Mengatasi Kejenuhan nge-BLoG

10

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Ditengah histeria Facebook dan Twitter agaknya yang namanya aktifitas ‘update blog bagi seorang blogger gak lagi menjadi prioritas utama. Tapi ya itu kembali kepada motivasi dan tujuan si blogger juga sih. Kalo sudah berada pada tahap ‘menjadikan blog sebagai sidejob, entah itu yang mampu mendatangkan uang melalui adsense etc atau malah Cuma sekedar melampiaskan unek-unek pikiran ketimbang stress ya yang namanya update blog, dijamin jalan terus. Hehehe…

Jangan menyalahkan Facebook dong’ ujar seorang teman yang diajak diskusi soal makin jarangnya blogger menjalankan kewajibannya, Hihihi… soale jauh sebelum Facebook itu menjadi booming beberapa rekan malah sempat mengalami masa-masa rehat sejenak dari aktifitas nge-BLoG. Alasannya waktu itu sih, karena jenuh. Bisa jadi jenuh lantaran kebanyakan nge-BLoG trus malah menelantarkan pekerjaan ato malah pacar sendiri, bisa juga jenuh lantaran respon yang diharapkan gak sesuai harapn. Entah respon berupa pemasukan dari Adsense atw malahan menurunnya jumlah pengujung dan pembaca.

Jujur saja, saya pribadi sempat pula mengalami kejenuhan jauh sebelumnya. Selama 4 (empat) bulan malahan ga’satupun tulisan yang saya publish di blog. Pelan tapi pasti setelah mendapatkan banyak pencerahan, blog saya isi kembali. Hingga kini belum pernah terjadi masa senggang yang lama antara tulisan satu dengan lainnya.

Mengatasi Kejenuhan nge-BLoG sebenarnya sederhana saja bagi saya. Cari tahu terlebih dahulu apa permasalahannya lalu selesaikan. Sesederhana itu ? YUP. Kalo mau diingat-ingat, masalah utama yang menjadi alasan saya rehat dahulu itu adalah mahalnya koneksi internet.  Waktu itu masih menggunakan alamat pandebaik.blogspot.com dan satu-satunya koneksi internet yang saya kenal dan gunakan adalah Telkomnet Instant. Dalam sebulan pemakaian biaya membengkak hingga angka 400ribuan. Bayangkan itu. Padahal aktifitas nge-BLoG yang saya lakukan sama sekali tidak bersifat komersial. Edan… Pemecahan yang terlintas waktu itu adalah, saya membuat draft-nya di pc terlebih dahulu lengkap dengan foto dan kelengkapannya (link tujuan dll), dalam jumlah lebih dari 1 tulisan, kemudian main ke warnet dan mempublishnya satu persatu dalam rentang waktu tertentu.

Bagaimana seandainya kalo kejenuhan itu terjadi lantaran gak ada ide buat nulis ? hehehe… come on, blog itu bukanlah satu media yang saklek dimana ga’ada peraturan resmi yang mengharuskan seorang Blogger tetap berada pada ‘jalurnya’. Maksud saya, ga’apa-apa sekali-sekali ya nulis yang gak ada kaitannya dengan tema blog (jika blog yang dikelola mengambil hal khusus atau spesifik). Misalkan tentang anak, keluarga atau lingkungan sekitar kita yang barangkali masih bisa dikaitkan dengan tema blog.

Jenuh

Seorang Rekan BBC yang saya ketahui memiliki kemampuan dibidang Teknik Sipil misalnya, berusaha membuat tulisan-tulisan yang sesuai bidangnya ini dengan gaya bahasa yang berbobot. Sayangnya si Rekan gak mampu secara konsisten melahirkan tulisan minimal setiap bulannya (seperti Agung ‘Ancak’ Wardana misalnya yang meng-update blog sebulan sekali). Beberapa kali saya kunjungi, tulisan terakhir yang terpampang masih tetap sama. Sayang sekali memang.

Padahal menurut saya, masih banyak kok yang bisa ditulis tentang ilmu Teknik Sipil, itupun jika menginginkan satu tulisan yang ga’jauh-jauh dari bidangnya. Misalkan saja ‘bagaimana memberikan gambaran secara gamblang pada awam tentang campuran beton. Koefisiennya sekian banding sekian, visual saat basah seperti ini sedang saat kering bisa diuji dengan menginjaknya. Hehehe…

Beberapa Rekan lain malah sepertinya sudah mulai menyadari cara mengatasi kejenuhan ini. Misalkan saja Om Anton Muhajir yang dahulu sempat nulis tentang Bani sang putra pemberaninya disela tulisan kritis penuh makna, ato Om Brokencode yang ga’melulu nulis tentang SEO dan trik edan pintar komputernya, sekali waktu pernah nulis masa lalunya juga loh. Mengungkapkan sesuatu yang ‘berbeda dari biasanya’ minimal bisa menyegarkan kembali pikiran yang sudah mulai mentok dengan kewajiban ‘update BLoG’.

Tulisan ini bukan maksud saya buat menggurui loh ya, tapi mbok ya jangan menyalahkan Facebook kalo lantas merasa jenuh buat nge-BLoG lagi. Hehehe…

Menjaga Stamina nge-BLoG

8

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang Opini

Sebenarnya agak geli juga ketika seorang teman dari Bali Blogger Community mengusulkan satu tema tambahan untuk bahan siaran BBC on Air yang dilakukan saban hari minggu malam di Radio Bali FM yaitu menjaga stamina nge-BLoG. Ini dilontarkan setelah melihat intensitas turunnya tulisan pada blog milik Agung Pushandaka, Wirautama dan tentu saja PanDe Baik hehehe… tetap ter-upade secara berkala meskipun berada ditengah demam microblogging Facebook ataupun Twitter.

Secara pendapat pribadi sih ada 2 (dua) faktor yang paling menentukan dalam menjaga stamina nge-BLoG, jika itu dilihat dari intensitas tulisan yang dipublish pada BLoG. Faktor pertama adalah waktu luang yang dimiliki oleh seorang blogger dan faktor keduanya ya tujuan yang ditentukan sejak awal nge-BLoG.

Waktu luang terkait dengan kesempatan untuk melahirkan tulisan yang nantinya akan publish pada halaman BLoG. Mencakup ide pemikiran, penulisan, pengembangan, perbaikan hingga waktu untuk menampilkannya. Waktu luang dipengaruhi oleh status pekerjaan dan lingkungan si Blogger.

Seorang Blogger yang memiliki pekerjaan sebagai bisnisman, mengharuskan tingkat mobilitas tinggi, kesibukan kerja padat, jangankan untuk nge-BLoG, bisa jadi waktu untuk bersenda gurau bersama keluarga sangat jarang dimiliki. Akan berbeda apabila si Blogger memiliki pekerjaan yang memungkinkan terciptanya waktu luang yang sangat banyak, misalnya seperti saya seorang PNS tanpa jabatan alias staf. Ketika pekerjaan itu selesai dikerjakan dalam waktu singkat secara otomatis sambil menunggu perintah saya memiliki waktu luang yang biasanya oleh teman-teman dilewatkan dengan cara beragam. Nge-gosip atau menonton gosip di layar televisi, main games bahkan ada juga yang langsung kabur entah kemana… sudah menjadi rahasia umum. Saya sendiri melewatkan waktu luang tersebut untuk beraktifitas di dunia maya mumpung koneksi internet sudah murah, entah untuk membaca berita terkini dari portal detik atau kompas, send received email, berbagi cerita via microblogging facebook hingga yang paling utama, mengelola BLoG.

Lingkungan si Blogger juga bisa mempengaruhi waktu luang loh. Seorang Blogger yang telah berkeluarga tinggal dalam sebuah keluarga kecil akan berbeda kondisinya dengan yang masih tinggal bersama ortu dan keluarga besarnya. Waktu untuk mengurus si kecil dan urusan rumah tangga lainnya  bisa jadi merupakan prioritas utama. Apalagi kalo si Blogger masih melajang dan blom punya pacar. Waaahhh…

Faktor kedua seperti yang sudah saya katakan sebelumnya adalah Tujuan yang ditentukan sejak awal nge-BLoG. Seorang blogger yang berangkat dari keisengan lebih banyak bercerita tentang kesehariannya, aktifitas, jalan-jalan hingga apa yang ia ketahui atau yang berkaitan dengan hobi. Bisa juga tentang sesuatu yang gak jelas maksudnya. Hehehe… ini sih nyindir diri sendiri. Akan berbeda dengan seorang Blogger yang sedari awal sudah menetapkan satu tema atau topik tertentu sebagai isi dari pada BLoG yang dikelola. Misalkan mengkhusus tentang SEO, sepak bola, property ataupun cerpen.

Ditinjau dari segi rating atau traffic jelas yang memiliki tema khusus biasanya akan jauh lebih banyak pengunjungnya, mengingat kejelasan tema atau topik yang diusung. Orang dijamin akan kembali menengok BLoG tersebut untuk melihat tulisan terbaru, barangkali saja bisa berguna untuk menangani kesulitan yang dihadapi. Tidak heran jika ada yang mengklaim traffic kunjungan perhari pada BLoG tertentu mencapai angka seribuan orang. Jauh beda dengan BLoG milik saya kan ?

Hanya saja ketika ide penulisan itu habis, si Blogger biasanya akan  mulai kebingungan mau membahas atau menulis tentang apa. Maka terjadilah yang namanya hiatus atau break sejenak sembari menunggu ide itu muncul lagi. Gak perlulah saya ungkapkan contohnya. Lihat saja dari tanggal terakhir tulisan dibuat atau intensitas lahirnya tulisan setiap bulannya.

Menjaga Intensitas BLoG

BLoG pandebaik.com sejauh ini masih tergolong BLoG yang bersifat iseng-iseng saja. Sekedar menuangkan isi pikiran yang dipenuhi unek-unek soal pekerjaan, aktifitas kuliah, jalan-jalan hingga hobi. Gak ada yang spesial ataupun mengigit untuk dinikmati. Apabila ide tulisan mentok dalam kategori kerja, masih ada cerita lain yang bisa saya buat, entah itu tentang si kecil putri kami, tentang ponsel hingga keluh kesah yang (lagi-lagi) gak jelas maunya apa. Hehehe…

Dalam usia 2 (dua) tahun pertama (masih memakai alamat pandebaik.blogspot.com dan pandeividuality.net) rata-rata dalam sehari saya bisa melahirkan minimal 1 (satu) tulisan.  Maka tak heran total postingan sudah mencapai angka seribuan. Cukup membuat shock pemilik Hosting saat pemindahan Server dari miliknya Egy Rakhahost ke Hendra Bali Orange.

Dalam perkembangannya setelah menggunakan domain pandebaik.com bisa dikatakan saya dijejali aktifitas kuliah tingkat akhir yaitu Tesis yang memaksa saya untuk mengupdate tulisan secara berkala 2 (dua) hingga 3 (tiga) hari sekali. Ini dilakukan agar waktu luang yang saya miliki bisa dibagi dengan keluarga maupun penyelesaian Tesis.

Jadi jangan terlalu heran atau kagum apabila BLoG saya ini dapat terus terupdate yaaa…

SeLamatkan Batita dari Cinta Remaja

8

Category : tentang Buah Hati

‘Atu butanlah cupelmen… Atu duda bica nanis… dita tetasih hatitu… pelgi menindalkan atu…’

Nyanyian cadel itu keluar dari bibir mungil seorang anak yang baru berusia dua setengah tahun. Bagi sebagian orang tentu saja terlihat sangat menggemaskan, apalagi usia segitu si anak tergolong baru saja bisa merangkai kata menjadi kalimat. Bagi sebagian lainnya bisa jadi memiliki perasaan miris dan kasihan. Anak seumuran itu sudah menyanyikan lagu yang belum ia mengerti. Kekasih hati ?

Dua batita (bayi tiga tahun) begitu tersepona eh terpesona menonton tayangan televisi yang menayangkan adegan sepasang kekasih penuh romantika dibarengi dengan pertengkaran pasangan lainnya akibat hal sepele. Bagi sebagian orang pemandangan ingin dijamin bakalan mengundang senyum, sebagian lainnya malah miris ketika salah satu batita tersebut berlagak memarahi batita lain mirip adegan di layar. Bukan tidak mungkin perilaku tersebut diulang lagi esok lusa.

Tidak salah memang jika melihat kondisi batita pada kedua ilustrasi diatas, wong hare gene sangat sulit menemukan tayangan yang pas untuk anak seusia mereka. Layar televisi sudah dipenuhi oleh tayangan cinta remaja, reality show ataupun tembang terkini. Kalaupun ada yang diporsikan untuk anak-anak, masih bisa dihitung jari yang beneran mampu memberikan pendidikan dengan baik, selebihnya masih berupa adegan pukul-pukulan, kendati ada petuah didalamnya. Namun apakah anak seusia mereka bisa mengerti petuahnya ? Hehehe…
kasih IBU
Saya pribadi kadang merindukan lagu anak-anak kembali digaungkan tidak hanya didapat pada sekolah Taman kanak-kanak ataupun playgroup saja, tapi juga dilayar televisi. Padahal jika kita mau melihat kemasa lalu, sangat banyak pilihan lagu anak yang ada, meski sederhana namun isinya sangat pas jika dinyanyikan dan didendangkan oleh anak-anak. Katakanlah ‘Balonku’, ‘Satu satu’ atau yang bermakna lebih ada ‘Kasih Ibu’ atau ‘Bangun Tidur’.

Masih lekat diingatan berlombanya anak-anak tampil dilayar televisi sekitar tahun 90an lalu, menyanyikan lagu yang mendidik seperti Suzan dan Ria Enes, Joshua, Enno Lerian hingga berkembang menjadi tema ‘ala kadarnya’. Tak lama kemudian dibabat habis seketika oleh dua artis cilik yang membawakan lagu anak dengan aransemen serius sekelas orkestra. Sherina dan Tasya. Barangkali itulah akhir kejayaan lagu anak-anak berganti dengan tembang remaja.

Keseriusan dalam menggarap lagu yang dinyanyikan oleh dua artis cilik tadi, membuat karya tersebut tak lekang oleh waktu, masih pantas didengarkan hingga kini. Bersyukur di YouTube ada yang berkenan berbagi sehingga putri kami MiRah GayatriDewi bisa menikmati karya apik tersebut melalui layar televisi (setelah diolah menjadi vcd) dan belum diracuni oleh lagu cinta anak-anak masa kini.
MiRah 1
Ayo, selamatkan batita kita dari Cinta Remaja.

…yang tersisa dari sebuah perjalanan panjang…

3

Category : tentang KuLiah

Catatan hari demi hari jelang akhir dari sebuah perjalanan…

  • jilid hard cover warna biru benhur… target selesai tanggal 7 Oktober
  • hunting tanda tangan kedua pembimbing Tesis, Kajur serta Direktur Pascasarjana Unud… target secepatnya
  • penyelesaian administrasi di Teknik Pasca Sarjana… target secepatnya juga…
  • pendaftaran Yudisium Teknik untuk tanggal 5 November 2009… target terakhir tanggal 19 Oktober 2009
  • Yudisium dan Widuda wisuda… apa yang harus dipersiapkan ya ? ? ?

…ada apa dengan Negeriku ?

1

Category : tentang KeseHaRian

…belum habis kejengkelanku akibat perseteruan negeri ini dengan tetangga sebelah yang mengklaim berbagai budaya milik kami sebagai warisan budaya mereka…
…belum habis kedongkolanku dengan pertarungan buaya yang ingin memangsa cicak rasanya penuh dengan dendam pribadi…
…belum habis kekagetanku akibat gempa yang menggoncang tanah kelahiranku beberapa waktu lalu…

…bencana itu kembali memporakporandakan negeriku…

…Sumatera Barat luluh lantak…
…menghancurkan mimpi-mimpi kami…

…dan kami hanya bisa diam…terpekur… ada apa dengan negeriku ?

Lanjutkan !!! dikit lagie tuh…

1

Category : tentang KuLiah

Pasca ujian Tesis terakhir 13 Agustus lalu seperti orang kesetanan (ya aslinya mang rada setan siy) saya menjalani hari demi hari dengan ng-BLoG, fesbuk-an hingga blogwalking. Melupakan sejenak yang namanya Tesis…

Saat tidak berada didepan laptop bisa jadi saya begitu menikmati waktu kebersamaan bersama Istri dan si kecil MiRah. Jalan-jalan seputar kota, pulang kampung ke Canggu dan nginep sehari benar-benar membuat hari-hari terakhir terasa begitu panjang dan lama.

Hari berlalu demikian cepatnya hingga semangat untuk melanjutkan Tesis itu kembali muncul. Mungkin ini disebabkan oleh keinginan agar cepat bisa selesai dan fokus pada apa yang ingin saya kerjakan pasca sekolah, entah itu berkaitan dengan pekerjaan atau mimpi sampingan di dunia maya. Ya, sudah lama saya berangan-angan mencoba yang namanya afiliasi, adsense dsb dsb…
TesIs
Kalo mau dilihat lagi beberapa buku yang saya beli saat perkuliahan kemaren sebagian berkaitan dengan materi perkuliahan hingga bahan Tesis sebagian lainnya berkaitan dengan keinginan mencari side job di dunia maya. Semua buku tersebut saya kumpulkan dahulu sedianya bakalan ditelaah saat kuliah benar-benar usai. Ya, harapan saya jadi kian besar mumpung koneksi internet saat ini sudah mencapai tahap unlimited dengan biaya murah per bulannya.

Mimpi dan impian boleh saja digantung setinggi langit entah apa saya bisa mencapainya nanti. Hehehe… hayoo lanjutkan perbaikan Tesisnya dulu !!! dikit lagi tuh…