Apa yang bisa kuberikan pada putriku kelak ?

4

Category : tentang Buah Hati

Makin beranjak usia putri kami, sedikit membawa kekhawatiran kami akan tumbuh kembangnya dari segi kecerdasan berpikir dan berperilaku. Apakah kami selaku orang tua akan mampu mendidik dan memberikan tauladan padanya kelak ?

Ditengah kesibukan kami berdua selaku ayah ibunya untuk bekerja dan berusaha memenuhi bekal finansial keluarga kecil ini, barangkali kekhawatiran kami itu takkan besar apabila kami berdua masih sempat menemaninya dalam setiap waktu yang ia perlukan dari kedua orang tuanya. Lantas bagaimana jika kami tak mampu luangkan waktu sekali dua ?

Menitipkannya pada kakek neneknya, mungkin satu hal yang teraman yang bisa kami lakukan, hanya saja dengan tenaga dan perhatian mereka yang tak intens, barangkali bisa jadi putri kami, bakalan didudukkan didepan layar televisi agar mau diam dari tangisnya dan tak repot untuk mengasuhnya.

Namun mengingat pada beragam tayangan televisi belakangan ini, dipenuhi dengan aksi kekerasan, tindak kriminal, hantu-hantuan, ngomongin orang lewat info gosip, hingga sinetron dengan jalan cerita yang tak jelas, dibuat-buat dan tak masuk akal, sampai acara audisi menjadi artis karbitan dalam tempo singkat dengan mengandalkan sms dukungan dan juga lawakan tak lucu dari para host-nya, apakah kami berdua siap melepaskan putri kami begitu saja pada acara televisi lokal kita yang sucks dan cenderung memamerkan kemewahan dibanding realitanya ?

Andai saja tayangan televisi ini lebih banyak pada tema pendidikan, bagaimana caranya agar anak didik kita mampu maju dan bersaing sehat dalam kesehariannya nanti bukannya malah bersaing dengan cibiran satu sama lainnya plus ejekan tak punya ini itu yang identik dengan kemewahan sebagai satu ukuran.

Andaikan saja tontonan televisi lebih banyak mengungkap seberapa besar kekayaan bangsa ini dan seberapa jauh tugas dan pe-er generasi mendatang minimal mampu mengelolanya agar masa dpan tak lantas jadi semakin kacau oleh banyaknya birokrat dengan birokrasi uang pelicinnya, mengoyak hati nurani rakyatnya yang selama ini sudah lelah mempercayainya.

Andaikan saja para pemilik modal dunia pertelevisian bangsa ini mampu memberikan tayangan positif dan menjunjung adat budaya dan norma dengan baik, sehingga apa yang diharapkan oleh generasi muda saat ini tak sebobrok apa yang terjadi hari ini, dan cenderung nikmat untuk dilanjutkan lagi, toh tak ada yang protes dan membantah.

Andaikan saja semua kedangkalan ide yang ditampilkan setiap jamnya oleh banyaknya tivi swasta negeri ini bisa tergantikan dengan pesan positif, mungkin aku takkan ragu melepaskan putriku pada siapapun pengasuhnya serta takkan pernah khawatir untuk menjelaskan kepadanya perihal masa depannya kelak.

Comments (4)

Bli pande, kalau bli pande sudah sedemikian khawatirnya bagaimana harus mendidik putrinya mungkin putri anda nantinya akan merasa terlalu dikekang oleh segala peraturan2 orang tuanya yang melarang ini itulah seperti pergaulan, cara berpakaian, menonton TV, dsb. Biarlah semua berjalan apa adanya, tetapi tetap dalam pengawasan yang WAJAR.

[Reply]

Yup. itupun sudah terpikirkan kok. 😀 jangan sampai malah balik ke pola konvensional..

[Reply]

mimih, postingan ini bikin sedih saya nok. putri kami malah ditinggal mekuli ke luar negeri 🙁

devari’s last blog post..Dapat Tuhan Baru, Tuhan Lama Jangan Dilupakan

[Reply]

Bli Made > ups,mohon maaf jika begitu Bli, yg penting jangan ditinggal lama2 aja, nyen engsap ken wajah ganteng bapakne.. :mrgreen:

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge