Tarif IM3 25 per Detik ? GILA !

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada awalnya saya memilih IM3 atas dasar sekedar mengakses internet dan email lewat PDA O2 Atom yang kabarnya punya tarif dasar paling murah yaitu 1 rupiah per kilobytes pemakaian. Ya, sayapun merasakannya beberapa bulan belakangan ini.

Dengan aktifitas pemakaian sekedar mengecek email pada jam-jam kerja ataupun tempat dimana tidak memungkinkan saya membuka laptop dan mengakses internet via modem Speed Up Starone, untuk sebulan pemakaian biaya yang saya habiskan tak sampai 10 ribu rupiah. Ini konsekuensinya tentu saja pulsa yang terus bertambah karena masa tenggang yang diberikan setiap kali pengisian pulsa sangatlah singkat. Kisaran dua tiga minggu. Bukan tiga puluh hari seperti yang dipromosikan saat saya memutuskan menggunakan IM3.

By the way, pulsa yang makin bertambah, membuat saya iseng-iseng menguji, seberapa murahnya tarif nelpon IM3 yang katanya ‘paliiiing murah’. Tentu saja tarif ‘paliiiing murah’ tadi saya yakini hanya ke sesama operator saja. But, bagaimana jika kita nelpon ke operator lain ?

Hunting ke web resmi milik IM3, disana saya menemukan tarif dasar untuk panggilan ke operator lain adalah sebagai berikut :
> Rp 25/detik untuk 2 menit pertama
> Rp 0,1/detik untuk 3 menit berikutnya (s.d menit ke 5)
> Skema berulang tiap 5 menit
Syarat & Ketentuan:
> Tarif minimum untuk setiap satu panggilan adalah per 10 detik atau Rp 250
> Satuan untuk penghitungan bonus Rp 0.1 adalah per 10 detik
> Mulai berlaku 17 Februari 2009

Ada yang kurang jelas ?

Nah, berikut saya mencoba melakukan panggilan ke nomor operator lain, yaitu Telkomsel. Saya melakukannya pada tanggal 18 Februari, sekitar jam 11 siang didaerah Abiansemal. Dengan saldo awal pulsa saya adalah 35.840 rupiah, setelah panggilan berlangsung selama 95 detik, saldo berkurang drastis menjadi 33.460 rupiah. –Shock- tentu saja.

Setelah saya hitung selisihnya dibagi durasi, ternyata beneran tarifnya 25 rupiah per detik untuk satu setengah menit pertama. He… iklannya gak bohong ternyata.

Ohya, saya bukanlah orang yang termasuk ngobrol lama tiap kali panggilan. Artinya saya pun harus bersiap-siap kehabisan pulsa dalam sekejap, jika tiap kali melakukan panggilan ke nomor lain dengan menggunakan nomor IM3. Fiuh….

Ngomong-ngomong, kenapa para operator masih gak mau memberikan tarif yang flat hingga hari ini yah ? apa karena bau promosi yang membodohi masyarakat ?

Katakanlah kalo kita mau hitung-hitungan, untuk tarif dasar IM3 diatas tadi, secara flat kira-kira berkisar 10,06 rupiah per detiknya. Artinya, bagi penelepon seperti saya ini, IM3 mengambil keuntungan sebesar 15 rupiah perdetiknya untuk panggilan sepanjang 2 menit tiap kali nelpon. Merugikan konsumen ? jelas. Menguntungkan Operator ? Tentu saja….

> PanDe Baik akhirnya kembali menggunakan TelkomFlexy (berhubung cuman punya dua nomor itu aja-Flexy dan IM3) sebagai sarana panggilan kemana saja, baik sesama operator maupun operator lain. Karena berdasarkan informasi resminya, Flexy mengenakan tarif flat 780 rupiah per menitnya untuk panggilan ke operator lain. Jauh lebih murah untuk panggilan singkat tiap kali nelponnya. But, untuk internetan ya tetep aja makenya IM3 <

Walaupun saya tahu kalo TelkomFLexy itu ‘bukan telpon biasa…’ Huehehehehe….

Comments (5)

nde…..sekarang udah berhenti jadi PNS neh?….sekarang kamu dah kerja di marketingnya indosat ya?

[Reply]

aaaannnnddaaaaaa benaaaaarrrrrr :mrgreen:
maksudnya apa nih Bud ? :evil:

[Reply]

hehe..waa keren ini infonya….

agung´s last blog post..Tips Memilih Jenis Tarif Koneksi Internet, Kuota, Time Based, Atau Unlimited

[Reply]

Bli Pande baru tau ya kalau im3 murah. Dari dulu aku pake im3 untuk internetan di HP jadul. Sampai koment di blognya Pande juga. Apa ngak nyadar?. Dari tahun 2007 aku pake im3. (promosi) :shock:

arqu3fiq´s last blog post..Wujud Ponari

[Reply]

Thank you!

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge