DaGeLan PoLitik PiLPres 2009 ; Semua ingin jadi PREsiden

3

Category : tentang Opini

Apa yang terjadi pada bangsa ini seminggu terakhir, bisa jadi sebagai upaya meredam panasnya suhu pro kontra kasus Antasari, baik pro kontra tentang motif pembunuhan Nasrudin maupun pro kontra kelucuan anggota DPR kita yang melarang KPK menangkapi para calon tersangka kasus korupsi pasca penangkapan Antasari. He… Becanda lagie.

Semua ingin menjadi PREsiden.

Begitu kira-kira gambaran yang dapat saya tangkap selaku posisi saya sebagai rakyat yang awam soal politik dan politikusnya. Masih ingat dengan iklan pembentukan opini publik pra pemilu kemaren ? Katakanlah yang paling heboh itu Pak Prabowo, Wiranto, Megawati, Pak Presiden kita SBY, hingga ke orang-orang yang nyatanya tak kterlihat batang hidungnya saat ini, Soetrisno Bachir, si siapa tuh namanya yang mengklaim mendapat dukungan dari kolaborasi pembaharuan ? He… mohon maaf jika saya salah sebut nama maupun lupa nama…

Belakangan belum juga dimulai gong kampanye PiLPres, sang Wakil Presiden kita saat ini malahan sudah mencuri start untuk membentuk opini publik memohon dukungan atas dirinya yang mencalonkan diri sebagai Capres. Sayangnya KPU tak mampu menindak aksi curi start ini lantaran pasangan JK –Wir ini belum diresmikan sebagai pasangan Capres-Cawapres oleh KPU. Satu kelemahan dari UU yang ada katanya.

Di sisi lain, ada juga yang sudah saling melobi untuk berkoalisi namun saling ngotot-ngototan ingin maju sebagai RI 1. Gak ada yang mau jadi nomor 2. Ada juga yang mendeklarasikan cawapresnya dari kalangan non parpol namun tidak direstui oleh parpol yang diajak berkoalisi sebelumnya. Bahkan mereka dan para mahasiswa pendukung parpol menuntut agar paket Cawapres yang diusung tetap orang Parpol. Huuuuuhhh…. Saya jadi bingung dan heran.

Kenapa Semua ingin menjadi PREsiden ?

Apakah jawabannya barangkali bisa saya samakan dengan pertanyaan saya beberapa waktu lalu pra-pemilu PiLCaLeG ? Kenapa Semua ingin menjadi Anggota DPR ? Kenapa Semua ingin menjadi WakiL Rakyat ? Karena kurangnya lapangan kerja yang menjanjikan mereka ‘sedikit bekerja, banyak bicara lalu banyak pemasukan, termasuk plesiran berselubung studi banding ? Padahal tau apa sih mereka tentang suara Rakyat ? Yah, Barangkali tidak sedangkal itu….

Ada yang bisa menjawabnya barangkali ?

He… Sekali lagi PanDe Baik memohon maaf jika ada pihak-pihak yang tak berkenan dengan tulisan saya ini. Bukan saya bermaksud melakukan pencitraan diri mengklaim bahwa saya Pro Reformasi dan kelak bakalan ikutan mencalonkan diri sebagai Presiden negeri ini atau paling tidak Wakil Rakyat lah, tidak tidak. Bukan itu kok… Hanya ingin mencari jawaban atas kebingungan saya saja selama ini, yang barangkali juga dirasakan oleh beberapa orang selaku rakyat dari bangsa ini.


PanDe Baik Menyayangkan aksi SaLing SinDir SBY – JK

5

Category : tentang Opini

Semingguan ini layar televisi seakan berubah menjadi sebuah tayangan infotaiment para tokoh parpol negeri ini. Bagaimana tidak, baru saja Bapak Presiden kita mengumumkan atau mendeklarasikan calon pasangan BeLiau kelak saat tampil pada PiLPres mendatang, itu sebagai respon dari aksi curi start yang dilakukan sang Wakil Presiden kita, telah pula mengumumkan pasangannya kelak dan malahan BeLiau ini bakalan maju mencalonkan diri menjadi RI 1.

Maka terjadilah apa yang kalau boleh saya sebutkan, politik yang sangat kekanak-kanakan. Saling serang, saling sikut, saling sindir, mengklaim bahwa diri merekalah yang memiliki peran paling besar dalam membangun negeri ini. Mereka lupa akan kedudukan dan jabatan yang mereka sandang saat ini, keduanya masih merupakan dua ujung tombak bangsa ini.

Pasangan SBY – JK yang bagi saya adalah duet yang paling fenomenal sepanjang sejarah pemilihan Presiden. Bukan apa-apa, tapi duet mereka ini barangkali tidak mampu diprediksi oleh sebagian besar pemilih bangsa ini lima tahun lalu bakalan mampu naik dan memimpin. Ini karena JK bukan merupakan tokoh yang dijagokan oleh induk parpolnya saat itu. Sayangnya begitu duet SBY-JK tampil sebagai pemenang, sang induk langsung merapat dan mengkalim sang pemenang sebagai bagian dari perjuangan mereka. Buktinya JK langsung didapuk sebagai Ketum partai pada periode tersebut.

Belumlah pantas menurut saya jika saat ini mereka melakukan aksi murahan tersebut. Mungkin dalam politik memang tidak ada lawan maupun kawan yang abadi. Tapi sungguh disayangkan apabila kedua pemimpin bangsa ini malahan saling berseteru disaat bangsa masih membutuhkan hubungan erat kedua pemimpin ini untuk menyelesaikan masa jabatan, sesuai ‘amanah’ rakyat saat PiLPres lalu.

Berangkat dari hal diatas, kini saya malahan menjadi pro mendukung Pak SBY untuk mencari pengganti calon Wakil Presiden kelak dari kalangan non Parpol. Terlepas dari siapa orang tersebut dan bagaimana tipe serta tindak tanduk orang tersebut.

Mungkin keputusan ini timbul gara-gara saya sudah kadung patah arang duluan menyaksikan dagelan politik semingguan ini. Belum usai masa jabatan eh sudah saling serang. Yah, lagi-lagi terlepas dari siapa yang salah atau siapa yang mulai duluan, minimal kelak duet pasangan Pemimpin Bangsa ini diharapkan tetap mampu menunjukkan hubungan yang baik antar keduanya, sedari awal hingga masa jabatan berakhir.

Ohya, PanDe Baik memohon maaf apabila ada pihak-pihak yang tidak berkenan pada tulisan saya kali ini. Bukan bermaksud mendukung atau malah memprovokasi, tapi hanya sebatas mengungkapkan uneg-uneg pribadi atas dagelan politik jelang PiLPres mendatang.

Ngomong-ngomong, kok kasusnya Antasari menghilang yah ?


One BLoG Wonder ; BLoG CaLeG

8

Category : tentang Opini

Masa kampanye sudah lewat…. Hasil Pemilu guna memilih para Wakil Rakyat yang bakalan duduk di kursi empukpun sudah bisa diketahui. Tampaknya apa yang diramalkan banyak orang terjadi sudah.

Dari ribuan CaLeG yang tidak lolos mulai menampakkan sifat asli mereka. Ambisius dan mau menang sendiri, mudah putus asa atau malahan gak peduli lagi. Entah sudah berapa kali media baik televisi, koran hingga BLoG mengungkap dan mengulas masalah ini. Cerita tentang para CaLeG yang stress gara-gara tidak terpilih menjadi Wakil Rakyat, padahal entah berapa uang dikeluarkan untuk me-dharmasuaka, menyumbang hingga serangan fajar.

Memang sih, hare gene kaya’nya udah basi banget kalo masih saja ngomongin mereka (para CaLeG yang gak lolos ke kursi empuk), jadi saya coba mengulasnya dari sudut pandang lain, yaitu keberadaan BLoG para CaLeG yang dahulu barangkali begitu gencar digunakan sebagai salah satu alternatif kampanye via dunia maya.

Keberadaan BLoG yang dibuat oleh para CaLeG maupun pendukungnya ini ada yang masih memakai account gratisan alias numpang baik di WordPress maupun BloGspot, ada juga yang sudah berdiri sendiri alias memakai jasa Hosting.

Setelah hunting ke beberapa web site resmi parpolpun, ternyata ada juga CaLeG yang mengklaim sudah memiliki alamat sebagai web resmi mereka, padahal itu merupakan account email. Huhuhuhu…. Sepertinya mereka harus mengoreksi lagi alamat tersebut deh….

Mengapa saya begitu ingin mencari tahu, berhubung rata-rata BLoG yang mereka (CaLeg) buat itu digunakan sebagai sarana kampanye, mengiklankan diri sendiri, memperkenalkan visi dan misi juga memohon dukungan, dengan menyertakan beberapa ‘jasa’ mereka pada lingkungan masyarakatnya. Tak lupa deretan gelar yang entah didapat dengan benar atau hanya dengan membayar.

Tentu saja gambaran yang disajikan pada BLoG mereka ini hanya yang baik-baik saja, terkait kegiatan mereka, sambutan masyarakat akan kunjungan mereka atau pendapat dari orang-orang tertentu, entah itu kerabat ataukah orang yang dibayar. He…

Sayangnya, begitu pemilu usai dan hasilnya sudah dapat diterka, beberapa BLoG yang dahulunya sempat aktif menampung aspirasi dan dukungan, kini malahan terkatung-katung gak jelas nasibnya. Rata-rata posting terakhir yang saya lihat adalah akhir tahun 2008 lalu atau per bulan Januari kmaren.

Mandegnya isi BLoG mereka ini bisa disebabkan oleh minimnya ide maupun konsep yang bisa diceritakan atau diungkap dalam BLoG, malasnya melakukan update lantaran gak ada yang berkunjung, atau malah sudah merasa cukup membuat satu dua tulisan dan membiarkannya berkembang sendiri. He….

Untuk yang terakhir diatas kok malah mengingatkan saya dengan BLoG sang Caddy Rani Juliani. Hanya saja, untuk kasus ini BLoG sang Caddy walaupun hanya menyajikan dua buah tulisan, namun mampu mengeruk kunjungan hingga angka 370ribu dan komentar hingga seribuan pertulisannya. Barangkali para CaLeg bisa meniru SEO yang dilakukan Rani Juliani jika menginginkan BLoG mereka mengalami hal yang sama. He….

Bagi yang numpang account gratisan mungkin masih mending, kalopun mereka mau ya tinggal menghapusnya saja. Sebaliknya bagi yang menumpang jasa hosting tentu saja bisa dikatakan mubazir dan membuang uang, apalagi jika hasil yang diharapkan tidak tercapai.

Lagi-lagi Sayangnya Perilaku para CaLeG ini ya sama saja dengan sikap mereka terhadap baliho ataupun selebaran yang ditempel sembarangan. Dibiarkan saja tak terurus. Jadilah BLoG mereka ini sampah di dunia maya yang oleh pemilik resminya (WordPress atau BloGSpot) pula dibiarkan begitu saja. Ah, seandainya saja ada cara untuk memantau/sweeping alamat BLoG yang lama tak terurus, barangkali akan menemukan banyak ‘one BLoG Wonder’ (meminjam istilah ‘One HIT Wonder’ –sebutan bagi artis/grup musik yang hanya mampu melahirkan satu buah hit lagu sepanjang karirnya-).

Berikut daftar beberapa BLoG yang termasuk dalam kategori ‘One BLoG Wonder’ ala para CaLeG negeri ini…. :
> http://calegbali2009.wordpress.com/about/ ; ini masih adek kelas SMA loh. :p
> http://eddymarsono.blogspot.com/
> http://pg-watch.blogspot.com/
> http://restianrick.wordpress.com/
> http://faizalforsumsel.wordpress.com/
> http://yo-h-nes.com/index.php
> http://fransiscakuntagpandi.blogspot.com/
> http://www.sumandiwidjaja-pib.com/
> http://rakiangafur.blogspot.com/
> http://www.japtocenter.org/portal/index.php
> http://rachbini.com/

Sedangkan yang berikut ini adalah seorang CaLeG yang mengklaim sebuah alamat (email) sebagai alamat Web Site Resminya, silahkan lihat pada halaman account Facebook  http://www.facebook.com/profile.php?id=1247225219
Ibu ini mencantumkan alamat berikut sebagai alamat web :  http://norheny66@yahoo.co.id

Yah, terlepas dari segala macam alasan yang barangkali membuat BloG-BLoG para CaLeG tersebut tak lagi ter-update, saya tak menutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi pada account Facebook yang mereka miliki. Saya sendiri tak menceritakannya disini, lantaran pra-pemilu lalu saya melakukan bersih-bersih daftar teman, yang membuat beberapa teman harus out dari daftar yang saya miliki. Termasuk para CaLeG….