Menu
Categories
Si Jago Merah Yang Mengancam
August 20, 2009 tentang Opini

Menonton Film Indonesia adalah salah satu pengisi waktu disaat saya menunggu jadwal ujian yang tak kunjung pasti beberapa waktu lalu. Meski bukan termasuk daftar film favorit yang wajib tonton namun apa yang saya inginkan minimal alur ceritanya mudah dimengerti dan ga berbau pasaran. Maksud dari bau pasaran itu ya film lokal yang bergenre Horor ataupun yang berbau seks murahan. Maka jadilah saya memilih dua film berbeda genre, satunya komedi satunya lagi agak-agak seriuslah…

Film “Si Jago Merah” menjadi prioritas pertama saya. Rasa penasaran dan kangen dengan aksi si Agus Ringgo saat bermain di “Jomblo” tak mampu terobati pada film yang ia lakoni sebelumnya “Maaf Saya Menghamili Istri Anda”. Sebuah film lokal dengan genre komedi bisa dikatakan sangat jarang membuat saya tertawa, paling banter ya senyum dikulum, itupun gak sering atw sepanjang film berlangsung.

si jago MeRah

Menyimak alur cerita selama dua puluh menit pertama rupanya agak membuat saya enegh dan bisa menebak sisa kelanjutannya. Apa yang saya harapkan gak sesuai dengan bayangan. Bisa jadi karena kehadiran beberapa aktor/aktris lainnya yang kurang greget, pula jalannya cerita yang biasa saja. Sungguh, saya masih menganggap bahwa “Jomblo” masih merupakan film komedi Terbaik.

Kecewa dengan film tentang teamwork pemadam api, saya melanjutkan dengan film ‘serius’ yang dilakoni Aming, sang daya tarik Extravaganza itu dalam “Doa Yang Mengancam”. Ada satu kekhawatiran yang saya rasakan diawal cerita, alur yang berat dan membosankan. Sebaliknya, dalam kenyataannya malah meleset.

Menikmati satu persatu adegan yang ditampilkan, saya jadi ingat dengan beberapa kenyataan yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Bahwa masih banyak penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan seperti halnya yang saya saksikan saat berkesempatan main ke Jakarta beberapa waktu lalu, membuat saya sangat bersyukur dengan keadaan saya saat ini. Bahwa budaya malas dan perjudian itu masih erat dipeluk oleh sebagian besar masyarakat kita membuat keinginan untuk menjadi kaya mendadak begitu menggebu. Bahwa ada dari sebagian kita, malahan dengan asyiknya bersembunyi dibalik kerennya penampilan meski tidak demikian dengan kesehariannya, seakan ingin mengingatkan momen yang sebentar lagi hadir didepan mata, mudik Lebaran.

Doa yang Mengancam

Apa yang diharapkan dan dipinta pada Tuhan juga merupakan lecut yang membuat miris, karena satu dua kali saya pribadipun pernah mempertanyakannya. Why Me ?

"5" Comments
  1. entah kenapa saya kurang tertarik dengan film Indonesia, dua film terakhir yaitu Merantau dan Merah Putih kayaknya bagus, tp belum sempat nonton
    .-= wira´s last blog ..Wallpaper Nasionalisme Gratis Kepak Garuda =-.

    [Reply]

  2. film horor Indonesia ga menakutkan malah menggairahkan…artisnya itu hampir sebagian Jupe ma Dewi Persik…

    film Indonesia mungkin daftar list film terakhir saya dibawah film Amerika, Korea, Jepang dan Thailand…

    [Reply]

  3. If you ask God “Why me?, Why me?”,
    God will say “Why not.”

    Sering kali tidak mengerti apa rencana Tuhan bagi kita.

    Salam sukses.
    .-= Basuki Pramana´s last blog ..Kura-kura dan Kancil =-.

    [Reply]

  4. Terkadang Film Indonesia itu absurd, tapi ngangenin… :mrgreen:

    [Reply]

  5. setuju..si jago merah ga terlalu seru.. 🙁 ato karena saia nontonnya dari pertengahan ya??hehehe
    .-= .gungws´s last blog ..Berbagi itu menyenangkan =-.

    [Reply]

Leave a Reply
**** *