Apa Kabar Taman Festival Bali ?

17

Category : tentang PLeSiran

Mencoba berinvestasi di Bali dengan membangun satu tempat atau sarana rekreasi sekaligus hiburan rakyat boleh dikatakan sangat beresiko. Apalagi dengan biaya atau tiket masuk yang sangat mahal, tak terjangkau oleh kantong sebagian masyarakat Bali.

Satu contoh sederhana, Taman Festival Bali yang berada pada ujung jalan menuju Pantai Padanggalak.

Saya masih ingat, pertama sekaligus terakhir kali saya memasuki areal Taman Festival Bali ini, sekitar tahun 1997/1998 silam. Dua belas tahun yang lalu. Bersama seorang rekan, Putra Wiarsa, ikut berpartisipasi dalam kegiatan organisasi kampus, kepanitiaan Lomba Menggambar bagi anak-anak kalo ndak salah. Diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur yang saat itu masih dipegang oleh angkatan 1994.

Kondisinya sangat megah memang. Katakanlah untuk ukuran saya. Anak kuliah yang blom pernah jalan-jalan keluar daerah sekelas Jakarta. Hehehe…. Ada permainan simulasi yang menegangkan, gunung yang meletus secara berkala, hamparan kolam nan indah, taman reptil hingga tempat makan dengan harga wah… gak terjangkau oleh kantong saya tentu saja.

Sesaat setelah melis atau mekiyis tanggal 23 Maret pagi hari kemarin, sebelum pulang, saya nekat meloncati pagar Taman Festival Bali bersama beberapa orang remaja. Dengan satu alasan yang sama, melihat Taman Reptil yang kabarnya masih menyisakan buaya-buayanya dalam penangkaran.

Dari luar, Taman Festival Bali yang dahulunya megah dan Wah, kini teronggok tak terurus. Pohon dan belukar, tembok lumut, sampah berserakan, cukup membuat saya merinding melewati satu persatu area yang ada didalamnya. Mengingatkan saya pada film besutan Steven Spielberg, Taman ‘Jurassic Park’.

Memandangi danau buatan dan merasakan aura aneh, membuat saya tak ingin berlama-lama untuk berada pada satu area tertentu. Apalagi kini saya sendiri, ditinggal rombongan remaja tadi….

Berjalan menuju Taman Reptil, mata memandang sekeliling dengan waspada. Jangan-jangan ada buaya yang terlepas atau binatang reptil yang menyergap. Wah, kebanyakan nonton film nih….

Akhirnya tercapai juga keinginan saya melihat penangkaran Buaya yang ada di Taman Reptil, tak terurus memang. Setelah mengambil beberapa gambar disekitarnya termasuk buaya yang dijahili oleh para remaja tadi, pikiran saya melayang tak karuan.

Bagaimana kira-kira seandainya Buaya itu lepas seperti yang terjadi diluar daerah akibat banjir kini ya ?

Bagaimana dengan semua aset dan desain berharga Taman Festival Bali ini kedepannya ya ?

Bagaimana pula caranya agar kelak, Taman Festival Bali ini bisa disulap kembali menjadi sarana Rekreasi bagi keluarga, dengan harga tiket masuk yang terjangkau, apa mungkin ?

Ah, kebanyakan mengkhayal, tak baik rasanya. Apalagi kalo berada ditengah areal yang tak terurus lagi….

Mendingan saya pulang saja….

Comments (17)

beberapa waktu lalu jg saia smpat kesana, mo nyari lokasi untuk motret…setelah keliling2, dan ngliat kolam buaya yg ada buaya tidur2an di dekat tembok,ditanah yg lebih tinggi,saia batalkan rencana motret disana…hiii…..

.gungws´s last blog post..onLine yuwk

[Reply]

Saya pernah mengunjungi P. Bali 2 kali yaitu tahun 1979 dlm rangka Honeymoon dan tahun 2005 ketika piknik bersama teman2 se SMA Neg. Crb.

Kalau melancong ke Aussie, pesawat Garusa selalu transit di Ngurah Rai Airport, tetapi para penumpang tidak dapat keluar dan lihat2 P. Bali kecuali di dalam Bandara.

Kapan ya kami dapat melancong ke Bali lagi. Semoga.

Salam sukses utk Pande baik dan Keluarga tercinta.

Basuki Pramana´s last blog post..Musim Kampanye

[Reply]

wah dimana lokasinya tuh Bli?

Artha´s last blog post..Liburan Nyepi

[Reply]

hadech,,,,, 2 hari yg lalu tepatna tgl 08-08-10.. aku ksana br2 sktr jm 6 sore… bih…angker bner…… tp keren…… ada gedung prtunjukan, bru ngijekin kaki dpintu msuk dah merinding ga karuan,,,, tp kok q ga liat da buaya yah d tu danau… tp kl d liat2 tu danau klihatan keren,,, angker tp bgs,,,, yah,,,kyna tu tmpt lmyn pke bwt uji nyali… ehehhehehe :mrgreen:

[Reply]

pande Reply:

he… Buaya itu tempatnya bukan di danau besar, tapi di sisi barat areal, masuk ke gerbang sebelahnya… puluhan Buaya ada disitu kok…

[Reply]

betul sekali
tak terurus dan aura aneh bertebaran di sekitar area taman

dan sekranag, buaya2 itu sudah dipindahkan ke tempat yang lebih baik
alhasil taman itu kini benar – benar ” sepi “

[Reply]

pande Reply:

waaahhh… Syukur sudah dipindahkan tuh… was”tiap kali masuk sana… gak ada yang tertinggal lagi ? reptil ularnya barangkali ?

[Reply]

Wah TFB emang tempat kenangan bagi saya waktu kecil. saya masih ingat waktu nonton konser joshua. 🙁 🙁

[Reply]

pande Reply:

Ha ? Joshua ? ;p hihihi… umur kita beda jauh rupanya… 🙂

[Reply]

Adit Reply:

hehehe iya wktu itu umur saya bru 4 tahun.
skrng uda STM 😐 😐 😐 😐 😐

[Reply]

Kira2 gimana prospeknya Bali Safari & Marine Park, ya?

[Reply]

emng serem skli tempatny…
ktny ada orng hilang, dbwa makhluk halus… 👿
dan pas uji nyali with my friend, hrs lwt blkng.. krn gk dksi msk sama orang2 sana, takutnya hilang…  🙄
serem gann 😥

[Reply]

pande Reply:

Hohohoho… pemberani juga nih…

[Reply]

Sempat jg saya bersepeda dan ambil gambar… ternyata kameranya rusak. Wkt keluar normal lagi. Aneh bin ajaib.

[Reply]

sekarang makin bnyk yg bawa kamera kok gan, malah prewed segala..,selain itu dibuat arena tempat shooting itu. cm katanya ada batas area amannya..

[Reply]

pande Reply:

Ohya ? Tapi hiiiyyy… tetep ngeri rasanya :p

[Reply]

Pengen kesana duh…dl seingetku smpt sekali kesana oas wkt jaya, bgs tmptnya,. Skrg seremmm bgt kyknya ya hehe

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge