BanJir KeBaBLasan Dewi SRi – SunSet Road KuTa

13

Category : tentang PeKerJaan

Ternyata apa yang kami khawatirkan selama setahun kemarin, terjadi juga. Kegiatan lanjutan (Tahap II) Penanggulangan Banjir Kuta Kawasan Dewi Sri dan sekitarnya, yang sejak November lalu mulai dikerjakan, tak jua mampu membawa sebuah perubahan kondisi di lingkungan tersebut.

Kegiatan yang sedianya dilakukan untuk menangani dan mencegah terjadinya banjir seperti tahun lalu, unuk tahap 2 ini dialokasikan biaya sebesar 6 M. Jumlah yang cukup fantastis dibanding beberapa kegiatan yang lain.

Tingginya biaya yang dianggarkan, hampir setengahnya didedikasikan untuk pekerjaan drainase got pasangan batu, disepanjang jalan utama Dewi Sri ditambah beberapa lokasi menuju kearah Tukad Mati, melanjutkan kegiatan tahun lalu yang hanya mampu menggali saluran tanpa penyelesaian permanen.

Sebagian lagi, dibagi menjadi beberapa pekerjaan meliputi peninggian level jalan pada area yang ditenggarai mampu menggenangkan air sehingga menyulitkan kendaraan yang berlalu lalang. Tak lupa sentuhan akhir yaitu lapisan perkerasan jalan Dewi Sri selebar rata-rata 13 meter sepanjang kurang lebih 1,3 KM.

Yah, seperti kata orang bijak, manusia hanya bisa merencana, Tuhanlah yang tetap berkehendak.

Hari Minggu, 11 Januari pagi, setelah Kota Denpasar dan Badung didera hujan berkepanjangan selama 2 hari terakhir, menyebabkan kondisi jalan Dewi Sri dan sekitarnya malah lebih buruk dari kondisi tahun lalu.

Banjir yang kini terjadi makin meluas kearah jalan Sunset Road kearah Tenggara menuju jalan Imam Bonjol lajur sebelah kiri, menjadi area penampungan air yang datang dari arah jalan Nakula (dahulu disebut jalan Surya Kaca). Tanda-tanda ini sudah terlihat saat melewati jalan tersebut dari arah Imam Bonjol, air yang ada di saluran sebelah kiri terlihat meluap setinggi drainase pasangan batu exissing. Sementara di jalan ini belum dilakukan penanganan sesuai perencanaan, yaitu peninggian pasangan dan galian waled disepanjang drainase terutama pada areal ujung jalan Nakula di perempatan lampu merah pertemuan dengan jalan Sunset Road dan Dewi Sri.

Belum dilakukannya galian waled inilah yang menyebabkan aliran air berbelok ke arah jalan Sunset Road, seperti yang terjadi pada tahun lalu.

Banjir juga terjadi pada pertemuan jalan Sunset Road – Dewi Sri – Nakula, kira-kira setinggi 5-10 cm, merupakan luapan air dari saluran drainase yang berada pada sisi Timur Laut persimpangan, yang juga merupakan area rencana pembangunan jalan baru.

Pada jalur jalan Sunset Road kearah Kuta Seminyak, kabarnya juga digenangi air yang meluap dari Tukad Mati, menyebabkan sebagian besar pengendara yang sudah terlanjur menuju kearah Barat Laut, berbalik kembali ke persimpangan, melawan arus kendaraan pada lajur jalan yang sama.

Banjir paling parah terjadi pada ruas jalan utama Dewi Sri, terutama pada area sebelum SPBU dari titik persimpangan. Ketinggian air pada area ini hampir setinggi lutut orang dewasa, bahkan ada beberapa sepeda motor matic yang terlanjur nekat mencoba melintas tak lagi menampakkan roda/ban, hanya pengendara dan bodi motor. Begitu pula dengan beberapa kendaraan roda empat yang memilih meninggalkan kendaraannya di lokasi banjir, ada pula yang terpaksa ditarik dengan bantuan kendaraan lain.

Sugguh, apa yang terjadi hari ini, benar-benar membuat saya kehilangan selera makan, sangat shock melihat apa yang terjadi, jauh lebih buruk dari yang terjadi di tahun lalu….

> PanDe Baik melaporkan tulisan ini langsung dari lokasi banjir Jalan Dewi Sri…. <

Minim Disiplin Parkir Kendaraan

2

Category : tentang Opini

Ternyata orang kita tak hanya minim disiplin saat berkendara dijalan raya saja, rupanya masih ada juga yang minim disiplin saat ‘memarkirkan’ kendaraannya di tepi jalan raya.


Gambar diatas saya yakin akan masih bisa ditemukan di tepi jalan sekitar Kantor Pemerintahan Badung yang lama, tepatnya didepan Kantor Bappeda Badung. Walaupun sudah dipasangi tanda larangan parkir, tapi tetap saja ada pengendara yang memarkirkan kendaraannya disekitar tanda tersebut. Saya rasa pemberian tanda tersebut wajar adanya, mengingat area tersebut masih merupakan daerah tikungan jalan. Daerah yang sekiranya mampu dilewati oleh moncong kendaraan yang berbelok kearah lainnya.

Tak hanya itu, biasanya untuk jalur jalan satu arah, parkir bakalan dilakukan disisi kiri jalan selaku jalur lambat. Sehingga aktifitas parkir bisa dengan mudah dilakukan, dan pada jalur kanan selaku jalur cepat bisa dilalui dengan baik oleh kendaraan yang melaju. Tapi bagaimana jika ada yang memarkirkan kendaraannya disisi kanan ? Padahal terang-terangan ada larangan parkirnya juga.

Tampaknya para pengendara kita memang belum menyadari sepenuhnya betapa penting disiplin untuk memarkirkan kendaraannya, untuk memberikan kenyamanan pada pengedara lainnya, selain mencegah kemacetan tentu. Sayang, gak semua pengendara mampu menahan emosinya saat ditegur/diingatkan atas kesalahan/minimnya disiplin mereka…..

> PanDe Baik hanya ingin mengungkapkan gambaran kecil lingkungan kita yang memang masih sangat minim disiplin dalam memarkirkan kendaraannya pada tempatnya <

Salam dari PuSat KoTa Denpasar

Diskon 50% OFF Hayooo diserbuuuu

1

Category : tentang KeseHaRian

Seperti halnya menjelang atau dalam rangka hari-hari besar keagamaan, Tahun Baru kemarin tak luput pula dari perang Diskon diberbagai sudut supermarket maupun toko-toko yang menawarkan aneka dagangan fashion dari pakaian anak-anak hingga dewasa, hingga ke asesoris lainnya seperti sepatu, sendal juga tas. Hebatnya lagi, diskon yang diberikan tak cuma 10-20 % tapi hingga 50-80%…. Waaaahhhh…..

Berbagai kemasan yang menarik perhatian calon pembelipun langsung digelar, demi mendapatkan respon kalopun bisa ya menghabiskan stok yang ada.

Tak pelak baik supermarket maupun toko-toko yang secara jor-joran beriklan di media cetak maupun televisi diserbu Pengunjung atau calon Pembeli, mengambil minimal 4-5 pieces demi sebuah alasan ‘mumpung lagi diskon….’.

Seperti yang saya alami dan lihat di Ramayana beberapa waktu lalu, sambil mengantarkan keluarga iseng jalan-jalan melihat suasana Tahun Baruan, Ground Floor yang memberikan diskon rata-rata 50% ternyata penuh sesak oleh manusia, berlalu lalang dengan cepat saling berebut dan mendahului, seakan tiada lagi hari esok yang menyajikan stok barang yang sama, dengan potongan diskon yang sama pula. Panas, Pengap, Bagaikan suasana di Neraka saja, pikir saya… membuat saya langsung betah terdiam mematung didepan aliran AC. He….

Terlepas dari hiruk pikuk keramaian minat para calon pembeli maupun pengunjung yang hanya melihat-lihat, pernahkan terpikirkan, bagaimana bisa supermarket maupun toko-toko tersebut akan meraup keuntungan jika seluruh barang yang ditawarkan atau disajikan diberikan label Diskon ? Apakah tak pernah terpikirkan harga sesungguhnya dari barang/stok yang ditawarkan tersebut pada hari biasa ?

Bisa saja, barang yang sama, sesaat menjelang hari raya maupun Tahun Baru kemaren, dilabeli harga setinggi langit, yang kalo mendapatkan potongan/diskon sekian persen, harganya bisa menurun mencapai harga normalnya. Bahkan jika bisa ya sedikit lebih tinggi, tentu saja keuntunganpun akan makin berlipat.

Hayolah, pake akal sehat.

Bagaimana mungkin jika barang-barang tersebut dilabeli Diskon sekian persen Off, mereka (pihak pemilik supermarket maupun toko), mampu mendapatkan keuntungan bersih, gaji karyawan, operasional sehari-hari hingga pajak pendapatan misalnya ?

Saya rasa bagi para ibu-ibu maupun gadis yang menggemari shopping apalagi ada Diskonnya, semua pertanyaan saya tadi gak bakalan dijawab, karena pikiran mereka dipenuhi oleh penawaran menarik hati tadi. Kapan lagi ?

> Sedari awal PanDe Baik memang sudah memiliki pertanyaan seperti halnya diatas dalam kepala setiap kali ada tawaran Diskon atau Cuci Gudang yang dilakukan oleh Supermarket maupun Gerai dengan brand Gaul. Apalagi setelah mendapatkan Mata Kuliah yang membahas ABC System, dimana bisa menentukan berapa harga/nilai jual sebuah produk/jasa agar mampu menutupi biaya-biaya operasional, pajak, sewa, karyawan hingga keuntungan yang diharapkan. Tentu saja PanDe Baik jadi semakin curiga ada Udang dibalik Diskon. Hehehe….. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

PanDe Baik berPinDah ke Lain HaTi

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Memasuki Tahun Baru 2009, tampaknya saya mulai berpaling, mencoba hal baru dalam rutinitas saya demi satu tujuan, mampu memberikan suasana hati yang baru dan tentunya jauh lebih semangat. Istilah kerennya ya berpindah ke lain hati…. So, berikut ceritanya.

Salah satu alasan saya ingin menjual handset O2 XPhone iim yang berwarna putih sebagai esaing iPod beberapa tahun lalu itu adalah masih mengadopsi OS (Operating System) Windows Mobile Smartphone 2003. Yang artinya harus bersiap kehilangan data saat batere ponsel habis meluncur ke titik 0. Kembali ke setting pabrikan paling awal. Otomatis semua data yang tersimpan dalam internal memory termasuk sms, setting email juga daftar kontak, dijamin kehapus semua.

So, awal tahun ini saya nekat meng-upgrade OS asli bawaan handset ke rilisan terbaru. Paling minim ya Windows Mobile 5.0 Smartphone. Dengan harapan ya gak bakalan kehilangan data lagi saat batere habis. Ternyata kenekatan saya membuahkan hasil. Setelah berkutat di dunia maya mencari informasi cara langkah tutorialnya, saya berhasil mendapatkan apa yang saya harapkan.

Hanya saja rupanya Windows Mobile 5.0 Smartphone yang saya flash baru ke ponsel hanya Test Only, jadi untuk Trial saja. So, selang dua hari, sayapun mencobanya berpindah lagi ke Wndows Mobile 6.1 Smartphone yang punya warna khas Today screennya, hijau cerah.

Sejauh ini, syukur ni ponsel gak ada gangguan lagi, termasuk diantaranya keluhan pada kekhawatiran saat batere habis tadi….

Langkah nekat saya melakukan ‘flash’ pada ponsel O2 yang biasa digunakan oleh Istri ini sebenarnya berawal dari kenekatan saya sesaat menjelang pergantian tahun, mengganti OS PDA O2 XDA Atom yang saya miliki sekarang (beli second dari Bli Wirautama), dari aselinya Windows Mobile 5.0 ke rilis 6.1 Terbaru tentunya.

Sukses berat tentunya.

Yang bikin saya tambah takjub dengan OS Windows Mobile 6.1 versi Pocket PC (fitur layar sentuh), yaitu daya tahan baterenya tambah panjang. Entah bagaimana bisa, selain usia batere ditambah pula dengan kinerja yang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Sedang tambahan semangat yang saya dapatkan ya interface yang baru, baik icon pada Start Menu-nya juga Today Screennya yang bisa mengadopsi layar PDA lain seperti HTC misalnya.

Ohya, satu lagi, fitur kameranya juga sepertinya diperbaiki menjadi lebih baik lagi, terlihat dari hasilnya tentu. Ah, gak percuma deh kenekatan saya ini. Terbayar dengan kepuasan pemakaian kedua handset O2 ini. Jauh lebih mudah dan cepat tentunya. Walaupun saya harus banyak belajar lagi, mengingat ada banyak fitur baru yang diberikan pada OS rilis baru ini.

Satu lagi yang saya lakukan dalam rangka ‘berpindah kelain hati’, yaitu penggunaan Browser Opera sebagai satu browser favorit saya sejak awal tahun 2009 ini. Padahal menjelang pergantian tahun kemarin saya masih setia dengan Mozilla Firefox yang menurut saya jauh lebih baik daripada Browser bawaan Windows yaitu Internet Explorer.

Kepindahan saya ini terkait dengan operasional pemostingan isi BloG yang jauh lebih cepat dan gegas dibanding browser Mozilla Firefox sebelumnya. Ini dengan perbandingan kecepatan koneksi yang sama tentunya. Maklum, saya masih setia make koneksi Starone, walopun Lemot tapi masih cukup bagi saya. He….

Paling terlihat saat akan membuat posting baru, menyisipkan ilustrasi gambar dan juga saat Publish serta tampilnya BloG/hasil.

Ternyata tak hanya pada laptop saja, saya memakai Opera sebagai Browser favorit, tapi juga pada layar sentuh PDA saya. Kenyataannya selain cepat, tampilannya juga jauh lebih baik dengan pengoperasian halaman cukup memakai tombol navigasi saja. Sangat berbeda dengan IE bawaan OS PDA. Ha….

> PanDe Baik tentu saja berhasil menciptakan suasana baru dalam kegiatan rutinitas keseharian diawal tahun baru 2009 ini, walaupun harus diimbangi dengan banyak belajar, memahami sesuatu yang baru, dengan harapan tentu saja bakalan berimbas ke hal lain. Thesis misalnya. Hahahaha….. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Mengawali Hari dengan Keceriaan Bersama Benny& Mice

6

Category : tentang KeseHaRian

Seperti halnya judul posting saya diatas, hari-hari di awal tahun agaknya yang paling pas dilakukan adalah mencoba dengan keceriaan dan keriangan hati, walaupun tidak menutup mata dengan sekian banyak masalah yang ada didepan mata.

Setidaknya harapan saya paling gampang sih, bisa mendapatkan kembali optimisme yang sudah lama hilang dari keseharian saya diwaktu lalu.

Salah satu hal yang sekiranya dapat mewujudkan keceriaan itu adalah membaca kartun Benny & Mice ‘Lost In Bali’ yang tempo hari dibeli oleh sepupu saat pameran Kartun. Isinya cukup menggelitik bagi saya pribadi, mungkin karena beberapa topiknya tergolong aktual dan mencerminkan keseharian budaya dan adat Bali.

Diantara sekian banyak kartun yang ditampilkan, ada satu dua topik yang sangat menarik dan sekaligus membuat saya tersenyum, entah getir maupun dikulum saja, yaitu perihal ‘Seberapa Antusias Sambutan dan Pelayanan Pedagang di kawasan Legian’ dan ‘Kain Poleng’.

Disini terlihat jelas adanya ‘ketidakadilan’ yang dilakukan oleh oknum-oknum pramuniaga dalam hal ini pedagangnya yang membedakan sambutan keramahan saat tokonya dihampiri pengunjung. Jika Bule/turis asing, si pramuniaga digambarkan bakalan menyambut dengan penuh keramahan, sedang sebaliknya jika terhadap turs lokal langsung saja dengan tampang ketus dan males menyambutnya ‘mau cari apa ?’ Hahahaha…. bener banget tuh.

Ini juga sekaligus menggambarkan unek-unek saya pribadi yang kalo berlalulalang di kawasan Legian, tak satupun dari pramuniaga tersebut tersenyum ramah dan bertanya. He… cenderung cuek. Tapi kalo Bule ? Halah….. Barangkali karena mereka menyadari lebih dulu, kalo orang/turis lokal gak bakalan berselera dengan harga yang mahal mereka tawarkan, atau malah isi kantong/dompet yang cenderung lebih tipis ?

Kedua ya perihal ‘si kain poleng’ yang sungguh menggelitik tawa saya, muncul spontan saat si duo Benny & Mice melewati seorang Turis menyandang Tas dengan motif kain poleng. Seperti halnya mereka melewati pohon besar hingga patung serta candi/pelinggih, tetep saja mereka mengatakan ‘permisiiii…..’ Hahahaha….

Belum puas muncul Keceriaan saya, berselang dua hari, melanjutkannya dengan kartun Benny & Mice ‘100 Tokoh yang mewarnai Jakarta’.

Langsung saja goresan mereka perihal ‘Cewek Berjilbab 1 & 2’ menohok saya untuk tersenyum langsung tertawa mengingatkan saya pada kemunafikan para artis kita yang begitu bulan Ramadhan langsung saja berjilbab tapi luarannya gak jauh beda dengan hari biasa, dalam kata lain, tetep aja memperlihatkan ‘keseksian’ mereka. Memang sih itu hak mereka, tapi tetap saja bagi saya pribadi mengaburkan makna Jilbab yang mereka sandang, sebagai penutup aurat (dalam hal ini rambut).

Yang paling saya sukai, tentu saja salah satu Tokoh yang ikutan digambarkan disitu adalah, saya sendiri. Ya, Pegawai Negeri Sipil – PNS. Yang digambarkan duduk baca koran (hanya melihat iklan) sambil membayangkan suatu saat bakalan menjabat dengan sekian banyak tunjangan dan fasilitas. Plus meja yang kosong (hahahaha… pas sekali menyindir saya) sehingga kelihatan jelas gak ada kerjaannya. Satu lagi, Hape ter canggih yang sengaja diletakkan diatas meja agar terlihat (sangat-sangat menyindir saya yang memegang PDA O2 Atom). Huahahaha…. Sangat-sangat lucu dan tepat menusuk di jantung….

> PanDe Baik merasakan sekali bahwa Keceriaan mampu membangkitkan rasa optimisme untuk menghadapi hari-hari berikutnya dengan penuh keyakinan, seperti misalnya keinginan untuk melanjutkan Thesis yang sempat terbengkalai. Sayangnya, setelah dengan begitu pedenya meng-install ulang laptop, 2 buah cd installer Office (bajakan tentunya) yang kiranya bakalan saya masukkan malam tadi, ternyata error kedua-duanya. Lumayan membuat mood saya off lagi…. akhirnya sambil menanti hari ngantor tiba (kebetulan ada file installer yang tersimpan di PC kantor), saya memakai Open Office org rilis 2 sebagai aplikasi disaat darurat seperti hari ini. Lumayan walaupun agak kebingungan. He…. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Akhirnya…… Tahun Baru 2009 Semangatpun Harus Baru

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Sekali lagi PanDe Baik mengucapkan, selamat kepada rekan-rekan yang berhasil mencapai matahari pagi di hari paling awal tahun 2009 ini.

Semoga apa yang diharapkan dan dicita-citakan dapat terwujudkan dengan baik.

Yah, paling minim bagi yang malam tahun baru kemaren masih nge-jomblo dan malah asyik dengan laptopnya mulai hari ini sudah ada tanda-tanda bakalan mendapatkan pasangan. Kecuali saya tentunya.

Maksudnya, karena kemaren malam saya melewatkan malam tahun baru berdua bareng laptop, sementara Istri tertidur bersama Putri kami Mirah GayatriDewi dengan lelahnya, usai datang dari upacara pernikahan adik sepupu saya. Gak mungkin kan kalo saya berharap dapet pasangan lagi ? memangnya saya tuh sekeren Pasha Ungu atau Ariel PeterPan De ?

Tapi walopun berdua bareng Laptop, saya malah dapet kado paling Istimewa di akhir tahun.

Pertama, bersua dengan orang-orang yang jarang bisa saya temui sehari-hari di upacara pernikahan adik sepupu tadi pagi, eh sekalian PanDe Baik mau ngucapin Selamat dan Berbahagia ya to Made Krisna Hermawan juga Made Novie….

Kedua, bersua via Facebook dengan sobat lama yang menghilang sejak kami tamat bangku SMA, sempat ngobrol (chat) sebentar dan akhirnya tukeran nomor ha pe. Ha…. Si sobat ini ternyata punya BLoG juga yang isinya foto mulu. Maklum, kabarnya ia kini lagi kerja bareng Bli WahYu Prayasa, rekan BloGGer Bali.

Ketiga, yang paling spesial ya dari Istri. Saya mendapatkan Knock Out !!!!

Tak perlulah saya bahas lebih jauh apa maksudnya….. Yang penting efeknya. Hahahaha….

So, bagi yang mau liburan bareng keluarga atau Yayanknya, silahkan dipuas-puasin deh hari ini, sebab bagi mereka yang bukan abdi negeri tentu besok gak bakalan dapet Cuti bersama seperti halnya saya. Kalo saya mah, yang kemarin malem itu udah sangat lebih dari cukup. Ha…..

PanDe Baik ternyata masih bisa melanjutkan aktivitas nge-BLoG usai di Knock Out !!!!! setidaknya satu posting di hari pertama awal Tahun, untuk menyapa rekan-rekan yang mampir kemari. Karena barangkali saya bakalan Rehat panjang lagi di awal tahun ini. Selain kesibukan Pekerjaan Kantor juga…. (ugh, saya malu mengungkapkannya….) Thesis yang tak pernah saya jamah sekalipun pas liburan waktu lalu. Ugh !!!

So, Salam dari Kamar Tidur yang masih terasa panas akibat Knock Out tadi…..