CeriTa PenDek PanDe Baik ke-Dua yang tercecer

FLu Batuk yang hadir dalam hari-hari saya liburan Idul Adha lalu, akhirnya memaksa saya untuk beristirahat sejenak dirumah, demi mengembalikan stamina dan kesehatan. Yah, sehari usai liburan saya memang sempet nekat ngantor berhubung kegiatan banyak yang numpuk, tapi sial… angin yang berhembus dari lobang jendela mobil tak ber-ac malah membuat batuk makin menjadi. Kondisi drop ditambah pengaruh obat dokter, lumayan memaksa saya untuk tetap berkonsentrasi penuh pada jalanan, sambil berharap semoga saja saya bisa melewati hari ini dengan baik.

Memutuskan untuk beristirahat memang ide yang baik. Tapi duduk bengong tanpa ada satupun kesibukan, saya jamin bukan ide yang baik. Walaupun hujan deras diluar membuat suasana makin adem kalo dilewatkan dengan tiduran. Saat begini dipaksakan untuk ngulik Thesis kok malah gak konsen (he… ini sih pembenaran sepihak saja), jadilah saya mencoba membayar hutang posting yang saya tinggal beberapa waktu lalu gara-gara kesibukan kantor.

Lagi-lagi FLu Batuk yang menjadi kambing hitam atas mentoknya ide dan kata-kata yang biasanya mengalir untuk menjadikan sebuah ide menjadi posting. Yah, kanggoang gen be, semua cerita dirangkum jadi satu, sebisa saya dan sesuka saya saja. Ha…. Melanjutkan CeriTa PenDek tempo hari. Ini bagian ke-Dua.

***

Menjamurnya baliho yang menampilkan wajah narsis CaLeg sebenarnya sudah pernah dibahas oleh beberapa rekan blogger lengkap dengan ceritanya sendiri. Intinya, tindakan para Caleg itu dibenarkan karena mereka memang BELUM sepenuhnya dikenal oleh masyarakat yang mereka pikir merupakan potensi besar sebagai lumbung suara dukungan. Yah, kali aja ada yang bersedia mencoblos hanya karena terpukau wajah ganteng/cantik yang sudah dipoles dengan bantuan Photoshop.

Namun memang ada baiknya para Caleg yang ingin menempatkan baliho permohonan dukungannya itu survey terlebih dahulu, ditempat atau lokasi mana saja bakalan dipasang. Jangan sampe, wajah guanteng para Caleg berdampingan dengan iklan XL yang menampilkan si Monyet Guanteng. Seperti yang terlihat di pojokan jalan Desa Canggu menuju Tanah Lot.

Bahkan ada pula satu baliho yang barangkali saja merupakan tandingan iseng-iseng belaka, gara-gara kecewa dengan figur para Caleg, sehingga dengan tulisan yang jelas terbaca, meminta meminta masyarakat agar tak memilihnya. Foto ini diambil di Pertigaan banjar Gadon, sebelah barat Pasar Pengosari Kerobokan.

***

Maraknya penampilan Baliho disepanjang jalan seantero kota Denpasar juga Badung, membuat dua ekor pegawai yang punya niatan jahil, langsung saja mempermak foto yang tak kalah guanteng seorang rekan kantor, untuk diedit menjadi sebuah permohonan ‘doa restu’ ala Caleg. Hanya saja kali ini yang disasar bukan posisi empuk Wakil Rakyat, tapi posisi Kepala Seksi / Kepala Bagian untuk tahun depan. Kali aja ada rekan lain yang mau mendukung. He….

***

Proyek Pemerintah dalam image yang terbayang dimata masyarakat adalah duit yang masuk kantong pribadi dan hasil pekerjaan yang tak sesuai dengan harapan.

Saya katakan demikian setelah melihat dari hasil pekerjaan pembuatan Trotoar dengan style ’baru’, yang mencoba membuat licin jalur pejalan kaki ini dan mengecatnya dengan warna hijau. Entah apa maksudnya. Belum lagi sudut elevasi penurunan yang cenderung menyusahkan para penggunanya. Padahal disitu terlihat jelas ada ubin berwarna kuning yang diperuntukkan bagi para tuna netra dan juga pemakai kursi roda. Perbedaan ketinggian antar level juga jadi masalah, jangan-jangan kaki pengguna Trotoar malah terantuk dan terjatuh.

Begitu pula dengan pemandangan yang ada disepanjang jalan Kamboja. Ada saja perbaikan yang dilakukan, padahal penyelesaian proyek belum berselang lama.

***

Survey beberapa ruas jalan yang semingguan ini saya lakukan merupakan faktor utama pemicu menurunnya kondisi saya hari ini. Bukan apa-apa, tapi survey dilakukan bukan dari belakang meja, tapi beneran turun dan berjalan kaki di lokasi. Selain melihat langsung kerusakan yang ada, sekalian juga mencatat dan memperkirakan penanganan apa saja yang harus dilakukan.

Dari grafis peta diatas, empat kotak yang berwarna biru, adalah ruas jalan yang sudah saya survey dan dituangkan dalam bentuk gambar perencanaan plus berapa anggaran biaya yang diperlukan. Satu kotak kuning, adalah lokasi terakhir yang saya survey, namun lantaran kondisi yang drop duluan, belum sempat saya tindak lanjuti hasilnya.

Dua kotak merah, merupakan area tugas saya untuk melakukan pengawasan pekerjaan oleh Rekanan. Satu berada pada ruas jalan Pipitan-Tuka dimana kampung Istri berada, satu lagi pada area konflik terkini, yaitu Dewi Sri. Ha….

Diantara sekian ruas yang menjadi tugas serta kewajiban saya akhir tahun ini, barangkali hanya dua ruas saja yang paling berkesan di hati.

Pertama yaitu Perumahan Dalung Permai. Menjadi berkesan karena saya masih mengingat imagenya sebagai ’Kota Satelit’ seperti yang didengungkan sepuluh tahun lalu, kenyataannya malah jauh dari kata asri dan nyaman untuk ditempati. Mengingat jalan yang berlubang, sapi berkeliaran, rumput tumbuh tak terurus, kawasan hunian yang kumuh dan penuh sampah, bahkan areal kosong yang sedianya diperuntukkan sebagai Fasum/Fasos kawasan setempat, dialihfungsikan menjadi pertokoan.

Kedua tentu saja ruas jalan Munggu-Seseh. Menjadi berkesan, karena ini merupakan jalur nostalgia saya secara pribadi jaman masih pacaran dahulu dengan mantan pacar yang kini menjadi Istri saya. Ha…. baru Ketahuan kalo PanDe Baik pacarannya di Pantai Seseh ya….

***

> PanDe Baik mengetikkan posting ini saat memutuskan untuk beristirahat dirumah akibat batuk flu yang krodit. Daripada bengong ya nge-BLoG saja…. <

Salam dari Pusat KoTa Depasar

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

4 thoughts on “CeriTa PenDek PanDe Baik ke-Dua yang tercecer

  • December 12, 2008 at 3:11 am
    Permalink

    Wah, sama donk, saya dulu juga sukanya pacaran di pantai, murah dengan pemandangan terindah, hehehehe

    *tapi skg lebih suka pacaran di kamar aja, LOL :mrgreen:

    wira´s last blog post..I’m Pass

  • December 13, 2008 at 1:16 pm
    Permalink

    Hahahaahahahahaha… masak ada si baliho kayak gitu, ya ampun disamping iklan xl pula, gak ngarasa ya calegnya tu dikerjain, stupid banget… :mrgreen:

    pasti bli pande pacarannya di balik semak-semak tu ya? Mmmh ketahuan, pantesan kerjanya bertumpuk terus, hahaha… gantian…

    oming´s last blog post..Tugas Kuliahku Seperti Dumbel 50 Kg

  • December 15, 2008 at 6:44 pm
    Permalink

    aah…itu yg saia cari..belum dapet!kasian banget..keliatan tololnya!hahaha..opps maap ntar kena undang2..apa tu yg baru tu?bukan AP..!hehehe

    waduh..udah ad yg buat baliho tandingan dluan!hahahaha..itu dia y,Bli!??

    .gungws´s last blog post..Nestapa, Nelangsa, Gundah Gulana

  • December 15, 2008 at 10:10 pm
    Permalink

    BLi WiRa > Jangan-jangan saya pernah sua waktu sama-sama pacaran di pantai yah ? Ha…. Jadi inget masa lalu. Inget pas roda mobil kejebak di pasir. He…
    OMink > eh itu beneran nyata loh Mink, bukan rekayasa foto atw cropping. :mrgreen:
    BLi Gung ws > keduanya dapet scara kbetulan lewat pas survey jalan raya didaerah Kuta Utara… 😀

Comments are closed.