Menu
Categories
The story of Wira’s PDA Ends
September 6, 2008 tentang TeKnoLoGi

Nah, beralihnya kepemilikan PDA eks calon Istrine Bli Bagus Wirautama, membuat penulis kembali membuka-buka koleksi cd program yang berisikan kumpulan aplikasi untuk Windows Mobile 2003 terdahulu plus isi dari Memory Cardnya.

Langkah pertama tentu me-reset ulang (kembali) serta menginstalasinya di laptop, tentu untuk meng-syncronize PDA dengan daftar kontak yang penulis simpan di MS Outlook, sama dengan tiga handset yang penulis miliki. ni PDA sebetulnya sudah sempat di hard-reset oleh rekan kantor setelah kabel datanya diberikan oleh Bli Wira Bagus sehari setelah Manis Galungan kmaren.

Maka mulailah penulis menyuntikkan beberapa aplikasi tambahan yang dahulu sempat diposting untuk Optimalisasi Performa PDA, diantaranya Adobe Acrobat untuk membuka file format pdf yang penulis pake menggambarkan peta ruas jalan Kabupaten Badung, Resco Explorer untuk mengganti File Explorer bawaan OS asli yang tentunya jauh lebih familiar lengkap dengan pilihan ˜show hidden files-nya’, Handy Switcher untuk membantu Multitasking saat membuka peta bersamaan dengan daftar nama ruas jalannya yang dikemas dalam format xls “Mobile Excel-.

Tak lupa game Sudoku Collection salah satu favorit penulis untuk membunuh waktu, juga Mortring untuk mempersonalisasi nada dering plus sms pada masing-masing kontak “baik yang terdaftar, tak terdaftar maupun nomor pribadi/dirahasiakan- dan tentunya terakhir Spb Pocket Plus untuk customisasi layar Today, agar dapat mencantumkan Shortcut aplikasi yang paling sering dipakai, agar tak lagi mengakses lewat Start Menunya. Selain fitur tambahannya yang berupa Battery Monitor dan Close All Programnya.

Setelah penulis siap dengan pembelajaran singkat perihal OS dan aplikasi bawaan via buku Manualnya, maka langkah selanjutnya ya mempercantik visual, dengan mengganti Screen Guardnya untuk menghilangkan cacat bekas stylus, memoles bodi agar jadi lebih kinclong dan tentunya mengganti Leather Case dengan bentuk macamnya buku agenda.

pda-wira-2.jpg

Maka lahirlah PDA baru ala Pande Baik, walopun sebelumnya merupakan second dari calon Istrine Bli Bagus Wirautama, sempat mengundang decak kagum dari para rekan kantor lain mengira kalo ni barang baru gres. Sampai-sampai si rekan yang sebelumnya melego murah, malah berbalik menawarnya kembali dengan harga dua juta.

Walah, kalo sudah kinclong begini sih, jadi malas ngejualnya lagi. Mendingan jadi temen baru buat ngblog aja yaaa…. 

"1" Comment
  1. wah, trus terang itu PDA ga pernah di utak-atik, apalagi dikasi program ini itu, taunya cuma pake aja, hehehe…. jadi nyesel kenapa ga maksimalkan penggunaannya dulu.. 😐

    wira’s last blog post..Two Heavy Weeks

    [Reply]

Leave a Reply
*