Menjajal BLackBerry BOLD

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Mencontek sebuah tabloid ponsel yang setiap kali melakukan Review ponsel terbaru, selalu mencantumkan tag yang maksudnya kurang lebih ‘untuk menjaga independensi, kami selalu membeli ponsel yang dimaksud, bukan dengan meminjam kepada produsen ponsel, saya selaku pemilik BLoG pandebaik.com malahan bersikap sebaliknya.

Untuk bisa melakukan Review sebuah ponsel, minimal saya diperbolehkan meminjam barang sekejap ponsel tersebut. Hwahahaha…. Gag mampu beli soale… Kali ini saya beruntung bisa meminjam dan menjajalnya, pada jam kantor yang artinya si pemilik ponsel adalah rekan saya. Tepatnya… atasan saya. Hwahahaha…..

Maka, patut disyukuri jika akhirnya saya bisa memberikan Review sebuah ponsel yang belakangan makin booming digunakan oleh sebagian besar pengguna ponsel di tanah air, meliputi pengusaha sukses, pebisnis, hingga ke pegawai negeri yang …… (isi sendiri deh…. hwahahahaha…. Sorry ya bagi yang merasa kesindir…) dan para pelajar yang lebih mengutamakan gaya dan fashion ketimbang keperluan. He…

BLackBerry BOLD, si ujung tombak ponsel SmartPhone dari Canada…
BB 21
Pertama kali memegangnya saya gag bgitu tertarik dengan perwajahan (yang kata review lain) elegan milik Bold. Bisa jadi karena saya memang tidak merasakan ketertarikan untuk memiliki, bisa juga lantaran sudah terlalu sering orang mempergunjingkan dan memampang wajahnya di majalah ataupun tabloid. Jadi enegh. He…

Bagi yang newbie dibidang perwajahan ponsel Blackberry barangkali bakalan kebingungan dengan seri terbaru mereka, Javelin. Sebaliknya bagi saya pribadi dengan yakinnya saya menebak ini adalah seri Bold. Caranya ya dari resolusi kamera yang tersemat di punggungnya. Hwahahaha…

Secara umum pada rentang nilai 1-10, saya memberikan nilai 8 untuk Bold.

Pertama dari form factor-nya sudah gag asing lagi. Batangan melebar, seperti desain yang dipakai oleh ponsel Nokia seri E dan juga Nexian terakhir kmaren. Kedua, thumbboard yang ada agak menyulitkan bagi saya yang memiliki jari tangan besar. Ketiga, untuk mengoperasikan menunya gag sesulit yang saya bayangkan, mungkin lantaran sudah terbiasa menggunakan ponsel Symbian kali ya. Gag jauh beda kok. Dan terakhir gak berlayar sentuh…lumayan membuat saya geregetan saat ibu jari tangan saya kesusahan untuk melakukan scroll menu. Pengennya nyentuh layar aja. He…
BB 1
Yang paling mengesankan bagi saya adalah resolusi layar. Tergolong besar dan cerah. Apalagi saat mencoba beberapa video yang ada pada handset, hasilnya sangat jernih dan tanpa jeda. Layaknya nonton teve aja. Ohya, format video terbaik yang bisa diputar ternyata MP4 dengan kualitas paling baik…

Kenapa saya tidak memberikan nilai sempurna pada handset ini seperti layaknya review lain ? ya terkait kebutuhan saya saja sih, yang gak terlalu mementingkan fitur kerennya Blackberry, kayak push email, internet unlimited tanpa khawatir dengan batere drop dan selalu terhubung dengan dunia maya, hingga saling berkirim pesan dengan sesama pengguna Blackberry. Intinya ya karena saya memang blom memerlukan itu semua.

Jadi bisa dikatakan yang saya perlukan paling hanya sms, telp teman dan fun dengan multimedia serta sesekali terkoneksi dengan dunia maya.

Trus bagaimana dengan review cara penggunaannya ? saya lanjutkan di tulisan berikut yaa…

Comments (6)

Ah setelah pinjam dari teman, nanti Pande jatuh hati kepada gagdet ini. hi..hi…
.-= Basuki Pramana´s last blog ..Umur dan wajah =-.

[Reply]

[…] tulisan sebelumnya, kali ini saya ingin menurunkan topik soal pengoperasian menu si ponsel pintar (smartphone), […]

om kok gambarnya ada saljunya tuh gimana

[Reply]

pande Reply:

code javascript :p

[Reply]

🙂 nde, review E 90 donk ?
saya juga mau beralih ke bold, cuman kayaknya E90 masih yg terbaik ya ?!, tolong bandingkan kedua hape itu ya, nde, hehehe…..

[Reply]

[…] tulisan sebelumnya, kali ini saya ingin menurunkan topik soal pengoperasian menu si ponsel pintar (smartphone), […]

Post a comment

CommentLuv badge