KoTa SateLit DaLung PerMai

6

Category : tentang KHayaLan

Ketika saya masih duduk di bangku mahasiswa di FT Arsitektur dahulu, setiap kali mendengar sebutan ’Kota Satelit’ yang didengungkan oleh Pemerintah untuk sebuah konsep Perumahan di kawasan Kerobokan, rasanya telinga ini secara otomatis mentransfer rasa kekaguman kedalam otak yang membuat saya membayangkan sebuah kota nan asri, bersih dan ideal.

Perumahan Dalung Permai. Cukup lama pula saya tak mengetahui dimana tepatnya lokasi ini berada. Barangkali terkait dengan intensitas saya yang bisa dikatakan jarang melewati daerah Gatsu Barat hingga mentok.

Bagaimana tidak. Satu-satunya lokasi Perumahan yang saya ketahui berada disekitar Kota Denpasar pada masa tersebut adalah Perumnas Monang Maning yang sudah penuh sesak dengan hunian dan jalan tikusnya. Belum lagi isu banjir dan kumuhnya lingkungan disana, membuat sedikitpun saya tak tertarik sekalipun hanya untuk mampir.

Kota Satelit’ adalah kota kecil di tepi sebuah kota besar yang meskipun merupakan komunitas mandiri, sebagian besar penduduknya tergantung dengan kehidupan di kota besar. Biasanya penghuni kota satelit ini adalah komuter dari kota besar tersebut ini.

Kota Satelit juga merupakan daerah penunjang bagi kota-kota besar di sekitarnya dan merupakan ‘jembatan’ masuk/akses untuk menuju ke kota besar.

Bayangan saya waktu itu ya gak jauh beda dengan Bali Pecatu Graha, dimana nuansa mewah dan megah jelas terlihat dari perencanaan hingga lingkup lingkungannya. Setiap mendengar ’Perumahan Dalung Permai’ yang ada dalam pikiran hanyalah sebuah lingkungan hunian yang nyaman bagi penghuninya, bagi orang yang berkunjung, bagi siapapun yang melewatinya. Lengkap dengan jalan pedestrian untuk pejalan kaki, sepeda gayung maupun taman untuk bersantai dan berolahraga.

Hampir sepuluh tahun berlalu.

Sayapun akhirnya berkesempatan mampir ke kota yang menjadi angan-angan saya selama ini.

Jalan yang berlubang, becek sana sini, lingkungan hunian yang kumuh dan berantakan, saluran drainase yang tak terencana dengan baik hingga air yang seharusnya mengalir di saluran malah naik ke jalan, sapi liar plus rumput yang tumbuh sembarangan, tak tertata.

Pasar dan juga Terminal yang tak berfungsi dengan baik, sampah bertebaran menimbulkan aroma yang tak layak cium bagi pemilik rumah apalagi para pengunjung perumahan.

Lantas apa yang bisa saya harapkan dalam angan-angan akan sanjungan yang diberikan selama ini pada Perumahan Dalung Permai ? Kota SateLit.

Benar apa kata orang bijak, program dan perencanaan boleh saja membumbung setinggi langit, tapi apa daya yang namanya pelaksanaan atau usaha untuk mewujudkannya bisa dibilang hanya kata-kata saja. Tak selamanya dapat memberikan hasil terbaiknya.

Lantas jika hari ini saya begitu terkagum-kagum pada program dan janji para CaLeg yang nampang dengan wajah Narsis dan titel seenak udelnya itu, apakah saya bakalan punya jaminan akan perwujudan sikap dan perilaku mereka saat sudah duduk di kursi idaman nan empuk nanti yah ?

Beneran mau berjuang demi ’rakyat’ ?

> PanDe Baik baru aja punya mood buat nyelesaikan posting ini yang udah ketunda beberapa hari lantaran flu batuk tempo hari….. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Comments (6)

[…] KoTa SateLit PeruMahan DaLung PerMai | PanDe Baik […]

mmmh tak pikir kota satelit tu isinya : bulan, planet mars, venus, mercurius, yupiter, saturnus, neptunus, pluto, satelit PALAPA, satelit NASA…bla..bla..bla…

Caleg pake titel seenak udel? —> (dengan nada marah2)–Gak tau yah nyari titelnya susahnya minta ampun, buat tugas melek mpe pagi, bikin proposal thesis, her mata kuliah yang dapat C, gak tau ya mereka?! Hah! 👿

Gak tau ya ming lagi senewen ni bikin tugas!!!!! 😡

oming´s last blog post..Yang Lucu dari Seminar Kelayakan Tesis Kemaren

[Reply]

Secara keseluruhan memang jauh dari harapan bli, tapi dari tahun ke tahun sudah banyak perubahan kok. Sudah semakin ramai dan lebih rapi, jalan juga sudah hotmix, trutama yg depan rumah saya. :mrgreen:

wira´s last blog post..I’m Pass

[Reply]

BLi WiRa > Yah, mengenai jalan yang di Hotmix, kan baru mulai tahun lalu BLi. :mrgreen: kira-kira tahun 2009 nanti bakalan dilanjutin dikit lagi. Tapi sepertinya gak bakalan menjangkau yang berada di blusukan dalem. 😆

[Reply]

tulisane bli pande pancen oye.

perencanaan kotanya mgkn bagus. pelaksanaannya itu yg acak adut. jdnya ga beres..

a!´s last blog post..Hit the Bush Face!

[Reply]

Suksema Om AnTon. Semoga saya tulisan saya diatas gak diprotes lagi oleh ‘yang gak terima’. 😆

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge