Pak Oka ParMana has left the…

2

Category : tentang KeseHaRian

Hari Jumat seperti biasa bagi pegawai sekelas saya adalah hari pendek… sangat pendek bahkan. He…. But, kali ini bisa dikatakan menjadi hari spesial bagi kami yang berada dalam satu unit ruang kerja.

Hari yang dimulai dengan bersih-bersih arsip dan bundelan kegiatan berhubung atasan baru kami berjanji datang hari ini. …dan Benar. Ibu Desi yang dahulu menjadi Kabid disalah satu subdin pada Dinas Cipta Karya, datang menepati janjinya mampir keruangan kami dan menyarankan benah-benah ruangan sebelum memulai aktifitas Beliau hari senin besok. Hasilnya ? yah, untuk beberapa hari kedepan, ruangan yang kami tempati memang bakalan terasa sekali aura perubahannya… gak tau sebulan kedepan. Huahahahaha…..

But, ada yang jauh lebih spesial lagi. Usai bersih-bersih, sesuai rencana yang disusun sebelumnya, hari ini bakalan diadakan acara perpisahan dengan Pak Oka Parmana, yang dipromosikan untuk menjabat pada posisi Kasie di subdin PemeLiharaan Jalan dan Jembatan. BeLiau ini adalah rekan kerja, rekan kuliah di Pasca Sarjana Unud (Thanks God, semoga dikit lagi bisa selesai…), sekaligus pernah menjadi musuh besar saya diawal pertemuan kami. He…. Awal yang sulit bagi saya…. Kini saya hanya bisa bersyukur pernah menjadi tandem BeLiau.

Orang yang gigih pada pekerjaan, penuh semangat (termasuk dalam pembelian gadget terbaru), mampu memberikan semangat pada bawahannya, hingga loyal pada siapapun yang mau bekerja. Disamping itu, BeLiau ini termasuk orang yang nyeleneh bagi saya, berhubung beberapa hobi dan keisengannya sempat kami tertawai hingga kini. Diantaranya ‘Ringtone hari ini‘. kikikikikik…..

Acara perpisahan bagi kami, minimal dirayakan dengan makan-makan. Harus itu. Maka Warung Subak yang berada di daerah Peguyangan, kami kunjungi sekitar pukul 10.30 wita dengan jumlah armada setengah dari yang seharusnya ada. Beberapa rekan yang kami kabari, tak datang tanpa meninggalkan alasan yang jelas.

Dari kiri ke kanan : tiga ibu-ibu yang selalu meramaikan suasana kerja kami (Ibu Yuli, Ibu Sudarti dan Ibu Aries), Pak Oka ParMana selaku pentraktir hari ini, Gus Arjana sang calon pejabat dan tandemnya Tut Catur –dynamic duo sepanjang masa-, Gung ALit (target berikut yang bakalan dipromosikan), Nyoman Sujana tuan tanah gaul yang terlihat sibuk menelepon dan bertransaksi, jajaran staf kalem diruangan kami mulai dari Wayan Susanta yang sumringah –senang dengan traktiran kali ini yah ?-, Made Maka yang rajin mengurusi administrasi kami, Ketut Nadi mantan Kelihan Adat yang kabarnya saat ia pensiun nanti bersiap jadi CaLeg –He… Becanda…-, Made Sumardana sang maestro administrasi proyek, Gung Rama tandem Pak Oka yang dahulu hilang dan akhirnya kini kembali serta sukses menunjukkan eksistensinya, dan tentu saja si aneh PanDe Baik yang berpose ngeyel. He….

Empat belas orang ini tampak sudah menyiapkan acara spesial kali ini dengan tidak sarapan sejak pagi. He… Jelas saja saat hidangan didatangkan, tanpa didahului kata sambutan ba bi bu, langsung diserbu habis mulai tiga bakul nasi, kerang bakar nan uenak, sate cumi, udang bakar, plecing kangkung dan tentu saja ikan bakar khas Jimbaran, ludes dalam sekejap.

Usai menyantap hidangan khas Warung Subak ini, kami masih sempat berbincang dan meledek satu sama lain, hal yang biasa kami lakukan jika sudah ngumpul dimanapun berada. Saking lamanya kami ber-ngalor ngidul gak jelas, tampak para pramusaji warung Subak mulai bosan menunggu tak jauh dari meja makan. Mungkin dalam hatinya mendongkol ‘begini toh kelakukan pegawai negeri kita ?’ He… Seperti yang dialami tiga Ibu diatas saat menengok Pekak Kerok rekan kerja kami yang telah almarhum di RS Tabanan pada jam kerja. Huahahahaha….

> PanDe Baik mendapat warisan meja milik Pak Oka Parmana berhubung meja kerja yang sejak awal ditempati –pertama gabung di pns- sudah reyot dimakan rayap. Eh, ternyata setelah membongkar arsip dalam laci untuk dipindahkan ke meja baru, PanDe Baik menemukan satu sertifikat yang gak jelas terkait pelatihan menggunakan alat ukur digital (Theodolite) TopCon pada tahun 2006 lalu. Kenapa dikatakan gak jelas, karena ikut pelatihan aja gak pernah, kok bisa sampe punya sertifikatnya ? Bagaimana bisa saya mempertanggungjawabkannya kelak ? He….

Langsung saja difoto buat posting BLoG, dilipet dan dibuang. <

Lagian, siapa sih yang punya kerjaan menyelipkannya di laci saya ?

Comments (2)

Usut demi usut ternyata cuman pindah ke lantai bawah…
Alah… kirain kemana gitu yang jauhan dikit, seru gati!!
Please deh..
:???:

oming´s last blog post..Fall In Love with Belly Dance

[Reply]

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:
setidaknya meninggalkan ruangan kami. :mrgreen:

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge