PusPem Badung : Wantilannya kok gitu sih ?

Disela waktu menunggu dilakukannya rapat pembahasan usulan jalan tembus GOR Mengwi bareng Bapak Bupati Badung, disempatkan pula duduk2 sbentar diluar gedung sembari nyobain sinyal Starone di areal Puspem ini, barangkali aja nanti kalo pindah ngantor ya gak ragu lagi untuk tetep setia make koneksi ini.

Nyatanya sinyal yang didapat sangat baik, hingga aktivitas nge-netpun berjalan lancar, sempat chat pula dengan om Anton, perihal keluhannya pada pengaspalan jalan di Kota Denpasar.

Eniwe, gak sengaja mata menangkap dua biji Wantilan yang telah selesai dibangun, satu disebelah gedung DPRD Badung, satunya lagi disebelah barat Pura. Hanya saja kenapa jadi rada aneh nglihatnya, ataukah hanya sebuah perasaan saja ?

wantilan-dprd.jpg

Untuk Wantilan disebelah gedung DPRD itu kok kliatannya kayak udah dibangun sekian tahun lalu ya ? penampilannya tak semegah gedung DPRD. Apa mungkin bangunannya kurang tinggi ataukah pengaturan bahannya yang tak sama dengan gedung mewah disebelahnya ?

wantilan-puspem.jpg

Nah, wantilan yang satunya lagi malah lebih aneh lagi. Terlalu banyak kolom (tiang-saka) yang menopang atap wantilan, kira-kira ada 6 kolom untuk satu sisi wantilan. Hingga membuat wajah Wantilan sepertinya jadi penuh dengan kolom tanpa menyisakan ruang yang lapang didalamnya. Mungkin akan jauh lebih baik kalo saat perencanaannya tempo hari, kolom yang dipakai adalah 4 buah untuk tiap sisi, tentu dengan perhitungan ulang pada beban yang dipikul nantinya (ugh… kata-katanya udah kayak gape Sipil aja nok !)

Tapi yah, mohon untuk dimaklumi, kritikan diatas. Wong seperti pendapat yang dikatakan oleh seorang rekan diwaktu lalu, bahwa Arsitek itu ternyata memang banyak omong. J

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

3 thoughts on “PusPem Badung : Wantilannya kok gitu sih ?

  • October 8, 2009 at 2:56 pm
    Permalink

    ya mungkin arsiteknya ingin mencerminkan banyaknya orang yg akan memikul beban yang sama yaitu masyarakat banyak sehingga menciptakan suatau keutuhan (tujuan yang sama/ kesejahteraan)untuk lebih jelas lebih baik menanyakan arsiteknya langsung, karena etika mengritik disain harus dketahui oleh penciptanya. bukan semata-mata kita hanya melihat dari segi ekonomisnya tapi sebuah desain pasti memiliki sebuah konsep yang harus kita mengerti.

    he2…

  • June 12, 2010 at 3:05 pm
    Permalink

    wah tak kirain joglo lha wantilan kok sakanya banyak

Comments are closed.