Apa Ukuran sebuah Hidup yang Bahagia ?

7

Category : tentang KHayaLan, tentang Opini

Kira-kira apa yang menjadi ukuran dapat membuat anda merasakan bahagia dalam hidup ?

Seandainya melajang, apakah pacar yang cantik dan seksi ? punya waktu luang untuk dugem atau interaksi sosial lainnya ? menunggangi motor gres atau mobil yang lagi trend ? Teman-teman yang dekat dan loyal ?

Seandainya pula telah berkeluarga, apakah karir yang sukses menjadi satu-satunya tujuan ? mobil mewah barangkali ? uang yang melimpah ? atau malah rumah indah nan megah ?

Bagi saya pribadi sih, itu bukan ukuran untuk membuat saya bahagia dalam menjalani hidup. Tapi kalo untuk sekedar menjadi alternatif pendukung, ya tentu saja itu semua ada didalamnya. Trus apa dong yang paling penting bagi saya agar bisa bahagia dan jauh lebih menikmati hidup ?

KeLuarga tentu. Dalam hal ini hubungan saya dengan Istri dan anak, serta tentunya yang berikut adalah dengan Orang Tua dan Mertua.

Sebegitu simpel dan sederhana ? gak juga sih.

Karena untuk menyatukan keluarga dalam suasana cinta kasih sangat sulit diwujudkan.

Lihat saja keluar jendela. Ada pasangan suami istri yang bertengkar dan ujung-ujungnya berakhir pada penganiayaan. Ada juga pertikaian antara anak dan orang tua yang berakhir pada pembunuhan atau malah berdebat di pengadilan. Yang paling sering tampil dilayar kaca tentu perselingkuhan artis musik yang berakhir pada gugatan cerai.

Adalah mudah untuk mencapai karir tinggi. Tinggal kita bermain fair play jika memungkinkan dan giat tentunya. Siapapun bisa. Mobil mewah atau rumah megah ? masih bisa dengan jalan kredit ataupun pinjaman. Pacar yang cantik dan seksi ? silahkan mengadakan sayembara seperti halnya Syekh Pujiono diwaktu lalu, dijamin dapet yang sesuai. Tapi membuat keluarga yang rukun dan damai ?

hmmm…. Jangankan menyatukan tujuh kepala dalam satu keluarga (suami, istri, anak, orang tua dan mertua), menyatukan persepsi pasangan suami istri saja masih sulit dilakukan setiap orang. Ada Ego yang berbicara, ada kepentingan, ada keinginan, ada harapan pula.

Secara pribadi, keluarga yang rukun damai bisa pula menjadi ukuran pantas tidaknya seseorang menjadi pemimpin. Mengapa ? yah, wajar aja. Karena jika seseorang yang berkeluarga tak berhasil menanamkan kepercayaan dan rasa cinta pada internal keluarga, bagaimana nantinya kalo berhadapan dengan masyarakat ataupun kelompok yang bertentangan ? yang tentunya jauh lebih banyak kepala, lebih banyak ego dan kepentingan.

Yah, ini sih cuman pendapat saya pribadi saja loh. Keluarga adalah nomor satu. Sedangkan alternatif yang saya sebutkan pada awal tadi hanyalah sebagai pendukung. Bagaimana dengan Anda ?

> PanDe Baik saat menulis posting ini ditemani MiRah GayatriDewi yang sudah mulai belajar merangkak dan juga Istri yang selalu setia untuk diajak bertukar pikiran. Ohya, sound backgroundnya, lagu anak-anak yang dinyanyikan oleh Tasya saat ia kecil dahulu. ‘Ambilkan bulan Bu…. Yang slalu bersinar dilangit….. Untuk menemani tidurku yang lelap……’ <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Comments (7)

bahagia menurut oming bisa bikin orang yang kita sayangi bahagia juga.. Hihihi klise banget.. Tapi bener khan? ❓

oming´s last blog post..MBA : Tren,Syarat Nikah atau Kedangkalan Moral?

[Reply]

Bener, Pak..
Justru utk mendapatkan kebahagian keluarga orang-orang sering kali sulit. Coba perhatikan si kaya, apakah dia benar-benar memiliki keluarga dan merasakan kebahagiaan keluarga. Sementara si miskin pun begitu.
Jadi, yg menentukan memang keluarga.

HeLL-dA´s last blog post..Hasil Lomba Blog Remaja (KISARA)

[Reply]

saya jadi ingat dengan sinetron favorit dulu berjudul Keluarga Cemara. ada sountracknya yg kurang lebih berbunyi..harta yang paling berharga adalah keluarga 🙂

[Reply]

Mbak OMing > 😳 maksudnya saya gitu Mbak ? 😳 :mrgreen:
HeLL-dA > Yah, rata-rata sih lingkungan kita seperti itu… :mrgreen:
BLi MaDe > Ha…. Keluarga Cemara…. sayangnya saat ini gak banyak tayangan di teve yang punya cerita kayak gitu. 😀

[Reply]

bli…apa kabarnye?
baek kan???
wah…kalo ngomongin soal kebahagiaan mah gak akan ada ujungnya…beda ukuran buat tiap orang,buat saya pribadi bahagia kalo bisa berbagi dengan orang lain, termasuk anak,istri, keluarga dan siapa saja, bahagia kalo bisa memberi…he he he..

[Reply]

bahagia sebenernya dateng dari diri sendiri. selama kita bisa selalu mensyukuri hidup dan menghargai setiap anugerah Tuhan pada kita, maka kita bisa merasa bahagia.

kita memang tidak bisa selalu bahagia karena bukan manusia kalau tidak menghadapi cobaan hidup. tapi dengan cobaan hidup itulah kita bisa mensyukuri apa yang Tuhan beri.

sebenernya semua orang sudah bahagia, bedanya ada yang bisa merasakannya, tapi ada yang tidak. gitu kali, ga ngerti juga. orang kan beda2

cerpen´s last blog post..MANISNYA JARAK (PART 4)

[Reply]

bener gak rasa syukur kunci kebahagian??

tulank´s last blog post..Jaje uli jaje gina

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge