MiGrasi ke StarOne UnLimited

14

Category : tentang TeKnoLoGi

…akhirnya migrasi lagi…

Barangkali judul tulisan diatas pernah saya pakai sebelumnya, yaitu saat saya melakukan perpindahan paket penggunaan koneksi internet yang menggunakan kartu Starone Jagoan dari Pra Bayar hitungan per jam ke pasca bayar dengan kuota 1GB perbulannya.

Dalam perjalanannya, ternyata volume yang saya pakai kerap melebihi kuota yang ditetapkan, sehingga untuk kelebihan pemakaian tersebut saya dikenakan biaya tambahan sebesar 300 rupiah per MB pemakaian. Makanya biaya yang saya keluarkan ya minimal sekitar 108rb (bulanan plus PPn) dan maksimal sekitar 160rb (untuk kelebihan pemakaian pada saat awal pembuatan Thesis dahulu).
last starone
Untuk setiap bulannya, dalam hitungan jam bisa dikatakan rata-rata saya menghabiskan waktu sekitar 100jam-an lebih (3 jam per hari), sehingga kalopun tarif yang dikenakan itu dihitung perjam-an pakai, bisa jadi saya harus membayar sejumlah 450ribuan setiap bulannya.

Bersyukur per bulan lalu, Starone mulai melepas paket ter-gres mereka yaitu StarOne Unlimited di Kota Denpasar. Padahal info tentang ini sebenarnya sudah pernah saya baca sebelumnya pada BLoG Dokter Basuki Pramana di Cirebon sana.

Untuk bisa melakukan migrasi, caranya gampang banget, ya tinggal main ke gerainya Indosat (di wilayah Denpasar, sekitaran Garuda Wisnu Teuku Umar), menunjukkan KTP dan menyebutkan nomor langganan, konfirmasi langsung selesai hari itu juga. Tanpa dikenakan biaya lagi.

Jadilah pagi-pagi awal bulan, saya mulai mencoba paket unlimited StarOne dengan mengunduh video trailer Transformer 2 di YouTube. Kecepatan donlotnya lumayan untuk ukuran pagi hari, sekitar 20 MB/sec.

Menjelang siang, seperti biasa kecepatan StarOne mulai keliatan lemotnya. Berhubung merupakan paket unlimited, ya saya biarkan saja koneksi tetep jalan. Dari Facebook, BLoG, update antivirus, donlot video dari youtube hingga nyari foto ponakan, sedari pagi hingga siang, saya menghabiskan waktu sekitar 4,5 jam dengan volume sebesar 125 MB.

Walopun kmaren itu sudah dikonfirmasi bahwa paket unlimited sudah bisa digunakan per tanggal 1 Juli, tapi hati ya tetep was-was juga kalo-kalo tagihannya melonjak diluar paket yang disepakati. Yah, semoga saja tidak. He…

persiapan implementasi Thesis di dunia maya

2

Category : tentang KuLiah

Berusaha memberikan ruang untuk konsen ke Thesis selama semingguan dan menilih untuk gag ngBLoG rupanya gak terlaksana dengan baik. Ini lantaran kedua dosen pembimbing ternyata memberikan spare waktu untuk memeriksa terlebih dahulu dokumen Thesis yang saya susun selama sebulan belakangan ini. Kabarnya sih baru sekitar Jumat bisa dilanjutkan lagi. So ? balik lagi ngblog deh….
Persiapan Thesis
Ohya, ngomong-ngomong soal Thesis, beberapa waktu lalu saya sempat memiliki sebuah idea untuk menerjunkan hasil implementasi sistem informasi yang dirancang (tentang isinya dan apa bagaimananya, kelak akan saya buka di BLoG) ke dunia maya atau internet dalam arti sesungguhnya. Itu sebabnya per hari jumat lalu saya langsung menghubungi Bali Orange, tempat dimana hosting BLoG ini berada, dan menyampaikan ide tersebut.

Menuruti saran terbaik dari Hendra, bahwa saya gak perlu menyewa hosting secara khusus lagi untuk mewujudkan ide saya tersebut, cukup dengan menumpang pada hosting yang saya miliki saat ini. Kebetulan untuk aktifitas ngBLoG 3 tahun ini hanya menghabiskan space sekitar 130 MB dari jatah 250MB yang saya miliki. Sedangkan Sistem Informasi yang dirancang hanya memerlukan space sebesar 25 MB.

Hanya saja, saran dari Hendra terkait alamat atau domain yang digunakan agar menumpang pada alamat BLoG ini (istilahnya subdomain), tidak jadi saya ikuti. Dengan alasan, yah biarlah sistem ini berdiri dengan alamatnya sendiri, maka per jumat tersebut saya dinyatakan sah memiliki domain www.binamargabadung.com

Kenapa musti dot com bukan dot go dot id ? karena untuk mendapatkan domain go.id barangkali harus memiliki surat keterangan pemakaian dari Mendagri sesuai ketentuan pembelian domain. Kenapa juga bukan menumpang pada website resmi milik Pemda Badung, barangkali alasannya kurang lebih juga sama, musti bersurat lagi ke pemda.

Tentu saja seperti yang saya ungkapkan dalam Thesis saya bahwa jika sudah berurusan dengan birokrasi ya siap2 aja dengan spare waktu yang lama untuk menyelesaikannya. “Jika bisa dipersulit kenapa harus dipermudah ?” He… itu siy udah biasa ya…

Makanya ya sebisa mungkin berusaha sendiri dululah semampunya, sekalipun saya harus mengeluarkan biaya extra untuk itu. Tapi gak pa-pa, toh itu (sekali lagi), demi sesuatu yang ingin saya capai dan selesaikan dengan baik. Semoga saja. He…