Diskon 50% OFF Hayooo diserbuuuu

1

Category : tentang KeseHaRian

Seperti halnya menjelang atau dalam rangka hari-hari besar keagamaan, Tahun Baru kemarin tak luput pula dari perang Diskon diberbagai sudut supermarket maupun toko-toko yang menawarkan aneka dagangan fashion dari pakaian anak-anak hingga dewasa, hingga ke asesoris lainnya seperti sepatu, sendal juga tas. Hebatnya lagi, diskon yang diberikan tak cuma 10-20 % tapi hingga 50-80%…. Waaaahhhh…..

Berbagai kemasan yang menarik perhatian calon pembelipun langsung digelar, demi mendapatkan respon kalopun bisa ya menghabiskan stok yang ada.

Tak pelak baik supermarket maupun toko-toko yang secara jor-joran beriklan di media cetak maupun televisi diserbu Pengunjung atau calon Pembeli, mengambil minimal 4-5 pieces demi sebuah alasan ‘mumpung lagi diskon….’.

Seperti yang saya alami dan lihat di Ramayana beberapa waktu lalu, sambil mengantarkan keluarga iseng jalan-jalan melihat suasana Tahun Baruan, Ground Floor yang memberikan diskon rata-rata 50% ternyata penuh sesak oleh manusia, berlalu lalang dengan cepat saling berebut dan mendahului, seakan tiada lagi hari esok yang menyajikan stok barang yang sama, dengan potongan diskon yang sama pula. Panas, Pengap, Bagaikan suasana di Neraka saja, pikir saya… membuat saya langsung betah terdiam mematung didepan aliran AC. He….

Terlepas dari hiruk pikuk keramaian minat para calon pembeli maupun pengunjung yang hanya melihat-lihat, pernahkan terpikirkan, bagaimana bisa supermarket maupun toko-toko tersebut akan meraup keuntungan jika seluruh barang yang ditawarkan atau disajikan diberikan label Diskon ? Apakah tak pernah terpikirkan harga sesungguhnya dari barang/stok yang ditawarkan tersebut pada hari biasa ?

Bisa saja, barang yang sama, sesaat menjelang hari raya maupun Tahun Baru kemaren, dilabeli harga setinggi langit, yang kalo mendapatkan potongan/diskon sekian persen, harganya bisa menurun mencapai harga normalnya. Bahkan jika bisa ya sedikit lebih tinggi, tentu saja keuntunganpun akan makin berlipat.

Hayolah, pake akal sehat.

Bagaimana mungkin jika barang-barang tersebut dilabeli Diskon sekian persen Off, mereka (pihak pemilik supermarket maupun toko), mampu mendapatkan keuntungan bersih, gaji karyawan, operasional sehari-hari hingga pajak pendapatan misalnya ?

Saya rasa bagi para ibu-ibu maupun gadis yang menggemari shopping apalagi ada Diskonnya, semua pertanyaan saya tadi gak bakalan dijawab, karena pikiran mereka dipenuhi oleh penawaran menarik hati tadi. Kapan lagi ?

> Sedari awal PanDe Baik memang sudah memiliki pertanyaan seperti halnya diatas dalam kepala setiap kali ada tawaran Diskon atau Cuci Gudang yang dilakukan oleh Supermarket maupun Gerai dengan brand Gaul. Apalagi setelah mendapatkan Mata Kuliah yang membahas ABC System, dimana bisa menentukan berapa harga/nilai jual sebuah produk/jasa agar mampu menutupi biaya-biaya operasional, pajak, sewa, karyawan hingga keuntungan yang diharapkan. Tentu saja PanDe Baik jadi semakin curiga ada Udang dibalik Diskon. Hehehe….. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Comments (1)

oming gak termasuk tuh kayak cewek2 yang bli pande bilang, ga tergoda sama sekali ma diskon. Bukan karena ABC system, tapi emang walau didiskon 90%sekalipun emang kagak punya duit,hehehe…
:mrgreen:
Nabung, buat hari tua yang lebih baik,hehehe…

oming´s last blog post..Perjuangan Untuk Seekor "Bedu"

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge