Kalimat diatas merupakan baris pertama dari sebuah lagu jaman dahulu kala negeri ini yang menjadi saksi sejarah atas sebuah peristiwa yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September atau G30S PKI. Sayang, dalam perkembangannya lagu Genjer-genjer malahan di black list (baca:dilarang putar dan dinyanyikan) oleh Pemerintah Orde Baru karena dianggap mampu menggelorakan bahaya laten komunis di negeri ini. Ada yang gak tau dengan lagu Genjer-genjer ini ?

Genjer-genjer menurut beberapa sumber digubah oleh Mohammad Arief seorang pemimpin lembaga musik dan dinyanyikan untuk pertama kalinya saat rombongan para sastrawan dari beberapa lembaga kebudayaan di Indonesia (Lembaga Kebudayaan Rakyat-Lekra, Lembaga Kebudayaan Nasional-LKN dan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia-Lesbumi) menyinggahi kota banyuwangi jawa timur dalam perjalanan mereka untuk mengikuti sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Komite Eksekutif Biro Pengarang Asia-Afrika di kota Denpasar, Bali.
Lagu ini sesungguhnya mengisahkan tentang tumbuhan Genjer (limnocharis flava), tumbuhan pengganggu disawah yang memiliki kedekatan dengan kehidupan petani dan masyarakat kecil, digunakan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Banyuwangi pada masa pendudukan Jepang di negeri ini. Simak saja barisan lirik lagu ‘Genjer-genjer’ dibawah ini :
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
setengah mateng dientas digawe iwak
setengah mateng dientas digawe iwak
sega sa piring sambel penjel ndok ngamben
gendjer-gendjer dipangan musuhe sega
yang artinya :
(Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Gendjer-gendjer sekarang sudah dibawa pulang
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Emaknya jebeng beli genjer dimasukkan dalam tas
Gendjer-gendjer sekarang akan dimasak
Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
nasi sepiring sambal pecel duduk di ambin
Gendjer-gendjer dimakan musuhnya nasi)
Ketika peristiwa G30S terjadi, lirik lagu Genjer-genjer kemudian diplesetkan sebagai berikut :
Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli
Jendral Jendral isuk-isuk pada disiksa
Dijejer ditaleni dan dipelosoro
Emake Germwani, teko kabeh milu ngersoyo
Jendral Jendral maju terus dipateni
Lantaran keisengan inilah lagu genjer-genjer pada masa Pemerintahan Orde Baru kemudian dibredel dan siapapun yang kedapatan menyanyikan lagu ini akan ditangkap oleh aparat keamanan, tentu saja dengan tuduhan Komunis. Sebagai tambahan informasi, kendati saat ini jaman sudah banyak berubah namun masih ada sekelompok masyarakat yang tidak menginginkan lagu ini diperdengarkan kembali, seperti halnya yang terjadi di Radio Solo 14 September 2009 lalu. Bagi yang belum tahu bagaimana lagu Genjer-genjer yang dimaksud, bisa langsung meluncur ke portal video YouTube untuk mendapatkan versi yang dinyanyikan oleh alm. Bing Slamet. Alamatnya disini.
Secara pribadi saya berpendapat, sudah saatnya kita lebih berpikir jernih dalam menghargai satu karya anak bangsa di masa lalu, kendati hingga saat ini mereka masih disebut sebagai Komunis. Ketimbang lagu ini tetap di-black list dan dilarang diperdengarkan atas alasan ‘khawatir membangkitkan paham komunisme, saya malah jauh lebih khawatir apabila lagu yang merakyat ini di-klaim oleh tetangga kita sebagai budaya mereka. Hehehe… apakah kita akan melakukan protes dan demo jika itu sampai terjadi ?
Ngomong-ngomong soal lagu Genjer-genjer, setelah saya dengarkan berulang kali bahkan sempat saya jadikan RingTone ponsel, irama pada awal lagu ini kok mirip-mirip dengan lagu ‘Tak Gendong’ karya Mbah Surip ya ? atau malah jauh lebih mirip dengan salah satu lagu favorit saya sepanjang masa ‘Wakil Rakyat’ karya Iwan Fals. Hmmm… bagaimana pendapat Anda ?
*Referensi :
Rohman Hidayat Yuliawan (sendaljepit.wordpress.com)
Andi Eko (The Information Gateway)







heh, ming baru tau neh ada lagu kayak gene..
hehehe…
iya tuh, padahal lirik aslinya gada nyinggung komunis ya? hehehe…
yup, sebelum diklaim ma negara lain, ada baiknya dipatenin dulu kali ye..
.-= Oming´s last blog ..Acai Berry, Primadona Baru Kategori Superfood! =-.
[Reply]
kayak apa sih lagunya, belum sempat download nih bli
.-= wira´s last blog ..MU Di Puncak Klasemen Liga Inggris =-.
[Reply]
@Oming, blog baru ya ?
hati-hati Ming, dipateni itu artinya bisa lain loh. 
bisa mengundang kontroversi.
@Wira, bagus buat dijadikan Ringtone Wir.
[Reply]
Bung Pande, yang benar bukan G-30S/PKI seperti versi Orde Baru, kalau Bung Pande masih menggunakan “PKI” dibelakang G-30S berarti bung Pande masih dirasuki oleh kesesatan sejarah versi Orde Baru. Maka dari itu Gus Dur sendiri sampai mengeluarkan maklumat untuk tidak menggunakan kata “PKI” dibelakang itu karena masih simpang siur, karena sampai skrg ini belum ada bukti nyata di pengadilan jika G-30S itu di dalangi oleh PKI dan Soekarno itu sendiri, seperti yang selama ini diberitakan dan diajarkan.
Bukti-bukti sejarah dan data CIA justru mengarah pada sekelompok perwira TNI-AD eks KNIL, yang juga sangat dekat dengan mantan pemberontak PRRI/PERMESTA, MASYUMI dan PSI yang notabene musuh bebuyutan PKI dan Bung Karno.
Karena 6 Jenderal yang tewas di lubang buaya adalah para Jendral AD yang menumpas pemberontakan PRRI di Sumatera dan AURI kena getahnya karena AURI-lah yang menumpas pemberontakan PERMESTA di Sulawesi Utara.
Tujuan pemberontakan PRRI-PERMESTA itu adalah menghabisi pendukung Sokarno dalam tubuh ABRI yang notabene adalah eks PETA dan AURI, karena dalam setiap pidato2nya Bung Karno selalu menyebut bahwa PKI dan AURI adalah “bocah lanangku”, anak lelaki ku, anak lelaki pendukung revolusi Marhaenisme-nya Bung Karno,.. karena merasa ga dianggap sebagai bocah lanang maka yang eks KNIL, PSI dan MASYUMI merasa jadi anak tiri Bung Karno,..
.-= Gentry Amalo´s last blog ..Perlu Kerendahan Hati =-.
[Reply]
Wah… ini dia yang saya harapkan koreksinya… makanya dikirim via message.

Tentang embel2 “PKI” ternyata saya yang gak tau ada soal ‘direvisi’. Maklum, saya lahir dan besar di jaman orde baru.
Matur Suksema untyuk Koreksinya.
Agak diluar Konteks, tentang keterlibatan PKI, baiknya memang perlu diungkap kepada publik suatu saat nanti. Sama halnya dengan kasus penembahan Presiden Kennedy yang katanya nunggu tahun 2015 dulu.
[Reply]
Lagu ya tetap aja lagu,gitu aja kok repot De…
[Reply]
Seandainya saja rata-rata rakyat bangsa ini memiliki pemikiran seperti itu, alangkah damainya negeri ini…
[Reply]
I read a few topics. I respect your work and added blog to favorites.
[Reply]