Menu
Categories
5 alasan Mengapa Pantas Membeli Ponsel China
July 23, 2009 tentang TeKnoLoGi

Masih menyambung tulisan saya sebelumnya tentang serbuan ponsel ber-keypad QWERTY dalam rangka meramaikan pangsa ponsel yang ‘bisa internetan, facebook dan chatting…’, ternyata hasil perburuan saya tersebut lebih didominasi oleh kehadiran ponsel China ketimbang brand yang sudah mapan.

Bisa dimaklumi, lantaran keberadaan ponsel China lebih banyak mendompleng (baca:plagiat) keberadaan brand ponsel papan atas terutama dari segi desain perwajahannya. Berbanding terbalik dengan fitur dan kemampuan yang ditawarkan. Walo begitu tetap saja brand ponsel China tetap disukai oleh pengguna ponsel tanah ar. Hmm… Kenapa yah ?

Seakan mencoba menjawab pertanyaan tersebut, kali ini saya ingin memberikan 5 (lima) alasan, mengapa pantas untuk membeli Ponsel China. Silahkan simak berikut ini :
China 1
1. Harga Murah
Bagi sebagian besar pengguna ponsel ditanah air bisa jadi aspek value menjadi dasar pertimbangan pertama sebelum memutuskan untuk membeli atau mengganti ponsel yang dimiliki saat ini dengan ponsel terkini. Termasuk saya salah satunya. Hwahahaha….

Ponsel China dikenal dengan harganya yang murah. Apabila dibandingkan dengan brand ponsel papan atas seperti Nokia atau Sony Ericsson pada jenjang harga yang sama, bisa jadi fitur yang ditawarkan oleh brand ponsel China jauh lebih oke. Tentu saja jangan menyamakan kualitasnya dengan ponsel brand papan atas yang memiliki fitur yang sama.

2. Desain Menawan
Siapa yang gag pengen dipandang sedkit berkelas oleh tetangga sebelah baik saat nongkrong maupun bergaul. He… Bukan rahasia lagi kalo brand ponsel China rata-rata mengadopsi perwajahan terinspirasi (lagi-lagi baca: Plagiat) dari desain ponsel papan atas macam Nokia hingga iPhone dan BLackBerry.

Tapi, siapa yang kuat kalo musti ditebus dengan tabungan gaji setaun ? Jadi berterimakasihlah pada brand ponsel China yang mampu mencontek desain briliant ternama dan cukup ditukar dengan uang gaji sebulanan. He…

Dari sekian banyak brand ponsel China yang ada barangkali hanya brand IMO yang mampu meniru desain brand papan atas secara sempurna. Katakanlah IMO B9000 yang plek banget dengan seri BLackBerry BoLD atau IMO G910 yang plek dengan Nokia E71. IMO G9 yang nyaris serupa dengan Nokia Communicator E90, IMO TV500 yang mencontek habis desain Nokia E51 dan IMO L600 serupa tak sama dengan Nokia E66 terbaru…

3. Layar Sentuh
Sekitar tiga sampai empat lalu yang namanya ponsel masih jarang mengadopsi layar sentuh sebagai media input, selain keypad konvensional yang telah tersedia. Teknologi layar sentuh lebih banyak digunakan oleh PDA (Personal Digital Assistant) yang identik dengan ponsel hign-end dengan harga mahal.

Sebaliknya kini dengan kisaran harga 1-2 juta, yang namanya teknologi layar sentuh sudah dapat dinikmati oleh sebagian besar pengguna ponsel ditanah air. Apalagi kalo teknologi tersebut didukung oleh desain wajah ponsel yang tak kalah menarik. He…

4. TV Analog
Ponsel China itu nyaris identik dengan ponsel TV. Inilah rata-rata alasan utama mengapa para pengguna ponsel ditanah air kepincut untuk ikut-ikutan memiliki, setelah barangkali diperlihatkan oleh rekan lain saat berada di area minim listrik dan tak memungkinkan untuk membawa dan menonton televisi segede gajah. Katakanlah di tengah sawah misalnya. Hehehe…

Ada juga yang lebih memilih membeli ponsel TV ketimbang ponsel mewah, padahal jelas mereka mampu untuk memilikinya. Alasannya sederhana, biar bisa nonton GP seandainya berada dalam suasana rapat warga. Hehehe…

5. Brand yang beragam
Bisa dikatakan serbuan brand ponsel China ditanah air bagaikan jamur yang tumbuh silih berganti. Begitu yang satu rontok, yang lainpun bermunculan. Pernah denger brand ‘ToCall’ ? He… itu brand terakhir yang terdaftar loh…

Fenomena ini mirip dengan serbuan motor China beberapa tahun lalu. Padahal isi dan jeroannya gak jauh beda, tapi brand yang mengusungnya beragam. Masing-masing punya trik untuk menggaet pelanggannya. Dari yang rame digunakan ‘bisa internetan, facebook dan chatting…’ hingga ke ponsel ‘bling-bling’ untuk menyebutkan rilis ponsel full lampu hias disekujur bodi ponsel.

Demi mendapatkan pelanggan loyalpun antar brand malah saling berlomba untuk menawarkan harga rendah pada produk mereka.

Ngomong-ngomong soal brand ponsel China, kalo yang diatas tadi itu adalah 5 (lima) alasan mengapa pantas untuk membeli Ponsel China, simak tulisan saya berikutnya sebelum benar-benar memiliki keyakinan untuk memiliki ponsel China. He…

"5" Comments
  1. tp apa nggak cepet rusak bli?

    [Reply]

    pande Reply:

    He… makanya baca tulisan saya yang satunya lagi. 🙂

    [Reply]

  2. Betul , lebih baik beli HP yang branded, ada service station di kota kita dan sudah punya nama spt Nokia. Saya kapok beli MyG 818, kabel chargernya sering rusak dan ganti, Toko penjualnya yg merangkap service stationya 4 bln kemudian menghilang, entah kemana tidak ada yg tau. Merk Nokia tetap favorite saya. Salam sukses ya.

    [Reply]

  3. dl pernah beli hachin (hape china) merk HT.. duh masi g enak banget.. g pake lama lgsung dijual lagi, harga lgsung anjlok.. ~.~ trus balik lagi ke nokia.. hehe..
    tapi uda 7 blnan ini pake hachin lagi.. :p
    pake titan t999e.. yg ini g kaya HT.. lebih ok.. 😀
    pernah mati gr2 keujanan..
    tp setelah didiemin n dilepasin smua baterainya, jd baik lg deh..
    ni posting pake TITAN T999E loo.. hehehe..
    q pikir cepet rusaknya hp trgntung si pemakai n pmakaian jg.. kalo fitur, mnyesuaikan kegunaan hp sih.. 🙂

    [Reply]

    pande Reply:

    Aha, saya suka kalo konsumen bisa secerdas ini. Kerusakan memang tidak jauh dari cara penggunaannya. hehehe… Kalo ini bisa disadari, saya yakin Hachin gag bakalan banyak dikeluhkan kok. 🙂

    [Reply]

Leave a Reply
**** *