CeriTa PenDek PanDe Baik yang tercecer

9

Category : tentang KeseHaRian

Image PNS di mata awam saya akui memang tak menyenangkan. Mulai dari tukang bolos, selingkuher yang hobi nyari short time, sampe amplop all the way gak peduli masyarakat yang hanya sekedar mencari informasi hingga rekanan pemborong. Tapi saya yakinkan lagi pada teman-teman yang masih sempat mampir ke BLoG saya ini, PNS itu tak semuanya begitu. Kata orang pintar jaman dulu, itu hanyalah OkNum.

Penat dengan semua itu, saya yang sudah kadung terjun dan menikmati hidup sebagai seorang abdi negara lebih memilih ‘jalan-jalan’ saja. Disini tentu berbeda maksudnya dengan para selingkuher yang saya sebutkan disini. Karena ‘jalan-jalan’ yang saya maksud adalah ‘Survey kondisi ruas jalan dibeberapa lokasi sesuai dengan perintah tugas yang diberikan kepada saya. Beneran jalan kaki, untuk mengukur panjang ruas jalan serta mencatat setiap kerusakan permukaan jalan untuk dicarikan solusi penanganannya.

Oh ya, berhubung saya menganggapnya ini adalah bekerja sambil ’jalan-jalan’, disela aktivitas saya mencatat dan mendokumentasikan ruas jalan, sesekali saya pun memanfaatkan kesempatan untuk mengabadikan sesuatu yang nantinya dapat menjadi suatu cerita dalam BLoG saya ini. Berikut beberapa yang tercecer dibulan November lalu.

Jalan kami hancur lebur !!!

Komentar diatas kerap naik pada media cetak lokal baik pada berita seputar Badung maupun forum pembaca via Radio yang dicatat dan dipublikasikan. Ternyata setelah kami (tim terdiri dari 3-4 orang : PanDe Baik, Bli Oka ParMana, Pak Ketut NaDi dan additional player hihihi…. Wayan Susanta) turun kelapangan, eh beneran ada yang hancur. Tapi gak lebur dan gak sepanjang ruas jalan tersebut. Artinya dari sekian kilometer panjang ruas jalan, ada beberapa titik yang kondisinya tampak seperti pada foto yang saya abadikan berikut :

Memang sih orang/masyarakat berkomentar itu tidak salah, tapi dengan kalimat ‘jalan di ruas anu Kabupaten Badung Hancur Lebur’, kami selaku pegawai yang berada dibawah naungan Dinas Bina Marga kadang merasa terlecut untuk berbuat jauh lebih baik lagi saat perbaikan/penanganan dilakukan. Sayangnya memang seperti yang saya katakan tadi, gak semua pegawai punya pikiran begitu. Ada yang memanfaatkan kesempatan untuk mencuri sedikit volume pekerjaan, bekerja sama dengan pelaksana di lapangan, tentu tujuannya ya memperindah rumah sendiri. Paling ndak semua keinginan dapat terkabul, padahal kalo beneran ngandelin gaji dan tambahan bulanan ya gak bakalan bisa. Boro-boro membangun rumah berlantai 2, untuk beli susu anak aja barangkali masih kurang kok.

Makanya saya pribadi gak menyalahkan kalo kerusakan seperti dibawah ini kadang terjadi pada ruas jalan tertentu yang baru saja selesai diperbaiki dan diperbaharui. Karena dengan mengurangi kualitas atau kuantitas pekerjaan sedikit saja, itu artinya harus bersiap mengurangi umur pekerjaan tersebut. He… kalimat tadi saya kutip dari Instruktur Pelatihan Pemeliharaan Jalan Raya waktu di Hotel Sahid.

Rumahku Banjiiiirrrr….. !!!

Kehebohan banjir yang melanda seantero Denpasar dan Badung beberapa waktu lalu, lantaran hujan lebat selama 3 hari, sempat naik cetak di media lokal. Bahkan salah satu lokasi Proyek yang paling saya anggap fenomenal yaitu Dewi Sri Kuta, sempat nongkrong dihalaman pertama paling atas pula di salah satu media paling kritis ada pemerintah. Entah karena akibat ketololan saya diwaktu lalu hingga media tersebut sontak emosi tinggi.

Tapi ternyata banjir yang terjadi di Dewi Sri malah ’gak ada apa-apanya’ dibanding kawasan Perumahan DaLung Permai. Ini terjadi disekitar blok ZZ dimana air masuk kedalam rumah penduduk hingga setinggi pinggang rang dewasa. Gak heran, saat kami turun ke lokasi, pemandangan seperti dibawah ini banyak ditemui.

Tempat penampungan sampah ? Bukan. Ini pemandangan berjemurnya barang-barang perlengkapan rumah tangga hingga sarana sekolah putra putri mereka.

Apa Kabarnya Tower di Badung ?

Saat kami ‘jalan-jalan’ pada ruas Pakuaji Mengwi yang mengitari obyek wisata Taman Ayun, selain menemukan kerusakan jalan di beberapa titik, saya sempat terheran dengan tiga tower komunikasi yang berada dalam jarak radius berdekatan. Masih bersyukur bahwa Tower tersebut ternyata berada bukan pada daerah pemukiman penduduk seperti halnya tower yang ada disebelah rumah.

Eh, ngomong-ngomong heboh perihal perencanaan Tower Seluler di Badung udah selesai apa belum ya ? sepertinya media yang tempo hari kerap menurunkan berita ini tak lagi heboh seperti pada awal pemberitaan. Ah, barangkali berita pemberantasan anjing liar jauh lebih menjual. Hehehe….

Bunga Bangkai tak hanya di Kebun Raya Bedugul

Entah ada unsur niskalanya ataupun memang bunga yang katanya kalo tumbuh besar jadi berbau bangkai ini hare gene udah mulai merambah kemana-mana, kami menemukan pula di ruas jalan Petang – Carangsari. Kebetulan ruas tersebut baru saja selesai ditangani.

Bunga Bangkai yang kami temukan ini masih kuncup dan kecil. Saat saya nekat mencoba mencium baunya pun belum beraroma busuk. Kata penduduk sekitar situ, bunga bangkai ini kerap hadir di sekitar desa mereka. Hanya saja bagi mereka, pohon tersebut bukan bunga bangkai. Mereka malah menyebutkan sebuah nama yang (maaf) saya tak bisa mengingatnya hari ini. Tapi diluaran jenis ini ternyata disebut sebagai bunga bangkai tadi. Hahaha…. saya jadi berkhayal, barangkali penduduk di pedesaan Bali malah sudah lama mengenal bunga bangkai tumbuh disekitar mereka. Hanya namanya saja yang berbeda. 🙂

Merasakan nikmatnya makan siang ala Petani

Siapa bilang makan enak itu harus di rumah makan mewah ? bagi kami (tim yang turun survey) malahan kata ’enak’ itu ada pada lokasi sekitar sawah. Maunya sih kami menikmati makan siang di tengah sawah, hanya karena waktu yang terbatas maka rencana tersebut diubah jadi pinggiran sawah saja.

Tapi memang sih, makanan yang dibeli dan dibungkus untuk dimakan usai kami mensurvey satu ruas jalan ini gak asing ditelinga. Bahkan pernah saya tampilkan menjadi salah satu posting di BLoG ini pula. Nasi Be Guling SapiSial (baca: spesial). Spesial disini lantaran isi daging sebagai teman nasi hanyalah lawar dan kulit guling. Tanpa ada unsur daging lainnya. Hahahaha…. Siapa bilang makan di tepi sawah itu gak nikmat ?

> PanDe Baik saat menuliskan uneg-uneg ini masih dalam kondisi kecapekan usai pulang kampung. Ditemani oleh celotehan putri saya MiRah GayatRiDewi yang ternyata lagi ngigau. Hehehe…. <

Salam dari Pusat KoTa Depasar

Comments (9)

Karena ming baru ikutan pelatihan pelaksana jalan jadi tau tuh kenapa jalan-jalan pada rusak, :mrgreen: yah dilema juga bli pande, kalo ngikut spec, kagak pernah menang tender, kalo mo menang yah harus nyuri dikit2, jadi deh pengawas diajak kongkow-kongkow 😕
Yah mufah-mudah2an kita sebagai tenaga sipil bisa merubah adat ini, supaya kedepannya lebih baik.
Nah sekarang tu jalan dah rusak sebelum umur ekonomis, kan tambah gede lagi donk biaya yang keluar, rugiin negara juga donk. Berartu emang bener ilmu yang kita dapat di Manajemen Kualitas tu,bli : Do the right things at the first time and every time 😆
Eh BTW makan dimana tuh? Jaen gati asane..

oming´s last blog post..Pelatihan Pelaksana Pekerjaan Jalan

[Reply]

Sayangnya gak semua orang punya pemikiran yang ‘baik’. :mrgreen:

[Reply]

Ceritanya merapel kisah nyata ya bli. Soal selingkuher, jadi kepikiran bli. Maklum, istri saya jg PNS. Duh, jadi inget 3gp PNS Klaten, selingkuh klas berat tuh.

Hendra W Saputro´s last blog post..Workshop Blog

[Reply]

wah liputannya seru. coba semua pns begini. terjun langsung dan membuat laporan yg obyektif dan bukan laporan abs 🙂

[Reply]

hueee….lama tak muncul!ud bru layoutnya!eh..ganti domain y??
ehm…klo saia sih jujurnya emang rada anti ma pns..eh,birokrasi,memang bener bli bilang, itu ‘oknum’nya..tpi oknum yg bawel lebih banyak dripada yg ‘baik’!ckckck….

[Reply]

Iya, Pak..
Di sini juga begitu. Jalan yg baru aja diperbaiki karena hujan dikit aja langsung keropos lagi. 😆
Asyiknya, Pak, makan di pinggiran sawah. Merasakan angin sepoi-sepoi…
Oya, bab* guling itu seperti apa ya? Saya sering denger tapi ndak pernah coba. Di SUMUT kayaknya ndak ada.

HeLL-dA´s last blog post..Bohong, Contek, Curi!

[Reply]

BLI HenDra > Yah, gak sempat bikin posting satu persatu BLi. diuber kerjaan kantor juga tugas kuliah. :mrgreen: tentang selingkuh itu intinya kan saling percaya BLi ? yakin deh. 😀
BLi MaDe > Wah, saya dipuji nih ceritanya ? mumpung dapet kesempatan jalan-jalan BLi. dilakoni aja. :mrgreen:
BLi Gung WS > ha… rumah baru, nge-kos di BLI HenDra. Tentang OkNum, saya barangkali juga masuk diantaranya kok. 😆
HeLL-dA > cerita lama gak berubah juga ya. Dimana-mana sama. BaBi GuLing ? rinciannya ada di BaLe Bengong milik BLi AnTon MuHajir tuh. coba aja langsung meluncur ke TKP. :mrgreen:

[Reply]

[…] gen be, semua cerita dirangkum jadi satu, sebisa saya dan sesuka saya saja. Ha…. Melanjutkan CeriTa PenDek tempo hari. Ini bagian […]

PNS emang udah dari dulu dapet cap kaya gitu…
saya ndiri sempet kessal sama pelayanan di kantor camat Gianyar, udah lama… kerjanya cuma ngobrol doang.

Coba mereka bisa kaya mas, mungkin beda urusannya

cerpen

cerpen´s last blog post..MANISNYA JARAK (PART 4)

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge