Ada Apa Dengan Antasari ?

8

Category : tentang Opini

Sungguh sangat disayangkan. Hanya itu yang bisa dirasakan saat ini.

Memantau pemberitaan perihal keterkaitan sang ksatria pemberantas korupsi, Antasari Azhar yang selama ini identik dengan keberadaan KPK dengan kasus pembunuhan Nasrudin yang diduga memiliki motif ‘Cinta segitiga’.

Secara pribadi, saya beranggapan begitu. Bagaimana tidak ?

Seorang tokoh yang selama ini begitu saya kagumi, baik secara visual figur kebapakan yang santai lugas dan tegas dalam berbicara, menyampaikan maksudnya baik kepada wartawan, saat bersama musisi SlanK atau saat hadir dalam ‘Kick Andy. Kini harus meringkuk dalam sel untuk sebuah kasus yang menyeret nama BeLiau hanya atas dasar atau motif ‘Cinta segitiga’. Saya malahan sependapat dengan BeLiau… Sungguh motif yang murahan.

Terlepas dari kebenaran tidaknya dugaan Antasari terlibat dalam kasus pembunuhan sobat baik BeLiau itu, dalam pikiran saya rupanya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang barangkali juga menjangkiti pikiran sebagian besar masyarakat negeri ini.

Sejauh mana keterlibatan Antasari yang diduga sebagai otak dari skenario pembunuhan terencana. Apakah memang selaku pemberi order atau hanyalah hanya sekedar curhat yang ditanggapi dengan tindakan serius oleh si pendengar ?

Sejauh mana pula keteribatan seorang Caddy yang mampu menjadi pusat perhatian publik, Rani Juliani dalam perilaku seorang Antasari yang kabarnya hingga membawa Antasari dalam sebuah adegan mesra ? Apakah ini hanyalah sebuah jebakan yang dilakukan satu dua pihak yang menginginkan lengsernya seorang Antasari. Lagipula terjerat oleh seorang ABG 22 tahun ? seorang Istri Nasrudin ? Come On…. Apa gak ada yang laen ? yang lebih baik ????

Sejauh mana pula efek yang dihasilkan apabila Antasari lengser dari KPK ? apakah akan mengendurkan kinerja KPK hingga cenderung melindungi dan melepas para koruptor kabur dan menghilang ke luar negeri ?

Seandainya memang benar seorang Antasari berada dibelakang semua itu, apakah ada bukti-bukti nyata, otentik yang dapat dilihat dan dipercaya ? seperti halnya barangkali rekaman ponsel, video dsb sama halnya saat penangkapan beberapa oknum kasus korupsi ? Atau hanyalah sekedar ingatan seseorang, kata-kata seorang manusia dimana lidah tak bertulang, kata-katapun bisa diputarbalikkan tergantung pesanan ?

Seandainya kita mau bercermin pada kisah film maupun kenyataan lalu tentang skenario pembunuhan, apakah sedangkal itu melakukan satu pembunuhan terencana apalagi sampai melibatkan satu tokoh seperti Antasari ? Maksudnya menggunakan jasa orang yang mampu ditangkap dan diketahui dalam hitungan minggu ? Tidak menggunakan cadar, plat nomor palsu, sarung tangan agar tidak meninggalkan sidik jari pada senjata, dan menanam senjata dihalaman rumah ? Come On, masa sih mereka gak pernah menonton Godfather atau setidaknya mempelajari ‘bagaimana cara membunuh orang yang baik dan benar ?’ atau kemungkinan-kemungkinan yang terjadi seandainya langkah mereka diketahui ?

Kira-kira selain mereka (para tersangka yang telah ditetapkan), apa tidak mungkin ada dugaan sebuah skenario besar dibalik kasus ini ? Mengingat histori bangsa ini memiliki peluang untuk itu ? jangankan hanya menyingkirkan seorang Antasari, kasus penculikan mahasiswa saat ‘revolusi pergantian presiden kedua hingga saat inipun masih gamang. Begitu pula dengan kasus-kasus pelanggaran HAM lain yang begitu menyentuh keterlibatan pejabat, langsung di-peti-es-kan.

Biarlah Hukum dan Kejujuran para petinggi di Pengadilan yang akan menjawabnya nanti. Sayangnya seperti yang sudah menjadi rahasia umum, baik Hukum maupun Kejujuran, sudah jarang ada di negeri ini.

Yah, saya pribadi sih hanya bisa berharap. Semoga saja apa yang menimpa Antasari saat ini bukanlah merupakan satu strategi agar masyarakat melupakan kegagalan KPU menyelenggarakan Pemilu yang baru saja lewat…. atau barangkali untuk melegalkan perilaku pejabat lainnya yang berkepentingan dengan lengsernya Antasari dari KPK.

btw, ternyata benar kata orang-orang tua. Bahwa semakin tinggi kedudukan, semakin banyak yang berminat untuk menjatuhkan. Godaannya ya tetap sama. Harta dan Wanita….

Psstt… berhati-hatilah kau, PanDe Baik !!!!

Beneran, butuh PonseL Terkini ?

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Yang namanya ketenaran suatu brand agaknya secara perlahan berganti belakangan ini. Kalo tahun lalu Nokia masih merajai pasar Indonesia dengan bombardir N dan E series mereka. Tak tertandingi oleh yang lain. Kini, pangsa pasar ponsel di negeri ini mulai diambil alih oleh handset gembul produksi Kanada, BLackberry.

Keberadaan BLackberry mulai booming setelah (lagi-lagi) sang Pesiden AS terpilih Barrack Obama terlihat begitu setia menenteng handset ini kemanapun BeLiau pergi. Padahal seingat saya, BLackberry dahulu pernah ditawarkan secara Gratis oleh Indosat lewat program bundling mereka. Bahkan saat negeri AS dilanda demam BLackberry-pun, bangsa ini masih terlihat begitu menantikan teknologi terkini yang bakalan dirilis oleh sang raja, Nokia.

Serbuan ponsel dengan teknologi terkini tidaklah lengkap jika belum memasukkan nama besar iPhone. Ponsel yang menggunakan metode layar sentuh secara penuh ini sebenarnya sudah dirilis jauh sebelumnya, namun baru awal tahun kemarin dirilis resmi di negeri ini. Itupun dengan paket bundling berharga mahal.

Disisi lain, beberapa kompetitor sang raja-pun mulai menggebrak dengan rilis ponsel pintar mereka yang rata-rata mengadopsi sistem operasi Windows Mobile berlayar sentuh seakan mengekor iPhone, sebagai senjata utama mereka. Ya, siapa lagi kalo bukan Sony Ericsson dengan Xperia-nya (terakhir beredar kabar bakalan merilis seri yang bersenjatakan kamera 12 MP), Samsung dengan Omnia-nya, LG dengan Prada dan Cookies. Tak lupa beberapa produsen yang setia dan selalu merilis ponsel pintar bertipe layar sentuh seperti HP, HTC hingga pendatang baru seperti Asus dan Acer.

Dari berbagai jenis tipe dan fitur yang disediakan, apapun itu tampaknya tetap sangat menarik bagi masyarakat kita yang memang sudah dikenal dunia dengan perilaku konsumtifnya bergonta ganti ponsel. Terlepas apakah fitur itu tergunakan atau tidak, yang penting gengsinya. Terlihat mewah dan oke saat bersua dengan orang lain.

Tak heran jika Indonesia menjadi target utama penjualan dari berbagai brand dan produsen ponsel termasuk ponsel China sekalipun.

Sayangnya seperti yang saya katakan diatas tadi, dari sekian orang yang merelakan isi kantongnya berganti rupa dengan ponsel mahal nan mewah, tak semua mengerti untuk segmen mana ponsel itu dirilis, fitur apa saja yang disertakan, bagaimana cara pengoperasiannya hingga bagaimana pula solusi yang bisa dilakukan apabila terjadi satu kerusakan atau kesulitan yang sebenarnya masih bisa ditangani tanpa campur tangan ‘Garansi’.

Seperti yang pernah dialami oleh seorang atasan saya, nekat membeli ponsel pintar berlayar sentuh dan mengadopsi Windows Mobile 2003 sebagai sistem operasinya. Kesulitan itu datang ketika daya batere drop dan habis. Sebagai orang awam tentu saja BeLiau terkejut menyaksikan daftar nama kontak yang disimpan dalam handset ponsel hilang begitu saja tanpa bisa melakukan apapun.

Begitu pula saat booming BLackberry mulai melanda sebagian besar pejabat maupun orang-orang yang kelebihan duit. Secara iseng saya bertanya pada mereka yang terlebih dahulu telah menanyakan perihal BLackberry pada saya, dan berniat membeli handset berbadan gembul itu.

Pertanyaan yang saya lontarkan terkait perilaku mereka dalam berponsel selama ini. Apakah familiar dengan dunia yang bernama dunia maya, internet dan email ? He… bisa ditebak, jawabannya negatif. Sejauh ini hanyalah untuk melakukan komunikasi telepon, dan sms…. itupun bisa dikatakan jarang.

Trus, nanti BLackberry buat apa dong ? He…

BLackberry untuk PNS ?

15

Category : tentang KeseHaRian

“Jaman sudah Blackberry, Hare gene masiy pake ponsel ?”

Senin pagi lalu, saya kedatangan seorang rekan kantor yang seperti biasanya selalu mencoba memberikan ‘sentuhan’ nyeleneh. Kali ini Rekan saya tersebut memberi komentar pada aktivitas saya yang mojok membaca email via ponsel Nokia CDMA 6275i….

Mmmpphhh…. Saya hampir saja memuncratkan sesuatu gara-gara saking gelinya dengar teriakannya kali ini. Huah ? Blackberry ? sejak kapan ?

“Kamu tu masiy ja kuno pake ponsel…. Ini jamannya begini nih…. (sambil memperagakan tangan mencet keyboard-pad ala Blackberry). Gak trendy ah….”

Huahahaha….. Angin apa yang membuat rekan saya ini begitu tergila-gila dengan BLackberry ?

Rupanya sang Istri baru saja membeli Blackberry Javelin, seri hematnya Bold 9000. makanya kini ia seakan tergila-gila ikutan booming Blackberry….

Oke deh. Tapi ngomong-ngomong, seberapa pantas siy seorang PNS seperti saya ini menenteng BLackberry dalam keseharian saya ?

Pertama sih saya perlu tahu dulu apa kelebihan sebuah BLackberry hingga membuat masyarakat di negara ini begitu menggilai handset mahal kelahiran Kanada ? Apa hanya karena Presiden AS Barrack Obama menggunakannya, seperti halnya waktu BeLiau berkampanye via Facebook ? atau hanya karena iming-iming ‘Internet Mobile’ yang didengungkan beberapa waktu lalu ? Jangan sampe beli BLackberry cuman sekedar buat ikut-ikutan Trend….

Dari hasil hunting di mbah Google, rata-rata memberikan gambaran kelebihan handset BLackberry itu ada pada kemampuannya untuk melakukan Push Email. Layanan email secara RealTime layaknya fitur SMS. Ada juga yang mengatakan bisa membantu aktivitas BLoG via ‘mobile blogging’ yang disediakan oleh BB. Dapat melakukan update isi BLoG via email.

Ada juga yang begitu mengagungkan kemampuan kompresi emailnya hingga 10%.Sehingga setiap email, ukuran penerimaannya gak lebih dari 2-3 Kb. Efeknya tentu jauh lebih ringan dan cepat dalam penerimaan email.

Belum lagi tingkat kemampuan Baterenya yang mampu bertahan hingga 1 hari walaupun dalam keadaan aktif GPRS dan fitur lainnya. Termasuk meminimal kemungkinan kehilangan data saat handset tidak aktif dalam waktu lama. Gak perlu setting GPRS lagi. Semua sudah otomatis.

Hmmmm…. Kelihatannya mereka semua itu belum kenal dengan sebuah Aplikasi berbasis Java yang masih bersifat gratis hingga saat ini. MoRange. Aplikasi ini beberapa waktu lalu sempat saya ulas panjang lebar, atas rekomendasi seorang rekan.

Aplikasi yang mampu memberikan ‘semua kenyamanan ala Blackberry. Masalah Push Email dengan kompresi data hingga 2-3 Kb per email, update blog, chat, dsb, bisa dilakukan dengan handset ponsel murah sekalipun. Syaratnya Cuma satu, sudah mendukung Java. Soal penghabisan biaya, sejauh yang saya lakukan, bulan lalu itu Cuma menghabiskan biaya sekitar 50ribuan. Itupun aktif selama 16 Jam sehari (diluar Jam Tidur tentunya) –emangnya saya Gila, mengaktifkan GPRS 24 jam sehari ?

Apabila terkait pengaturan GPRS¸saya rasa hanya diperlukan satu kali pengaturan untuk pemakaian yang berulang-ulang. Gak perlu di-set setiap kali make. Kehilangan data ? ya, enggak lah. Email yang saya terima pada ponsel Nokia CDMA saat koneksi Starone ngadat sebulan lalupun masih tersimpan dengan baik, padahal saya gak pernah memakainya lagi sejak koneksi kembali normal.

Kembali pada ‘seberapa pantasnya PNS seperti saya menenteng BLackberry ya diserahkan kepada aktivitas yang dilakukan sehari-harinya.

Apakah perlu sekali dengan fitur push email setiap harinya mengingat aktivitas yang dilakukan hanya sebatas BloGGing, ikutan Facebook dan beberapa forum yang gak penting ?

Apakah koneksi GPRS yang aktif 24 jam begitu dibutuhkan mengingat ponsel saja terkadang saya matikan saat berada dirumah, agar saya bisa lebih menikmati waktu bersama keluarga ?

Apakah update BLoG secara mobile dan Real Time sangat saya perlukan mengingat fungsi BLoG saya ini bukanlah sebagai sarana pencari ‘penghasilan ?

Apakah browsing yang berulang-ulang sampai bosan akan sangat diperlukan mengingat aktivitas saya tadi itu gak perlu sampe browsing-browsing segala ?

Dikaitkan dengan masalah keuangan, apakah saya bisa menyiapkan sejumlah uang untuk sebuah handset BLackberry plus layanan per bulannya, sedangkan dengan mengandalkan aplikasi MoRange dan ponsel biasapun saya sudah mampu mendapatkan layanan yang sama dan biaya yang murah pula ? PNS gitu loh… Gaji sebulan untuk pemakaian saat ini aja masih kurang, apalagi dibebankan lagi dengan biaya bulanan BLackberry ? Huahahaha…

Yah, sebelum ikutan Trend ber-BLackberry ada baiknya juga kita bisa melihat, sejauh apa kita memerlukan fitur-fitur yang ada didalamnya tersebut. Apalagi kalau dikaitkan dengan biaya nan mahal untuk bisa menggunakannya. Agar gak mubazir nantinya. Mencomot kata-kata sebuah majalah….

“Jangan sampe kita membeli sebuah Ferrari hanya untuk mengantarkan anak berangkat ke sekolah….”