MiRah GayatRiDewi MaLaikat KeCiLku

2

Category : tentang Buah Hati

Seperti yang pernah aku ungkapkan tentang putri kecilku MiRah GayatRiDewi pada posting beberapa waktu lalu, keberadaannya adalah anugerah bagi kami, aku dan Istriku.

Mungkin lantaran ia hadir setelah kami menunggu lama akan seorang buah hati, buah cinta kami berdua saat mengikat janji Desember tiga tahun lalu.

Kini MiRah GayatRiDewi sudah berusia delapan bulan, satu usia dimana ia mulai belajar berjalan, duduk tegak serta ikut mengoceh saat kami berbicara. MiRah juga mulai menampakkan kenakalannya saat kami ajak bepergian baik pulang kampung hingga berbelanja ataupun sekedar berjalan-jalan ke tempat keramaian.

Jujur, saat hari kerja dan kuliah aku hanya bisa menemaninya sebentar saja, pagi hari saat bangun tidur sambil menunggu waktunya ia mandi, sore pulang kerja usai menyetrika jikapun masih sempat aku ajak ia duduk diteras menyaksikan kakak-kakaknya bermain dihalaman, dan malam hari saat ia terjaga dari tidurnya untuk pipis sebentar lalu tertidur lagi.

Mungkin hal itu pula yang menyebabkan aku begitu mendewakan hari libur atau akhir pekan. Seakan lupa dengan kewajibanku menyelesaikan Thesis yang hingga kini belum jua kulanjutkan, seakan lupa kalau diluaran masih banyak kewajiban aku sebagai seorang pegawai negeri sipil dalam kapasitas sebagai pengawas kegiatan-kegiatan Dinas. Aku malah lebih memilih tinggal dirumah agar bisa meihat ia tumbuh kembang dengan segala kelucuannya itu.

Saat aku mencintai seseorang (termasuk Istriku) dengan hati yang tulus, aku jarang sekali mengungkapkannya dalam bentuk kata. Padahal kata orang bijak seharusnyalah kata-kata itu diucapkan dengan keras agar orang lain dan juga orang yang kita cintai tahu akan perasaan kita yang sebenarnya. Paling sering aku ungkapkan lewat kreativitas yang bisa aku persembahkan.

Sama halnya dengan MiRah. Apalagi aku yakin ia belum mengerti ucapanku atau bisikanku bahwa aku menyayanginya, sehingga ungkapan kasih sayangku lebih banyak aku ungkapkan lewat foto dan terkadang tulisan pada posting BLoG ini. Hingga dalam waktu delapan bulan usianya ini pula, ia memiliki banyak koleksi foto dalam berbagai momen dan ekspresi. Seperti halnya sang Ibu (Istriku) dan juga salah seorang keponakan kami, Ngurah Bagus yang menjadi pengobat rindu akan buah hati saat MiRah belum hadir ditengah kami.

Tak jarang, dari sekian banyak foto, aku lantas memilihkannya beberapa yang aku anggap pas untuk dicetak dan diperbesar untuk dipajang diruang keluarga dan ruang tamu. Agar orang lain tahu bahwa ada malaikat kecil dirumah kami ini.

Tapi yang namanya kreativitas tetap tak bisa aku bendung, masih ada satu keinginan untuk membuat satu sketsa si kecil dalam bentuk kartun karikatur. Hanya saja menyadari keterbatasan yang aku miliki, maka foto-foto itu pula yang menjadi sasaran terlebih dahulu, di cropping, filter dan diberi efek tertentu, dicoba-coba untuk melahirkan satu sudut pandang baru akan kelucuan sikecil putri kami.

Maka jadilah dua puluh foto si kecil yang aku oprek dan diberikan sentuhan grafis sebisa kemampuanku saja. aku kerjakan disela kesibukan kantor dan tentu saja aku cetak kembali agar bisa mejadi kenangan baginya kelak saat ia beranjak remaja nanti.

Yah, anak adalah anugerah yang patut dibanggakan seperti kataku tempo hari…. dan aku sangat menikmati saat-saat indah bersamanya.

> PanDe Baik saat menulis posting ini ditemani alunan instrumen musik degung yang mengaransemen ulang lagu-lagu Bali tempo dulu, angkatannya Yong Sagita, Ketut Bimbo dan Alit Adiari. Ada juga si Sarinem Terikasem, Bayu KW dan beberapa tembang anak-anak. Sangat merdu sehingga putri kamipun bisa tertidur dengan lelap bersama Ibunya….. <

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Comments (2)

waaa happy parenting deh bli Pande.
Sesuatu yang tidak bisa saya miliki saat ini 🙁

devari´s last blog post..Caribbean Blogger Community

[Reply]

Panggilan putri nya apa bli ? Saya yakin Mirah Gayatri akan memahami bahwa Bli Pande begitu mencintainya. Putri bli suatu saat akan faham bahwa bapaknya suka bercinta dalam tulisan, berteriak atas ketidakadilan dalam tulisan. Saya yakin, dalam ber em el, bli pande tdk banyak kata-kata pula.
***Kabuurrrrr****

Hendra W Saputro´s last blog post..Blog saya down – ‘Matek’!!

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge