Antara Rehat, Liburan dan Persiapan ; Nol Besar

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Mengambil keputusan untuk Rehat nge-BLoG awal bulan ini, ternyata bersamaan dengan umat Muslim yang merayakan Hari Kemenangannya. Secara kebetulan pula, kebijakan Pemerintah untuk mengambil cuti bersama bagi para pengabdi negeri ini, memberikan waktu luang selama seminggu penuh, seakan mendukung keputusan Rehat untuk beneran istirahat dan konsen pada Persiapan Thesis.

Apa daya, libur semingguan tak lantas mampu mewujudkan Thesis yang diharapkan lantaran dirawatnya putri kami beberapa waktu lalu di RS Sanglah, lumayan membebani pikiran yang sudah dipenuhi oleh desakan untuk menyelesaikan kuliah secepatnya.

Pulangnya putri kami pada hari Minggu sebagai awal dari liburan kemarin, hanya berselang satu hari saja, Putri kami mengalami Diare atau bahasa rakyatnya ya Mencret. Padahal selama perawatan di RS Sanglah, pemeriksaan pada feses (kotoran) tidak ditemukan kejanggalan alias normal. Begitu pula saat dicurigai Muntah dan panas badan putri kami karena kondisi THTnya, eh normal juga. So, untuk sementara penyebabnya ditenggarai disebabkan oleh Virus. Ini karena dilingkungan rumah, ada 2 keponakan yang mengalami hal yang sama, hanya saja muntahnya tak sebanyak putri kami.

Belum selesai disibukkan oleh diare putri kami, kabar dukapun datang. Nenek yang ditinggal dirumah sebelah meninggal dunia. Beliau akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dirumah duka setelah selama seminggu penuh mengisi ruangan pasien di RS Puri Raharja, bersamaan dengan putri kami. Nenek ini adalah saudara kandung Kakek saya yang dari Ibu. Tidak menikah hingga umurnya saat meninggal diperkirakan sekitar 85an tahun.

Hari-hari liburanpun disita jauh lebih banyak karena kami sekeluarga harus mengatur waktu bergantian, agar menyempatkan diri hadir disetiap prosesi upacara, sambil merawat dan menjaga putri kami. Rencananya hari ini (Selasa) akan dilakukan upacara Pengabenan ke setra Bungkeneng jalan Ratna. Berharap tak akan ada kasus adat pelarangan menggunakan Setra seperti berita kemaren. Ugh, hari gini gumi Bali masih saja disibukkan oleh kasus-kasus adat antar saudara sendiri.

Seakan cobaan yang belum usai, Ibu kemaren malam terjatuh di kamar mandi, saat ingin mandi sepulang dari rumah duka. Terpeleset sendiri sedikit tergesa lantaran sudah kangen ingin ngemong putri kami, setelah seharian penuh berada dirumah duka. Syukur Beliau tak mengalami cidera berat, hanya bokongnya yang terasa nyut-nyutan, langsung aja dipanggilkan Pak Reti, orang yang kerap dicari untuk memijat.

Hmm… rasa-rasanya Otonan (penulis) yang dilakukan hari Minggu kemaren gak ada kesannya sama sekali, hanya sekedar lewat karena beruntunnya cobaan yang datang. Berharap upacara Otonan pertama bagi Putri kami hari Selasa depan 14 Oktober 2008 (bersamaan dengan hari ULTah Ibunya), tak ada lagi beban, sehingga kami dapat lebih konsentrasi pada jalannya upacara.

Liburan oh liburan. Hingga hari terakhirpun tak sempat dinikmati dengan penuh suka cita dan lebih bersantai. Apalagi untuk mempersiapkan Thesis seperti yang diharapkan. Nasib… Nasib…

Comments (3)

saya bingung ni, tombol submit utk komennya kok ilang ya, mudah2an comment ini masuk

wira´s last blog post..Quite Happy Today

[Reply]

bli…sabar yah….,semoga semuanya akan berjalan lancar…amin

[Reply]

Masuk Bli, yah barangkali Themanya yang Errot eh Error…. ganti lagi ah. 😆

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge