Mutasi tanpa melihat ‘Warna Kucing’

12

Category : tentang KeseHaRian

Awal minggu ini dilingkungan kerja Pemda Badung terjadi aksi Mutasi besar-besaran para pejabat eselon, menyusul penggabungan atau penciutan jumlah Dinas atau instansi unit kerja, tentunya dalam waktu dekat bakal berimbas pada perombakan jajaran stafnya pula.

Mencomot istilah berita di koran lokal 22 Juli kemaren, bahwa ‘dalam melakukan Mutasi kali ini, Bupati tak melihat ‘Warna Kucing’ sehingga dalam kenyataan dilapangan apa yang dikatakan di media tersebut benar adanya.

Seperti yang terjadi pada instansi dinas yang penulis tempati. Terjadi perombakan besar, perputaran posisi juga kenaikan jabatan yang mengakibatkan kerancuan penempatan posisi menjabat diisi oleh orang yang tak ahli di bidang itu.

Satu contoh yang paling lucu adalah seorang eselon yang sebelumnya mengurusi aministrasi pegawai selama bertahun-tahun dan tak becus mengawasi kinerja stafnya akan kepedulian suka duka jajaran staf di instansi yang ia tempati, kini malah menempati posisi yang tergolong Teknis dibidang Jalan dan infrastrukturnya, berkaitan dengan kondisi lapangan secara langsung dan sekaligus pula berkaitan dengan jalan mana saja yang pantas diusulkan tahun ini, dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kepadatan lalu lintas ataupun kondisi lingkungannya.

Jangan-jangan nantinya malah ‘eh jalan mana yang jadi diusulkan untuk tahun depan, Bu ? ‘terserah kalian sajalah, saya mau ke salon dulu. Loh ?

Memang benar apa kata Pak Bupati di media cetak sebelumnya, bahwa Mutasi ini dilakukan untuk penyegaran pada para pejabat eselon, bukan diartikan sebagai pembuangan ‘mereka yang berseberangan’ ke tempat kering dan menaikkan ˜mereka yang loyal ketempat basah. Tapi jangan sampe ˜menempatkan orang yang salah pada tempat yang salah’ pula dong !

GTA IV ? Wow !

9

Category : tentang KHayaLan

Punya laptop Acer yang asik dipake buat nge-game, agaknya jadi salah satu pelampiasan hasrat saat masih make pc desktop tempo hari. Main gim Grand Theft Auto, dari versi Vice City, San Andreas dan Liberty City. Hasilnya ? oke banget. Games gak putus-putus walopun di-set ke tingkat detail terbaik, beda jauh dengan pc terdahulu yang walopun diset ke detail paling rendah, masih saja lambat dan gak sreg untuk dimainkan.

Game yang konon jadi favorit nomor satu di belahan negara lain ini, memang punya plot cerita dan misi yang asyik, serta dapat digunakan untuk jalan-jalan semau gue apabila bosan melanjutkan misi tertentu. Namun tetap saja apa yang dilakukan diluar misi akan sangat mendukung masa depan si karakter tokoh utama nantinya. Hanya saja, memang harus diakui bahwa jenis game ini pula yang membuat beberapa anak kecil terlena dan tak segan mengulang adegannya dalam pergaulan sehari-hari. Memukul orang, menghantam mobil-motor hingga bersikap seenaknya. Penulis bahkan sempat mengalami shock, setelah semingguan penuh fokus bermain games jenis ini -bahkan saking menikmatinya malah- saat jalan ke dunia luar, yang ada dikepala masih kisaran plot dan kebiasaan games, sehingga sempat tersadar saat ingin menabrakkan mobil yang dikendarai ke mobil lain. ‘hey, kalo di games kan gak ada problem apapun, tinggal kabur ato bunuh pemilik mobil juga polisinya. Tapi dunia nyata ? bisa berabe. Blom lagi duit yang ga bisa di-cheat begitu saja. Halah…

gta-4.jpg

Terakhir kabarnya, GTA IV baru aja rilis dalam versi PS3 dan Xbox. Hmmm… iseng ngedonlot salah satu screenshotnya plus video trailer via YouTube, maka terpanalah mata ini ngliat detail gambar yang ditampilkan, begitu nyata dan tentunya makin menggoda untuk ditunggu versi pc-nya… J

Gak mood nonton parodi film lagi

Category : tentang KHayaLan

Tingginya minat masyarakat pada film-film yang dinyatakan sebagai box office, memicu beberapa pembuat film lainnya untuk menciptakan satu karya yang bisa menampung sekian banyak tiruan film beken tadi dalam satu plot cerita dan dibalut komedi. Parodi film. Mungkin diluaran sudah banyak yang merilis film macam beginian, namun di lokal sini, yang penulis tau cuman ada satu, tapi lupa judulnya apa, menampung sekian banyak ide ataupun inspirasi film horor lokal lainnya. Namun walopun itu film parodi, penulis yang notabene memiliki kadar penakut (bukan pengecut lho ya) tingkat tinggi, ntu film tetep aja serem buat ditonton, lantaran nuansa gelap-gelapannya itu. Hhh… mendingan gelap-gelapan bareng Istri kali ya ? Sedang diluaran bagi penulis, selain Hot Shot jadul dan Scary Movie pertama, mungkin gak ada yang punya tingkat greget sebesar dua film tadi. Ini penulis katakan, lantaran dari sekian banyak parodi film yang dirilis, SM sampe jilid 4, terakhir ada juga yang ditonton itu Epic Movie. Itupun iseng dipinjem lantaran 6 film keren yang ditunggu blom waktunya rilis dalam format disc. He… rada males nonton di bioskop.

em-02.jpg

Film yang memparodikan kode rahasinya Tom Hanks, trus bajak lautnya Jack Swallows, sampe ke para mutant jilid ketiga yang nampilkan sayap ayamnya itu. Tak lupa si pegulat Nacho, Narnia dan si pabrik cokelat. Semua ditampilkan dengan sejuta paksaan dan dimirip-miripkan tokoh aslinya. Hanya saja dar sekian tokoh yang tampil, yang paling mirip barangkali cuman si mata laser mutant aja yang paling keren tampangnya. Sedang yang paling maksa ? si mutant wolverine. Jauhhhhh banget ! J

em-01.jpg

Tema cerita yang gak mengigit juga alur yang berjalan terlalu dibuat-buat, bahkan cenderung kacau gak nyambung, membuat penulis milih ‘gak lagi deh, nonton parodian kayak gini… L

Floppynya kmana neh ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang menarik kalo ngliat perkembangan pc hingga hari ini, dimana pergeseran pemakaian media penyimpanan data makin berkembang setiap tahunnya. Hare gene untuk kategori storage pun bentuknya makin hari makin ringkas saja dan makin besar pula data yang mampu disimpan didalamnya.

Kalo tahun 2004 lalu, saat penulis terjun pertama kali jadi pengabdi bangsa ini, yang namanya disket floppy masih menjadi dewa pada instansi dimana penulis ditempatkan. Padahal waktu itu, yang namanya cd-R (kira-kira lima ratus kali disket floppy- lumayan bikin terperangah mereka ini) udah dikenal luas dan menjadi media standar apalagi ada fitur Multisessionnya. Hanya saja memang untuk sekelas pengabdi saat itu yang namanya perkembangan teknologi blom menjamah dalam pikiran setiap orangnya. Jadi, untuk hardwarenya cd-rw sendiri sama sekali blom dikenal, masih beranggapan kalo semua cd-rom mampu melakukan burning data.

Makin berkembangnya media tentu waktu itu pula penulis mulai memperkenalkan media kartu memory pada rekan-rekan pengabdi seruangan, didukung dengan kepemilikan handset pda yang mampu mendukung format mmc dan bisa digonta ganti tanpa harus mematikan handset. (istilah lainnya ‘Hotswap’). Kapasitasnya waktu itu maks 1Gb, artinya udah sekitar delapan ratus media floppy yang masih ngetrend disitu. Hanya saja untuk membacanya di pc, penulis harus rela membawa pembaca kartu yang ukurannya cuman sejempol tangan aja. Makin bengong deh ntu para pengabdi bangsa ini.

Gak puas juga bikin bengong wajah para pengabdi, penulis lagi-lagi iseng menularkan kebiasaan membawa flash disk yang waktu itu harganya masih cukup tinggi, sehingga membuat emoh rata-rata pegawe untuk mengeluarkan biaya ekstra. Lama-lama, satu dua ikutan bawa, lantaran keringkasannya dan juga sudah kemudahan pemakaiannya.

Terakhir tentu ada hard disk storage yang punya kapasitas penyimpanan jauh lebih gila lagi, sayangnya dari bentuk ya tak mampu masuk ke saku baju dinas, sehingga dari kepopulerannya dimata para pengabdi ini masih kalah dibanding Flash disk tadi. Apalagi untuk si kecil fd saat ini sudah ada yang kapasitasnya mencapai 4 Gb, dan dijual dengan harga murah pula.

0805-005.jpg

Dengan makin canggihnya media penyimpanan, gak heran saat memesan pc baru tahun 2006 lalu, penulis gak lagi mencantumkan floppy disket dalam paket pembelian. Yang ternyata saat ini rata-rata dilakukan pula pada pembelian dimanapun berada. Jadi agak surprise juga saat ngliat deretan pc di ruang pembelajaran Toefl, gak nyantumin floppy lagi pada cpu-nya. Kenapa bisa surprise, lantaran dua taun lalu itu penulis sempat diejek karena beli pc baru kok ndak isi floppy disk-nya. J

Nokia seri lama PLUS nama baru

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Agaknya Nokia memang sudah kehabisan stok buat menamakan seri ponsel yang dirilis belakangan ini, yang rata-rata diberikan embel-embel tambahan seperti Xpress Music, Music Edition, White Edition, Black Edition, 8GB, Slide, Classic, Prism, Luna dan tentu yang terbaru Fold.

Untuk lima embel-embel pertama yang disebutkan biasanya merupakan penambahan satu dua item dari rilis seri sebelumnya seperti perubahan warna chasing bodi, peningkatan memori luar yang disertakan maupun penambahan kapasitas memori internalnya.

Untuk yang embel-embel Slide, biasanya sih dirilis barengan dengan yang desain batangan, tentu saja yang tampak jelas berbeda ya perihal desain tadi. Biasanya untuk tipe yang Slide dirilis jauh lebih mumpuni dibanding desain batangan tadi.

Sedang untuk empat embel-embel terakhir, biasanya sih baik desain dan fiturnya beda jauh dengan seri dengan nomor sama sebelumnya.

6600-200.jpg

Mungkin saja ini sebagai strategi pemasaran aja, berhubung nomor seri lainnya kurang menggigit pabila dipake sebagai ponsel rilis barunya.

Hanya saja, pernah gak ya terpikirkan mengapa angka 4 blom pernah digunakan oleh Nokia dalam rilis seri ponselnya ?

Kabarnya di beberapa negara Asia (yang merupakan pangsa pasar terbesar brand ini), angka 4 apabila dilafalkan mirip dengan arti kata mati dalam kosa kata bahasa yang sama.

Itu sebabnya mengapa angka 4 blom pernah sekalipun dirilis oleh Nokia sebagai nomor serinya yang terbaru.

Nokia 5300 Simpel buat dikantongin

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ha… sejak punya blog rasa-rasanya tiap kali ngliat sodara ataupun rekan nenteng ponsel baru, membuat otak gak sabar untuk mereview ponsel tersebut dengan cara tersendiri. Yah, kali aja ada yang tertarik dengan tipe tersebut, sehingga bisa mempertimbangkannya kembali usai mampir ke blog ini. Kali ini seorang ponakan yang baru lulus SD, diberikan hadiah ponsel Nokia 5300 oleh orang tuanya, mengganti seri lama 3610 dari merek sama, milik sang ortu dahulu.

n5300-1.jpg

Ponsel dengan konstruksi sliding ini pertama kali dikenalkan sekitar bulan September 2006 lalu (udah lama juga ya ?), dalam jajaran ponsel musik berbarengan dengan sang adik, Nokia 5200 yang punya kekurangan dalam banyak hal. Mengadopsi Nokia series 40, yang artinya sangat terbatas apabila sang pemilik menginginkan penambahan aplikasi penting macamnya spreadsheet atau hiburan lainnya. Hanya saja, lantaran dalam hal ini si pemakai baru naik tingkat dari sekolah dasar, maka keperluannya paling banter ya sms, nelpon, jepret kamera, ringtones, bagi-bagi video dan juga nge-games. Akan berbeda halnya dengan saudaranya yang punya konstruksi putar, Nokia 5700, yang udah melek Symbian 60.

Jika dibandingkan dengan series 40 lainnya, ponsel ini tergolong memakai interface terbaru, artinya ada modus siaganya dilayar depan (wallpaper), yang mampu menampilkan ikon-ikon kecil, sebagai tanda item menu yang paling sering diakses. Ini bisa merupakan gangguan bagi mereka yang masih suka narsis, memampang foto manisnya diri sendiri, jelas tak indah jika harus terganggu oleh tampilan siaga aktif tersebut. Tentu saja ini bisa di non-aktifkan kok.J

n5300-2.jpg

Desain sliding artinya pada bagian utama, hanya menampilkan dua tombol akses menu, tombol navigasi dan tentu saja tombol sambung-putus, dan berhubung ponsel ini didedikasikan sebagai ponsel musik, ada tambahan 3 tombol akses musik disisi kiri bodinya. Sedang bagian yang kedua berisikan keypad numerik, yang tentu memberikan keleluasaan layar yang sudah 262K plus resolusi Qvga (240×320 pixel). Lebih besar dibanding ponsel dengan desain batangan macamnya 6275i. Namun desain sliding khas Nokia memang blom bisa menyamai brand lain yang terkenal dengan ketipisan bodinya walopun mengadopsi bentuk sliding, seperti Samsung.

0805-015.jpg

Harga baru tipe ini ada dikisaran 1,5 juta, sudah mendapatkan ponsel dengan kamera 1,3 MP, plus tambahan memori eksternal MicroSD, dengan memori internalnya sendiri cukup lapang yaitu 30MB. Dalam rentang harga segitu, salah satu saingannya dari saudara sendiri adalah tipe 6300 yang punya desain batangan, namun dikenal dengan ketipisan bodinya, plus kamera 2MP dan tentu saja layar warna yang udah 16bit. Tentu saja jauh lebih kinclong buat melihat foto diri. Hanya saja, kalo mau dibandingkan antara sesamanya tadi, jelas ponsel Nokia 5300 ini jauh lebih enak digenggam bagi mereka yang memiliki genggaman tangan kecil, plus lebih simpel jika diselipkan di saku baju.

Hmmm.. ponsel ini pernah liat dimana yah ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Invasi ponsel China kenegeri ini layaknya penyerbuan pasukan AS ke Irak tempo hari, tiada henti dan hilang satu berganti yang lain. Tujuannya tetap satu jua.

Dilihat dari segi fitur yang ditawarkan maupun beragam kecanggihan teknologi masa kini yang dibalut dengan harga murah, ponsel China agaknya mulai mengambil sebagian potongan kue yang dahulu dijatah untuk brand-brand kelas dua sekaligus mengancam mereka, macamnya Samsung, LG, Motorola apalagi Philip.

ponsel-mc-njipla.jpg

Apalagi kalo hingga ke tahap desain yang meniru plek desain ponsel brand ternama macamnya Nokia dan juga Sony Ericsson, yang duluan ngetop, wah wah wah, dijamin laris bagi mereka yang mengutamakan harga murah, sudah mendapatkan tampang ponsel dengan desain te o pe, tak jarang sudah berlayar sentuh pula.

ponsel-mc-psp.jpg

Herannya makin kesini nyatanya penjiplakan desain bukannya makin surut, eh malah ada yang jauh lebih ancur, njiplak rupa game console PSP buatan Sony, yang walopun tujuannya tetap mengadopsi game (Nintendo) pada ponselnya terkesan malah memaksakan perwajahan keypad dan tombol lainnya.

Yang lantas keseringan menimbulkan tanda tanya dikepala kalo ngliat rilis baru ponsel China, eh ‘pernah liat dimana yah, desain ponsel seperti ini ?’ Halah…

Ada Dual On tapi Tetap Setia pada Nokia

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah maraknya rilis baru ponsel produksi China yang tentunya menawarkan beragam fitur canggih masa kini dalam balutan desain yang mirip ponsel ternama, namun dapat dimiliki dengan harga jauh lebih murah. Apalagi ada juga yang meringkas dua jaringan frekuensi gsm-cdma dalam satu ponsel. Bagaimana gak tertarik tuh ?

Tapi biarpun begitu gencarnya promo masing-masing merek yang berbeda dalam tiap skala waktunya, penulis tetap saja setia pada satu brand ponsel yang sedari awal selalu menemani, yaitu Nokia.

Terakhir ini, untuk jaringan gsm dipakai oleh Istri yang menyayangkan mengganti nomor cantiknya dengan cdma, termuat dalam handset Nokia seri N73 Black. Sedangkan penulis sendiri, masih make satu jaringan cdma saja, termuat dalam ponsel seri 6275i.

nokia-still.jpg

Lantas apa yang membuat kesetiaan itu tidak luntur termakan promo murahnya ponsel China ?

Paling pertama tentu Faktor ketahanan. Nokia dikenal bandel, kalopun jatuh tak sengaja dari meja atau gengaman, tu ponsel dijamin masih awet dipakai, apalagi kalo sudah disematkan pelindung kuliat maupun mika. Tapi jangan dengan sengaja dilempar ke tembok atau dilindas motor ya.

Kedua tentu dari layanan purna jual ataupun service diluar dealer resmi. Biasanya sih jauh lebih ringan lantaran baik sistem yang digunakan sudah jauh familiar, spare partnya pun dijamin gak bakalan susah nyarinya.

Ketiga ya Harga Jual kembali. Biasanya harga nawarnya gak jauh dengan yang ditetapkan oleh majalah dan tabloid ponsel, atau hanya beda dikit dengan harga baru.

Keempat tentu kemudahan pengoperasian, pemakaian dan pairing untuk keselamatan data. Jadi baik daftar nomer telepon, hingga ke lain-lainnya masih bisa tercover dan disinkronisasi tiap waktu dengan mudah dan cepat.

Kelima tentu, sangat jarang terjadi komplain atau kekecewaan dari konsumennya, dan kalopun ada itu tak sampai mengganggu penjualan seri yang sama maupun seri lainnya. Terbukti hingga kini ponsel brand Nokia masih didapuk sebagai brand terlaris paling gak di negeri ini.

Oya, yang terakhir ato keenam (angka keberuntungan penulis), lantaran bandel dan masih bagusnya kondisi ponsel yang dipakai selama jangka lama, tak jarang pula para pemilik ponsel lebih memilih menyimpan ponselnya dibandingkan untuk  dijual, tujuannya tentu berjaga-jaga seandainya ponsel baru nanti ada apa-apa, jadi masalah komunikasi bisa make tipe yang dahulu lagi. J

Menjajal ponsel Dual On GStar

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Berkesempatan memegang dan menjajal sebuah ponsel China -mereknya kalo ndak salah Gstar- baru gres milik seorang rekan kantor yang akhir-akhir ini terjangkiti demam gadget. Kabarnya untuk mendapatkan ponsel seharga 2 jutaan ini, ia sampe menjual 2 buah ponsel gsm-cdma merk Nokia-nya, dengan harga satu juta pas.

Fiturnya seperti biasa, sistem Dual On ato dikenal juga sebagai Dual Mode, dimana dua jaringan gsm-cdma terangkum dan tergunakan dalam satu fisik ponsel. Ringkas ? jelas…

ponsel-china.jpg

Dari segi desain, yang mencolok tentu keypad navigasinya yang kalo ditutup sebagian pada keypad numeriknya, mirip banget dengan Nokia seri N95, terutama layar lebarnya itu loh. Hanya saja, untuk numeriknya gak beda jauh dengan ponsel produksi China lainnya, yaitu penempatan * 0 # ada disisi kanan angka atau terbagi atas grid 4×3. Diperlukan pembiasaan pemakaian bagi mereka yang dahulunya pemakai setia Nokia.

Yang ia paling senangi ternyata fitur layar sentuhnya (minimal menyamai pda T-Mobile milik penulis terdahulu), walopun agak sedikit kecewa lantaran gak mampu untuk menampilkan Google Earth pada layar ponselnya. Namun sedikit terhibur akan fitur televisi tanpa beban pulsa yang lumayan nangkep jaringan beberapa saluran teve lokal. Sangat pas dipake survey ke daerah sawah he… bisa nonton teve ditengah sawah, tanpa asupan listrik-.

Saat ditelisik, nyatanya dari segi menu yang ditawarkan gak jauh beda dengan ponsel produksi China, beda merek. Kalo pernah punya MP4 Player, dapat dipastikan bakalan familiar dengan tampilannya yang memang mengadopsi menu tersebut. Namun bagi mereka yang familiar dengan menu ponsel Nokia, apalagi yan ber-Symbian, dijamin bakal kelimpungan dengan penempatan fitur yang ditawarkan ‘tidak ada tempatnya’.

Seperti fitur Bluetooth, ditempatkan pada folder Hiburan pada Nokia sih biasanya pada Setting/Pengaturan- yang saat diuji pairing dengan ponsel Nokia maupun Laptop, ada beberapa gangguan yang menyebabkan tak terdeteksinya fitur gigi biru si ponsel China, yang kalaupun bisa, dijamin gagal dalam pengiriman file audio mp3 misalnya- maupun lainnya. Gak tau kenapa.

Fitur kameranya ya jangan berharap banyak. Disandingkan dengan hasil jepretan Nokia cdma seri 6275i, jelas saja kalah jauh, walopun si Nokia blom mengadopsi autofokus.

Ohya, untuk bagian Menu-nya sendiri, penulis jadi teringat pada menu yang ditawarkan oleh brand Samsung, terutama untuk melihat file-file yang ada didalamnya, bukan lewat galeri, namun melalui Pengatur File.

Keribetan lainnya dapat dilihat lewat Pemutar Video, yang gak mampu membaca file video yang berada di dua tempat sekaligus ponsel dan kartu memori- sehingga diperlukan pemilihan lagi, memori mana yang akan dipakai.

Entah kebetulan atau tidak, panggilan masuk yang diterima, dibatasi dengan waktu sekitar 2 menit, langsung putus. Namun saat dilihat pada menu Pengaturan Panggilan, dimana ada satu pilihan Pembatasan Panggilan, tak mampu me-non aktifkan pembatasan tersebut, sehingga bagi yang memilikinya harus rela dihubungi atau menghubungi rekannya setiap 2 menit. Capeee deeeeh…

Fifty – Fifty

1

Category : tentang KuLiah

Continuing posting learning English the other day, senin tonight feel refreshed by phase ‘Reading, where competitor asked for mengertikan a short story one two paragraph, later try to reply question go together mentioned story. Looks like test of former Indonesian..

fifty-fifty-1.jpg

It’s atmosphere of course become more easy going, but just remain to be, serious storey;level mean all this competitor, mounting fast. Possible Merely this owner blog just is which still have time to shoot in between situation that require concentration and also the strong word exchequer..

fifty-fifty-3.jpg

Just only why title of the posting oppositely also ‘Fifty-Fifty’ cause of writer become remembered a nice film stared by Tom Hanks, The Terminal, where a devotee of Jazz of having a mind into the city New York, have to stay at airport of the town, because his old country is coup d’etat. Hence become he will do not want to learn Ianguage of asing-Inggris in a short time readly English-speaking a book that and compare with same book but have the Ianguage which he master, and use word ‘Fifty-Fifty’ (result of his finding in screen of tv news as possibility of he allowable urbanize New York.

fifty-fifty-2.jpg

Back To topic, word ‘Fifty-Fifty’ that also depicting ability of writer in replying so much question and in the end also have time to hope, just yeah hopefully fifty gratuity more few, test wait can be replied a correctness. Most the caw have enough properly to get away from needle hole.

6 Film yang Wajib Tonton

16

Category : tentang KHayaLan

Seperti yang sudah pernah dikatakan sebelumnya, kalo bicara perihal film ato sinema yang paling sering dinikmati baik secara sendirian (ini kalo pengen mengerti secara keseluruhan) atau malah berdua dengan Istri (ini khusus untuk menghibur hati kasih tersayang J), kategorinya kalo ndak komedi romantis paling yang tema drama.

Hanya saja gak menutup kemungkinan yang bertema action pun dilahap kalo semua kerjaan selesai dilakukan. Karena tipe ini biasanya hepi endingnya bakalan jauh lebih terasa. Sedang terakhir ya kategori menghibur dalam hal ini kartun animasi.

Nah, kali ini kira-kira film apa saja yang paling wajib ditunggu dan ditonton terutamanya kalo lagi lowong kerja, belajar juga ngempu. J

1-batman1.jpg

The Dark Night. Sekuel Batman tanpa kata Batman pada judul filmnya, rasa-rasanya yang pantas menduduki nomor urut satu, lantaran penasaran dengan akting si Joker yang pemerannya udah almarhum tempo hari, plus gelapnya Batman sebagai aksi balas dendam versi Goorge Clooney yang bubble gum abisss.

1-batman2.jpg

Apalagi kabarnya kali ini si kelelawar bakalan menunggangi kendaraan baru, batpod. Yang tongkrongannya gak jauh dari pendahulunya, Tumbler. So interest deh.

2-wall-e.jpg

Wall E. kartun animasi buatan Pixar yang lucu dan pantes sebagai teman mainnya si kecil Mirah, malah sempat bikin geregetan dengan trailer-trailernya. Hmm.. masa kecil gak bahagia ? Bener. Tapi hey, sekali-sekali boleh dong mengenang masa kecil yang penuh tawa ?

3-panda.jpg

Kungfu Panda. Gak jauh beda dengan robot kubik diatas, namun tokohnya punya kesamaan dengan pemilik blog ini, ya tentu peyut ndut dan payahnya minta ampuuun. Hanya saja dari segi kepahlawanannya yang jelas jauh berbeda, namun siapa tau tontonan ini bakalan menjadi inspirasi dari setiap tindakan dan tentu saja boleh menjadi urutan ketiga dari film yang pantas ditunggu.

4-hancock.jpg

Hancock. Lagi-lagi Will Smith, untuk sementara ini jadi favorit aktor dimana film terakhirnya masih suka ditonton berulang-ulang, Pursuit of Happiness setelah I am Legend dan tentu saja Hitch. Kali ini ia berperan sebagai superhero yang gak pede dan rada canggung. J Penasaran pengen tau kayak apa aksinya kali ini.

5-hulk.jpg

Incredible Hulk. Setelah kecewa dengan filmnya terakhir kmaren, kali ini kabarnya bakalan jadi lebih asyik apabila dilihat dari peredaran box office diluaran. Dibintangi oleh Edward Norton– aktor favorit di film American History X, dan dari trailernya sendiri si Raksasa Hijau punya aksi yang jauh lebih asyik dari film pertama kmaren.

6-iron-man.jpg

Terakhir ada Iron Man. Walo gak kenal dgn versi komiknya dalam arti gak tau bagemana sejarah lahirnya si besi ini, namun dari aksinya barangkali patut dinikmati, karena itu pula jadi nomor akhir yang wajib ditonton paling gak dalam waktu dekat ini. But Hey, kenapa hanya enam film ?

Karena angka enam itu sudah jadi angka keberuntungan dan favorit saya sejak masa smp dulu. Lantaran dari daftar absensi selalu pada nomor urut enam. Hingga sma, kuliah dan tentu pasca kali ini.

Jadi yah, mohon maklum kalo hanya enam sinema saja yang saya tunggu kali ini.

J