaha… becanda nih DanCuk-nya…

  • December 2, 2009 at 12:56 am
    Permalink

    Dari beberapa pengalaman dan pengamatan, orang lebih cenderung untuk “mengabsen” dan “merindukan” teman-teman masa SMA, juga masa-masa kuliah, meskipun masih ada juga yang merindukan masa-masa SMP, SD ataupun TK.

    Sampai-sampai, lagu Koes Plus pun digubah dengan “Masa SMA, masa yang paling indah”. Padahal, masa-masa sebelum SMA jika direnungkan pasti juga masa yang mengasyikkan dan masa yang indah.

    Apakah karena lupa dan sulit untuk mengingat karena sudah terlalu lama??? Belajar dari studi kasus sendiri, teman-teman SMP hanya beberapa saja yang ketemu baik di dunia nyata maupun di dunia maya, itupun kurang dari 10 persen, apalagi teman-teman SD dan TK, bisa kurang dari 5 persen. Syukur masih ada yang bisa ketemu, meskipun banyak yang telah berubah, yang dulu kurus sekarang gendut, yang dulu ingusan sekarang kok malah cantik dan bahenol dan sebagainya

    Untuk teman-teman SMA dan kuliah, baik didunia maya dan dunia nyata, masih ramai dan masih terasa sangat panas, meskipun sudah beberapa tahun tidak ketemu.

    Selain faktor sulit mengingat masa-masa yang telah berlalu lama untuk masa-masa ketika SMP dan sebelumnya, mungkin belum berkembangnya ikatan alumni untuk TK, SD dan SMP yang juga bisa mempengaruhinya. Meskipun, ada beberapa sekolah pada tingkat tersebut memiliki ikatan alumni, yang rutin mengadakan reuni. (Kalau TK ada tidak ya ikatan alumni???)

    Namun, bandingkan dengan tingkat SMA atau perguruan tinggi yang sudah mulai berkembang ikatan alumni. Karena dari sana, apabila bekerja optimal, akan ada database alumni sekolah yang bersangkutan, atau kalau lebih hemat tersusun rapi dalam sebuah website, sehingga meskipun sdh lulus, bisa saling berkomunikasi.

    Tidak sedikit pula, masing-masing kelas/angkatan membuat milis yang menjadi salah satu sarana komunikasi. Kalau zaman sekarang, social networking dan sejenisnya bisa menjadi salah satu solusi penyambung rasa antar sahabat.

    Bersyukurlah ketika saat ini hidup di zaman yang semakin dipermudah untuk berkomunikasi melalui bantuan teknologi. Pengalaman berdiskusi dan mengamati alumni di SMA, amat sangat jauh berbeda antara alumni pasca tahun 2000 dengan pasca sebelum 2000. Alumni pasca tahun 2000 sudah dipermudah dengan komunikasi email, milis, Facebook, telp dsb, sehingga meskipun sudah tidak satu sekolah bisa saling menjalin komunikasi.

    Namun, ada alumni angkatan 60 dan 70 an, yang kebingungan mencari rekan-rekan mereka satu kelas. Weleh..weleh…seandainya pada zaman itu sudah ada Facebook

  • December 2, 2009 at 2:07 am
    Permalink

    …seandainya pada zaman itu sudah ada 3gp… mungkin bakalan jauh lebih asyik lagi Win…

  • December 2, 2009 at 8:00 am
    Permalink

    klo saia waktu smp yg pulang pergi biaung-trijata, kadang smpe nangka 😀

  • December 2, 2009 at 8:05 am
    Permalink

    Aji saia juga maksa saia ngajarin beliau buat facebook biar gampang komunikasi dgn temen2 sma nya…:D

    kmren saia nyoba nyari temen SD, saia uplod foto bersama, dan jebreg! sudah 95% yg muncul…saling tag-men-tag…:)
    .-= .gungws´s last blog ..keliling gunung Batur =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.