Menertawakan Diri Sendiri bersama Benny & Mice “Lagak Jakarta” buku 1

3

Category : tentang InSPiRasi

Menantikan jadwal maju ‘Seminar Kelayakan Thesis’ kemarin rasanya cukup membuat mumet kepala dan seakan membutuhkan obat yang mujarab demi mengembalikan mood seperti semula. Pilihannya tentu saja Benny & Mice. Hehehe….

“Lagak Jakarta”

Buku 1

Seperti halnya tulisan saya sebelumnya terkait buku 2 “Lagak Jakarta”, bundelan ini tampaknya juga merupakan kumpulan kartun strip ala Benny & Mice, yaitu dari buku terdahulu “Trend & Perilaku”, “Transportasi” dan “Profesi”.

Dari cover bukunya harapan saya jauh lebih besar dari yang sebelumnya untuk mendapatkan obat penawar mumet kepala hasil ramuan Benny & Mice. Apakah berhasil ? He…. Tentu saja !!!

Dimulai dengan gambaran awal tentang ‘Orang Jakarta’ yang ternyata memang benar seperti dugaan saya. Hanya 30% yang masih mau memberikan senyum ramahnya. Itupun barangkali datang dari golongan menengah keatas yang gak mempersoalkan lagi kesulitas ekonomi dalam hidupnya. Sisanya ? sama dengan wajah kota Jakarta. Semrawut ! ugh !!!

Tertawa kecil saya mulai muncul saat goresan ‘Inggris ½ Mateng’ dilontarkan. Kikikikikik…. Jadi inget dengan teman kuliah yang waktu itu baru dateng dari Jakarta, dan langsung ngobrol pake english setengah mateng. Padahal dulunya boro-boro bahasa Inggris, anak me-Cang Cai dogen gae-ne….

Perilaku masyarakat kita yang mendewakan Discount pun tak luput dari goresan Benny & Mice. Gaya berbelanja yang terlalu terpaku pada embel-embel ‘Discount’ seperti mencerminkan otak mereka sendiri, bahwa ‘mau saja dibodohi’ oleh tim marketing atau pemasaran tertentu. Hingga salah satu coretan Benny & Mice yang menggambarkan bahwa Discount pun bisa tetap nyambung selama satu tahun. Discount Lebaran, Nyepi, Tahun Baru, Natal, Akhir Tahun, de el el. Halaaah….

Begitu pula dengan gaya anak muda atau remaja masa kini. Memakai sepatu/sendal hak tinggi menirukan Spice Girl atau grup gaek KISS ? Termasuk pula dengan pakaian ketat nan sulit bernafas plus kacamata oldies, guede kayak mata capung. Lucunya, para orang tua (kakek-kakek) yang tidak tahu menahu soal trend, malahan menyangka bahwa kacamata besar itu menandakan bahwa minat baca Remaja saat ini makin tinggi. Wuahahahaha….

Trend berponsel. Wuaduuuhh… ini sih emang tiada habisnya… dari yang sengaja berbicara keras menggelegar saat menenteng hape jadul mirip bata, hingga yang berharap banget ada yang nelponin biar dianggap sebagai orang sibuk. Huhahahaha… ini jelas bisa dimaklumi, wong yang namanya ponsel di akhir millenium bisa dikatakan muahal buanget !!! just OrKay yang bisa punya istilahnya…

Sebaliknya, kini harga ponsel cenderung menurun, dengan anggaran terbatas pun kita sudah bisa memiliki ponsel yang full multimedia. Nah, bagi mereka yang memang rada-rada mimpi punya ponsel mewah, dijamin ya tiap kali ngumpul, obrolannya pasti soal ponsel. Ngomongin trend terkini dan paling tahu…. Dari merek, fitur 3G, atau koneksi yang saya yakin banget rata-rata masih pada buta soal itu.

Sedang perilaku terakhir, terkait dengan shabu-shabu, inex dan sejenisnya. Hal ini lagi-lagi mengingatkan saya pada orang yang sama dengan ngomong ‘Inggris setengah mateng’ tadi. Wong kalo tiap kali sua, bahasanya selalu jojing, diskotik hingga fly… entah dimana kini teman saya ini berada…

Dari sekian model transportasi yang digambarkan kartun strip ala Benny & Mice, bisa dikatakan barangkali cuman dua saja yang pernah saya alami dan manfaatkan.

Bemo roda tiga dan Bus. Bemo saat remaja SMA, sedang pertumbuhan tinggi-tingginya, yang cukup membuat mentok kaki kalo lagi duduk dibelakang, ngumpul bareng temen lain.

Bus saya alami saat kuliah. He… jadi inget Bus kampus yang dinanti hingga sore tak jua datang nyamperin kampus Bukit…

Lain lagi kalo ngomongin soal Profesi.

Kalo pada awalnya saat menelaah kartun strip ala Benny & Mice, cukup membuat saya termenung, terutama soal pedagang asongan di lampu merah yang memang pernah saya lihat, alami dan sayangkan keberadaannya.

Miris dan gak tahu harus berkata apa saat situasi yang harus dihadapi jika sampai kita menolak ‘permintaan’ mereka. Hal ini pula bahkan sudah mulai merambah perempatan jalan di Kota Denpasar, terutama simpang Dewi Sartika – Sudirman.

Berbeda dengan trend berlombanya masyarakat kita menjadi artis. Baik itu memang merintis dari awal, dadakan atau hanya loncat sana sini memanfaatkan situasi. Maka jadilah seperti yang digambarkan oleh Benny & Mice, bahwa seorang artis itu bisa berangkat dari profesi sebagai seorang model, pemusik, bintang sinetron bahkan MC.

Yang biasanya bakalan berujung ke kursi politis. Tak jarang pula sirkulasi awal dan akhirnya malahan jadi berbolak balik disekitar itu saja. Artinya, ada juga yang dahulunya pilitikius, eh kini malahan mendadak jadi artis. Huehehehe…. Nyindir banget tuh…

Ada satu yang menggelitik saya, yaitu profesi VJ (Video Jockey). Biasanya ditampilkan oleh MTV. Yang ngetop saat mereka jadi VJ seingat saya ada Jamie, Nadya, Sarah Sechan ato si Ari dan Alex Abbad.

Lucunya, saking kebeletnya seorang remaja ingin menjadi VJ, yang mampu membuatnya terkenal, sampe gaya bicarapun diubah mengadopsi gaya VJ. Sayangnya cita-citanya hanya ‘sedikit’ kesampean, yang penting ada kata ‘Video’nya, yaitu Reparasi atau Service Video. Hihihihihi… ada-ada saja si Benny & Mice ini….

Diantara satu buku “Lagak Jakarta” edisi buku 1 ini, yang paling norak dan bahkan membuat saya terpingkal-pingkal adalah profesi Salesman. Bagaimana tidak ? ini sekaligus mengingatkan saya pada orang-orang yang berbaju necis menawarkan ‘gratis ini itu’ setelah membeli produk dengan harga sekian dan memburu ‘customer’nya dengan cara menanti di depan toko jalan Gajah Mada Kota Denpasar. Tepatnya sebelah barat Bank BPD.

Termasuk orang-orang yang berbaju necis, datang ujug-ujug kerumah, mengatakan bahwa mereka sedang mensurvey pemakaian gas yang ujung-ujungnya adalah menjual produk. Tak lupa dengan orang-orang yang berpenampilan menarik seakan mereka adalah datang dari golongan menengah keatas, tapi kenyataannya malah melakukan penipuan.

Yang membuat saya makin tersenyum simpul adalah, sambutan dari tuan rumah dan penampilan baku yang harus dipatuhi oleh setiap Salesman dalam menjalankan tugasnya…

> Huahahahahaha…. rasanya saya belum jua puas dalam menikmati karya kartun strip ala Benny & Mice…. <

Comments (3)

Greatings,
Thanks for article. Everytime like to read you.

Have a nice day
Saurooon

[Reply]

kok bukunya benny and mice terus sih. padahal ada juga tuh kartun strip ala bali.

a!´s last blog post..Masa Depan Media Ada di Internet

[Reply]

Sebuah kritik sosial juga.. memang Benny & Mice selalu ramai dengan ide2 menggelitik lewat komik stripnya. 😀

Bisa jadi suvenir buat rekan expat yang pernah lama di JKT nih.. thanks buat blog entry yang satu ini.. it’s entertaining.

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge