Turut Berduka : Kebakaran Yudistira
July 30, 2008
Entah kenapa suasana hati pada malam hari ini mendadak berubah melankolis, sedikit merenung dan masih bisa bersyukur dengan keadaan keluarga.
Dua jam lalu, sirene truk pemadam kebakaran meraung-raung, ditambah suara teguran keras untuk meminta kendaraan yang melintas segera meminggirkan kendaraannya, sesaat waktu terasa terhenti, begitu menyaksikan kobaran api yang membumbung naik ke langit, terlihat dengan jelas dari halaman rumah.
Kebakaran yang diperkirakan terjadi di ujung timur Jalan Yudistira, tepatnya sebelah barat Banjar Tainsiat, seakan menguras seluruh perhatian warga sekitarnya pula para pejalan kaki, yang dengan cepat melangkah menuju lokasi kebakaran.
Entah rumah yang mana terkena musibah tersebut, mungkin saja salah satu warga banjar, mungkin juga rumah tempat duka kematian terakhir terjadi, atau mungkin juga rumah dimana pasutri terlihat bertengkar saat upacara kematian di rumah sebelahnya mulai diambil alih oleh Banjar.
Namun yang manapun itu, tetaplah secara pribadi mengucapkan turut Berduka atas musibah yang terjadi malam ini.
Entah angin apa yang mendatangkannya, yang pasti kondisi ini pula sedikit berperan menambah suasana mencekam yang ada disekitar rumah, dimana anjing melolong sejak sore tadi.
Yah, mungkin karena malam ini adalah salah satu malam yang dikeramatkan oleh warga, Magpag Kajeng Kliwon...
Popularity: 4% [?]
the Post ReLated
Filed under: tentang KHayaLan | 459 pembaca | Comments (4)



[...] Turut Berduka : Kebakaran Yudistira [...]
wadu, aku baru tau berita ini. telat dong buat dicolong. hehe..
anton’s last blog post..Oyu Sambil Monyongin Bibir
[Reply]
[Reply]
[...] pagi baru sempat mampir ke lokasi kebakaran dan ternyata dugaan ketigalah yang benar, rumah kontrakan disebelah barat rumah duka kematian [...]